
Neil berjalan mendekat dengan sempoyongan. Ratu menatap pemuda itu dengan senyuman kecil.
"Kamu laper? Pesan makanan sana. Aku udah minta ijin sama Papa Mama kalau kamu mau nginep bareng cowok-cowok ini"
"Kok gitu? Maunya kan nginep sama kamu"
Ratu menepuk kepala Neil, bagaimana bisa ia meminta ijin seperti itu. Jelas tak akan dibolehkan oleh kedua orang tua Neil.
Pemuda itu kembali membaringkan tubuhnya dipangkuan Ratu. Sambil menatap para teman-teman kekasihnya yang tengah minum-minum. Neil masih setengah sadar karena efek minuman itu belum hilang. Ia masih bermanja-manja pada Ratu.
"Sayang, mandi bareng yuk"
Byuurrr....
Aidan menyemburkan minuman yang ada didalam mulutnya ke wajah David.
"Gak boleh Neil, udah sana makan terus tidur lagi"
"Aaah, curang, kamu kan udah lihat punyaku"
Ratu terkekeh mendengar perkataan itu, Ia membangunkan Neil dan mendorong nya menjauh dari tempat duduk Ratu. Dengan malas pemuda itu kembali ke kasur dan melakukan apa yang Ratu perintahkan.
"Gue bakal jalanin rencana B, besok"
"Serius loe? Kenapa harus rencana B?"
"Karena Ayah gak akan dengerin gue, Bunda satu-satunya yang bisa meyakinkan Ayah"
"Tapi konsekuensinya? Mungkin Bunda loe bakal lebih marah lagi sama loe"
Sudah tidak ada lagi yang Ratu takutkan, Bunda sendiri yang menamparnya tanpa alasan. Kini Ratu akan memberikan Bunda alasan untuk menamparnya berkali-kali. Juga alasan yang akan membuat Bundanya sangat kecewa.
Daren dan yang lainnya akhirnya datang, mereka telah berkumpul untuk merubah rencana mereka.
Ratu akan menekan Ayahnya, Gio akan memimpin untuk menggali informasi dari Pak Cipto. Sedangkan Daren akan memimpin untuk menggali informasi dari orang sewaan mereka. Ubay dan sisanya, harus mencari tahu orang yang berani memasukkan narkoba pada tubuh pemuda yang sangat Ratu cinta.
"Tuh bocah beneran di suntik narkoba?" Tanya Daren sambil menatap Neil yang tengah makan.
"Iya, ntah berapa dosisnya. Gila tuh anak, ngajak sih Ratu mandi bareng didepan kita" jelas David.
__ADS_1
Sontak saja Daren menyemburkan air yang ada di mulutnya ke wajah David. Hari tersisa untuk David karena harus menerima dua semburan. Mereka semua tertawa karena David merasa kesal, ia terus saja menjadi sasaran semburan air.
Daren menepuk kepala Ratu, ia merasa kasihan dengan hidup gadis itu. Berharap semuanya akan berakhir sebentar lagi.
Setelah diskusi panjang, mereka semua memutuskan untuk menginap di kamar yang berbeda. Dengan dalih menjaga Ratu dan Neil disana. Sebenarnya Ratu ingin Neil tidur bersama para teman lelakinya, tapi pemuda keras kepala itu tidak mau bangkit dari atas kasur. Ia ingin menghabiskan malam bersama Ratu.
Ratu sejenak memandangi foto Ayah dan Bundanya. Rasa sesak itu datang, Ratu tak ingin melemah dihadapan perasaan. Ia alihkan pandangannya menatap Neil yang sedang fokus menonton televisi. Ia duduk diatas pangkuan pemuda itu dan langsung melu mat bibir Neil.
Ciuman panas terjadi diatas ranjang, mereka terlalu sering bertukar posisi. Hingga pakaian keduanya sama-sama terlepas.
"Aaahh" desa h Ratu kala Neil mulai kembali bermain dengan gundukan kembarnya. Kini permainannya lebih lembut, Ratu bisa merasakan gejolak dalam tubuhnya. Ia menekan kepala Neil dengan kuat, membuat pemuda itu semakin menikmati permainannya.
Neil mencoba menjelajahi bagian bawah Ratu, ia gosokkan tangannya pada milik kekasihnya itu. Ratu semakin men desa h dan menjambak rambut Neil. Mungkin kali ini Ratu tak akan bisa mengendalikan nafsunya. Ia sudah masuk terlalu dalam, Neil mulai membuka kaitan celana Ratu dan melepasnya dengan lembut. Kini gadis itu tak memakai sehelai kain pun.
