Because I'M Ratu

Because I'M Ratu
BIR - 65


__ADS_3

Ratu dihujani oleh baju para pemuda diatas sana. Hal itu membuatnya menggeleng tak percaya. Ratu memungut setiap baju yang jatuh, lalu menatap ke arah atas. Terlihat beberapa pemuda yang menatapnya sambil menutupi tubuh mereka.


"Wah, pada gak pakai baju nih. Asik dong diatas" goda Ratu seraya mengedipkan sebelah matanya. Seketika para pemuda itu pergi dan kembali ke tempat mereka sebelumnya.


Ratu meminta Desi untuk memilih satu baju dan mengenakannya. Walau gadis itu menolak, Ratu lebih keras dan membentaknya. Sebab baju Desi sungguh sudah tak layak pakai.


Desi memilih satu pakaian secara acak, lalu Ratu membantunya untuk memakai pakaian itu. Ah, hati Ratu sebenarnya tak rela membantu Desi, tapi karena sama-sama perempuan, ia luluh dan sejenak melupakan kebencian.


"Tunggu, boleh minta nomor teleponnya?" Tanya Ario. Ia kembali menyentuh tangan Ratu untuk menahan gadis itu pergi.


"Brengsek, lepasin tangan gue. Berani loe nyentuh lagi, gue hajar loe" ucap Ratu dingin. Ia menghempaskan tangan Ario dan menatapnya tajam. Lalu ia pergi melanjutkan jalannya.


Saat Ratu melewati Raja dan yang lain, ia mewanti-wanti mereka agar minum tidak lebih dari satu gelas. Setelah itu ia pun pergi kembali menuju lantai atas.


Mata Ario masih tak lepas dari sosok Ratu yang berjalan menjauh. Ia bergumam dengan banyak pujian untuk Ratu.


"Galak sih, tapi cantik dan baik. Sedikit kasar, gue jadi tertarik" gumam Ario.


"He Ario, loe gak akan bisa dapetin Kakak gue. Lagian dia udah punya pacar" sahut Raja.


"Pacar? Desi dulu juga punya pacar, ngerebut pacar orang itu lebih menantang" ucap Ario diselingi tawanya. Matanya menunjukkan tekad yang kuat untuk mengambil hati Ratu.


Neil menatap Ario, ia sangat membenci pemuda itu. Bukan karena Desi, tapi Ario memang selalu saja mencari cara untuk menjatuhkan Neil dihadapan banyak orang.


"Kakak gue cuma suka loe kok Neil, tenang aja. Ario bukan tipenya, minum yuk, coba-coba" ajak Raja sembari berjalan menuju meja minuman.


Raja, Liam, Damar, Neil, Kris, Dion dan beberapa teman lainnya, memegang masing-masing satu gelas minuman beralkohol. Mereka saling memandang sebelum mencoba, ada keraguan dalam diri mereka untuk memulai.


"Neil, loe dekat sama Ratu kan? Gue akan merebut dia dari loe, sama seperti merebut Desi dulu" bisik Ario ditelinga Neil.


"Minum-minum silahkan, jangan ragu-ragu" teriak Ario pada semua temannya.


Neil menatap kepergian Ario, ia sangat kesal hingga tak memikirkan apapun lagi dan langsung meminum minuman yang ada ditangannya. Tak hanya satu, Neil yang kalut dalam amarah sudah menghabiskan lima gelas sekaligus tanpa jeda.


"Eh, gila nih anak, cukup, loe ngapain" sentak Damar seraya meraih gelas ditangan Neil. Neil sudah hampir tak sadarkan diri karena minuman itu, berdiri pun ia tak sanggup. Raja dan yang lain hanya mencoba satu gelas, mereka mengikuti perintah Ratu.

__ADS_1


"Neil mabuk nih, sempoyongan gini" celetuk Liam membantu Damar menahan tubuh Neil.


Raja yang melihat hal itu segera lari kelantai atas memanggil Ratu. Tak butuh waktu lama keduanya kembali turun dengan tergesa-gesa. Ratu meminta para adiknya untuk membawa Neil ke mobil dan mereka pulang saat itu juga.


"Kak, kalau orang tuanya Neil tahu pasti dimarahi nih" ujar Damar.


"Tidur dirumah Kakak aja, besok pagi biar mereka berdua yang ambil seram sekolahnya. Lagian bisa buat alasan nginep kan karena kemaleman" usul Raja.


