
"Tidak! aku tidak pernah setuju!" Bentak Mita.
Asher menyalakan audio di mobil yang kelihatannya sudah tersambung dengan handphone miliknya, yang entah kemana ia sembunyikan.
Terdengar suara percakapan seseorang dari audio itu. Dan Mita mengenal suara itu karena memang itu adalah suara miliknya.
"Iya benar, dia adalah pacarku...aku tidak berbohong, bukankah kau sangat mengenalku."
"Itu..! kamu sudah mengakuinya sendiri. Artinya yang tadi itu nyata bukan kebohongan apalagi sandiwara." Asher kini mulai menyalakan mesinnya.
"Gakkk! Aku gak mau jadi pacarmu, Cepat hapus rekaman itu sekarang juga!" Mita mulai geram.
"Kalau aku gak mau gimana? aku bisa memutar rekaman ini di pengeras suara kampus kalau kamu mau."
Mita tampak mengepalkan tangannya, "Ternyata kau sama saja seperti mereka, menggunakan cara licik untuk mendapatkan apa yang kamu mau." Desisnya.
Tentu saja Asher tidak terima disamakan dengan mantan sahabat dan mantan kekasih Mita, ia sangat tahu karena ia mendengar semua percakapan mereka. Asher cukup cerdas memahami peristiwa apa yang mungkin terjadi di masa lalu mereka. Apalagi saat akan pulang tadi Mita sempat mengatakan sesuatu yang membuat Asher semakin yakin dengan dugaannya.
"Aku gak sama dengan mereka! .....Oke gimana kalau kita bikin kesepakatan? ijinkan aku jadi pacarmu selama satu Minggu, jika aku berhasil bikin kamu jatuh cinta maka status kita tetap berpacaran, jika sebaliknya aku akan melepaskanmu bahkan jika kau tidak mau melihat wajahku,aku akan pergi dari hidupmu." Asher memberikan tawaran yang sangat menggiurkan menurut Mita.
"Oke deal!" Mita bersalam dengan Asher mantap.
"Sebelumnya aku punya hadiah kecil untukmu." Asher memberikan tablet yang ada di dasbor mobilnya pada Mita yang langsung menerimanya.
Asher menunjuk satu video yang ada di sana. Mita langsung terbelalak saat melihat isi dari rekaman itu. Dia bisa melihat dengan jelas Bella dan Diego di sana tengah menunduk dengan pundak bergetar, Mita tau apa yang terjadi pada mereka, ia juga mendengar gumaman Bella yang penuh dengan penyesalan di sela-sela tangisnya.
Tak bisa Mita cegah air matanya pun ikut luluh di sela-sela melihat video itu. Tidak bisa dipungkiri Bella pernah ada di dalam kehidupannya mengukir kisah bahagia sebagai sahabat baiknya. Walaupun sudah di hancurkan oleh obsesinya terhadap Diego. Mita sama sekali tidak dendam terhadapnya. Ia sudah memaafkan bahkan mengikhlaskan Diego untuk sahabatnya itu.
Saat mobil Asher berhenti di traffic light perlahan ia merengkuh tubuh Mita yang Terus bergetar ke dalam pelukannya. Wanita itu tidak menolak sama sekali.
"Sepertinya belum satu Minggu kamu sudah jatuh cinta padaku." Ujar Asher yang langsung membuat Mita benar-benar sadar dengan posisinya saat ini.
"Aawww.... sakit Mita!"
Asher masuk ke dalam apartemen dengan wajah penuh kebahagiaan bahkan ia sekarang sedang bersenandung ria setelah mengantarkan Mita pulang.
Usai mandi ia merebahkan diri di kasur king size miliknya. Di ambilnya Ponsel yang tergeletak di atas nakas.
"Hallo sayang, kamu udah tidur?"
"Sayang palanmu peang!... Udah malam ganggu aja orang mau tidur!"
Tut...
