
Hari ini, para murid SM sedang disibukkan oleh penilaian semester. Mereka semua memilih untuk belajar di kelas. Tapi tidak dengan Ratu yang memilih untuk berkeliling sekolah.
Sejak kejadian itu, ia masih belum menemukan perundungan lagi. Sedikit membosankan, tapi ini lebih baik.
"Ratu" panggil seseorang menghentikan langkahnya.
"Bilal, ngapain loe disini? Bukannya belajar malah keluyuran, sana masuk kelas" ujar Ratu.
Bilal mengernyitkan dahinya, biasanya ia yang akan memarahi Ratu, kini terbalik. Bilal menepuk pucuk kepala Ratu dengan gemas. Ia menarik Ratu, menyudutkannya ke dinding. Ia memandangi setiap inci wajah gadis dihadapannya. Mengelus pipi Ratu dengan lembut.
"Ada yang melihat" ucap Ratu. Gadis itu menaruh telunjuknya di bibir Bilal, menghentikan pemuda yang ingin mendekati dirinya. Bilal menoleh, mendapati Neil yang sedang berdiri terpaku menatap mereka.
"Loe, ngapain disini? Masuk kelas" bentak Bilal kesal. Ratu enggan menoleh, ia hanya diam melipat tangannya di depan dada sambil bersandar pada dinding.
"Gu..gue mau ke kamar mandi" jawab Neil gugup. Ia sekilas melirik Ratu, kecewa, itu yang ia rasakan. Neil lalu pergi karena Bilal mengusir dirinya, sedangkan Ratu, hanya diam disana.
Istirahat di kantin......
Ratu baru saja tiba di kantin, ia kemudian duduk disamping Neil. Gadis itu meraih tangan Neil dan ia lingkarkan pada pinggangnya. Neil mencoba menarik tangannya kembali, tetapi Ratu menahannya. "Kau cemburu?" Tanya Ratu seraya menatap mata Neil.
Neil mencoba mengalihkan pandangannya, menatap arah yang lain, harus berkata apa jika kenyataannya memang ia cemburu. Tapi dia bukan siapa-siapa, apakah hak kecemburuan itu ada?
"Ratuu Bulan Bintang, tanggung jawab loe" teriak segerombolan wanita yang baru saja memasuki kantin. Ratu menatap mereka sekilas, masalah receh datang.
"Emangnya Ratu ngehamilin siapa? Kenapa harus tanggungjawab?" Celetuk Bian penasaran.
"Goblok sia nih bocah, yang ada Ratu yang hamil bego. Mana bisa dia ngehamilin anak orang" sentak Irfan seraya menonjok lengan Bian beberapa kali.
Para wanita itu menghampiri Ratu, menariknya dengan keras, hingga membuat kaki Ratu terbentur meja. "Kak Ratu gak apa-apa?" Ucap Neil khawatir. Ia melihat lutut Ratu yang memerah, meniupnya agar tak terlalu terasa sakit.
"Aaaahh sakit, aduuh duh duh" erang Ratu kesakitan. Neil semakin khawatir dibuatnya, ia hendak menggendong Ratu menuju UKS, tetapi Bela dan Geya menahannya.
Senyum licik Ratu terlihat, ia hanya sedang berpura-pura kesakitan untuk membuat Neil khawatir. Akting yang payah, tidak mungkin hal sekecil ini bisa membuat Ratu terluka.
__ADS_1
Pemuda itu masih tidak mengerti, ia tidak tahu pada siapa harus percaya. "Sekarang udah gak marah lagi kan?" Bisik Ratu pada Neil. Segera setelah mendengarnya, Neil melepaskan tangannya dari Ratu, kemudian kembali ke tempat duduknya.
Ratu tertawa kecil, akting payahnya ternyata bisa menipu Neil. Ia pun berdiri dan memukul setiap perempuan yang berani mengusik kencannya.
"Tanggung jawab apa?" Tanya Ratu.
"Wah pura-pura bego nih anak"
"Gara-gara loe, kasih obat kuat itu, cowok gue malah gak bangun-bangun"
"Punya cowok loe aja kali emang melehoy"
"Sialan loe, cowok gue juga tidur pulas banget, gak jadi main karena itu"
"Cowok gue juga"
"Gue juga"
"Sialan loe Ratu"
"Sorry-sorry itu obat tidur, habisnya kalian, bukannya belajar malah mau hm.. hm.. an hahaha" ujar Ratu dengan tawanya. Para wanita itu memukuli Ratu karena kesal, hingga membuat punggung Ratu terasa sakit.
