
Disekolah....
Ratu sedang berjalan memasuki kantin dengan kacamata hitam kesayangannya.
"Eh, bentar deh, baju loe kok kayak kekecilan gitu" komentar Bela seraya membolak-balik badan Ratu.
"Wah parah nih, loe tambah gendut apa lagi ngisi?" Celetuk Geya seraya mengelus perut Ratu.
Sontak saja beberapa murid terbatuk-batuk lalu mengalihkan pandangannya pada Ratu. Ratu memukul kepala kedua siswi itu secara bergantian. Beraninya mereka mengatakan hal yang tak masuk akal.
"Kebanyakan minum susu strawberry sih loe, ini loh jadi lebih besar tuh" celetuk salah seorang siswi sembari menggerakkan dadanya yang montok. Ratu menatap dadanya, ia rasa tak ada yang berubah, tapi kenapa bajunya menjadi kekecilan, aneh.
"Emang bisa ya?"
"Susu kayak apa?"
"Mau dong, punya gue kecil nih"
"Iya, cowok gue juga bilang gitu"
"Waaah gila nih cewek-cewek, kalau mau mesum jangan di sini dong" teriak Lay yang mulai terganggu dengan pembicaraan kotor para wanita.
Tatapan tajam para wanita itu mengarah pada Lay, seakan ingin menerkam dirinya. Lay memandangi mereka juga, mengobarkan peperangan. "Yaelah sorry-sorry" celetuk Lay saat para wanita itu berdiri bersamaan.
Ratu berjalan menghampiri Neil, seperti biasa duduk disampingnya. Sebuah minuman dengan warna botol yang sama menarik perhatiannya. Neil, Liam dan Damar memiliki masing-masing satu, tapi Ratu tak pernah melihat botol ini sebelumnya.
"Ini, minuman baru ya? Stand mana yang jual?" Tanya Ratu penasaran.
"Dikasih Kak, sama orang didepan sekolah. Tadi dibagiin waktu masuk" jelas Neil seraya melanjutkan makannya.
Neil membuka minuman itu, dan memberikannya pada Ratu. Gadis itu mengambilnya, "Ini" gumamnya saat hendak meminum. Ia mencoba memastikannya sekali lagi, benar, ini alkohol.
"JANGAN MINUM, siapapun yang punya ini jangan diminum" teriak Ratu mengagetkan semuanya. Ia menjunjung tinggi botol minuman ditangannya, dan satu tangan lainnya mencoba menghubungi seseorang.
"Halo, kalian semua, sekarang, cepat cek setiap kelas dan ambil semua botol minum berwarna biru. Udah gue kirim gambar, cepat sekarang, jangan sampai ada satupun yang minum. Sekalian tanyakan kalau ada yang minum, bawa dia ke UKS" jelas Ratu panik.
Geya dan Bela mengumpulkan botol minum yang ada kantin. Mereka semua menatap Ratu dengan penasaran.
"Ada apa?" Tanya Bilal mendekati Ratu. "Alkohol, cium deh" jawab Ratu.
Pemuda itu mendekat, ia malah hendak mencium pipi Ratu dan bukannya botol yang Ratu bawa. Sorak sorai mulai terdengar, karena kelakuan konyol Bilal. Untung saja Ratu refleks menghindar, ia lalu menendang kaki Bilal karena kesal.
"Wah Iya nih, alkohol, kok bisa? Wah kecolongan nih kita" cetus Bilal lalu pergi mengabari pengurus OSIS yang lain.
__ADS_1
Neil menarik tangan Ratu, ia mencoba menciumnya, tapi ini hanya bau minuman seperti biasanya. Liam dan Damar juga mencobanya, sama seperti Neil mereka tak bisa membedakan aroma alkohol.
Ponsel Ratu berdering, ia mendapat pesan jika semua botol hanya ditemukan di kelas anak kelas satu. Justin mulai berpendapat jika ini terjadi karena para anak kelas satu belum seluruhnya mengenal baik alkohol. Karena itulah hanya diberikan pada anak-anak kelas satu.
"Ratu, nih aman, belum ada yang minum semua" celetuk Ezra yang datang bersama kotak berisikan botol-botol alkohol.
"Terus ini gimana?"
"Bawa pulang aja"
"Gue mau"
"Gue jugaaaaa"
"Maaau dong"
"Cewek gak boleh" sela Ratu ketika anak kelas tiga mulai berebut minuman. Ratu kemudian melempar botol yang ada di mejanya kepada Ubay. Kini giliran anak kelas tiga yang berebut minuman gratis. Walau begitu, Ratu sudah mewanti-wanti untuk tidak minum di sekolah.
