Because I'M Ratu

Because I'M Ratu
BIR - 7


__ADS_3

Kebenaran dibalik kejadian yang menimpa Ratu adalah ia hanya ingin menolong seseorang. Seseorang yang telah membantunya setahun yang lalu.


Saat itu, Ratu dan gengnya sedang dalam perjalanan menuju Bukit Jaddhih, tetapi ditengah jalan salah satu mobil mereka mengalami pecah ban. Bodohnya mereka tak membawa ban cadangan, dan harus mendorong mobil begitu jauh untuk bisa mendapatkan bengkel.


Jalanan yang sepi membuat mereka sedikit khawatir, walau mereka tak perlu diragukan lagi dalam hal bela diri, tetap saja mereka tak ingin perjalanan menyenangkan mereka itu harus dibumbui kejahatan. Ratu dan teman-teman sampai di sebuah bengkel kecil, ada beberapa pemuda disana. Rupanya bengkel itu memang dikelola oleh beberapa pemuda. Disanalah pertemanan mereka dimulai.


Bisa dibilang geng SS generasi kedua ini sangatlah berbeda dari generasi pertama. Ratu dan kawannya memang terlihat dingin serta cuek, tetapi mereka sangat senang membangun pertemanan. Walau sedikit sulit bagi Ratu untuk memulainya, tetapi pada akhirnya Ratu lah yang paling dekat dengan semua orang.


Setelah perkenalan dan perbincangan singkat, geng SS dan para pemuda bengkel saling bertukar nomor dan sosmed. Bahkan dari merekalah Ratu belajar mengenai mobil dan motor, hingga ia bisa mengerti mesin walau sedikit. Karena itulah, Ratu tak berpikir panjang untuk menolong temannya yang sedang kesusahan. Lebih tepatnya menjadi korban salah sasaran.


Ketiga pemuda yang menghajar Ratu adalah anggota gengster yang selalu membuat onar. Melvin menyuruh adiknya untuk tida berurusan dengan gengster, sebab semuanya tidak akan selesai begitu saja. Bisa jadi nyawa mereka yang menjadi taruhan. Ratu hanya ingin menolong temannya yang tak tahu apapun mengenai gengster itu.


"Loe emang pantes jadi Ketua kita, kalau kita ada posisi loe pasti gak bakal kepikiran kesana" celetuk Gio.


"Gila loe ya, pantes aja gue heran, harusnya loe bisa ngalahin mereka. Tapi loe malah ngebiarin diri loe dikeroyok" timpal Faiq berdecak kagum.


"Yoai, siapa yang bisa berpikir sebaik gue, Ratu. Gue bisa mengatur segala hal yang ingin gue atur, tapi tidak dengan hati" lirih Ratu sok mellow. Sedetik kemudian ia tertawa geli mendengar perkataannya sendiri.

__ADS_1


David melihat pipi Ratu yang masih sedikit merah. Ia menyayangkan kelakuan Melvin yang begitu kejaam pada adik perempuannya. Bagaimana bisa ia memukul cewek secantik adiknya sebelum mengetahui semua kebenaran yang ada. Rasa takut Melvin terlalu besar, karena itulah ia marah tanpa alasan yang jelas.


"Gue cium sembuh nih" goda Aidan seraya mendekatkan wajahnya pada Ratu. Tingkah Aidan itu sukses mendapat tonjokan keras didahinya.


"Maunya dicium yang itu Dan" sahut Ezra seraya menatap ke arah Neil. "Mau jadi orang ketiga loe? Pingin jadi pelakor? Potong dulu noh kesayangan mu" timpal Ubay begitu kejam. Refleks Aidan menutup area vitalnya dan bersikap malu-malu seperti pengantin baru.


Terdengar Neil, Liam dan Bara tertawa keras menanggapi ocehan anggota SS. Tetapi tawa mereka tak bertahan lama setelah sadar siapa yang sedang mereka tertawakan. "Udah ketawa aja, kita gak seserem kelihatannya kok" celetuk Ezra. Memang benar, anggota geng SS memang tidak menyeramkan, buktinya Devan dan kawannya saja berani menentang perkataan para pemuda SS. Yang perlu mereka takuti adalah Ratu. Sebab terkadang gadis itu bisa bertindak tanpa berpikir, seperti melempar apapun yang ada didekatnya saat merasa kesal.