Setelah puas memukuli Ratu mereka pergi mencari tempat duduk kosong dikantin. Ratu meregangkan tubuhnya, tangan para perempuan itu benar-benar menyakitkan. "Sialan kalian" umpat Ratu kesal.
Ratu kembali duduk disamping Neil, menatap pemuda itu dengan tatapan sedih. Neil merasa iba dan ingin tertawa jika mengingat kejadian tersebut, wanita tak bisa disepelekan. Bahkan Ratu sampai kewalahan menghadapinya. Ia pun menggosok-gosok punggung Ratu sambil menahan tawanya.
"Everybody, gue bawa nih cucu strawberry pesanan kleaaan" teriak salah seorang siswi.
"Skuy lah minum-minum"
"Pulang sekolah hayuuuk"
"Ikut, dimana nih"
__ADS_1
"Rumah Ratu" teriak para wanita kompak.
Ratu tentu saja menolaknya, ia tidak mau kamarnya menjadi kacau balau karena kehadiran para calon emak-emak ini. Terakhir kali mereka datang, Ratu harus tidur di kamar tamu karena kamarnya sangat berantakan.
"Kita kan udah lama gak mandi bareng, ayo lah, sekalian berendam air panas ditempat biasa" rengek Bela.
"Ntar gue mandiin loe, kangen kan sama sentuhan gue" imbuh Geya seraya menunjukkan jari jemarinya. Ratu bergidik ngeri mendengar ocehan mereka yang tak masuk akal.
"Gue dong mau disentuh, atas sampai bawah kan?" Sela Bian sembari menggoyang-goyangkan tubuhnya seperti seseorang yang sedang mandi. Sontak saja parah wanita itu membuat gestur ingin muntah menatap Bian yang sok seksi didepan mereka.
"Oke fix, dirumah Ratu" sahut Bela memutuskan secara sepihak. Tidak sepihak, hanya Ratu yang tak setuju dengannya.
"Oke di rumah gue, awas aja kalau nih susu gak manjur" ucap Ratu sembari melihat kemasan susu. Ia sedikit ragu dengan khasiatnya, bagaimana mungkin, sedikit tak masuk akal.
Bela dan Geya menghampiri Ratu, mereka terkejut karena Ratu seakan tertarik dengan hal seperti ini. Geya menarik Ratu, ia mengintip dibalik seragamnya. "Wah iya nih, kurang minum susu, kecil nih gak asik" celetuknya membuat para gadis itu tertawa.
Ratu ikut memandangi dadanya, ia merasa ini tak terlalu kecil. Ini sudah pas untuk gadis seumuran dirinya. "Bener, kurang besar ini" timpal Ratu meneruskan godaan Geya.
"Anjing nek cewek-cewek, kalau mau mesum di kamar mandi sono, banyak cowok nih, bikin bangun aja" bentak Dafa yang sudah tak tahan mendengarkan pembahasan para cewek.
Gerombolan wanita itu berdiri, menatap sinis kearah Dafa. Hanya menatapnya saja, mereka kemudian pergi mencari kelas kosong untuk membicarakan urusan mereka.
"Ratu loe mau kemana?" Teriak Ubay yang baru saja datang bersama anggota SS lain.
"Ada urusan" jawab Ratu singkat.
"He, tunggu, urusan apa? Hey hey Ratuu, Ratuu" teriak Ubay kesal.
"Urusan cewek bro, gini nih" sahut Bian seraya menggerakkan dadanya.
"Wah, harus dilihat nih kalau gitu" sela Aidan. Ia hendak mengikuti gerombolan cewek-cewek tapi ternyata Ratu sedang menatap mereka dengan mata jahatnya. Aidan pun hanya bisa tertawa canggung dan masuk kedalam kantin diikuti oleh yang lain.
"Gak jadi bro? Gue juga mau ikut" ucap Daren dan kawannya yang sudah bersiap.
__ADS_1
"Duduk sini aja udah, kalau loe masih sayang sama nyawa loe" jawab Ezra seraya memberi kode jika Ratu menatap mereka dari balik tembok.