Because I'M Ratu

Because I'M Ratu
BIR - 22


__ADS_3

Afzam mulai menceritakan bagaimana dirinya mengetahui rumah singgah tersebut.


Tiga bulan yang lalu, Afzam hendak pergi untuk rapat penting. Ia mampir ke sebuah warung untuk sekadar membeli minuman. Bodohnya, Afzam tak menutup kaca mobilnya, dan insiden pencurian pun terjadi. Seorang lelaki mencuri tas berisi leptop milik Afzam.


Afzam berteriak dan berlari mengejarnya, semua materi rapat ada disana. Hingga ia berada di perkampungan kecil, Afzam dan beberapa warga menyebar mengejar pencuri tersebut. Hingga langkahnya menuntun dirinya sampai dirumah singgah. Terlihat seorang lelaki yang sudah tergeletak lemah diatas tanah.


Langsung saja Afzam dan warga lainnya membawa pencuri itu ke kantor polisi. Dan ia berterimakasih pada penghuni rumah singgah yang telah menolongnya. Sejak saat itu, Afzam memutuskan untuk menjadi salah satu donatur disana.


"Gue tau, mereka punya usaha olahan pisang. Gue udah coba buat nawar kebun pisang itu, tetapi pemiliknya tak ingin menjual. Akhirnya, gue dengar dari sekretaris gue, kalau kalian mau beli kebun pisang disana" jelas Afzam dengan detail.


Afzam mengutarakan keinginannya untuk membuka usaha bagi penghuni di rumah singgah. Ia mengajukan diri untuk membantu adiknya membuka lapangan pekerjaan untuk orang-orang dirumah singgah dan sekitarnya. "Kalian tenang aja, ini akan jadi usaha kalian, gue bantu merintis. Jadi kalian cukup belajar aja, oke" sambung Afzam yakin.


"Okeee" semua anggota SS tentu bersorak riang.


"Yaudah kalian pulang, adik gue mau tidur lagi" perintah Afzam mengusir semua pemuda dari rumahnya. Mereka mengeluh tetapi setelah melihat Ratu, para pemuda itu memutuskan untuk mengalah dan pergi.


......\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=......


Semenjak kejadian seminggu yang lalu, persahabatan Neil, Damar dan Liam tidak sekocak biasanya. Walau mereka masih berkumpul bersama, tetapi suasana diantara mereka masih canggung dan kaku. Ini semua karena Neil yang berprasangka buruk pada hubungan Liam dan Ratu. Dan semenjak hari itu juga mereka sudah tidak pernah melihat Ratu hingga hari ini.


Seperti biasanya, ketiga pemuda tersebut duduk dimeja kantin. Damar duduk dihadapan Neil dan Liam. "Mending kalian selesaikan sekarang. Kalian itu kayak anak kecil, musuhan tanpa alasan" kata Damar kesal. Liam dan Neil masih saling diam tak ingin memulai pembicaraan.


Damar menjitak kepala kedua temannya, menyuruh mereka untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


"Gue gak tau apa-apa Mar, dia aja tiba-tiba gini" jawab Liam.


"Iya gue salah, maaf. Udah kan beres" sahut Neil acuh.


Damar sangat kesal melihat keduanya, ia tak tahu harus berbuat apa agar keduanya bisa baikan lagi.


Dimeja samping, Bela dan Geya sedang membicarakan Ratu. Sudah satu Minggu ia tak terlihat disekolah. Mereka berdua mulai menebak apa yang sebenarnya terjadi dengan teman wanitanya itu. Hingga keduanya saling menyinggung jika Ratu sakit karena seseorang menamparnya dan membuat kepala Ratu terluka. Mereka sengaja berbicara dengan keras, agar Fiona dan gengnya mendengar apa yang mereka bahas.


Fiona sudah merasa gelisah, ia dan kawannya memutuskan untuk diam tak membahas atau membicarakan apapun diantara mereka.


"Kak Ratu sakit, Kak?" Tanya Neil dan Liam bersamaan. Geya dan Bela menghardikkan bahunya, seolah tak tahu dibalik kebenaran tidak masuknya Ratu selama satu Minggu. Walau anggota SS sering berlalu-lalang tak ada yang berani menanyakan tentang Ratu pada mereka.


