
"Guys, kita gak bisa biarin mereka, makin parah nih" celetuk Ratu. Ia menoleh ke tempat dimana temannya berkumpul. Nihil, tak ada siapapun disana.
"Lah, sialan mereka" umpat Ratu kesal. Gadis itu kembali memutar otak mencari cara untuk mengusir kedua remaja nakal itu dari gudang sekolah.
Dengan berpura-pura menelepon, Ratu berbicara sambil berteriak, "Ha? Kalian gimana sih gitu aja gak becus. Gue lagi ada urusan nih, mau ambil barang di gudang, nanti gue nyusul deh. Iya iya oke oke"
Ceklek....
Pintu gudang terbuka, Ratu berpapasan dengan dua remaja yang ia pernah temui sebelumnya. Pasti mereka tergesa-gesa setelah mendengar suara Ratu, oleh karena itu seragam mereka tidak rapi.
Dengan cepat mereka berjalan meninggalkan Ratu, tanpa menoleh sedikitpun ke arahnya.
Ratu masuk kedalam gudang dan memeriksa, setidaknya mereka belum melakukan lebih jauh. Ia pun kembali ke aula setelah itu.
Para murid di aula sedang makan dan menyaksikan acara yang sudah disiapkan oleh anggota OSIS SM. Ratu berjalan menuju arah depan, berbincang singkat dengan Bilal.
Setelah perbincangan singkat itu, ia berjalan menuju area tempat duduk anak kelas dua.
"Devan, ikut gue bentar" teriak Ratu seraya melambaikan tangan pada Devan. Devan menunjuk dirinya, mencoba memastikan, dan Ratu mengangguk. Ia pun pergi menghampiri Ratu dengan kesal karena mengganggu waktu makan siangnya.
"Tugas buat loe, cari tau tentang Argam anak SMA Pelita" bisik Ratu.
"APA? KENAPA?" Teriak Devan terkejut. Teriakannya itu juga membuat Ratu dan beberapa siswa didekat mereka terkejut.
"Gue gak bisa Kak" sambung Argam lalu pergi meninggalkan Ratu. Ia berjalan menuju keluar aula.
"Devan, Devan, hei hei" panggil Ratu. Ia tidak mengerti mengapa Devan menolak permintaannya. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya.
Kepergian Devan membuat Ratu semakin yakin ada hubungan diantara keduanya. Dan yang pasti itu bukanlah hubungan yang baik. Ratu terus menatap ke pintu aula, berharap Devan kembali dan mau menyetujui permintaannya. Sialnya, ia malah melihat mantan Neil yang masuk dengan senyuman bangga.
"Yaaaaahhhhh" teriak Ratu kesal. Ia tanpa sadar mengejutkan semua orang. Bahkan teriakannya itu membuat pertunjukkan terhenti sejenak.
Plakkk....
Gio memukul kepala Ratu keras, membuat gadis itu menggerutu karena kesal
"Bacot loe, kenapa teriak-teriak bego" bisik Gio.
__ADS_1
"Habisnya gue kesel tau, kesel kesel kesel pokoknya sebeeeellllll. Rasanya gue pingin bunuh tuh cewek tau nggak, Auh serius, dia lewat lagi didepan gue, gue cekik lehernya" rengek Ratu. Suaranya cukup keras hingga bisa didengar oleh beberapa siswa dan membuat mereka tersedak karenanya.
"Ehh sorry-sorry gue bercanda kok, lanjutkan makannya. Heheheh" celetuk Ratu setelah mendengar suara batuk-batuk.
Ratu sudah tidak bisa menahannya lagi, ia berjalan menuju pinggir, dan berjongkok menghadap dinding. Menempelkan kepala dan salah satu tangannya ke dinding.
"Tahan Ratu tahan, tapi gue gak bisa jauh dari Neil. Ya lord godaan apakah ini? Kenapa Neil sangat menarik? Auh cewek sialan itu, bikin gue goyah. Sadar Ratu, ini demi kebaikan Neil. Pasti ini alsan Daniel gak bisa jauh dari gue" oceh Ratu seorang diri. Ia begitu percaya diri jika Daniel sangat menyukainya.
"Wah wah wah, Ratu berak sembarangan" teriak Daren yang tak sengaja melihat Ratu.
"Bego nih anak, lagi pada makan tuh" ucap Lay sambil memukul kepala Daren.
"Ngapain sih loe? Kek gembel kelaparan" sahut Abi sembari menarik Ratu untuk berdiri.
"Bi, gue gak bisa Bi. Cewek sialan itu, muter-muter dikepala gue, harusnya sih Trisno ini gak nunjukkin adegan tadi ke gue. Hm, kesel gue pingin nyekik loe" geram Ratu seraya mencoba meraih Tristan yang jauh darinya.
"Yaelah Tu Ratu, itu kan masalalu, lagian.." ucapan Abi terpotong saat Ratu menemukan mangsa lain yang tertangkap dimatanya.
