Because I'M Ratu

Because I'M Ratu
BIR - 78


__ADS_3

Ratu, Hera, Adelia, Bintang dan Clara tengah berdiri di sudut lapangan. Tempat terjauh dari kerumunan. Mereka kembali berdebat disana, sejauh apapun mereka pergi, tetap saja seluruh mata murid penasaran dengan apa yang terjadi.


"Kenapa loe sembunyikan rahasia sebesar ini dari kami? Kita kan udah berteman lama" Tanya Adelia dengan nada tinggi.


Ratu sedang tidak ingin meladeni mereka, ia berharap Hera akan menjelaskan semuanya. Belum sempat Hera menjelaskan, ia, Adelia, Bintang dan Clara dipanggil oleh si pembawa acara. Sebab acara selanjutnya adalah pertandingan antara ketua basket putri.


Bilal kembali menggiring keempat wanita itu untuk ke tengah lapangan. Meninggalkan Ratu yang juga kembali ke tempat duduknya. Hati ke empat ketua basket masih tak tenang, masalah diantara mereka masih menghantui.


"Baiklah, mari kita saksikan pertandingan antar ketua tim basket putri setiap sekolah. Dari sini, kita akan tahu siapa ketua terbaik, dan pemain basket terhebat diantara empat sekolah unggulan" jelas pembawa acara setelah para ketua tim basket putri memperkenalkan diri mereka.


Pertandingan pertama satu lawan satu antara SMA Sinar Mutia dan SMA Nusa. Pertandingannya lumayan sengit, tetapi terlihat jelas jika Hera sudah kelelahan dan sesekali memegangi perutnya.


Para penonton begitu asik menikmati pertandingan hingga tak memperhatikan hal tersebut. Tetapi di bangku penonton, ada. seseorang yang terus memperhatikan setiap gerakan Hera, dia adalah Ratu.


Sebenarnya Ratu tak ingin ikut campur dengan pertandingan, tetapi keadaan Hera menarik dirinya untuk ikut andil.


"Ratu, kenapa loe disini? Loe gak lihat si Hera?" Sentak Gio yang sudah berdiri di hadapan Ratu.


Gadis itu menatap Gio dengan pandangan kosong. Ia tak tahu apa yang harus dilakukan dalam posisi seperti ini.


"Time Time" teriak Faiq ke arah wasit.


Gio menarik Ratu mendekat ke lapangan. Ia menyarankan Ratu agar bertukar dengan Hera. Ratu ataupun Hera, keduanya sama-sama ketua tim basket putri SM.


Ratu menarik tangan Gio, ia tak ingin melanjutkan langkahnya. Hatinya merasa sakit, seolah semua menyalahkannya. Saat Ratu peduli, orang lain marah. Ketika Ratu mencoba acuh, orang lain juga marah. Walau tau segalanya, walau kadang terlihat lebih dewasa, ia tetaplah seorang remaja. Hatinya juga sering terluka.


Dan disini, sisi remaja cengeng itu muncul. Ratu seolah dikhianati oleh semua orang, ia tak bisa menatap siapapun disana.


"Kenapa kalian nyalahin gue? Gue bukan Ratu di dunia ini, kenapa gue harus selalu ngurusin orang lain?" Bentak Ratu pada Gio.

__ADS_1


Gadis itu menyeka air matanya yang menetes. Ketika tertekan, sisi lembut Ratu muncul. Hatinya sangat sensitif, sangat mudah tersentuh oleh hal-hal kecil.


Gio mulai tersadar, jika gadis yang selama ini ia agungkan, masilah seorang remaja yang seumuran dengannya.


"Wasit, kita mau tukar pemain" teriak Faiq pada wasit.


Para pemain menatap ke arah Gio dan Ratu yang terdiam jauh dibelakang Faiq. Gio mengelus lembut rambut gadis dihadapannya.


"Maaf, tapi, loe pasti akan menyesal jika terjadi sesuatu pada Hera" jelas Gio.


"Malah ngobrol, ayo buruan ganti baju" sela Faiq yang masih tak sadar situasinya.


Faiq menarik Ratu ke arah tempat ganti, sambil membawa tas yang berisikan baju dan sepatu milik Ratu. Mereka sudah menyiapkan semuanya, sebab mereka berpikir jika Ratu pasti akan menggantikan Hera. Tetapi karena Ratu tak kunjung berulah, akhirnya mereka berdua yang memulai.


