Because I'M Ratu

Because I'M Ratu
BIR - 48


__ADS_3

Ratu, Bela dan Geya sedang nongkrong di BS. Kembali seperti sebelumnya, kedua gadis itu terus menghujani Ratu dengan rentetan pertanyaan.


"Loe itu maunya apa sih Rat? Padahal loe udah dekat banget sama Neil, kenapa harus balikan sama si Bilal?" Oceh Bela.


"Namanya juga cinta Bel" jawab Ratu singkat.


"Cinta mata loe soak, gak gak pokoknya loe harus putusin dia" sahut Bela kesal. Ia memukul-mukul lengan Ratu untuk melampiaskan kemarahannya.


"Tau loh, mending loe pacaran sama Neil. Lagian dia udah nembak loe kan tadi" timpal Geya mendukung Bela.


"Kalau gue bisa dapetin mereka berdua, kenapa harus milih salah satu" ujar Ratu dengan santai.


Bela dan Geya memukul kepala gadis itu secara bergantian. Mereka tak habis pikir dengan apa yang Ratu pikirkan. Masih saja ia mau bermain-main dengan perasaan. Padahal sudah pernah terluka karena cinta, tapi tak membuat gadis itu jerah.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Ratu terlihat menghabiskan waktu bersama Bilal setiap kali ada kesempatan. Setiap kali ada kesempatan, Ratu berusaha sebisa mungkin membuat Hera kepanasan menatap kedekatannya dengan Bilal. Hingga penilaian berakhir, dan Hera tak bisa menahan lagi amarahnya.


"Heh, cewek murahan loe" teriak Hera menjambak rambut Ratu. Ratu yang sedang duduk dikantin bersama Geya dan Bela, sontak saja saja terkejut.


"Mau loe apa sih? Kenapa loe terus usik hubungan gue sama Bilal? Kenapa loe gak bisa pergi dari hidup kami? Emangnya gak ada cowok lain didunia ini?" Cerca Hera tanpa henti. Ia benar-benar menarik rambut Ratu hingga gadis itu kesakitan.


Ratu mencengkram tangan Hera, disela rasa sakit itu, ia tersenyum miring. "Kenapa? Bukannya loe sendiri yang menciptakan cerita ini? Tentang gue dan Bilal" jelas Ratu dengan tenang.


Hera menarik tangannya kasar, hampir saja ia menampar Ratu. Tetapi Ratu berhasil menghentikan gerakan tangan Hera. Ratu mendorong Hera ketempat yang lebih luas, menyudutkannya ke dinding.


"Sialan loe, lepasin gue" bentak Hera berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman Ratu.


Ratu melepaskan Hera, membiarkan gadis itu pergi dari hadapannya. Hanya beberapa detik sebelum Ratu menjegal kaki gadis itu dan membuatnya terjatuh.


"Ashh sial, mau loe apa sih?" Ucap Hera yang terduduk dilantai.

__ADS_1


Ratu menarik kerah seragam Hera, memaksanya untuk berdiri.


Plakkk....


Tamparan keras itu sukses membuat Hera kembali terjatuh. Kini Ratu dan Hera sedang menjadi tontonan. Geya dan Bela menahan teman-teman Hera agar tak ikut campur. "Bangun loe bangsat" maki Ratu.


Hera menatap Ratu, terlihat darah disudut bibirnya karena tamparan keras itu. Tapi Ratu tak berhenti disana, dengan kejam ia mendorong bahu Hera dengan kakinya. Menginjaknya, menahan tubuh Hera agar tak bisa bangun.


Byurrrr....


Sebotol jus mengkudu sukses mencuci wajah Hera. Aroma menyengat membuat beberapa murid mundur menjauhi mereka. Ratu kembali memindahkan kakinya, kini tangan Hera yang ia injak dengan keras. "Ini balasan karena loe udah bikin adik gue nangis. Dan hadiah lainnya akan menyusul setelah loe sampai rumah" ucap Ratu diselingi senyuman megah.


"Ra, gue gak pernah ngusik loe sebelumnya. Bahkan saat loe bersama Bilal, gue udah merelakan. Tapi kenapa loe masih aja ngusik kehidupan gue?" Lirih Rana mencoba menahan amarahnya.


