Because I'M Ratu

Because I'M Ratu
BIR - 80


__ADS_3

Pagi hari telah tiba, para murid tengah berkumpul di lapangan outdoor. Mereka sedang mendengarkan arahan dari Bilal, mengenai kegiatan apa saja yang harus mereka lakukan hari itu.


Ada banyak kegiatan outbond disana, juga panjat tebing dan bungee jumping. Tak terlalu tinggi memang, tetapi cukup mendebarkan.


Beberapa tim dibagi, mereka akan bergantian mencoba setiap hal disana.


Daren yang bertanggungjawab untuk stand panjat tebing sudah bersiap untuk menjelaskan pada para juniornya. Ia menjelaskan apa saja yang harus diperhatikan dan dilakukan sebelum melakukan kegiatan tersebut.


"Ada yang mau coba lebih dulu?" Tanya Daren. Mereka bisa memulai dengan lima orang untuk naik secara bersamaan.


"Kak Daren lah contohin" teriak Devan.


Daren yang mendengarkan hal itu tertawa keras, ia malah menyuruh panitia lain untuk memberi contoh. Sebab dirinya sebenarnya takut ketinggian. Para pemuda yang ada disana juga begitu, mereka terpaksa berada di stand panjat tebing sebab tak ada yang mau menjaga disana.


"Ratuuu, Ratu, sini loe" panggil Daren.


Gadis itu sedang berkeliling dengan kacamata hitamnya, juga rambut yang dikuncir dua.


"Apa?" Tanyanya sembari mengunyah permen karet.


Daren tak mengatakan apapun, ia hanya menunjuk ke area panjat tebing. Dengan senang hati, Ratu menyetujuinya. Sudah lama ia tak melakukan panjat tebing. Sembari dibantu petugas memakai alat pengaman, Daren kembali menjelaskan nama-nama alat yang ada pada tubuh Ratu.


"Kak Ratu keren banget sih" puji Ario yang berdiri di area depan.


"Gue udah punya pacar" sahut gadis itu ketus.


Daren memukul kepala gadis itu, lalu melepaskan kacamata hitam yang Ratu kenakan. Ia kemudian mendorong Ratu untuk segera mendekat ke dinding.


"Ratu, ngapain loe disana? Kita harus pergi" teriak Gio yang berjalan mendekat dengan para anggota SS.


"Mau nyontohin nih" sahut Daren.


Gio berjalan mendekati Daren dan membisikkan sesuatu. Hal itu sukses membuat mata Daren terbuka sangat lebar. Mereka berdua berbisik singkat sejenak, kemudian Daren mulai menyebarkan informasi pada teman segengnya.


Para murid sedang terkagum-kagum melihat Ratu yang memanjat dengan cepat. Ia terlihat begitu mengagumkan, dan turun dengan melompat. Tepuk tangan riuh Ratu dapatkan dari para juniornya.


"Sayang, ayo sini" panggil Ratu seraya melambaikan tangannya ke arah Neil.

__ADS_1


"Tinggi banget itu, gak berani ah"


"Dih cemen, aku gak suka anak penakut"


"Gue mau coba Kak" sela Ario diikuti oleh beberapa anak lainnya, termasuk Mita dan juga Fiona.


Saat Neil menolak, ada banyak orang yang berusaha mendapatkan perhatian dari sang ratu. Daren memilih lima anak yang mengajukan diri untuk maju dan mencoba. Sayangnya, Ratu harus pergi ke tempat lain karena teman-temannya sudah menunggu.


Ratu menjewer telinga Neil sebelum pergi meninggalkan kerumunan.


Para anggota SS telah sampai di tempat yang dapat memantau semua kegiatan para murid. Disana juga ada teman sepergaulan mereka yang lain. Bukan tanpa sebab mereka berada disana, Ratu telah memberi perintah untuk mencari sosok Elang. Karena ia belum menemukan jejak apapun mengenai pemuda tersebut.


"Siapa Elang?" Tanya salah seorang.


"Anggap saja dia spy" jawab Ratu. Ia mulai menyebarkan foto Elang di grup mereka. Itulah alasan mereka harus berada ditempat yang tinggi, untuk mendapatkan sinyal.


