Because I'M Ratu

Because I'M Ratu
BIR - 56


__ADS_3

"Daniel, pemikiranmu sangat mengesankan. Kedudukan, pendidikan dan cinta" puji Ratu.


Ratu mulai menyukai pemikiran Daniel. Semakin hari, Ratu mulai sering menghabiskan waktunya bersama Daniel. Meninggalkan teman-teman sepergaulannya yang kini berbalik membenci Ratu. Karena Ratu tak ingin menguasai sekolah lagi, membuatnya menjadi bahan perundungan setiap kali ada kesempatan.


"Ratu, menjaulah dariku, atau teman-temanmu akan menyakitimu" ujar Daniel.


"Nyakitin gue? Tidak ada yang bisa menyakiti Ratu. Dan gue melakukan apapun yang gue mau" jawab Ratu sombong. Ia kini mengikuti kemanapun Daniel pergi. Mengganggu Daniel dengan banyak pertanyaan di benaknya. Ratu memang keras kepala, tapi sebenarnya dia sangat mudah terpengaruh.


Tak sedikit dari mereka yang bahkan mencoba untuk menganggu dan menyakiti Daniel. Bila hal itu terjadi, Ratu kembali bertindak seperti dirinya yang dulu.


Daniel memang pandai, tetapi kepandaiannya itu memberi keberanian untuk bertindak lebih jauh. Ratu tidak mengetahui apapun tentang Daniel saat itu, yang ia tahu hanyalah pemuda pandai dan baik hati.


Daniel dan Ratu saling mengejar peringkat teratas, walau kenyataannya mereka berdua selalu menduduki peringkat pertama. Pernah satu kali Ratu berada diperingkat kedua, ia sangat marah dan mengoceh tak karuan diruang guru. Ia begitu kesal karena nilainya tak sempurna. Hingga meminta pada sang Ayah untuk menambah waktu lesnya.


Kenangan manis itu, Ratu selalu menyukainya. Menyukai kehadiran Daniel yang sementara. Sebelum semesta mengambil pemuda itu dari hidup Ratu. Merenggutnya dengan paksa tanpa alasan yang jelas. Alasan yang tidak pernah Ratu ketahui hingga saat ini.


Kini Ratu hanya bisa mengenang semuanya dalam tangis. Kepergian Daniel membuatnya sangat terpukul, sempat sesekali sifat dan sikap Ratu yang dulu kembali begitu saja. Tetapi, ingatannya akan Daniel menekan semua amarah dalam dirinya.


Dokter menatap Ratu, ia menggeleng dengan pasti. "Tidak bisa terulang dengan orang yang sama" jawab dokter.


Ratu mengangguk mengerti, Daniel dan Neil bukanlah pemuda yang sama. Mereka berdua berbeda, hanya saja wajah mereka sangat mirip.


Hari menjelang pagi, Tania dan teman-temannya satu persatu mulai bangun dari tidur mereka. Mereka menikmati pemandangan dirumah Tania yang megah nan mewah tersebut.


"Wah Tania, rumah kamu bagus banget, kayak istana" puji salah seorang teman Tania.


Tania mengajak teman-teman berkeliling ke setiap sudut rumah. Sembari menunggu para asisten rumah tangga menyiapkan sarapan. Kolam renang yang luas, taman penuh bunga, juga kebun sayuran kecil dibelakang dirumah. Rumah Tania memiliki segalanya disana.


"Kalian udah bangun, kalau mau pulang nanti bilang Kak Ratu ya" celetuk Ratu yang tak sengaja berpapasan dengan gerombolan turis kecil.


Mereka semua memandangi Ratu, lebih tepatnya luka pada tubuh gadis itu. Benar saja, mereka mulai menghujani Ratu dengan berbagai pertanyaan.

__ADS_1


"Habis jatuh semalem, biasalah teledor, hehehehe" jawab Ratu dengan candaannya. Ia kemudian berlalu meninggalkan para turis kecil sebelum ada lebih banyak pertanyaan yang bisa menyudutkan dirinya.


Ratu berjalan menuju kamar tamu, membangunkan para temannya yang masih tertidur pulas.


"Kita kumpul di BS, setelah gue antar mereka pulang" perintah Ratu lalu pergi. Bukannya segera bangun, para pemuda itu malah kembali tidur untuk beberapa saat.


Gadis itu berjalan perlahan menuruni tangga, kakinya masih sedikit terasa sakit.


"Ratu, ada seseorang yang menunggu diluar, ia tak ingin masuk" ucap Melvin yang berpapasan dengan Ratu.


