Because I'M Ratu

Because I'M Ratu
BIR - 63


__ADS_3

Ratu baru saja sampai di rumah Leo. Ia sudah melihat Tania dan Raja yang menunggunya didepan rumah.


"Kenapa Kakak lama banget sih? Aku sama Kak Raja udah nungguin Kakak dari tadi" oceh Tania.


"Tau nih, pasti nyetirnya pelan banget" imbuh Raja.


Ratu keluar dari mobilnya, dengan kacamata hitam yang tak pernah ia lupakan. Ia berjalan mendekat dan menjewer kedua telinga adiknya itu.


"Waah Kakak kelihatan seksi, pasti tamunya cowok ya" goda Tania sebelum masuk kedalam mobil.


"Hm, pasti aneh-aneh nih dirumah makanya lama" timpal Raja lalu masuk kedalam mobil.


"Apa? Kalian mau bilang sesuatu juga?" Tanya Ratu ketus pada Neil, Damar dan Liam.


Mereka semua terdiam dan menggeleng. Ratu menatap ke arah Neil, pemuda itu tampak memperhatikannya dengan seksama. Dengan percaya diri ia menghampiri Neil dengan berbagai pikiran nakalnya.


"Neil, milikku lebih baik dari mantanmu itu kan?" Bisik Ratu seraya membusungkan dadanya.


"Aku tidak tahu, itu terlihat biasa saja" jawab Neil cuek lalu masuk kedalam rumahnya.


"Sialan" umpat Ratu kesal.


Ratu sangat kesal dan masuk kedalam mobilnya setelah berpamitan pada Liam dan Damar. Ia kembali mengomel tak karuan didalam mobil. Raja dan Tania memilih mengenakan headset agar tak mendengar ocehan tak berguna Ratu.


"Ah, kenapa wanita sialan itu, bagaimana bisa dadanya begitu, ah. Apa dia minum banyak susu strawberry?" Gumam Ratu kesal tak karuan.


"Maksud loe Desi Kak?" Sahut Raja penasaran. Ratu mengangguk, ia benar-benar terusik dengan kehadiran Desi.


Hal ini membuatnya kembali berpikir untuk mengikuti acara yang diadakan oleh sekolah. Sebenarnya Ratu ingin berlibur dirumah bersama keluarganya, tetapi kehadiran Desi diacara sekolah membuat Ratu ingin mengikuti acara itu.


Acara ini tidak wajib untuk para murid kelas tiga, namun mereka bisa mengikutinya jika ingin. Sebab ini adalah acara untuk murid kelas satu dan dua.


"Santai aja kali Kak, Neil gak suka dia kok. Dulu itu Desi kayak orang gila ngejar-ngejar Neil. Dan sekarang loe ngelakuin hal yang sama" ucap Raja.

__ADS_1


"Tapi kenapa mereka bisa pacaran?" Tanya Ratu bingung.


"Terpaksa, setelah mereka pacaran tingkahnya si Desi itu gak terlalu berlebihan. Jadi si Neil bisa belajar dengan tenang. Dia dulu idola sekolah loh Kak, walau gak sepintar loe. Tapi dia juga gak secakep gue sih, ya kalau dijadiin peringkat mah, dia dibawah gue intinya" jelas Raja menyombongkan dirinya.


Raja kembali menceritakan tentang hubungan Neil dan Desi pada Ratu. Kenyataannya, Neil tak pernah menggubris Desi walau wanita itu terus memaksa melakukan ini dan itu. Jangankan berciuman, menyentuh tangan Desi saja Neil tak pernah ingin.


Neil bukan pemuda dingin, tapi ia hanya sedikit cuek. Karena fokusnya juga hanya pada pendidikan.


"Jadi Neil belum pernah ciuman? Berarti first kiss nya dia gue dong Ja" celetuk Ratu kegirangan.


"Sumpah loe Kak? Kalian kan gak ada hubungan, tapi udah ciuman? Pasti loe nih yang mulai, kalau Neil dulu, hm... dia kek bego bego tolol gitu sih kadang-kadang hahahah" ejek Raja. Ratu ikut tertawa mendengarnya, karena sikap polos Neil memang terlihat sangat manis.


"Tapi mending loe jangan mancing dia deh Kak. Kalau gak dia bisa jadi liar banget, gue pernah mergokin dia nonton ya loe tau lah ditoilet sekolah. Wajahnya merah banget waktu gue pergokin" imbuh Raja lagi. Ia benar-benar tak bisa menahan tawanya jika mengingat semua itu.