Neil memandangi tubuh polos kekasihnya yang terbaring. Ia membuka lebar kaki Ratu, ah, harumnya membuat milik Neil semakin menegang. Ia mulai mendekatkan wajahnya ke area sensitif Ratu, menciumnya dan sedikit bermain disana. Ratu bisa merasakan nikmatnya sentuhan bibir Neil, ia menekan kepala Neil agar semakin liar bermain.
Setelah puas bermain disana, Neil mulai menciumi setiap inci tubuh gadisnya. Sejenak berhenti di dada Ratu sebelum kembali melu mat bibir sang kekasih.
"Boleh gak?"
"Sialan kamu Neil, udah sejauh ini mau berhenti?"
Neil tertawa kecil, ia mematikan lampu dan mulai bercinta dengan kekasihnya itu.
"Maaf sayang, aku kan pertama kali ngelakuin ini, maklumin aja"
Neil sialan, permainannya sangat kasar, hingga Ratu geram dan menjambak rambut pemuda itu. Tapi Neil masih terus memaksakan permainan kasarnya itu. Hingga tiba-tiba ia berhenti bermain.
"Kenapa sayang?"
"Udah keluar nih"
Jawaban polos Neil membuat Ratu tak bisa berhenti tertawa. Ia tak pernah mengira jika malam pertamanya akan berakhir dengan singkat dan tidak menggairahkan. Harusnya ia sadar sebelum membiarkan brondongnya bermain.
Neil terbaring disamping Ratu, memeluk tubuh polos kekasihnya.
"Kamu masih perawan ya sayang?"
"Udah enggak, kan kamu udah mengambilnya dariku"
__ADS_1
"Aku pikir... hm.... maaf deh kalau gak bisa muasin kamu, tapi aku puas kok hehehe"
Sekali lagi Ratu tertawa melihat wajah polos kekasihnya itu. Ia mengecup bibir Neil singkat dan tidur dalam dekapannya.
Pada akhirnya, Neil merebut mahkota ku, pikir Ratu.
......\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=......
Hari berganti, Neil masih tertidur dengan pulas. Sedangkan Ratu menatap wajah kekasihnya itu. Ia masih kesal dengan permainan Neil semalam, ia pun memiliki ide licik untuk membalas sang kekasih. Ratu membiarkan tangannya menggerayangi tubuh Neil, hingga membuat milik pemuda itu kembali terbangun. Ia lalu meremasnya dengan keras hingga membuat Neil terperanjat dari tidurnya.
"Aaargghhh, sakit" erang Neil seraya memegangi miliknya.
"Sayang ada apa?"
"Anu, ini ku sakit"
Ratu mencoba menahan tawanya, ia terus bertanya apa yang terjadi. Walau Neil juga tak tahu pasti, ia hanya merasakan miliknya yang sakit.
"Aku mau mandi dulu ya"
"Bareng dong, aku mandiin kamu"
Kalimat mengerikan itu, Ratu segera berlari dan membanting pintu kamar mandi tepat dihadapan Neil. Pemuda itu terus mengetuk pintu dan berteriak memanggil nama Ratu. Tak bisa Ratu bayangkan, dengan tubuh yang tak memakai sehelai kain pun Neil berdiri didepan pintu itu.
"Sayang, mandi bareng yuk. Kan aku calon suamimu"
"Masih calon, nanti aja kalau udah jadi suamiku"
"Yaudah ayo nikah"
"Sekolah dulu yang bener"
"Sayaaaaaaaang"
Ratu tak memedulikan Neil yang masih berteriak, ia segera bergegas mandi dan memakai pakaiannya lagi. Setelah selesai, ia membuka pintu dan betapa terkejutnya menatap Neil yang masih berdiri disana.
"Pagi sayang, mandi gih" ucap Ratu seraya mengecup bibir pemuda itu.
Perasaan Neil kembali melemah, ia takkan bisa marah pada Ratu. Ia pun menuruti permintaan Ratu dan masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
"Apa gue sudah gila? Bocil sialan" gumam Ratu. Ia tak pernah mengira akan jadi seperti ini.
Neil yang tak tahu Ratu menyesali perbuatannya, menikmati harinya dengan penuh kebahagiaan.