Because I'M Ratu

Because I'M Ratu
BIR - 96


__ADS_3

Ratu bersama Pak Cipto dan Papa Neil pergi ke hotel lain. Tempat Ratu sebelumnya menginap, teman-teman Ratu sudah berada disana. Bukti terakhir yang Daniel miliki sudah ada ditangan mereka. Orang suruhan Ayah Ratu juga ikut andil disana.


"Cih, apa mereka manusia? Ini yang mereka lakukan pada murid SMP?" Gumam Ratu.


Video terkahir ini, membuat Ratu menangis. Membayangkan Daniel harus melalui begitu banyak hal. Bagaimana bisa mereka menjadikan para murid sebagai wadah narkoba. Mengirim mereka ke beberapa kota untuk mengedarkannya.


"Kalian sudah memiliki buktinya, sekarang ungkap semuanya" pinta Ratu.


"Kita harus melalui proses lebih dulu" jawab Pak Cipto.


"Itu terlalu lama, kita gunakan media. Itu adalah cara terbaik agar pemerintah tak menutup mata" saran Ratu.


Ratu mulai menyusun rencananya kembali. Ia meminta orang suruhan Ayahnya untuk menghubungi beberapa media ternama. Mereka akan menggelar pers setelah semuanya tersusun rapi. Walau harus mempertaruhkan pekerjaannya, Pak Cipto dan Papa Neil siap membantu Ratu dan temannya.


Jam menunjukkan pukul 17:00...


Ruangan telah siap, media telah berkumpul. Pak Cipto dan Papa Neil juga sudah bersiap untuk memberikan penjelasan.


Tepat pukul 18:00 siaran dimulai. Para reporter sudah membuka acara mereka lebih dulu. Kemudian beralih pada Pak Cipto dan Papa Neil yang mengungkap jati diri mereka. Bertahun-tahun lamanya mereka menyembunyikan jati diri demi melacak bandar narkoba yang besar.


Bukti mulai mereka siarkan, betapa kejinya para orang dewasa itu. Nama dan wajah mereka terpampang begitu nyata di layar televisi.


Siapapun yang melihat pasti geram karenanya. Para penduduk mulai ragu dengan pemerintah. Orang-orang yang terlibat mulai cemas tak karuan. Ditambah manipulasi nilai yang kembali terkuak lagi. Wajah Daniel juga di sebarkan, agar orang tahu dia adalah murid yang berjasa untuk mengungkap semua ini. Kepandaiannya memang tak mengecewakan.


Ratu hanya bisa tertunduk dan menangis melihat semua itu. Ia tak bisa memikirkan rasa sakit yang Daniel alami. Kebencian Ratu, bayangannya akan Daniel telah hilang. Ia merelakan kepergian Daniel setelah tiga tahun lamanya.


"Ratu, Ratu"


Suara panggilan dan gedoran pintu dari luar kamar Ratu. Afzam dan Melvin sangat khawatir pada adiknya. Mereka hanya bisa mendengar suara tangis pilu Ratu. Sedih dan menyayat hati.


"Semuanya sudah berakhir Daniel, sudah berakhir. Aku sudah menyelesaikan impianmu. Aku juga sudah membuka sekolah gratis dengan semua uang tabunganku. Sekarang pergilah dari hidupku, pergi"


Tangis Ratu tak bisa dihentikan, air mata itu terus mengalir deras.


Samar ia melihat bayangan Daniel, pergi menghilang dan tergantikan oleh kegelapan. "Selamat tinggal Daniel" gumamnya lirih sebelum pingsan.


Kota sedang sangat kacau karena berita ini. Para polisi sudah bergerak untuk mulai menyelidiki. Para rakyat menuntut pemerintah untuk memberikan keadilan.


Teman-teman Ratu juga merasa sangat lega. Mereka bangga karena sudah mengungkap semuanya. Walau pada akhirnya keluarga mereka harus turut terseret karena masalah manipulasi nilai. Harapan terakhir mereka hanyalah semua tuntas hingga akhir.


......\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=......


Satu bulan berlalu sejak terkuaknya kepalsuan itu. Selama itu Ratu tak menunjukkan dirinya sekalipun pada dunia. Seolah ditelan bumi, ia pergi tanpa kabar apapun. Hanya keluarga Ratu yang tahu, mereka juga memilih bungkam dan tak membicarakan Ratu.


Hari ini, adalah hari pertama ujian. Secara mengejutkan, Ratu datang ke sekolah seperti tak pernah terjadi apapun sebelumnya.


"Kamu darimana? Kenapa gak ada kabar? Kamu pikir aku apa?"


"Shut up"

__ADS_1


"RATU"


Ratu menghentikan langkahnya, ia menatap wajah Neil yang sudah memerah karena amarah. Tak ada yang bisa Ratu katakan, ia hanya ingin sendiri menenangkan dirinya. Mungkin caranya memang salah, karena membuat Neil khawatir sebab tak ada kabar apapun.


"Neil, maaf"


"Kau pikir perasaan ini lelucon?"


"Aku harus pergi, aku ada ujian. Kita bahas nanti ya"


"Ratu, Ratu"


Neil merasa gusar, seolah Ratu mencoba menjauh darinya. Apapun alasannya, Neil tak menyukai ini.


