
Ratu kembali menstalk sosial media Neil setelah sekian lama, ia tak pernah tertarik melihat-lihat media sosial orang lain sebelumnya. Karena tidak ada hal yang lebih menarik dari diri Ratu sendiri.
Gadis itu tertawa senang setiap kali melihat foto Neil, tampan dan menggemaskan. Ratu memfollback akun Neil dan menekan like pada semua foto Neil. Ia jelas sedang menstalk Neil secara terang-terangan.
Triing....
From : neil_kenzo
Kamu stalker aku ya? Dasar penguntit
Setelah membaca pesan itu, Ratu memblokir akun sosmed Neil dan juga nomor pemuda itu.
"Kau sangat lucu, aku tak bisa berhenti menggodamu" gumam Ratu.
Ratu berjalan masuk kedalam kamarnya setelah menghabiskan tiga batang rokok. Ia berbaring diatas sofa, mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
Pukul 11:20.....
Hari menjelang siang, Gio dan Faiq sedang makan di restoran hotel. Sedangkan Hera, makan dikamar sambil menunggu Ratu yang masih tertidur pulas.
Hera menatap Ratu yang tidur dihadapannya, rasa bersalah kembali melintas dalam benak Hera. Gadis yang selama ini ia benci, adalah gadis yang hari ini membelanya tanpa sedikitpun memandang rendah Hera.
"Mungkin orang lain tidak tahu, tapi loe memang pantas mendapatkan semua kasih sayang itu" puji Hera.
Hera kembali mengingat kenangan masalalunya bersama Ratu dan teman-temannya. Mereka yang selalu berlima kemanapun mereka pergi. Ratu yang selalu menjadi pemimpin di setiap tindakan. Dan Ratu juga orang pertama yang selalu menerima resiko disetiap hal yang mereka lakukan.
"Apa jadinya jika loe tidak bertemu dengan Daniel saat itu?" Tanya Hera.
"Menurut loe, apa yang akan terjadi pada gue?" Sahut Ratu yang terbangun dari tidurnya.
Hera sedikit tersentak, ia menatap Ratu yang mengucek matanya dalam posisi terbaring. "Loe akan dikenal sebagai Ratu yang kejam, dan semena-mena" jawab Hera.
"Kalau gue yang sekarang?"
"Ada banyak hal yang tak bisa gue mengerti dalam diri loe. Jutek, cuek, egois, kasar, segalanya harus tentang loe"
"Lalu?"
__ADS_1
"Pintar, baik, pengertian, dewasa, dan ada banyak hal baik lainnya. Hanya saja, mereka tak bisa melihat itu semua jika hanya pertama kali melihat loe. Kesan pertama memang terlalu kuat"
Ratu tertawa mendengar jawaban Hera. Setelah sekian tahun lamanya, akhirnya Hera kembali memuji Ratu.
"Loe menyesal mengenal gue?" Tanya Ratu serius.
"Tidak, tidak akan pernah" jawab Hera begitu yakin. Ia memang sebenarnya tak pernah membenci apalagi menyesal telah mengenal Ratu. Hanya saja, rasa iri itu datang kala Ratu menerima banyak cinta. Terlebih dari pria yang Hera sukai.
Ratu kembali membahas, mengapa Hera bersikap seolah begitu membenci dirinya hanya karena Bilal. Pria yang bahkan tak sesuai dengan apa yang kedua wanita itu bayangkan.
"Gue suka Bilal, sejak pertama kali gue lihat dia. Sebelum kalian saling bertemu dan sering bertengkar. Gue benci setiap kali kalian bersikap manis dihadapan banyak orang. Tapi ternyata, Bilal tak sesempurna harapan gue" curhat Hera sedih.
"Hahaha, tapi loe sudah melihat semua yang ia punya"
"Bukannya loe juga? Bilal bilang dia pernah tidur sama loe. Karena itu, gue pikir loe udah benar-benar berubah"
"Gila loe Her, secinta apapun gue ke Bilal, gak akan mau gue tidur sama dia"
"Berarti semua yang dia katakan? Brengsek emang tuh cowok, gue jadi gak rela kalau harus nikah sama cowok kayak dia. Tapi ini kan anak dia, cih"
"Hahahaha" tawa kedua sahabat itu pecah didalam diruangan.
Ditengah obrolan seru mereka, Gio dan Faiq masuk kedalam ke kamar. Mereka berdua mengomel dan memarahi Ratu, karena diteror oleh anak-anak disekolah. Tak lain dan tak bukan, sebab Neil membuat keributan karena Ratu memblokir semua kontak dengannya.
"Ada apa sih? Kalian itu gak jelas" sela Ratu memotong omelan kedua pemuda dihadapannya.