Asher melihat layar ponselnya yang baru saja ditutup secara sepihak. Bukannya marah ia malah terlihat senang, umpatan dan cacian yang baru saja ia terima seolah adalah suatu ungkapan cinta.
Mita, awalnya Asher mendekatinya hanya karena penasaran, Siapa yang tidak penasaran jika seorang Asher yang biasanya digilai wanita justru di tolak mentah-mentah oleh gadis manis. Setelah dirinya patah hati karena Ima, wanita yang sejak kecil ia sukai ternyata mencintai orang lain dan bahkan pacaran dengannya walaupun sih sekarang mereka sudah putus. Membuat seorang Asher Mirza Narendra mencari pelarian, sungguh jahat memang menjadikan Mita hanya sebagai pelarian, itulah tujuan awalnya. Tapi sekarang sungguh sangat berbeda. Setelah lebih mengenal Mita Asher menyadari, di balik sikap cuek, judes dengan raut wajah datarnya terdapat banyak luka di dalamnya. Di balik dinding kokoh itu terdapat gadis manis yang meringkuk sambil menangis sendirian. Ia menjadi sangat ingin melindunginya. Mengangkat wajahnya dan menyeka air matanya. Membuat ia bangkit sedikit demi sedikit.
"Sepertinya aku harus memastikan perasaanku lebih dulu." Gumam Asher. Ia mengetikkan sesuatu di ponselnya.
Asher: Bisa kita ketemu besok malam?
__ADS_1
Ting!
Ima: oke, aku juga ingin menanyakan sesuatu padamu.
***
Persiapan Pentas Seni pagi ini sudah selesai seratus persen. Acara akan dimulai sekitar jam sepuluh pagi. Sudah banyak mahasiswa yang berbondong-bondong datang pagi-pagi sekali. Untuk yang akan tampil mempersiapkan diri. Tadi malam sudah dilakukan gladi resik.
Mobil sport warna merah memasuki halaman parkiran disusul mobil hitam dibelakangnya. Tiba-tiba semua mata tertuju pada sosok yang keluar dari mobil hitam bukan malah yang ada di mobil merah karena tentu mereka sudah tahu siapa yang ada di mobil itu.
Sosok gadis cantik berambut hitam kecoklatan dengan kulit putih. Membuat semua orang terpana tapi mereka dikejutkan dengan sosok yang keluar setelahnya. Putra mahkota kampus mereka yang sekarang sedikit kesusahan saat akan keluar dari mobil. Buru-buru Gadis cantik itu membantu Putra Mahkota kampus yang tidak lain adalah Alan bisa berdiri dengan bantuan kruk miliknya.
Semua orang tahu kalau ketua BEM sekaligus ketua panitia acara mengalami kecelakaan hingga menyerahkan tugasnya pada wakilnya Romi. Mereka tidak terlalu paham dengan kondisi lelaki tampan itu. Tapi syukurlah setidaknya ia bisa menghadiri acara yang ia cetuskan bahkan sekarang lelaki itu menggandeng gadis cantik, sungguh tidak bisa disangka-sangka.
"Sher bagaimana persiapannya?" Tanya Alan sambil berjalan menuju belakang panggung.
"Beres lah, itu sih kecil buat aku." Jawabnya congkak.
Aya dan Mita memutar bola matanya jengah. Sedangkan Alan hanyah mendengus pelan. Karena ia tahu kalau bukan karena Asher tentu acaranya tidak akan berjalan sesuai keinginannya.
Setelah mereka masuk, Alan langsung di serbu beberapa orang, menanyakan keadaannya, kabarnya dan masih banyak lagi. Sampai pertanyaan yang menurutnya tidak penting dan malah membuatnya sedikit kesal seperti sekarang.
"Wih ada cewek cantik, siapa ni Bro, Sepupu kamu ya?"
"Sepertinya bukan, pasti ini artis yang nanti juga bakal tampil ya Al?"
