Because I'M Ratu

Because I'M Ratu
BIR - 79


__ADS_3

Setelah acara usai, Ratu berjalan menghampiri Neil, ia mengajak kekasihnya itu untuk pergi ke suatu tempat. Ratu sudah sangat hafal daerah ini, sebab acara sekolah memang selalu diadakan disana setiap semester.


"Kita mau kemana?" Tanya Neil yang tidak tahu kemana Ratu membawanya pergi.


Sebuah tempat paling indah, tempat dimana mereka bisa melihat bintang bertaburan. Ratu selalu disana saat malam tiba, hanya untuk sekadar merokok seorang diri.


Ratu meminta Neil untuk duduk, dan dia duduk dalam dekapan kekasihnya. Melingkarkan tangan Neil pada tubuhnya. Ia lelah dengan semuanya, rasanya Ratu tak tahu apa yang sebenarnya ia cari selama ini. Kebenaran dibalik kematian orang yang ia cintai.


Neil memandangi wajah kekasihnya itu, lagi-lagi raut wajah sedih Ratu terlihat. Pemuda itu itu semakin mendekap Ratu, meletakkan dagunya di bahu sang kekasih.


"Aku ada disini sayang, kamu bisa menjadikan aku tempat untuk bercerita" ujar Neil.


Gadis itu menatap mata Neil sejenak, lalu mendorongnya untuk berbaring. Kini Ratu sudah berada diatas Neil, dengan senyuman nakal, ia mengelus-elus pipi pemuda itu. Hanya sebentar, sebelum Neil merubah posisi mereka.


"Tidak lagi, aku yang akan memulai semuanya" bisik Neil kemudian mengecup pipi Ratu.


Neil mulai mendekatkan wajahnya, tetapi Ratu malah meniup wajah Neil agar menjauh. "Gak modal banget kamu, main di semak-semak. Ayo pergi" ucap Ratu bangkit dari tidurnya.


Ratu menarik tangan Neil untuk segera pergi, sedangkan pemuda itu mengikuti Ratu sambil menggerutu kesal. Itu terlalu singkat untuk menghabiskan waktu bersama.


"Lal, loe harus nikahin gue" teriak Hera.


"Gila loe, gugurin aja tuh anak" balas Bilal.


"Tapi ini anak kita, gue cinta sama loe Lal"


"Her, gue cintanya sama Ratu. Lagian, ini adalah kesalahan, kita sama-sama mabukkan waktu itu"


Plakkkk.....


Hera menampar Bilal dengan sangat keras. Mabuk ataupun tidak, Bilal sudah merenggut kesuciannya. Pemuda itu sudah menanamkan benih disana. Bagaimana bisa itu dikatakan kesalahan jika mereka melakukannya lebih dari satu kali? Kesalahan macam apa yang diulang berkali-kali.

__ADS_1


Hera dan Bilal masih berdebat masalah anak mereka, dengan Neil dan Ratu yang sedang menguping. Neil terkejut mengetahui Hera hamil, ia mulai menerka, jika yang Ratu bicarakan mengenai kehamilan adalah Hera.


Ratu merasa bersalah pada Hera, walau ini bukan kesalahannya, tetapi Bilal masih tergila-gila pada sosok Ratu. Ia pun mulai memutar otak, mencari cara agar Bilal sadar jika ia tak memiliki posisi lagi dalam kehidupan Ratu.


"Neil, mari bermain disini" pinta Ratu seraya menarik Neil kehadapannya. Ia melingkarkan tangannya pada leher Neil, lalu mulai melu mat bibir pemuda itu. Neil juga membalas perlakuan Ratu padanya.


"Aaahhh" desa h Ratu keras kala Neil bermain dilehernya. Ia berusaha memancing Hera dan Bilal agar melihat. Tetapi Neil terbawa suasana, tangan nakalnya bahkan sudah berada di dalam baju Ratu, melepas kaitan pakaian dal am gadis itu.


"Neil, tunggu, aa... aaahhh" ucap Ratu terbata-bata.


Sial, sentuhannya membuatku terlena, batin Ratu.


Bbuukkkk.....


Neil tersungkur kala Bilal memukul wajahnya. Tentu saja pemuda itu tak akan bisa menahan amarah ketika melihat gadis yang ia cintai sedang bermain dengan pria lain.


"Kamu gak apa-apa Ratu? Apa dia selalu kurang ajar padamu?" Tanya Bilal. Ia memandangi Ratu yang tengah mengaitkan kembali pakaiannya.