Satu jam lebih berlalu semenjak foto itu disebar, akhirnya ada seseorang yang melihatnya. Jika Elang ada diantara para murid, sudah pasti dia adalah mata-mata. Karena ini adalah kebetulan yang aneh bukan, dia bersekolah di salah satu dari keempat sekolah yang selalu mengadakan acara bersama setiap semesternya.


Setelah menerima lokasi, Ratu bergegas turun dan pergi menghampirinya bersama Gio dan Faiq. Mereka tak ingin membuat kecurigaan dengan datang beramai-ramai.


"Ratu"


Ratu terdiam setelah mendengar seseorang memanggilnya, tiba-tiba saja sudut bibirnya tertarik ke atas. Gadis itu menoleh dan terkejut setelah mendapati seseorang yang tak asing berdiri tak jauh darinya.


"Kak Zayden?"


Sial, jadi dia pemuda bertopeng itu?, pikir Ratu.


Ratu berjalan mendekat menghampiri Zayden, entah apa yang dilakukannya disana. Padahal Zayden bukanlah alumni dari keempat sekolah yang berada disana.


Brruukkk ...


Ratu tersandung dan menabrak Zayden, untung saja Zayden bukan lelaki lemah. Ia bisa menopang hantaman tubuh Ratu. Gadis itu mendongakkan kepalanya dan tersenyum getir. Aroma yang sama, ini adalah wangi yang ia cium saat pemuda bertopeng mencekiknya.


"Loe ngapain disini Kak?" Tanya Ratu basa-basi.


"Gue diundang, katanya disuruh ngajarin Muay Thai, ya dasarnya aja sih"

__ADS_1


Ratu mengangguk, lalu mengajak Gio dan Faiq pergi dari kantin. Ia merasa lega karena tidak sempat membawa Neil ke tempat latihannya. Entah ini keberuntungan atau jebakan, ia mencari Elang dan malah bertemu dengan pria bertopeng. Ratu lalu menceritakan kepada Gio dan Faiq mengenai kecurigaannya.


"Itu masih dugaan kan?"


"Gue gak pernah salah menilai seseorang. Gue yakin itu dia"


Ketiga remaja itu kembali menoleh ke arah kantin, memandangi sosok yang tengah bercengkrama dengan Bilal. Tidak mungkin jika Bilal ada dibalik semua ini, pasti ada seseorang yang meminta Zayden untuk datang.


Ratu mengedarkan pandangannya, mencari kekasihnya. Ia tak ingin jika terjadi sesuatu pada Neil, terutama ditempat seperti ini. Sebab orang suruhan Ayah Ratu tak bisa mengikuti Neil sampai kesana.


"Minta Aidan dan Ubay untuk mengawasi Neil" perintah Ratu.


Faiq segera berlari menghampiri tempat Aidan dan Ubay berada. Sedangkan Ratu dan Gio, menghampiri Neil yang tengah asik makan bersama teman-temannya.


Ratu memakaikan sebuah gelang pada Neil. Gelang yang terhubung dengan gelang milik Ratu.


"Neil, dengarkan aku baik-baik. Jika terjadi sesuatu padamu, tekan tombol ini, aku akan datang"


"Hm, ada apa? Emangnya aku kenapa?"


"Ya, mungkin aja kamu digodain cabe-cabean. Yaudah, aku pergi dulu ya" ucap Ratu lalu mencium kepala Neil dan Raja bergantian sebelum pergi.


Kepergian Ratu tentu menimbulkan tanda tanya dibenak Neil dan teman-temannya. Raja bahkan mengutarakan kecemburuannya pada Neil, karena Ratu sangat menyayangi pemuda itu.


"Hm, padahal gue dulu kesayangan Kak Ratu" gerutu Raja.


"Apa'an sih Ja, panggil gue Kakak ipar gih hahaha" goda Neil.


Raja masih saja merasa kesal, bahkan saat Ratu berkencan dengan Bilal pun ia selalu berusaha membatalkan kencan keduanya. Karena Raja tak ingin ada yang menggantikan posisinya sebagai pria yang paling Ratu sayangi.


"Ja, loe tau tentang Daniel?"


"Kak Daniel? Oh, gue inget Neil. Wajahnya mirip banget sama loe"


"Apa karena itu Kak Ratu suka gue?"


"Gak lah, dia tahu kalau loe sama Kak Daniel beda. Kak Daniel kan gak nakal kayak loe, belum pacaran aja udah berani cium-cium Kakak gue"

__ADS_1


__ADS_2