Bertukar Identitas

Bertukar Identitas
Hey Copet! Terimakasih


__ADS_3

Malam itu Aya tengah berbaring di ranjang kecilnya menatap langit-langit kamar. Matanya tampak sembab karena sering menangis, wajahnya pun pucat karena kurang istirahat.


Cika dan Mita sering menanyakan keadaan Aya yang berubah dari yang biasanya ceria jadi sering murung. Dan hanya dijawab Aya kalau ia rindu kedua orang tuanya. Entah kenapa akhir-akhir ini Asher jadi lebih sering menghubunginya. Aya berfikir mungkinkah ada ikatan batin antara keduanya hingga sepertinya Asher tau kesedihan Aya. Sedangkan Ima lebih jarang menghubungi Aya karena kesibukannya yang sudah mulai praktek.


Seperti malam ini, Asher tengah menelfon Aya. " Gimana keputusanmu? Waktunya tinggal besok!" Asher mengingatkan.


"Iya aku tahu.... Kamu tu nagih-nagih terus, udah mirip rentenir aja."


"Emang Iya ...aku tu rentenir paling ganteng kalau mau tau," jawab Asher cepat.


"Kayaknya sakit narsismu kambuh? Udah lama sepertinya kamu gak kena timpuk," ujar Aya sambil tertawa kecil.


"Gitu dong ketawa... Jangan nangis terus."


"Tau dari mana aku sering nangis, aku di sini seneng-seneng aja kok." Aya berbohong.


"Firasat.....kita kan dulu satu plasenta jadi aku bisa ngerasain apa yang kamu rasain," Kekeh Asher.


"Kita itu gak kembar identik O'on, kita itu beda plasenta," jelas Aya.


"Wah...kayaknya udah pinter sekarang, padahal yang tadi itu aku cuma ngetes."


"Aku tu, dari dulu udah pinter, kamu aja yang pura-pura gak tau!" Sahut Aya tidak terima.


"Kalau kamu pinter kenapa kuliah gak ngambil program akselerasi aja?" Tanya Asher mulai memancing Aya.


"Gimana mau ngambil program akselerasi, kuliahku yang sekarang aja seperti di neraka." Ceplos Aya, kemudian diam beberapa saat hingga tak terasa air matanya mulai mengalir, dan tangisan yang dari tadi di tahananya akhinya pecah.


Asher yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas, "Kita pulang lusa, besok kan weekend kamu habiskan hari terakhirmu di sana," Usul Asher.


"Iya Sher," jawab Aya masih sesenggukan, "Maaf selalu menyusahkan mu." Kemudian Aya menutup teleponnya dan merebahkan diri.


Terdengar sayup-sayup suara musik dari kamar sebelah. Lebih tepatnya kamar Mita, Mita sedang memutar sebuah Lagu yang berjudul "Surrender" yang dipopulerkan Natalie Taylor.


Whenever you're ready, whenever you're ready


(Kapanpun kau siap, kapanpun kau siap)


Whenever you're ready, whenever you're ready


(Kapanpun kau siap, kapanpun kau siap)


Can we, can we surrender?


(Bisakah, bisakah kita menyerah?)


Can we, can we surrender?


(Bisakah, bisakah kita menyerah?)


I surrender


(Aku menyerah)


"Memang sudah saatnya aku menyerah dan kembali ke sangkarku lagi." Batin Aya kemudian memejamkan matanya, lagu itu mengantarkan Aya masuk ke alam mimpi.


***

__ADS_1


Di rumah, Alan nampak sedang berbicara dengan seseorang lewat sambungan telepon, "Bagaimana hasilnya?"


"Sudah saya konfirmasi ternyata dia bukan anak pak Suhendra, pak Suhendra hanya punya satu istri dan anda tau sendiri siapa anak-anaknya." Jawab seorang pria dari seberang telepon.


"Terus siapa dia?" Tanya Alan.


"Saya hanya dapat informasi kalau dia dari Jakarta, karena saat kami sedang mengikutinya kami di hadang beberapa orang berbadan besar."


Alan lalu menutup teleponnya karena terdengar suara ketukan pintu.


"Al, tadi Lila kesini lagi nyariin kamu," ujar sang Mama setelah masuk kedalam kamar Alan.