Bilal masih terdiam disana, memandangi semua yang terjadi. Hingga Ratu dan Neil berlalu dari hadapannya, ia masih terpaku menatap kepergian Ratu.


"Neil sialan, beraninya loe rebut Ratu dari gue" gumam Bilal kesal.


"Karena Ratu gak pantes dapat cowok brengsek kayak loe Lal" bentak Hera. Ia lalu pergi meninggalkan Bilal sendiri.


Disisi lain, Ratu dan Neil tengah berjalan menuju asrama para pria. Ratu kembali terdiam, ditemani hujan yang turun tiba-tiba. Gadis itu pikir, Daniel disana pasti sedang sedih, sebab wanita yang dicintainya juga bersedih.


Menyakitkan, hujan selalu turun disaat Ratu memiliki kebencian untuk Daniel. Ia menyalahkan Daniel atas semua yang terjadi. Jika saja Daniel tidak pergi dari dirinya, mungkin Ratu tidak akan segila ini.


"Aku suka hujan Neil, aku suka hujan" ucap Ratu yang sudah berdiri dibawah rintikan hujan. Ia membentangkan tangan merasakan setiap tetesan yang jatuh di tubuhnya. Dengan mata terpejam, ah, wajah pemuda bodoh itu teringat dalam memorinya. Senyuman manis Daniel.


Neil menarik Ratu untuk berteduh, hujan-hujanan dimalam hari hanya akan membuat gadis itu terserang flu.

__ADS_1


Tawa Ratu kembali terlihat, tubuhnya sudah basah kuyup. Neil melepas jaketnya, memakaikan jaket itu pada Ratu. Mata mereka saling bertemu, dan senyuman kembali terukir dibibir keduanya.


Sembari menunggu hujan reda, Ratu duduk dan bersenandung ria. Ia kembali menatap Bilal dan Hera yang berseberangan dengan mereka. Sebelum Neil tiba dan menghalangi pandangannya.


"Sayang" panggil Neil. Ia menaruh kedua tangan Ratu dibahunya.


Setelah berpandangan beberapa detik, mereka saling berciuman. Tak peduli bahkan jika Bilal dan Hera menatap mereka. Neil tahu jika Ratu kini adalah miliknya. Dinginnya hujan dan angin malam, semakin membuat mereka berdua terlena. Hingga suara petir menyambar, usai sudah ciuman manis itu.


Ratu menempelkan dahinya pada dahi Neil, mereka kembali tertawa tanpa alasan.


"Kamu sekarang milikku" ucap Neil.


"Kau memang pria kecilku yang manis Neil"


"Tidak, aku sekarang pacarmu"


"Iya sayangku, I love you too Neil" ujar Ratu seraya memeluk Neil.


"Apa yang kalian lakukan disini? Basah-basahan pula, sambil pelukan, ckckck" sahut salah seorang panitia dari sekolah lain.


Ratu melepaskan pelukannya, lalu menoleh menatap pemuda yang berani mengganggu waktunya bersama Neil. Jika Neil menunduk dan meminta maaf, Ratu malah memasang wajah garang. Ia sudah siap menerkam mangsa dihadapannya.


"Ratuuuu Ratu, loe lagi loe lagi. Ngerokok ketangkep, minum ketangkep, sekarang? Malah pacaran. Sana pergi!!" bentak pemuda itu.


"Yaelah, jomblo sirik aja loe. Anterin cowok gue ke kamarnya ya, bye. Dah sayang" ucap Ratu santai. Ia lalu berjalan menuju asrama perempuan setelah menghampiri Hera yang terpaku dalam diam diseberang sana.


Mereka kembali dengan berjalan beriringan. Ratu sesekali mencium jaket Neil, aroma pemuda itu menempel disana.


"Loe gak berubah ya, masih aja nekat" celetuk Hera membuka pembicaraan.


"Karena loe gak mau gue berubah Ra. Gue masih Ratu yang dulu kok" jawab Ratu.

__ADS_1


Hera tersenyum kecil mendengar perkataan Ratu. Mungkin itu memang benar, tapi Ratu kini sudah jauh dari zona nyamannya. Ia sudah mulai melangkah ke dunia luar yang lebih liar. Terlebih Neil juga sangat nakal, ia begitu berani menyentuh Ratu tanpa persetujuan.


__ADS_2