Ratu kembali duduk ditempatnya, ia memandangi Neil yang masih fokus melihat para seniornya berebut minuman.
"Main lagi yuk, pingin nih" goda Ratu.
Neil langsung menoleh ke arah Ratu, menelan ludahnya karena gugup. Ratu sedang menatapnya sembari menyenderkan kepalanya pada satu tangan diatas meja. Pemuda itu menatap Ratu, lebih tepatnya pada bibir gadis itu. Memori itu kembali terulang di kepala Neil, ia tiba-tiba saja tersenyum malu.
Bahkan Neil tak sadar jika semua mata kini menatapnya terkejut. Mereka kembali memulai gosip hubungan Neil dan Ratu yang sekarang sudah lebih dari sekedar teman.
"Elus aja, elus terus" teriak Bilal geram melihat itu. Neil tersentak, ia menoleh, mendapati semua mata yang menatapnya cekikikan. Ratu juga ikut menahan tawanya melihat pemuda dihadapannya menjadi salah tingkah.
"Kamu itu lucu banget sih, jadi makan sayang" ujar Ratu. Ia berdiri dan mengecup kening Neil sebelum pergi bersama anggota SS lainnya.
"Bro, wah, sampai mana loe? Sampai lupa loe kalau kita disekolah" ejek Damar.
"Tau loe, ngakak anjay" imbuh Liam yang tak bisa menghentikan tawanya.
Ratu dan teman-temannya pergi mengikuti Bilal ke ruang OSIS. Untuk membahas perihal minuman beralkohol yang bisa sampai masuk kedalam sekolah dalam jumlah besar.
"Gue baru dapat pesan dari Kepsek, ini gak cuma di sekolah kita aja" jelas Bilal. Para murid saling menatap, mereka terkejut karena ini sudah skala besar.
Kabar baik untuk Ratu dan kawannya, berarti ini bukan ulah orang-orang yang sedang Ratu cari. Tetapi hal ini tentu juga sangat merugikan karena sasarannya adalah anak-anak kelas satu yang baru saja masuk SMA.
"Untung belum ada yang minum, di sekolah lain udah kacau balau sekarang. Pada mabuk dan buat onar, bahaya nih minuman, buang aja" perintah Bilal pada pengurus OSIS lain.
Para anak kelas tiga yang menguping tiba-tiba saja masuk ke ruang OSIS. Mereka meminta minuman yang hendak dibuang, dengan dalih tidak boleh membuang makanan dan minuman.
__ADS_1
Tak hanya diruang OSIS, para anak kelas satu juga sedang heboh dikelas mereka. Karena teman-teman SMP mereka mulai membagikan video akibat dari minuman tersebut. Tak terkecuali kelas Neil yang membagikan ulang di grup kelas mereka.
"Parah ya, sampai gini"
"Kacau parah"
"Asik gak pelajaran bego"
"Untung ada Kak Ratu"
"Gue pingin coba"
"Iya Kak Ratu keren"
"Kok dia bisa tau kalau itu alkohol ya?"
"Kak Bilal juga tau. Kak Bilal ganteng banget sih"
"Iya, bikin jatuh cinta"
"Untung sudah putus sama Kak Hera"
"Mak lampir, mana tahan"
"Woy, kok malah bahas Kak Bilal?"
"Dimana ada Kak Ratu, disana ada Kak Bilal"
"Mata youuu" sahut Liam kesal.
"Tau loe, Kak Ratu kan pacarnya Neil" imbuh Damar.
Topik baru dan hangat, kini mereka berkerumun mencari kebenaran atas perkataan Damar itu. Mereka mulai mendesak Neil untuk memberitahu mereka kebenarannya, karena mereka adalah teman sekelas. Alasan yang tidak tepat. "Tau nih Neil, terima aja napa, Kak Ratu kan baik, cantik, pinter. Sempurnaaa" sahut Mita menyela pembicaraan.
"Loe bener, tapi, gue kan banyak kurangnya. Dibandingkan Kak Bilal yang lebih segalanya" jawab Neil lirih.
"Bego nih anak, mundur sebelum berperang"
"Bilang aja loe takut"
"Takut kalau putus gak bisa dekat lagi kan sama Kak Ratu"
Deg....
__ADS_1
Pernyataan yang tepat sasaran...