Because I'M Ratu

Because I'M Ratu
BIR - 54


__ADS_3

Ratu mendongakkan kepalanya, menatap pria paruh baya yang memandangi dirinya. Gadis itu sedang menahan perih di kakinya yang terluka. Luka yang baru ia sadar keberadaannya.


"Papa" sahut Ratu berusaha berdiri. Beberapa orang membantunya, memapah Ratu untuk berjalan ke rumah Neil.


"Mbak ini lukanya, bagaimana kalau kita ke rumah sakit?" Tawar seseorang. Ratu menggeleng, ia berkata untuk membawa begalnya saja ke kantor polisi. Karena dirinya baik-baik saja.


Setelah berbincang singkat, para warna akhirnya pergi meninggalkan Ratu yang terduduk diam di rumah Neil.


"Menantu, kenapa ada disini? Dan kenapa kamu nekat melawan begal itu? Ini kedua kalinya bukan kamu berurusan dengan orang jahat di perumahan ini" rentetan pernyataan terlontar begitu lancar dari bibir Papa Neil.


"Aku tidak apa-apa Pa. Aku harus pulang" sahut Ratu lirih. Ia berusaha berdiri dengan kaki yang terluka. Walau itu menyakitinya, Ratu tetap saja memaksakan diri.


"Aaahh" teriak Ratu terkejut karena dirinya hampir saja terjatuh.


"Keras kepala" celetuk seseorang yang menahan tubuh Ratu. Ratu menatap pemuda itu, matanya sayu, sembab, separah apa tangisan Neil. Ratu menghembuskan napasnya perlahan, dengan lirih ia berkata, "Maaf"


"Untuk apa? Untuk permainan ini? Atau ada hal lain lagi?" Tanya Neil ketus.


"Neil, kau tidak lihat, menantu Papa sedang terluka, kaki dan lehernya berdarah" sela Papa Neil menghentikan perdebatan kedua remaja itu.


Neil mengedarkan matanya, menatap Ratu dengan seksama. Betapa terkejutnya ketika ia melihat luka ditubuh Ratu. "Kenapa bisa terluka?" Ucap Neil.


Papa menjelaskan jika Ratu baru saja berkelahi dengan begal karena menolong salah seorang warga. Dan para warga yang membantu Papanya untuk membawa Ratu ke rumah mereka.


"Ckck, apa ini permainan lainnya, mengambil hati warga? Permainan kotor apa lagi yang ingin kau mainkan?" Sentak Neil dengan amarahnya.

__ADS_1


Papa dan Mama Neil terkejut melihat putranya begitu marah. Terlebih pada Ratu yang biasanya selalu membuat Neil tersipu malu.


Brrm... Brmmm... Brmmmm....


Suara mobil mendekat ke rumah Neil. Siapa lagi jika bukan para anggota SS. Mereka sangat khawatir karena Ratu tak ada kabar sejak dua jam yang lalu. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi menghampiri Ratu di rumah Neil.


"Maaf mengganggu, kami khawatir karena Ratu pergi sejak dua jam yang lalu dan kami tak bisa menghubungi dirinya. Kami pikir sesuatu telah terjadi" ucap Faiq dengan sopan.


Para anggota SS menatap Ratu yang penuh luka. Mereka tahu pasti ada sesuatu yang terjadi.


"Kami akan membawanya pulang, maaf telah merepotkan kalian" kata Ubay seraya mengambil alih Ratu dari dekapan Neil. Ubay menggendong Ratu dan membawanya masuk kedalam mobil.


Melihat Ratu yang tak mengatakan apapun, jelas rencana mereka tak berjalan dengan lancar. Faiq berpamitan pada kedua orang tua Neil dan sekali lagi mengucapkan terimakasih.


Kedua mobil sudah melaju pergi meninggalkan rumah Neil. Tetapi Faiq yang pergi dengan motor Ratu tampak ragu sejenak. Ia lalu kembali dan menghampiri Neil.


"Tapi Neil, jika Ratu memang berniat menyakitimu, apa loe pikir dia akan membiarkan dirinya terluka? Hari ini pun, alasannya menangkap begal itu adalah loe. Dia tak ingin begal itu kembali dan kelak loe yang akan jadi korban. Ratu tak perlu mengatakannya, kami tau apa yang gadis itu pikirkan. Terlebih demi seseorang yang ia cintai. Neil, Ratu menabung untuk membelikanmu ini, terima dan simpanlah, walau kau tak ingin memaafkan dirinya. Gue pamit" imbuh Faiq lalu pergi meninggalkan rumah Neil.