Ratu berjalan dengan malas ke ruang ganti, lalu keluar secepat mungkin setelah mengganti bajunya dengan seragam basket miliknya. Ia menguncir rambut pendeknya, agar tak terlalu menghalangi pandangan saat bergerak.


Sorak sorai mulai terdengar, kala Ratu memasuki lapangan basket yang megah itu. Raut wajah masamnya terlihat, ia memang suka mencari perhatian, tetapi bukan perhatian seperti ini yang Ratu inginkan. Disaat hatinya tengah gundah gulana, ia tak ingin siapapun melihat raut wajah sedih itu.


"Mana ada sedih? Garang gitu" sahut Liam.


Neil yakin jika kekasihnya itu sedang bersedih, ia bisa melihat dengan jelas kesedihan itu. Karena dia sudah menghabiskan banyak waktu bersama Ratu, tentu sedikit banyaknya, Neil bisa merasakan hal yang kadang tak bisa di lihat oleh orang lain.


"Baiklah, kita sambut Ketua tim basket putri dari SMA Sinar Mutia, Ratu Bulan Batara. Pastilah kalian sudah tidak sabar bukan?" sambut pembawa acara dengan meriah.


Ratu menatap Clara dengan enggan, ia tidak ingin berdiri disana. Dia tidak ingin bertanding dengan siapapun saat ini. Clara yang mengerti hanya dengan melihat mata Ratu, ia memeluk gadis itu dan menepuk punggungnya.


"Tunjukkan pada mereka, kau adalah Ratu bukan? Mereka harus tahu, siapa Ratu yang sebenarnya" bisik Clara mencoba mengembalikan mood Ratu. Sayangnya, perkataan itu sama sekali tak menimbulkan efek apapun pada Ratu.


"Kak Ratuuu, I love youuu" teriak Neil.

__ADS_1


"Siapa tuh?" Tanya Clara seraya melepaskan pelukannya.


"Cowok gue, Neil"


Ratu dan Clara menatap ke arah bangku penonton. Neil tengah melambaikan tangannya dengan senyuman lebar. Ratu tak bisa menahan tawanya, seketika kesedihan itu hilang entah kemana.


Aku harap ini bisa menghilangkan kesedihanmu, batin Neil.


Clara kembali menyenggol lengan Ratu yang masih terpaku pada sang kekasih. Mereka harus segera memulai pertandingan, karena hari sudah semakin malam.


"Oke" ujar Ratu lalu mulai mundur dan mengambil posisi.


Priiiitttttt....


Peluit telah dibunyikan, Ratu dan Clara memulai pertandingan dengan sengit. Sudah lama sekali Ratu tak merasakan tekanan membara di dalam lapangan basket. Ia kembali menunjukkan permainan cantiknya yang dapat membuat penonton terpukau. Bahkan Clara juga sesekali terhenti karena tertegun dengan permainan Ratu yang semakin lihai.


Sorak sorai kembali terdengar, nama Ratu terus diserukan. Mereka kembali dibuat terkesan dengan sosok Ratu.


Priiiitttttt....


Peluit kembali di tiupkan, tanda permainan telah usai. Ratu dan Clara saling berjabat tangan, serta berpelukan sebagai tanda perdamaian. Skor berakhir dengan selisih cukup jauh, dan kemenangan jatuh ditangan Ratu.


Kini pertandingan kedua akan dimulai, antara Bintang dan Adelia. Keduanya sama-sama berambisi agar bisa masuk babak final dan mencoba bertanding melawan Ratu.


Peluit kembali ditiupkan, pertandingan antara Bintang dan Clara kini menjadi pusat perhatian. Beberapa kali mereka beradu merebut bola, walau sering berakhir dengan bola keluar.


Pertandingan mereka cukup menegangkan, sebab skor terus mengejar dan wajah kelelahan terlihat jelas di wajah keduanya.


Permainan berakhir dengan skor tipis dan dimenangkan oleh Adelia.

__ADS_1


Kini kedua juara yang akan maju ke babak final. Ratu dan Adelia berdiri dengan wasit diantara mereka.


"Terimakasih untuk hari ini, pertandingan final antara ketua tim basket putri, juga ketua tim basket putra akan diadakan di akhir kegiatan kita nanti. Untuk semua, selamat bersenang-senang" tutup pembawa acara.


__ADS_2