
Ratu sedang berkeliling mengecek asrama putri, setiap lantai ia putari seorang diri. Tentu tak ada rasa takut, ia sudah biasa berkeliaran sendiri dimalam hari.
Setelah memastikan semua kamar para siswi terkunci, Ratu pergi menuju tempat panitia lainnya berkumpul. Ia sangat malas melihat wajah Bilal, tetapi mau bagaimana lagi, pemuda itu yang mengatur semuanya.
Seperti biasa, Bilal memberi perintah agar mereka tak kecolongan lagi. Sebab baru hari pertama, sudah ditemukan alat kontrasepsi di kamar mandi asrama putri.
"Ratu, jaga dengan benar, jangan pacaran mulu" ujar Bilal dengan nada kesal.
"Udah untung gue mau bantuin, udah ah capek gue mau tidur"
"RATU"
"Bacot anjing, gue bukan bawahan loe. Gue ikut kesini bukan untuk ini, ngerti loh"
Ratu pergi meninggalkan tempat setelah pertengkarannya dengan Bilal. Ia merasa sangat kesal karena pemuda itu berani mengaturnya. Walau ada banyak panitia lain disana, mereka enggan berurusan dengan Ratu yang keras kepala. Sebab mereka pasti akan berakhir menderita jika berani menentang perintahnya.
Gadis itu berjalan menuju asrama, sepi dan gelap, suasana sangat hening.
"Pssst, pssstt"
Ratu mengehentikan langkahnya, ia mulai menelisik mencari sumber suara. Terlihat Neil tengah bersembunyi dibalik dinding sembari melambaikan tangannya.
"Anak nakal" gumam Ratu berjalan mendekat.
Neil menarik tangan Ratu dan pergi ke tempat sebelumnya. Tempat dimana hanya Ratu yang tahu, tetapi kini Neil juga mengetahuinya.
"Neil, apakah kau akan membawa wanita lain kesini suatu hari nanti?"
"Itu tidak mungkin sayang"
Malam yang dingin itu kembali menjadi saksi kedekatan antara Ratu dan Neil. Sekali lagi mereka menikmati malam hanya berdua saja.
Neil menyenderkan tubuhnya didinding, sedangkan Ratu duduk ditepat didepannya, dalam dekapan Neil. Tangan Neil memeluk tubuh mungil kekasihnya, sembari menggenggam tangannya erat.
__ADS_1
Ratu tiba-tiba aja meminta maaf pada Neil, ia merasa bersalah karena telah menyukainya. Neil memang tampan, pandai, dan terlihat berkharisma. Seperti kata Raja, ia adalah murid yang populer, dan disukai banyak siswi. Tetapi sayangnya, saat semua murid tahu Ratu menyukainya, tidak ada yang berani mendekati Neil.
Sebab mereka semua tahu, Ratu bisa memiliki apa yang mereka punya, tetapi ia tak suka jika seseorang mengusik miliknya. Dengan kata lain, Ratu memutus kepopuleran Neil. Padahal bisa saja Neil lebih populer dari Bilal.
Tetapi walau tak populer karena ketampanan dan kepandaiannya, Neil lebih terkenal sebab menjadi kesayangan Ratu. Ia bahkan tak hanya dikenal di sekolahnya saja, para murid sekolah lain pun sudah mengetahui perihal Neil.
"Aku lebih suka jadi kesayangan kamu" bisik Neil lalu mengecup singkat pipi kekasihnya.
"Neil, kamu udah ngapain aja sama si Desi? Males banget aku lihat dia deketin kamu, cemburu tau" rengek Ratu kesal. Ia terus saja mengomel membicarakan Desi ini dan itu. Apalagi setelah melihat bagaimana gaya berpacaran Desi dan Ario.
"Aku tidak menyukainya, dia terus saja mengusikku"
"Neil, apa first kiss kamu itu aku?"
Neil tidak menjawab, ia malah menatap Ratu lalu mulai melu mat bibir gadis itu. Pemuda itu mulai menyukainya, berciuman dengan Ratu. Seolah Neil telah kecanduan sesuatu yang sulit untuk ia hentikan.
