
Ratu merasa sangat kesal, ia berjongkok lagi menghadap dinding. Ratu memang aneh, ia yang memutuskan untuk menjauh, tapi kini dia yang lebih tersiksa karenanya.
"Daren, cewek gue mana? Perasaan tadi disini" Tanya Bilal yang datang menghampiri Daren membawa sekotak makanan.
Daren tanpa basa-basi hanya menggerakkan dagu menunjuk Ratu yang sedang jongkok disampingnya.
Bilal hendak berjalan mendekati Ratu, tetapi temannya memanggil, jadilah ia menitipkan makanan untuk Ratu pada Daren. Bilal pun pergi kembali mengurus acaranya.
"Ratu, dari cowok loe nih" ucap Daren seraya memberikan kotak makanan itu pada Ratu.
Ratu menggeleng, ia sedang tidak ingin makan apapun. Ia menyuruh Daren memakannya atau diberikan pada yang lain.
Daren terus saja memanggil nama Ratu, hingga membuat gadis itu kesal. Ia pun membentak Daren karena kekesalannya itu.
"Lihat tuh Neil bicara sama siapa" ujar Daren mencoba menjelaskan situasinya. Ratu menoleh, ia mendapati Neil sedang berbincang dengan Argam.
Ratu beranjak dari tempatnya dan berlari menghampiri Neil. Ia merebut botol minuman yang ada ditangan Neil, minuman itu diberikan oleh Argam.
"Loe siapa?" Sentak Ratu kasar. Argam menggeleng dan segera pergi meninggalkan Ratu dan Neil.
"Ada apa sih Kak? Kasar banget" ujar Neil tidak mengerti.
Ratu membuka botol itu dan menciumnya. Sial, ini alkohol, ada yang mencoba membuat Neil mabuk. Untuk mengantisipasi, Ratu berteriak meminta perhatian, ia menugaskan para senior untuk memeriksa setiap botol yang ada ditangan para junior.
"Ada apa?" Teriak salah seorang senior.
"Alkohol" jawab Ratu.
Mendengar jawaban itu, mereka bergegas memeriksa dan melarang setiap murid untuk minum. Sekali lagi SM kecolongan, alkohol bisa masuk kedalam sekolah.
"Kamu belum minum kan? Coba aku cium napas kamu" pinta Ratu seraya mendekatkan wajahnya. Neil meniupkan napasnya ke Ratu, gadis itu merasa lega karena tak ada aroma alkohol disana.
"Kamu bilang mau menjauh, tapi sebenarnya kamu gak pernah pergi kan dari aku" ujar Neil lirih.
"Ehem, sayang banget nih kayaknya sampai segala minuman lah diperiksa" celetuk Adelia yang sudah ada didekat Ratu bersama Bintang dan Clara.
"Brondong loe nih, ganteng juga" sela Clara.
__ADS_1
"Bentar deh, wajahnya mirip si Daniel ya" sahut Bintang. Adelia dan Clara baru menyadari hal itu, merekapun setuju dengan pendapat Bintang, wajah Neil memang mirip Daniel.
"Namanya Neil, gak usah salaman" sentak Ratu ketika ketiga temannya mengulurkan tangan pada Neil. "Kamu duduk gih, kalau ketemu mereka jangan mau diajak salaman oke" pinta Ratu lalu mendorong Neil untuk kembali ke tempatnya.
"Ada apa?" Tanya Ratu pada ketiga wanita yang menghampirinya itu.
"Loe balikan sama Bilal? Loe sama Hera gak bisa baikan lagi apa? Ya kita tahu sih Hera emang keterlaluan, tapi kan loe punya hati yang besar. Secara loe adalah Ratu" oceh Bintang.
Belum saja Ratu sempat menjawab, para senior sudah memanggilnya, "Ratu, loe serius ada alkohol? Semuanya aman kok"
Ratu melempar botol ditangannya, menyuruh senior itu untuk mengeceknya sendiri. "Oh iya yang ini alkohol" ujar senior itu.
"Tunggu, sialan, jadi dia benar-benar mau bikin Neil mabuk?" Gumam Ratu.
Ratu yang sudah diselimuti amarah berjalan menuju tempat Argam duduk. Ia ingin menyeret Argam dan memukuli dirinya, beraninya ia mencoba bermain dengan milik Ratu.
"Ratu, Ratu"
"Hei mau kemana loe"
Para senior melihat Ratu seperti kerasukan setan, ia berjalan tergesa sembari mengepalkan tangannya. Hanya tinggal sedikit lagi ia bisa meraih Argam, namun teman-temannya menghentikan dirinya.