"Ngapain dia kesini? mau bujuk aku masuk kuliah lagi? Atau....buat maafin temen cowoknya itu?!" Alan mendengus kesal.


"Al...gak ada salahnya kan saling memafkan? Apa kamu masih suka sama Lila sehingga kamu gak mau maafin temen?" Tanya Anita ibu Alan.


"Ma..... Alan capek ,mau istirahat." Sahut Alan sambil merebahkan dirinya di ranjang dan memejamkan matanya.


Setelah kepergian sang ibu, Alan membuka matanya lagi diam dengan tatapan kosong ,"Siapa sebenarnya dia, kenapa dia bisa membuat seorang rektor angkuh itu bertekuk lutut," batinnya.


***


Ting! Ting! Ting!


Terdengar suara pesan masuk, dan langsung membuat Aya terbangun dari tidurnya. Dengan mata yang setengah terbuka Ia mengambil handphonenya."siapa sih pagi-pagi kirim pesan?"gumamnya.


Dilihatnya ada tiga pesan dari Asher, yang pertama: "Bagun woy udah pagi!"


Pesan Kedua: "Hidup tu musti semangat! Nih ku kasih vitamin"


Pesan ketiga: berisikan Sebuah video pendek berisi sebuah lagu yang berjudul "I am the Best" yang dibawakan CL salah satu anggota Girls group Korea 2NE1 saat perform di Olympic.


Entah kenapa tiba-tiba setelah melihat video itu mood Aya menjadi lebih baik. Diputarnya Video itu berulang kali bahkan Aya ikut bernyanyi sambil joget ala dance profesional.


Je je jeil jal naga (Pa pa paling hebat) Teriaknya kencang.


Bam Ratatata Tatatatata


Bam Ratatata Tatatatata.........


Hingga tak terasa peluhnya sudah bercucuran. "Joget kayak gini,ternyata sama kayak olahraga" gumamnya.


Aya keluar dari kamarnya dengan mengalungkan handuk di leher. Ia bermaksud mengajak Cika dan Mita jalan-jalan sebelum ia kembali ke Jakarta. Tapi ternyata mereka sudah pergi, Aya baru ingat kalau sebelumnya mereka sudah berpamitan, Cika mau pulang kerumah sedangkan Mita ada kegiatan tambahan di universitasnya.


Setelah mandi Aya mempaking baju-bajunya, di lihatnya rambut dan kumis palsu yang biasanya ia pakai saat kuliah, ah mungkin setelah ini ia tidak akan memakainya lagi begitu pikirnya jadi ia bermaksud memakainya untuk yang terakhir kali.


***


"Al, kamu tunggu di sini dulu Mama mau beli sesuatu sebentar." Ujar Anita.


Alan menyandarkan badannya di samping mobil sambil memainkan handphone, sore itu matahari tampak terik dan membuat tenggorokannya terasa kering. Saat mau melangkah untuk membeli air mineral, seseorang berlari tanpa sengaja menyenggol bahunya.


"Berhenti kau Copeeeet!" Teriak seorang pemuda yang berlari melewati Alan dan mengejar seseorang yang sempat menyenggol bahu Alan.


Alan diam sesaat, sepertinya ia kenal dengan sosok orang yang mengejar pencopet itu. Tiba-tiba seseorang menepuk punggung Alan. "Al...tas ibu baru saja kecopetan," ujar Anita ibu Alan yang tampak begitu panik.


Seketika Alan langsung berlari ikut mengejar pencopet. Dari jauh tampak pemuda yang ternyata adalah Aya yang tadi mengejar pencopet terdesak karena terkepung oleh pencopet dan gerombolan nya.

__ADS_1


"Beraninya kalian main keroyok....hayo kalau berani satu lawan satu!" Bentak Aya sambil memasang kuda-kuda.


Alan yang melihat pertarungan tidak seimbang itu langsung berdiri di belakang Aya.


Aya melirik Alan sekilas, "ngapain loe ikut-ikutan?"


"Yang mereka copet itu tas Mamaku!" jawab Alan.


"Oke, loe ngelawan yang bertumbuh besar itu, dan yang dua orang biar gue yang urus." Tunjuk Aya.


"Sanggup?" Cibir Alan. Aya hanya menjentikkan jarinya.