Melvin keluar rumah karena penjaga memanggil, memberitahu jika ada seorang pemuda yang menunggu. Karena Ratu tak membawa HT nya, jadilah Melvin yang turun untuk memeriksa. Melvin menatap Ratu yang turun perlahan, ia sangat tak sabaran hingga menggendong sang adik untuk keluar rumah.


"Kak Melvin kenapa gak sabaran banget sih, emang siapa yang datang?" Tanya Ratu setelah melihat sikap aneh Kakaknya.


"Siapa lagi, tentu saja sang Raja yang sedang menunggu Ratunya" jawab Melvin. Ia menurunkan Ratu didepan seorang pemuda yang sedang menatap mereka.


"Neil" sapa Ratu pada pemuda yang sedang berdiri disamping motor. Kacamata hitam itu, pemuda berhati lemah ada dihadapan Ratu.


Melvin meninggalkan mereka berdua, memberi waktu untuk berbincang.


Ratu tersenyum kecil, ia meminta waktu sebentar untuk mengambil helm. Baru saja Ratu berbalik, Melvin sudah keluar gerbang dengan helm ditangannya.


"Kakak menguping?" Tanya Ratu kesal.


"Tidak, aku hanya kebetulan akan pergi juga" jawab Melvin. Ia memberikan helm pada Ratu dan kembali berjalan kedalam. Berlari menuju kamar tamu untuk membangunkan para pemuda yang masih tertidur.


"Bangun, oeeooo, Ratu pergi sama Neil. Kalian gak ikut?" Teriak Melvin sembari menjambak satu persatu rambut para pemuda itu. Faiq dan Gio terperanjat, mereka berdua bergegas lari keluar rumah, menghampiri Ratu dan Neil.


"Ah sial, mereka udah pergi" umpat Gio.


"Ratu pasti ngajak Neil kesana, kita pergi aja kesana" sahut Faiq. Mereka berdua menuju parkiran, mengeluarkan motor Ratu lalu pergi menyusul Neil dan Ratu.

__ADS_1


Disisi lain.....


Ratu sangat senang bisa bersama dengan Neil lagi. Padahal belum sehari mereka berpisah, tapi rasa gelisah itu sudah menekan dada. Ratu merangkul Neil dengan sangat erat. Memandu Neil menuju tempat yang akan mereka datangi.


"Pemakaman umum? Kenapa kita kesini?" Tanya Neil bingung.


Ratu menarik tangan Neil, dengan menahan sakit dikakinya, ia berjalan menuju salah satu makam yang sangat ia kenali.


"Daniel, dia siapa?" Celetuk Neil ketika melihat nisannya.


"Seseorang yang sangat berarti dalam hidupku. Neil, karena dia, aku ada dihadapan mu hari ini. Karena dia, kau mengenal aku. Karena dia, hidupku berjalan kembali" curhat Ratu. Air matanya mulai menetes, terduduk lemas disamping makam Daniel.


Ratu mengambil sebuah kotak yang ada diatas makam Daniel, didalamnya ada sebuah album foto. Hadiah yang harusnya Ratu berikan pada Daniel dihari kelulusan.


"Oh, wajahnya sangat mirip denganku" celetuk Neil terkejut.


"Neil, tak hanya wajah. Bahkan nama kalian juga hampir sama. Dulu, aku selalu mengikuti kemanapun Daniel pergi, menjadi bayangannya. Dia yang mengajari aku tentang tiga hal didunia ini Neil, kedudukan, pendidikan dan cinta" jelas Ratu dalam isakkannya.


"Itu alasanmu selalu ada di dekatku?" Sahut Neil.


"Tidak, dia bilang. Jika kami diciptakan untuk satu sama lain, maka takdir yang akan mempertemukan" balas Ratu.


"Karena itu, kamu selalu mengatakan jika pertemuan kita adalah takdir?" Tanya Neil memastikan. Ratu mengangguk, ia selalu meyakini takdir itu benar.


Setelah bertemu dengan Neil, Ratu yakin, alasan dibalik kandasnya hubungan dengan Bilal. Karena kehadiran Neil, Bilal hanya datang untuk mengisi kekosongan.


"Dan alasan kamu menjauhiku sekarang?" Ujar Neil. Ia mengerti jika alasan Ratu mendekati dirinya adalah Daniel, tapi kenapa Ratu ingin menjauhi dirinya. Padahal Ratu sangat menginginkan kehadiran Daniel dalam hidupnya.


"Kamu" jawab Ratu singkat.


......***Jangan lupa mampir di ceritaku yang lain ya, Lebih Berwarna dan Suami Pilihan Papa.........

__ADS_1


...Terimakasih sudah membaca......


...lope lope Kakak...🥰🥰***...


__ADS_2