Neil menatap kotak jam itu, hatinya kembali teringat dengan apa yang Ratu katakan padanya. Perkataan yang menyakiti dirinya. Papa dan Mama Neil memilih meninggalkan putranya yang sedang galau karena cinta. Memberikan waktu dan ruang untuk Neil agar bisa berpikir lebih jernih.


"Mungkin harusnya gue sadar, tak ada harapan sedari awal. Mungkin inilah awal kenangan" gumam Neil lirih. Ia pun masuk kedalam kamarnya dan berbaring diatas ranjang. Mencoba melupakan semuanya, semua hal tentang Ratu.


Disisi lain, di negeri seberang.........


Ayah Ratu sedang berkutat dengan leptopnya. Pesan masuk terus berbunyi memenuhi ponselnya.

__ADS_1


"Aaah, putriku pasti berulah lagi" gumamnya setelah melihat siapa pengirim pesan tersebut.


Beliau membuka pesan masuk itu, melihat setiap foto yang dikirim dan juga membaca informasi yang ia terima.


"Ratu, Ayah memberimu kebebasan bukan berarti kau harus terluka disetiap pilihanmu. Berapa banyak orang yang harus Ayah kerahkan untuk memantau mu? Jika Bunda mu tahu, ia pasti akan membawamu kemari" ucap Ayah Ratu sedih.


Ayah Ratu sudah menugaskan lima orang untuk memantau Ratu dari jauh. Tapi tetap saja gadis itu bisa lolos dari kelima orang tersebut. Karena Ayah tak tahu, jika Ratu sebenarnya mengetahui semua orang suruhan Ayahnya.


"Oh tunggu, mobil ini, plat nomor ini. Apa mereka mulai mengincar putriku? Tapi kenapa? Sejauh apa projek yang Ratu lakukan, aku harus menghubungi seseorang" ujar Ayah. Beliau dengan segera menghubungi seseorang yang beliau percayai.


"Halo, ini tugas untukmu, cari tahu kenapa mereka berada didekat putriku. Mobil dengan plat nomor L 1412 NG" perintah Ayah Ratu tegas. Lawan bicaranya hanya bisa menuruti semua yang bosnya katakan.


Setelah memberikan perintah, beliau kembali ke mejanya. Membuka file yang ia simpan dengan rapi di meja kerja. File yang tak boleh Ratu ketahui, atau gadis itu akan menggila karenanya.


Beliau membuka file tersebut, foto-foto dan berbagai informasi masih tersimpan sangat rapi.


"Perasaan ku mengatakan, masalalu akan kembali menghampiri Ratu. Dan perlahan, ia kan tahu kebenarannya, kebenaran yang telah aku jaga selama tiga tahun terakhir. Kebenaran tentang kematian Daniel" gumam Ayah. Beliau mulai gusar, bayangan negatif perlahan tercipta dalam pikirannya. Ketakutan terburuk jika Ratu mengetahui jawaban atas pertanyaannya selama ini.


"Daniel, bagaimana bisa wajah Neil begitu mirip dengan Daniel? Bahkan nama mereka. Apa ini takdir? Ratu selalu mengatakan jika semua yang terjadi adalah sebuah takdir. Apakah ini saatnya aku mengalah pada pemikiran putriku? Aku tak yakin ia bisa menjaga Neil dengan baik, tapi jika Ratu kehilangan Neil, ia akan terluka untuk kesekian kalinya. Ayah macam apa aku ini? Aku ingin menghentikan luka yang mendekati putriku, tapi, gadis bodoh itu malah mengundangnya datang" Ayah benar-benar gusar memikirkan semua hal yang mungkin akan terjadi.


Baginya, kebahagiaan Ratu adalah yang terpenting dari semua hal yang ada. Terlebih, Ratu yang selalu mengalah dan terluka demi anggota keluarganya.


"Daniel dan Neil, apakah ada hubungan diantara mereka?"


......***Jangan lupa mampir di ceritaku yang lain ya, Lebih Berwarna dan Suami Pilihan Papa.........

__ADS_1


...Terimakasih sudah membaca......


...lope lope Kakak...🥰🥰***...


__ADS_2