Because I'M Ratu

Because I'M Ratu
BIR - 75


__ADS_3

Esok harinya, para murid SM telah berkumpul di sekolah untuk perjalanan ke tempat acara. Bis-bis sudah berjejer rapi menunggu para murid yang sedang melakukan apel pagi.


Kepala Sekolah sedang memberikan pesan-pesan singkat untuk para murid SM agar melakukan kegiatan mereka dengan baik dan benar. Serta mengikuti semua peraturan yang ada.


Setelah Kepala Sekolah selesai apel pagi, Bilal mengambil alih untuk memimpin perjalanan. Ia meminta para murid untuk melihat nama mereka berada di bis mana. Kemudian dengan tertib satu persatu memasuki bis setelah melakukan absensi.


"Ratu" panggil Gio kala melihat Ratu baru memasuki bisnya.


"He kalian, bisnya Neil dimana sih? Gue udah keliling gak nemu-nemu" oceh Ratu.


Setiap bis Ratu masuki untuk mencari Neil, namun ia tak menemukan keberadaan pemuda itu. Gio melambaikan tangannya dan menyuruh Ratu duduk dihadapannya, sebab percuma saja jika Ratu tahu, karena semua bis sudah akan berangkat.


Para anggota SS duduk berjejer dibelakang, kecuali Ratu yang duduk di depan mereka. Bela dan Geya juga duduk disamping seberang gadis itu.


"Emangnya loe gak lihat daftar nama di bis?" Celetuk Geya.


"Ah sialan, gue gak kepikiran, bego bego bego" gerutu Ratu kesal.


Ratu menghembuskan napasnya kasar, ia lalu duduk diujung kursi menghadap Geya dan Bela. Kemudian membuka blazer coat, ia menunjukkan pakaian yang dikenakannya pada kedua teman wanitanya.


Padahal ia sudah berdandan cantik untuk bertemu Neil, tetapi ia malah tak melihat wajah itu sama sekali. Ratu mengenakan jumpsuit pendek yang pas pada tubuhnya, sehingga bisa menonjolkan sesuatu yang telah menonjol. Terlebih bagian lehernya terlalu terbuka, membuatnya terlihat lebih menggoda.


"Seksi bener loe" goda Bela seraya mencoba menyentuh Ratu.


"Mana coba lihat" sela Gio.


Ratu menatap pemuda itu dengan tajam. Ia ingin Neil melihatnya, hanya Neil dan bukan yang lain.


"Leher loe kenapa?" Tanya Faiq setelah sadar ada bekas merah di leher Ratu.


Gadis itu dengan santai menceritakan semua yang terjadi padanya kemarin. Mulai dari dirinya yang mendatangi sanggar lukis bersama Lay dan Justin, hingga berakhir dengan seseorang yang mencoba mencekik lehernya.


"Loe gila? Kalau loe kenapa-kenapa gimana?" sentak Gio kesal.


Karena teriakan Gio, beberapa murid menatap ke arah belakang, melihat para anggota SS yang sedang bercekcok. Ratu menatap para murid itu, dan menemukan Mita, Liam juga Damar diantaranya.

__ADS_1


"Loh, ini teman sekelas Neil kok ada disini?" Celetuk Ratu heran.


"Kan kita emang di bis ini Kak" jawab Damar yang duduk didepannya.


Ratu berdiri dan berjalan kedepan, lalu kembali sambil melihat setiap murid yang duduk didalam bis. Tetapi ia masih tidak menemukan Neil disana, hingga ia berakhir ditempat duduknya, seseorang yang mengenakan topi dan masker.


Gadis itu begitu bodoh, ia tak menyadari seseorang yang duduk disampingnya.


"Neil, gak lucu tau" gerutu Ratu sembari membuka topi dan masker yang Neil kenakan.


Neil tertawa dengan keras, itu bukan kemauannya, Ubay yang menyuruhnya menutupi diri. Sebab mereka tahu, Ratu pasti sedang mencari keberadaan Neil. Dan benar saja, gadis itu bahkan tak membaca daftar nama jika Neil berada di satu bis yang sama dengannya.


Apapun itu, Ratu kembali duduk ditempatnya dan menggenggam tangan Neil dengan erat. Ia merindukan Neil, sangat, sangat merindukannya.


"Aku juga kangen kamu" bisik Neil sambil memeluk bahu Ratu.