"Gimana Neil mau sama gue, kalau kalian ceritain jeleknya gue" ucap Ratu kesal.


"Lah gimana lagi? Masalahnya gak ada yang baik tentang loe" jawab Ubay menimbulkan tawa para pengunjung. Gadis itu ikut tertawa terpingkal-pingkal, hingga mampu membuat ketiga adik kelasnya keheranan.


"Pinjem hp loe boleh Neil?" Ujar Ratu seraya menadahkan tangannya. Pemuda itu mengangguk dan memberikan ponselnya pada Ratu. Setelah melihat senyuman diwajah Ratu, para pemuda SS tahu modus yang sedang dilakukan oleh gadis itu. "Sialan loe, gue kiraa hilang beneran" ujar Ubay lalu pergi memesan minuman.


Ketiga pemuda itu masih tidak menyadarinya, hingga Ratu mendial nomor ponselnya. Suara panggilan masuk terdengar begitu nyaring didekat mereka. Dan dengan akting sok aktrisnya, Ratu berpura-pura menemukan ponselnya yang memang sedari tadi berada di saku rok sekolahnya. Disitulah, ketiga pemuda polos itu baru menyadari modus sang Ratu.


"Save ya, nomor kamu juga aku save kok. Kasih nama apa ya? Sayang? Atau calon pacar?" Goda Ratu sembari mengembalikan ponselnya pada Neil. Neil menatap Ratu lalu tertawa, "Gak dua-duanya"

__ADS_1


"Kalau manggil kamu sayang boleh nggak?" Goda Ratu sekali lagi. Ratu kembali mendekatkan wajahnya pada Neil. Pemuda itu sudah tidak bisa menyembunyikan senyumannya lagi. Dengan gemas ia mencubit pipi Ratu dan berkata, "Gak boleh juga"


Neil tersadar, ia hendak menarik tangannya menjauh dari pipi Ratu. Tetapi gadis itu malah menahannya disana. Ia menggenggam tangan Neil, sambil menatap kedua mata pemuda itu dengan dalam. Ratu bisa melihat jika Neil begitu gugup dan canggung. "Aku baru sadar, kamu ternyata ganteng ya" puji Ratu membuat Neil tersipu. Ratu melepaskan tangan Neil, kemudian mengacak pelan rambut pemuda itu.


Ponsel Ratu berdering, nama yang tertera dilayar ponselnya, membuat Ratu tersenyum lebar.


"Halo sayang" sapa Ratu. Gadis itu mendengarkan lawan bicaranya dengan tenang dan sesekali tersenyum kecil. "Jalan? Besok ya? Gak sibuk sih tapi.. Okedeh" sambung Ratu lagi. Panggilan singkat itu cukup membuat Ratu merasa senang, sambil tersenyum, ia menatap layar ponselnya.


"Pacarnya Kak Ratu ya?" Ujar Neil penasaran.


Ratu tentu saja tertawa terbahak-bahak. Ia benar-benar tidak mengerti dengan Neil. Jelas pemuda itu menolak dirinya, tetapi masih ingin tahu mengenai masalah pribadinya. Tetapi hal itu tidak mengusik Ratu, justru malah membuat Ratu semakin tertarik. Hal terbodoh yang tidak Ratu sadari adalah, bukan dirinya yang menarik ulur Neil, tetapi sebaliknya. Hati Ratu yang sedang dipermainkan oleh Neil.


"Kamu tuh lucu ya, jadi mau kamu apa? Aku jadiin pacar gak mau, tapi kok mau tau urusanku?" Pertanyaan Ratu jelas menohok hati Neil. Pemuda itu menjadi salah tingkah dibuatnya.


"Yaelah Neil, akuin aja kalau suka" celetuk Liam.


"Tau nih, keburu nanti pindah kelain hati, baru deh menyesal" timpal Damar.

__ADS_1


Para pemuda geng SS memandangi Neil yang masih dalam kebimbangan. Mereka tak tega melihat Neil yang sepertinya akan hilang akal karena desakan Ratu. "Udah sore banget nih, pulang yok, motor loe gue bawa ya Rat" ujar Faiq lalu pergi mendahului. Pemuda lainnya mengikuti Faiq tak terkecuali Ratu. Namun sebelum gadis itu pergi, ia kembali berpesan, "Kalau kita ketemu lagi secara gak sengaja, fix kita jodoh"


__ADS_2