"Hei hei hei, loe loe" panggil Ratu pada seorang pemuda yang lewat dihadapannya. Pemuda itu berhenti dan menatap Ratu yang berjalan ke arahnya.
"Ada apa ya Kak?" Tanya pemuda itu dengan sopan.
"SMA Buana Kak" jawabnya dengan senyuman.
"Gila, kok teman-teman gue gak cerita ya ada cowok seganteng loe disekolah mereka" sahut Ratu seraya mengulurkan tangannya.
"Hoek hoek, Neil si Ratu nih godain cowok lain" teriak Faiq yang berdiri tak jauh dari posisi Ratu.
Ratu tak menggubrisnya, ia sudah terpesona dengan pemuda tampan itu. Ia pun mengulurkan tangannya, "Ratu"
"Adelia" sela Adelia seraya mengambil alih jabatan tangan Ratu. "Balik gih ke kursi loe" pinta Adelia pada sang pemuda.
"Eh, eh ganteng tunggu, nama loe siapa? oeey cowok heeiii" teriak Ratu membuat keributan. Ia pun merengek kesal pada Adelia yang menyabotase perkenalannya dengan pemuda tampan itu.
"Loe kan udah punya brondong, masih aja cari brondong lain. Gatel banget nih cewek" ucap Adelia kesal. Ia memukul kepala Ratu untuk melampiaskan kekesalan.
"Apa'an sih Del, loe gak tahu apa gue lagi galau, lihat nih sedih kayak gini" oceh Ratu.
__ADS_1
"Galau pala loe peyang, mana ada orang galau godain cowok bego" sentak Adelia kesal. Ia lalu merangkul pundak Ratu, dan bertanya mengenai adik kelas yang Ratu sukai.
"Neil, berdiri" perintah Ratu pada Neil yang sedang asik ngobrol. Pemuda itu dengan kikuk menuruti perintah Ratu, dan menatap Ratu dengan tatapan bingung.
"Wiih, hai, pacarnya Ratu ya. Cakep juga brondong loe" komentar Adelia membuat Neil tersipu malu. "Ini mah kesukaannya Ratu banget" sambungnya lagi setelah melihat Neil yang malu-malu.
"Loe kan udah gue kasih tau, cowok tadi namanya siapa, ganteng banget anjir, satu sekolah sama loe kan, kenalin ke gue. Ayo Del, ayo" rengek Ratu manja.
"Cowok siapa Kak?" Sahut Neil yang mendengar rengekan Ratu.
Faiq yang masih berdiri disana, menyela pembicaraan mereka. Memberitahu Neil mengenai semua yang Ratu lakukan, menggoda salah satu murid sekolah lain yang lewat. Neil hanya mengangguk cuek dan kembali duduk ditempatnya setelah mendengar penjelasan dari Faiq. Begitu juga dengan Faiq yang pergi dengan tawa lebar.
"Asik nih berantem, putus pasti sebentar lagi. Ntar kalau udah putus kabarin ya, gue kenalin sama cowok tadi" ucap Adelia sambil berjalan menjauh dari Ratu.
Ratu hanya memutar bola matanya malas memandang Adelia yang pergi. Sayangnya, ia kembali melihat mantan Neil yang berjalan mendekat. Spontan ia berbalik dan menutup matanya menggunakan kedua tangannya.
"Oh, hai Neil" sapa Desi yang berdiri tak jauh dari Ratu.
"Sialan nih cewek, pukul gak ya, gatel tangan gue pingin nonjok" gumam Ratu lirih.
"Neil, bisa bicara sebentar?" Tanya Desi berjalan lebih dekat.
Oh, kalimat itu membuat Ratu tak bisa menahan emosinya. Ia berusaha bersikap tenang, "Ada urusan apa?"
Desi menoleh menatap ke asal suara. Ia terkejut melihat siapa yang berdiri disampingnya. "Gu..gue ma..mau ngobrol sama te..teman gue Kak" jawab Desi terbata-bata.
"Siapa teman loe?" Ucap Ratu ketus. Ia sudah menunjukkan wajah datarnya untuk menakuti Desi. Gadis sialan yang berani mengajak Neil dihadapannya, cih Ratu merasa jelas dirinya jauh lebih diatas segalanya dibandingkan Desi.
"Neil Kak" ujar Desi.
"Ciyee cemburu nih ye, uhuk-uhuk" goda Daren dan teman-temannya.
"Ap.. apa'an sih gu..gue gak cemburu kok. Ka..kalau mereka mau ngobrol ya terserah" sahut Ratu lalu berjalan pergi meninggalkan Desi.
.........***Jangan lupa mampir di ceritaku yang lain ya, Lebih Berwarna dan Suami Pilihan Papa............
...Terimakasih sudah membaca......
__ADS_1
...lope lope Kakak...🥰🥰***...