"Hp loe mati kan? Makanya mereka nyepam ke kita. Mending sekarang loe nyalain tuh hp loe, dan buka semua kontak Neil yang loe blokir" pinta Faiq dengan amarah.
Ratu menatap Hera yang telah selesai makan, ia pun meminta semua temannya untuk bergegas pergi melakukan tujuan awal mereka kesana. Seperti biasa, Ratu tak ingin mendengar siapapun, apalagi ini mengenai kehidupannya.
Gio dan Ratu menuju salah satu tempat pembuangan mobil bekas. Sedangkan Faiq dan Hera, pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA.
"Gio, kita berpencar" perintah Ratu setelah melihat tempat yang mereka tuju sangatlah luas.
Ratu berjalan menuju kantor pemilik tempat tersebut, sedangkan Gio berkeliling untuk melihat-lihat mobil.
"Permisi Pak, saya sedang mencari mobil ini, apakah anda pernah melihatnya?" Tanya Ratu pada salah seorang pegawai. Ratu menunjukkan foto mobil lengkap dengan plat nomornya.
__ADS_1
Pegawai tersebut mengotak-atik komputernya, mencari data mengenai mobil yang Ratu tanyakan. Namun hasilnya nihil, tak ada mobil dengan plat nomor yang Ratu tunjukkan.
Ratu terus mendesak, barangkali salah satu dari mereka pernah melihat mobil yang ia tunjukkan datang ketempat tersebut. Mereka masih tetap tidak tahu.
Trrriing...
From : Gio
Gue dapet, jalan lurus ke area kanan.
Setelah mendapat pesan singkat dari Gio. Gadis itu berpamitan pada sang pemilik dan berlari menuju tempat Gio. Ponsel Ratu masih terus berdering, karena Neil menggunakan ponsel Aidan untuk menghubungi dirinya.
"Angkat dulu gih, berisik" pinta Gio setelah melihat Ratu mendekat.
"Aidan ada apa?" Tanya Ratu tanpa basa-basi. "Neil? Iya nanti aku buka, udah ya aku lagi sibuk. Jangan ngerepotin mereka, kalau gak mau lihat mereka ngamuk" ancam Ratu lalu mematikan panggilan tersebut.
Gio sedang berbincang dengan salah seorang pegawai disana. Pegawai yang mengaku melihat mobil seperti difoto yang Gio tunjukkan.
"Saya pernah melihat mobil ini, plat nomor yang sama, tetapi itu sudah sekitar tiga tahun yang lalu" jelas Pegawai tersebut.
Pegawai tersebut mengingat mobil itu, karena pada hari itu sang pemilik mobil meminta mobilnya dihancurkan saat itu juga. Pegawai tersebut masuk kedalam sebuah ruangan, lalu memberikan kotak hitam kepada Ratu.
"Banyak orang yang kemari menanyakan mobil itu, namun saya tidak memberitahu mereka kotak ini. Saya menemukannya didalam mobil sebelum penghancuran, dan sebuah kertas tertulis jika kotak ini untuk Ratu. Karena itulah saya tidak pernah memberikan kotak ini pada siapapun, sebab yang datang tak pernah ada yang bernama Ratu" imbuh pegawai tersebut.
Ratu menerima kotak itu, lalu mengeluarkan kunci yang ia simpan. Daniel pernah memberikan kunci tersebut bersamaan dengan kalung sebagai hadiah untuk Ratu. Daniel mengatakan, jika suatu hari nanti, Ratu pasti membutuhkan kunci ini untuk membuka sesuatu. Dan suatu hari itu adalah hari ini.
Sebelum Ratu membuka kotak tersebut, ia kembali menatap bapak pegawai.
"Katakan yang sebenarnya, saya akan memberikan uang lebih dari yang pernah ia berikan pada anda" ucap Ratu dengan sangat lugas.
Pegawai tersebut tertegun, seolah Ratu mengetahui semua kebohongannya. Ratu menunjukkan sebuah foto diponselnya, dan sekali lagi membuat orang tersebut terkejut.
"Lagipula, dia tidak pernah datang kemari lagi bukan? Aku akan beri dua kali lebih banyak dari yang pernah beliau berikan pada anda" imbuh Ratu dengan sedikit memaksa.
Pegawai itu nampak berpikir sejenak, sebelum ia menerima tawaran dari Ratu.
"Bapak ini, sehari setelah mobil itu dihancurkan, beliau datang menemuiku. Menyuruhku untuk mengatakan seperti apa yang aku katakan pada anda. Aku masih menyimpan catatan kalimat itu, karena aku berhutang nyawa anakku padanya" jelas pegawai tersebut.
__ADS_1