Aya langsung menghajar dua orang di hadapannya. Hingga dua orang itu kewalahan. Sesekali Alan melirik pertarungan Aya sambil masih menghajar satu orang di depannya. Alan tidak percaya Aya dengan begitu mudahnya melumpuhkan dua orang sekaligus, Aya tampak sangat menguasai beladiri, terlihat dari kuda-kudanya hingga caranya bertarung.


Akhirnya pertarungan itu di menangkan oleh Aya dan Alan, tiga gerombolan pencopet itu menyerah dan lari terbirit-birit.


Bu Anita menghampiri Aya.


"Terimakasih ya nak sudah membantu ibu." Ujar bu Anita setelah menerima tas dari tangan Aya.


"Sama-sama Bu." Aya tersenyum kemudian mengganguk.


Saat Alan mengajak ibunya untuk pergi, Aya langsung menghentikan langkah mereka. "Al...gue boleh bicara sebentar sama loe?" Alan hanya melirik.


"Sebentar aja Al," Aya menatap Alan dengan penuh harap.


Anita menatap putranya "Al, Anak ini sudah menolong ibu setidaknya berikan dia waktu untuk bicara padamu, ibu mohon."


Alan sedikit tercengang, tidak biasa ibunya memohon untuk seseorang yang baru ia kenal. "Mama tadi janjian sama Bu Desi, beliau sudah ada di dekat sini, biar ibu pulang sama Bu Desi." Usul Anita.


"Alan anterin Mama ke Bu Desi dulu," sahut Alan, kemudian Alan menyuruh Aya tetap disitu dan kemudian mengantarkan ibunya,ia ingin memastikan kalau ibunya tidak berbohong, dan benar-benar pulang bersama Bu Desi.


Saat Alan berjalan menuju tempat Aya menunggu di lihatnya Aya sedang berbicara dengan seorang wanita tua yang sedang membawa daun pisang digendongannya, Aya membeli semua daun pisang milik wanita tua itu kemudian Aya tersenyum dan melambaikan tangannya mengantar kepergian si wanita tua.


Alan mendekati Aya yang masih berdiri mematung melihat kepergian si nenek.Ia kemudian menyodorkan air mineral di tangannya pada Aya.


Kini dua orang itu sudah duduk di taman kecil yang ada pinggiran jalan, masih diam dengan pikiran mereka masing-masing.


"Buat apa kamu beli daun pisang sebanyak itu?" Alan memecah keheningan.


Aya menoleh sebentar ke arah Alan "Entahlah, gue cuma kasian sama nenek itu, Panas-panas gini masih jualan belum juga laku, ya gue borong aja biar bisa cepet pulang."


Tidak ada tanggapan dari Alan membuat suasananya menjadi hening, "Gue mau minta maaf ke elo Al, maafin gue sudah menghina elo.... gue yang salah menilai elo." Alan masih tetap diam.


"Ini manusia salju kenapa diem aja, ngomong kek gitu." Batin Aya dalam hati. "Oke biarkan saja dia, kalau gitu biar aku aja yang ngomong daripada aku ketularan jadi manusia salju juga" batinnya lagi.


"Gue malu banget sama diri gue sendiri, gue pernah bilang sama seseorang, Jangan pernah melihat seseorang hanya dari luarnya saja............... tapi pahamilah dia, rasakan apa yang dia rasakan, cobalah berada di posisinya. Tapi gue sendiri malah gak bisa ngelakuin itu."


"Udah ngomongnya?" Sahut Alan cepat kemudian berdiri.


"Gila nie cowok, pengen banget gue timpuk," gumam Aya dalam hati.


Saat Alan hendak pergi Aya menghentikannya "Al... Gue harap loe bisa maafin gue sebelum gue pergi."


Alan menoleh menatap Aya sambil mengerutkan keningnya. "Gue mohon loe mau masuk kuliah lagi, asal loe tahu seluruh kampus sayang banget sama loe, mereka kangen sama loe, gue janji loe gak bakal liat muka gue lagi." Aya diam sesaat.


"Sepertinya sebelum aku pergi, aku harus bilang terima kasih pada pencopet yang tadi," batin Aya Sambil tersenyum

__ADS_1


Bersambung......


terimakasih sudah mampir di tulisan saya, semoga bisa menghibur. jangan lupa tinggalkan like dan komen


__ADS_2