"Karena walau Bilal pacar gue, hatinya masih milik loe. Ratu, Ratu dan Ratu. Gue benci setiap kali dia nyebut nama loe" jawab Hera. Ia masih saja tak menunjukkan rasa bersalah.


"Terus?" Sahut Ratu.


"Gue mau loe jelasin semuanya ke adik gue. Gue mau loe ngelepas Bilal buat gue. Dan, jangan pernah loe coba-coba buat deketin Neil" jawab Ratu.


"Heh bangsat, loe pikir gue gak tau, orang suruhan loe ngikutin Neil dan teman-temannya. Cewek sialan kayak loe, cuuiih. Berani loe nyentuh milik gue, abis loe" ancam Ratu lalu pergi meninggalkan Hera. Hera sangat kesal, bahkan teman-temannya juga meninggalkan dirinya disana. Menjadi bahan cemooh dan olok-olokan para murid.


"Kan gue bilang apa, ada yang ngikutin kita, kalian gak percaya" bisik Damar pada kedua temannya.


"Kalau Kak Ratu tau, dia juga ngikutin kita dong? Neil masih ada harapan" timpal Liam.


"Kak Ratu kejam ya" celetuk Neil. Ia tak menyangka jika Ratu bisa sekejam ini. Bahkan kini tingkahnya sudah menjadi buah bibir dikalangan murid.


"Gila si Ratu"


"Kan gue bilang, iya in aja kalau dia ngomong. Mau loe kayak gitu?"

__ADS_1


"Kak Ratu kadang kelihatan baik sih"


"Baik tapi kejam, ah nakutin"


"Salah Hera juga sih, udah tau Ratu punya mainan lain, masih aja diganggu"


"Yaelah kayak loe gak tau aja, Hera kan gak pernah bisa ngalahin Ratu"


"Bego dia, milih lawan kok yang levelnya jauh diatas"


"Gue pikir Ratu udah berubah"


"Ada apa ini? Kenapa kumpul-kumpul?" Tanya Bilal yang baru saja hadir setelah pertunjukannya selesai. Bilal bersama anggota OSIS lainnya menatap keadaan sekitar kantin yang kacau balau. Mereka sekali lagi berteriak meminta penjelasan, tetapi tak ada satupun dari para murid yang menjawab. Semua murid malah bubar ke lain tempat.


Di tempat lain.......


Ratu sedang berada ditempat ia biasa merokok. Melepaskan kejenuhannya, ia tahu sebentar lagi hukuman akan datang karena masalah ini. Walau begitu, ia puas membuat Hera merasa malu. Dan, hadiah terakhirnya, akan membuat Hera semakin menderita.


Bagaimana tidak, Ratu meminta Ayahnya untuk memutuskan semua kerjasama dan semua hubungan dengan perusahaan Papa Hera. Karena Ayah begitu menyayangi Ratu, dan tentu tak terima anak gadisnya dituduh melakukan hal yang tidak-tidak. Beliau memutuskan untuk menuruti permintaan Ratu, sebagai hadiah karena telah memenangkan lomba.


"Masih sadis aja loe. Keren emang Ratu kita" celetuk Bela.


"Because you are the queen" imbuh Geya.


"Yes, Because I'm Ratu" sahut Ratu dengan tawa megahnya. Ia kembali menghisap rokok ditangannya, mengeluarkan kepulan asap dari bibirnya.


Bela menceritakan apa yang terjadi setelah Ratu pergi. Cemooh dan makian yang Hera dapatkan. Serta Bilal dan para pengurus OSIS yang sedang mencari dalam dari semua kerumunan. Geya yakin jika Ratu tidak akan lolos walau sang kekasih adalah Ketua OSIS.


"Iye, gue tau, makanya gue disini. Sebelum dihukum ngerokok dulu lah" ucap Ratu santai. Ia begitu menikmati kehidupannya. Seakan separuh beban hidupnya telah hilang.


"Oh iya, mainan kecil gue gimana? Kaget pasti dia, aaah gue pingin lihat wajahnya, pasti gemesin banget" imbuh Ratu.

__ADS_1


"Iya, dia bilang kalau loe kejam. Hahahahah, wajahnya asli, loe pasti seneng lihat dia kayak gitu" balas Bela menceritakan tentang Neil. Ratu memang menyukai wajah terkejut Neil, baginya itu sangat manis dan lucu.


__ADS_2