"Cium dong kalau kangen" goda Ratu seraya menyodorkan pipinya pada Neil.


Cup...


Senyuman itu tak bisa Ratu sembunyikan, ia tertawa dan menatap ke arah lain. Sekali lagi Ratu seperti orang gila karena perlakuan kecil dari Neil.


"Sayang ya, kita bukan siapa-siapa" gumam Ratu. Ia memberikan kode pada Neil agar cowok itu mau menyatakan cintanya pada Ratu. Ia berharap Neil mengajaknya berkencan kali ini, karena Ratu pasti akan menerimanya. Tak akan ada penolakan untuk kali ini.


"Kita kan teman" sahut Neil.


"I wanna be your lover. Don't wanna be your friend" ujar Ratu kesal. Ia memilih bertukar tempat dengan Gio dan tidur di tempat duduk pojok sambil menyenderkan kepalanya ke jendela.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Para murid dari ke empat sekolah telah sampai ditujuan mereka. Sebelum memasuki kamar masing-masing, mereka dikumpulkan di lapangan. Untuk melakukan pemeriksaan pada setiap barang bawaan para murid.


"Semuanya duduk, dan buka tas kalian" perintah Bilal.


Para murid kelas satu dan dua tentu menuruti perintah Bilal. Tetapi murid kelas tiga memilih meninggalkan tempat duduknya dan mencoba menyelinap masuk.

__ADS_1


"Semuanya, termasuk anak kelas tiga" ucap Bilal kembali memberi perintah.


Mereka kembali duduk ditempat, membuka tas mereka dan mengeluarkan semua minuman juga rokok yang mereka bawa. Sudah layaknya toko eceran, mereka membawa begitu banyak rokok yang disimpan di dalam wadah makanan ringan. Juga minuman yang mereka pindahkan ke botol air mineral.


"Bilal, hp gue hilang" bisik Ratu yang sudah berdiri di samping Ketua OSIS.


Pemuda itu memalingkan pandangannya menatap Ratu, menyuruh gadis itu untuk mengeluarkan semua barang-barang nya. Tak berbeda jauh dari teman-teman sekumpulan nya, Ratu juga membawa begitu banyak rokok yang ia sembunyikan di bungkusan pembalut. Serta minuman yang ia lapisi dengan pakaian dalam.


"Anak nakal" sentak Bilal seraya menjewer telinga Ratu dengan keras. Jeweran itu sukses membuatnya meringis kesakitan.


"Ini contoh yang buruk, jangan ditiru" bentak Bilal pada para murid.


Ratu masih berdiri didepan, menunggu Bilal merespon aduannya. Sayangnya pemuda itu menganggap laporan Ratu hanya sebuah kamuflase agar dirinya lolos dari pemeriksaan.


"Siapa yang lihat hp gueeee? Yang nemuin hp gue, gue kasih hadiah" teriak Ratu mencoba mengambil perhatian.


Bilal sekali lagi menjewer telinga gadis itu, ia lelah dengan Ratu yang selalu membuat ulah. Namun gadis itu memelas, ia benar-benar kehilangan ponselnya. Lebih tepatnya ia lupa dimana menaruh ponselnya tersebut.


"Hp kamu ada di aku" celetuk Neil. Ia berdiri dan berjalan menghampiri Ratu.


"Tadi ketinggalan di bis" imbuhnya lagi.


Ratu menyambar ponselnya lalu pergi setelah berterimakasih.


Baru saja ia berjalan beberapa langkah, Neil kembali memanggil namanya. Pemuda itu menghampiri Ratu yang menatapnya datar.


"Neil Kenzo" ucap Neil seraya menjulurkan tangannya.


Ratu menaikkan alisnya, memandangi Neil sejenak, lalu menerima uluran tangan itu, "Ratu Bulan Batara" Ia kembali berbalik dan melanjutkan jalannya. Tapi sekali lagi Neil menghentikannya.


"Kau tahu, Neil adalah orang pertama yang mendarat di bulan. Mungkin tidak banyak orang tahu mengenai hubungan mereka, tetapi mereka saling berkaitan. Ketika orang menyebut Neil, maka mereka mengingat bulan"


"Aku tidak suka basa-basi Neil, katakan apa maumu"


"Ketika orang mengingat Ratu, mereka juga mengingat Neil. Karena Ratu dan Neil saling berkaitan, sebab takdir yang mempertemukan"

__ADS_1


__ADS_2