Ini adalah ujian kelulusan, Ratu tentu harus menghadirinya. Seperti ujian lainnya, ia bisa menyelesaikannya dengan cepat dan lancar. Sebelum bertemu lagi dengan Neil, Ratu bergegas pulang secepat mungkin. Ia masih tak ingin berbicara dengan siapapun. Bahkan Bela dan Geya, ataupun para anggota SS.


Setelah hari ujian berakhir. Ratu kembali menghilang, ia benar-benar mempermainkan perasaan Neil. Hingga hari kelulusan tiba, Ratu masih tak datang untuk menghadirinya.


Padahal Neil selalu menunggu dan menunggu. Sudah tak ada lagi masalah yang perlu Ratu khawatirkan. Bahkan Pak Cipto dan Papa Neil mendapatkan penghargaan atas kerja keras mereka.


Di BS...


Beberapa siswa tengah berkumpul untuk merayakan kelulusan. Bahkan mereka semua mentraktir para adik kelas untuk ikut berpesta.


"Neilll, Kak Ratu, Kak Ratu ada di bandara, dia mau pergi" teriak Devan.


Neil yang mendengar itu segera berlari ke parkiran dan melesatkan motornya pergi.


Neil berlari kesana-kemari mencari Ratu, ia terus memanggil nama kekasihnya itu. Bahkan saat Gio memaksanya pergi, ia bersikukuh untuk terus mencari Ratu disana.


"Kenapa dia gak mau ketemu gue? Dia mainin perasaan gue selama ini, dia pikir gue apa? Dia pikir dia siapa?"


"Karena aku adalah Ratu. Aku bisa melakukan apapun sesuka ku Neil"


Mendengar suara Ratu, Neil menoleh ke asal suara. Ia berlari menghampiri Ratu yang berdiri tak jauh darinya.


"Kau pembohong"


"Maaf"


"Kau bilang takkan meninggalkan ku"


"Maaf"


"Kau pikir aku mainan?"


"Maaf"


"Berhenti minta maaf, aku muak mendengarnya"

__ADS_1


Air mata Neil menetes, Ratu hanya bisa tertawa melihatnya. Pemuda yang ia cintai masih saja lemah seperti ini.


Ratu menarik pemuda itu dalam pelukannya, menepuk-nepuk pundak Neil perlahan. Ia menghapus air mata Neil, mencium kening, hidung, dan berakhir dibibir pemuda itu.


"Aku harus pergi Neil"


"Kenapa? Kenapa harus pergi?"


"Aku sayang kamu, Neil. I love you"


"Cepatlah kembali, kumohon, kembalilah"


Ratu mengeluarkan sebuah kotak dari sakunya. Sebuah cincin bertuliskan nama Ratu dan Neil. Ia memakaikan cincin bertuliskan nama Ratu pada Neil, begitu juga sebaliknya.


"Apa ini cukup?"


"Baiklah, kau milikku sekarang, Ratu"


"Berhenti memanggil namaku, panggil aku Kak Ratu, Neil"


"Em.. No, love you too sayang" ucap Neil kemudian memulai ciuman singkat dengan Ratu.


Para anggota SS berjalan menjauh dari keduanya, mereka tak ingin terlibat dengan para bucin parah itu.


Setelah ciuman singkat, Neil mendekap Ratu sekali lagi dengan sangat erat. Menciumi pipi gadis itu berkali-kali.


"Aku harus pergi"


Walau sebenarnya tak rela, Neil harus menerima kepergian Ratu. Ia hanya bisa berharap kekasihnya itu cepat kembali. Bahkan jika tak kembali, Neil yang akan menyusulnya. Ia berjanji akan menyusul Ratu dan melanjutkan pendidikan di universitas yang sama.


"Terimakasih Kak Ratu, hariku berkesan karenamu. I love you" gumam Neil seraya melambaikan tangan pada pesawat yang dinaiki oleh Ratu.


Disisi lain..


Ratu duduk di pesawat sambil memegang sebuah kertas. Surat yang sudah lusuh itu ia dapatkan dari pemuda yang ia tawan sebelumnya. Surat titipan dari Daniel


...*Hai Ratu, aku yakin kamu terlihat cantik saat ini. Kau merindukanku? Aku juga sangat merindukanmu....


...Maafkan aku, maaf karena menempatkan dirimu dalam situasi sulit. Maaf karena aku mengganggu kehidupanmu....


...Tapi Ratu, apa kau tahu? Jangan salahkan dirimu atas kepergian ku. Ini adalah jalan yang ku pilih. Hiduplah seperti layaknya seorang Ratu....


...Ratu, apa kau masih bingung? Ah, maaf jika aku menarik ulur perasaan mu. Kebenarannya adalah, aku mencintaimu, sangat mencintaimu....


...Terimakasih untuk semua yang kau lakukan untukku. Terimakasih telah hadir dalam hidupku. Dan tolong jaga Neil untukku. Dia lebih manis dariku bukan? Aku yakin kau menyukainya....


...Love you,...


...Daniel*...

__ADS_1


"Daniel sialan, kau tahu benar pemuda yang aku sukai. Sampai bertemu lagi, love you too, Daniel"


...~TAMAT~...


__ADS_2