Setelah beberapa detik, Ratu mendorong Neil menjauh. Pemuda itu nampak kecewa, tapi itu harus dilakukan. Karena hari telah larut, dan Neil harus kembali ke asrama pria jika tidak ingin dihukum oleh para panitia.
"Aku tidak takut dihukum, lagian ada kamu kan" ujar Neil.
"Sayang, aku tidak akan selamanya bersamamu, jadi kamu harus terbiasa tanpaku, Neil" ucap Ratu.
"Apa maksudnya? Kamu akan pergi meninggalkan ku?"
"Benar"
Neil kembali teringat apa yang Ubay katakan padanya, suatu hari nanti Ratu pasti akan pergi meninggalkan dirinya. Ia menatap mata Ratu, ada keraguan dalam tatapan Neil. Hati yang awalnya begitu yakin kepada Ratu, kini mulai sedikit goyah.
"Neil, maksud aku bukan gitu, hanya..."
Ratu berusaha menjelaskan kesalahpahaman ini, sepertinya Neil salah mengerti mengenai apa yang ia katakan. Tetapi Neil tidak ingin mendengar, ia pergi mendahului Ratu begitu saja.
"Neil tunggu, hei dengarkan aku" ujar Ratu seraya menarik tangan Neil.
__ADS_1
"Apa?"
"Aku akan kuliah diluar kota Neil, aku akan pergi ke Jogja setelah lulus"
Sekali lagi hati Neil hancur menerima kenyataan itu. Bagaimana ia bisa jauh dari Ratu, jika saat mereka dekat saja gadis itu masih suka menggoda pria lain.
"Kita gak bisa LDR"
"Bisa Neil"
"Gak mungkin, pasti kandas. Kamu pasti tahu kan, kalau kita LDR siapapun bisa masuk diantara kita"
Ratu berusaha meyakinkan Neil jika dirinya akan mempertahankan hubungan mereka. Dan dengan terus terang, Ratu mengatakan jika dirinya begitu mempercayai Neil.
Namun masalahnya bukan pada Neil, tetapi pada Ratu yang sangat mudah menyukai seseorang. Semua orang tahu akan hal itu, walau pada akhirnya hanya Neil yang ia lindungi dan pertahankan, tetapi bukan tidak mungkin jarak akan mengikis perasaan itu.
Ketika jarak mulai hadir diantara sebuah hubungan, maka pilihannya hanya mendekat atau kandas. Tak ada ujian paling berat diantara pasangan selain jarak yang memisahkan. Terlebih godaan terbesar ketika LDR adalah hadirnya orang ketiga. Jangankan LDR, dekat pun orang ketiga selalu mencoba masuk.
"Putuskan sekarang. Kamu pergi kita selesai, atau kamu disini kita lanjut" ucap Neil lalu pergi menghilang dari hadapan Ratu.
Gadis itu membuang napasnya kasar, harusnya ia tahu hal seperti ini pasti akan terjadi. Tetapi ia tak mau mengerti, Ratu selalu berpikir jika semua akan berjalan seperti kemauannya.Itu dulu, sebelum sang ratu bertemu rajanya. Kini ada raja yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari ratu.
"Bagaimana aku bisa memilih, jika keduanya adalah masa depan untukku. Neil, aku harap kamu bisa mengerti" gumam Ratu.
Ratu memutuskan untuk pergi menuju kamarnya. Semua teman sekamarnya sudah terlelap, kini tinggal dirinya yang sedang berbaring sembari menatap langit kamar. Gelap, seperti yang ia rasakan saat ini, tak ada yang bisa dipilih.
"Kenapa loe? Bukannya loe habis kencan?" Tanya Bela yang terbangun dari tidurnya.
"Gue kasih tau Neil, tentang rencana kuliah gue. Dan dia bilang, akan mengakhiri hubungan kami jika gue pergi"
"Bagus dong, mending loe kuliah disini. Gue juga belum siap pisah sama loe"
Ratu memiringkan tubuhnya, menatap Bela yang masih memejamkan mata. Ia menatap wajah Bela dengan seksama.
__ADS_1
"Loe tahu pilihan gue kan Bel?"
"Tapi Neil gak mau mengerti. Kalau kalian emang jodoh, pasti bakal balik lagi"