"Untung si Tania tidur. Tapi kalau dia bisa liar, kenapa gak tergoda dengan Desi?"


"Gimana lagi, emang dasarnya gak suka Kak"


Raja kembali menjelaskan jika wanita yang Neil sukai adalah wanita yang tidak banyak tingkah. Wanita pendiam yang selalu penurut. Menyukai belajar dan baik hati pada sesama. Ia juga bukan wanita yang kasar dan suka berkelahi.


Raja juga heran, sepertinya daya tarik Ratu begitu kuat. Hingga Neil yang cuek bisa jatuh hati pada tipe wanita yang jauh dari keinginannya.


"Raja, loe pikir siapa yang bisa menolak pesona sang Ratu? Aaah, Neil memang sangat menggemaskan, aku ingin bermain dengannya" kata Ratu dengan bangga.


"Ikut yuk, nanti malem kita mau nongkrong. Ke club biasa loe nongkrong, lumayan kan kalau loe anterin" ajak Raja. Pemuda itu memang sangat pintar memutar kata-kata dan menarik minat Ratu.


"Kenapa kalian kesana? Mereka kan belum pernah minum" ujar Ratu.


"Undangan pesta ulang tahun dari teman kita, sekali-sekali lah gak apa kan? Percobaan pertama Kak" jawab Raja.


Ratu mengerti, mereka sedang keluar dari zona nyaman. Ia hanya mewanti-wanti Raja untuk tidak berbuat lebih jauh agar tak merusak masa depannya. Nasihat dari seorang remaja yang sudah melangkah cukup jauh dari batasannya.


Sampai dirumah, Ratu menggendong Tania yang tertidur, membawa sang adik ke kamarnya. Ratu pikir tugas adiknya pasti banyak karena Tania kecil terlihat sangat kelelahan.

__ADS_1


Setelah menidurkan Tania, Ratu berjalan menuju kamar Melvin. "Ja, ayo katanya ke club" ajak Ratu. Gadis itu berdiri didepan pintu sembari menatap Raja dan Melvin yang hendak main PS.


"Nanti malem Kak, sore-sore gini ngapain ke club, jam tujuh. Udah ah sono ganggu aja" usir Raja.


Ratu memutar bola matanya malas, padahal ia sudah sangat antusias, ia pun pergi dan berbaring dikamarnya. Baru saja ia ingin tidur, tetapi kekasihnya mengajak video call. Mau tidak mau Ratu melakukannya, mendengarkan Bilal yang sedang presentasi mengenai acara disekolah hari ini.


Kekasih Ratu tampak antusias dan penuh kegembiraan, karena acara mereka berjalan dengan lancar.


Bilal : "Aku gugup banget tadi sayang"


Ratu : "Tapi kan semuanya lancar"


Bilal : "Iya, sebelum kamu buat ulah. Kamu itu ada-ada aja"


Ratu : "Bukannya gitu Lal, tadi cowok itu mau kasih minuman alkohol ke Neil. Kenapa dia ngasih itu Neil? Kalau ada apa-apa sama Neil gimana? Dia kan gak pernah minum alkohol"


Bilal : "Sayang banget ya kamu sama Neil"


Ratu : "Sayang banget lah, kalau gak sayang gak mungkin aku sekhawatir ini kan"


Bilal : "Terus aku ini apa? Kenapa kamu mau kita balikan? Kalau kamu udah gak sayang aku, padahal aku sayang banget sama kamu"


Ratu : "Cuma status kita yang pacaran Lal. Dari awal aku udah bilang kan ke kamu, kalau aku suka sama Neil"


Bilal : "Tapi kan dia gak bisa ngelindungin kamu. Buktinya dia gak bisa ngapa-ngapain kan waktu berantem sama aku"


Ratu : "Itu tidak merubah apapun Lal. Bagaimanapun Neil dimata orang lain, aku punya pandangan sendiri tentang dia"


Bilal : "Tapi kan..."


Ratu memutus video call itu, ia sedang tak ingin berdebat dengan Bilal. Hatinya sudah hancur sejak Neil menganggapnya tak lebih baik dari Desi. Ia pun memutuskan untuk tidur, daripada memikirkan semua yang menyebalkan ini.


......***Jangan lupa mampir di ceritaku yang lain ya, Lebih Berwarna dan Suami Pilihan Papa.........

__ADS_1


...Terimakasih sudah membaca......


...lope lope Kakak...🥰🥰***...


__ADS_2