Damar dan Liam menyetujui hal itu, begitu juga dengan Ratu. Mereka akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah Ratu. Gadis itu terus bertanya mengapa Neil nekat meminum sebanyak itu, namun mereka semua juga tak mengetahui alasannya.


Dirumah Ratu....


Ratu menyuruh mereka untuk membawa Neil ke kamarnya.


"Kenapa dikamar loe?" Tanya Raja heran.


"Biar gak dempetan tidurnya, nanti gue tidur bareng Tania" jawab Ratu dengan berbagai alasan.


Raja, Liam dan Damar menatap Ratu dengan senyuman licik. Seolah mereka tahu apa yang sedang Ratu pikirkan. Dengan kesal Ratu berbalik menatap mereka dengan tatapan tajamnya.


Tanpa kata lagi mereka membawa Neil dan membaringkannya diatas ranjang Ratu lalu pergi keluar.


Ratu tersenyum miring, ia menutup kamar dan menguncinya. Melepas hoodie yang ia kenakan dan berjalan menghampiri Neil yang sedang terbaring.


"Neil kenapa kau minum terlalu banyak?" bisik Ratu seraya mengelus pipi Neil.


Neil membuka matanya, menarik Ratu hingga terjatuh ke atas kasur. Neil merubah posisinya berada diatas Ratu. Berganti mengelus pipi Ratu dengan lembut.


"Ario bilang, dia akan merebut mu dariku" ucap Neil sebelum terjatuh karena tak kuat menahan tubuhnya sendiri.


Ratu tertawa kecil, tentu hal seperti itu tak akan pernah terjadi. Ia mengecup pipi Neil dan beranjak pergi. Tetapi Neil sekali lagi menariknya ke atas ranjang.


Neil melepas kaosnya, dan membuka kancing celananya. "Kak Ratu, biarkan aku memilikimu" pinta Neil lirih.


Pemuda itu masih tak sadarkan diri, kembali setan itu memasuki diri Neil. Mulai mencium seluruh wajah Ratu, hingga berakhir di bibir. Mereka mulai berciuman, dan tangan nakal Neil kembali berkelana ketubuh mulus Ratu.

__ADS_1


Tangan nakal itu, mulai meraba dan meremas dada Ratu, kini permainan Neil lebih lembut. Ratu menyukainya, ia menarik leher Neil agar lebih dekat dengannya.


Neil kembali menjelajahkan tangannya pada paha mulus Ratu. Perlahan membuka kaitan rok Ratu dan melepasnya.


Setelah itu, gelap...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari berganti pagi.....


Neil terbangun dari tidur pulasnya. Ia duduk dan memegangi kepalanya yang seakan berputar-putar.


"Gu..gue dimana? Ke..kenapa gue gak pakai baju?" Tanya Neil pada dirinya sendiri.


Pemuda itu mengedarkan pandangannya, menatap setiap detail kamar yang ada disana. Foto Ratu terpampang nyata ditengah ruangan, menatap lurus dengan senyuman lebar.


"Kamu emang cantik. Eh, ini kamarnya Kak Ratu? Terus gue ngapain disini?" Gumam Neil kebingungan.


Ttokk.. Ttokkk..Ttok...


Ceklek...


Suara pintu terbuka, Neil menatap Damar dan Liam yang sudah mengenakan seragam sekolah.


"Neil, loe udah gak apa-apa? Mau sekolah gak?" Tanya Liam khawatir.


"Emang gue kenapa?"


"Loe mabuk, habis minum lima gelas"


Damar membiarkan Neil dan Liam berbincang, sedangkan dirinya menatap sekitar dengan intens. Tempat tidur yang berantakan, lalu Neil tak memakai pakaian. Pikiran nakal Damar mulai menciptakan dugaan-dugaan yang tidak-tidak.


"Kalian habis anu ya hihihi" celetuk Damar menggoda.


"Anu apa?"

__ADS_1


"Semalem kan loe sama Kak Ratu di kamar ini. Yaelah massa lupa sih, giliran yang asik aja loe lupa" timpal Liam. Damar dan Liam mencoba menahan tawa mereka, lalu pergi keluar kamar setelah meminta Neil untuk bersiap-siap.


"Apa gue dan Kak Ratu begituan?"


__ADS_2