Damar melihatnya, Ratu adalah masalah diantara kedua temannya. Melihat Neil dan Liam cepat tanggap mengenai Ratu, pasti ada salah paham diantara mereka. Damar kembali meminta kedua temannya untuk jujur, mengatakan apa yang sebenarnya mereka sembunyikan.


"Jangan" teriak Neil dan Liam bersamaan.


Mereka berdua saling berpandangan, kemudian diam kembali. Neil dan Liam nampak memikirkan sesuatu, menyaring setiap kata yang ingin mereka ucapkan.


"Sorry, gue cuma gak suka aja Liam terlalu dekat sama Kak Ratu. Gu..gue ju..juga gak tau kenapa" celetuk Neil gugup.


Dugaan Damar memang benar, pasti semua ini berhubungan dengan Ratu. Sebab Ratu selalu berada diantara mereka. Ratu memang sangat dekat dengan ketiganya, tak mustahil jika ada yang salah mengerti dan memiliki rasa padanya.


"Gu..gu..gue juga minta maaf, sempat suka sama Kak Ratu" lirih Liam.

__ADS_1


Sontak saja Neil dan Damar menatap kearah Liam. Mungkin Neil sudah menduganya, tetapi ini sangat baru untuk Damar. Hal sebesar ini mereka sembunyikan, hal yang akan merusak persahabatan mereka. Jatuh cinta pada wanita yang sama.


Liam yang sering berbicara mengenai Ratu, ternyata menyimpan rasa padanya. Pantas saja, setiap kali ada Ratu diantara mereka, Liam lebih aktif dan terus mengajak Ratu berbincang. Ia mendekati Ratu selangkah lebih depan dari yang lain. Keberanian Liam datang karena Neil yang bimbang. Neil yang tidak bisa menentukan perasaannya. Neil yang tidak ingin mengakui perasaan sukanya pada Ratu dan terus menyangkalnya.


"Gue pikir, Neil gak suka" bela Liam pada dirinya.


"Bukan salah loe, gue mundur. Gue juga gak mau persahabatan kita rusak" ujar Neil.


"Gila loe ya, harusnya gue yang mundur. Harusnya gue sadar, setiap kali gue dan Kak Ratu ngobrol, topik obrolan kita itu cuma loe. Kak Ratu selalu ngomongin loe, cuma loe Neil" balas Liam pasrah.


Harusnya Liam memang sadar, wanita yang ia suka, menyukai pria lain. Dan sedari awal adalah kesalahannya. Ratu sudah menunjukkan ketertarikannya pada Neil tetapi rasa itu tumbuh dengan sendirinya dalam diri Liam. Liam tak bisa menahan ataupun mencegahnya. Kehadiran Ratu memang membuat dirinya merasa sangat nyaman. Namun dia lupa jika Ratu datang diantara mereka itu hanya karena Neil.


"Jadi kalian bakal terus bertengkar atau gimana?" Tanya Damar setelah mendengar penjelasan kedua temannya.


Neil dan Liam saling berpandangan. "Baikan" ucap keduanya lalu tertawa terbahak-bahak.


Persahabatan mereka telah kembali, dan itu karena kejujuran masing-masing. Kuatnya suatu hubungan, karena ada kejujuran didalamnya. Dan mereka juga mengetahui kebenaran jika Neil juga menyukai Ratu.


"Oh iya, nanti malam kan kita ada reuni sama anak-anak SMP. Tapi kenapa mereka booking tempat di BS ya? Emang gak takut mereka ya disana, gue ngeri banget kesana lagi bro" curhat Damar.


Ketiga pemuda ini mendapat undangan reuni dari teman-teman SMP mereka. Entah berapa anak yang akan datang nantinya, tetapi penyelenggara sudah membooking tempat di BS. Kafe yang tak ingin mereka datangi lagi tanpa kehadiran Ratu. Kafe bernuansa hewan buas kelaparan yang siap menerkam kapan saja.


"Santai lah, kan kita barengan, kalau ada apa-apa kita bisa lari duluan" hibur Liam dengan ide konyolnya.

__ADS_1


"Iya benar tuh, lagian kita kan udah pernah kesana sekali. Udah hafal rute lah, hahahah" timpal Neil.


__ADS_2