"Dia mau kasih itu ke Neil" bentak Ratu tak bisa menahan amarahnya. Ia berusaha memberontak, tetapi para anggota SS segera menyeretnya keluar aula.
"Yaahh, cowok sialan loe, awas aja kalau loe berani sekali lagi nyentuh dia, gue habisin loe" teriak Ratu kesal.
"Maaf atas kejadian ini, jangan hiraukan dia. Kita lanjutkan saja acaranya" ucap Bilal mengambil alih perhatian para murid.
Ratu terus mengomel tak karuan, ia berusaha pergi untuk meminta penjelasan pada Argam. Namun teman-temannya melarang dan meminta Ratu untuk mengikuti pelajaran di kelas saja.
"Buat ulah apa lagi loe?" Celetuk Bela penasaran.
"Ada cowok sialan mau kasih alkohol ke Neil, ya gue gak bisa diem aja dong. Gimana kalau nanti Neil mabuk? Kan dia belum pernah minum, kalau dia kenapa-kenapa gimana? Gue gak mau.." ocehan Ratu terpotong kala Geya menyumpal mulutnya dengan gumpalan kertas.
"Udah-udah kan itu acara penting, loe juga tuan rumah. Loe mah gak lihat situasi, anak orang tuh" nasihat Bela menenangkan Ratu.
Ratu memilih diam dan mengikuti pelajaran dengan seksama. Namun hati dan pikirannya masih berharap jika tidak ada lagi yang mencoba mendekati Neil dengan niat jahat.
__ADS_1
Acara di aula berjalan cukup lama hingga sore hari, mereka begitu asik membicarakan kegiatan-kegiatan. Hanya asik untuk anak kelas satu dan dua, sebab untuk kelas tiga, hanya para panitia dan yang ingin ikut saja.
Ratu sudah menunggu cukup lama, acara itu bahkan lebih lama dari jam sekolah SM. Ia duduk diatas mobilnya, mengenakan kacamata hitam dan topi fiddler cap hitam yang ujungnya dibalik ke belakang.
Para junior yang baru saja keluar gedung, terkejut bukan main, Ratu selalu saja melakukan hal yang aneh. Mereka hanya menatap sekilas lalu mengalihkan pandangan ke arah lain, sambil berbincang betapa Ratu sangat suka mencari perhatian.
"Kak, ngapain loe? Gue main kerumah loe ya, kangen nih sama Tania" teriak Raja yang berjalan mendekati Ratu.
"Kamu ngapain? Mau nakutin siapa duduk sana?" Ucap Neil yang baru saja keluar bersama teman-temannya. Neil melambaikan tangan pada Ratu memintanya untuk turun.
"Kalian dekat?" Sela Raja yang masih baru dengan pemandangan ini.
"Dekat banget Ja, si Neil sampai nangis-nangis" sahut Liam mengejek. Raja menahan tawanya mendengar hal itu, karena itu bukan hal baru untuknya. Ia tahu benar, Ratu memang suka bergonta-ganti pacar karena Ratu dasarnya mudah menyukai seseorang.
"Emh.. gendong dong, turunin" pinta Ratu dengan nada manja. Ia melirik Desi yang baru saja keluar bersama teman-temannya. Ia masih kesal mengingat hal itu.
"Neilll" rengek Ratu layaknya anak kecil. Ia berusaha keras membuat Desi menatap dirinya dan Neil.
"Kamu kenapa? Jadi kayak bocil gini" Tanya Neil bingung. Walau begitu ia tetap menggendong Ratu dan menurunkannya dari atas mobil.
Mata Ratu terus menatap Desi dari balik kacamata hitamnya. Memaki-maki gadis itu tanpa sebab yang jelas dalam hatinya.
"Neil, aku pulang dulu ya, sampai ketemu lagi" pamit Desi dengan centil. Ia menepuk pundak Neil lalu pergi seraya bergosip dengan temannya.
"Aish, cewek sialan itu" umpat Ratu seraya membersihkan pundak Neil. Ia lalu mengomel, meminta Neil agar tidak dekat dengannya apalagi bersentuhan dengan Desi.
"Emangnya kenapa? Loe cemburu?" Tanya Raja memancing.
"Ya iyalah, gitu aja pakai ditanya. Gue kan..." jawaban Ratu tak selesai sebab ia menyadari jika Raja sedang menggodanya.
"Ap.. apa'an, dah ah gue mau pulang" sambungnya dengan gugup.
......***Jangan lupa mampir di ceritaku yang lain ya, Lebih Berwarna dan Suami Pilihan Papa.........
...Terimakasih sudah membaca......
...lope lope Kakak...🥰🥰***...
__ADS_1