"Denger baik-baik ya kalian semua, dia itu pacarku, jangan ada yang berani deketin! Awas saja!" Tiba-tiba jiwa kepemimpinannya muncul dan langsung membuat semuanya terdiam.
"Hey jaga omonganmu ya!" Sekarang bukan Alan yang marah tapi giliran Asher.
"Udah Sher!"Sahut Aya keceplosan. Ia pun langsung menutup mulutnya.
"Oh iya, ngomong-ngomong mana si Asher kok belum datang? Nanti kalau kita laper gimana?"
"Dia gak bisa dateng katanya ada urusan penting dan gak bisa ditinggal....nanti bakal ada yang nganter makannya ke sini." Alan menjawab.
"Pasti dia marah tu gara-gara gak kamu kasih izin buat tampil, kenapa sih Al kayak posesif banget kamu sama dia? Aku kira kalian bakal balikan lagi." Ujar Toni Salah panitia sambil tertawa, ia hanya bermaksud bercanda.
"Omong apa barusan? Mau tongkat ini melayang di kepalamu?!" Sahut Alan cepat ia kini menaikkan tongkat kruk miliknya. Seketika Toni langsung menghentikan tawanya.
Sedangkan Asher, wajahnya sudah memerah bukan karena malu tapi menahan amarah yang rasanya sudah sampai di ubun-ubun, bisa-bisanya ia dipasangkan dengan Alan, dia kan masih normal. Mita dan Aya menahan tawa saat melihat reaksi dua pria tampan itu.
Acara pun dimulai dengan dipandu dua pembawa acara yang cukup kocak hingga mengundang gelak tawa.
Alan, Aya beserta beberapa panitia melihat jalannya acara lewat layar televisi di belakang panggung. Seringkali Aya mengintip dan kembali lagi duduk, seperti tidak tenang.
"Kenapa sayang? aku lihat dari tadi kamu mondar-mandir." Akhirnya Alan mengungkapkan rasa penasarannya.
"Aku pengen lihat acaranya dari dekat, seumur hidup aku kan belum pernah apalagi acaranya di kampus aku sendiri." Lirihnya dengan raut wajah sedih.
"Yuk aku temenin."
__ADS_1
"Gak usah! Kamu kan gak bisa berdiri lama. Lagipula disana rame banget kalau kamu kenapa-kenapa gimana?"
"Lha itu kamu tahu, aku juga takut kamu kenapa-kenapa, udah di sini aja!" Alan menarik tangan Aya untuk kembali duduk.
Asher yang juga duduk di sebelah mereka tentu mendengar perdebatan sepasang kekasih itu. Ia terlihat menelfon seseorang. Selang beberapa menit ada dua pria tinggi besar masuk.
Aya terbelalak melihat dua laki-laki itu. "Ben?...Carlos?" Aya diam sesaat. "Kangen!!.." teriaknya sambil merentangkan kedua tangannya hendak memberi pelukan tapi langsung di cegah Alan.
"Siapa mereka?!" Tanya Alan tidak sabaran.
Asher yang melihat tingkah Alan memutar bola matanya jengah. "Mereka berdua ini penjaga dia, alias bodyguardnya Aya dari orok sampai sekarang."
Akhirnya Alan bisa bernafas lega dan membiarkan Aya menghampiri dua orang itu tentu dengan ultimatum tidak boleh berpelukan apalagi cipika-cipiki.
"Kalian gak kangen sama aku?" Tanya Aya manja, kembali lagi seperti Nona mudah kaya.
"Maaf.... Tidak Nona, karena memang selama ini kami selalu ada di sekitar anda."
Mendengar itu Aya langsung menatap tajam ke arah Asher yang langsung membuang muka pura-pura tidak tahu.
Akhirnya sekarang Aya sudah ada di tengah-tengah kerumunan penonton tepat di depan panggung, walaupun banyak yang protes karena tempat mereka diambil bahkan kena senggol tidak ada yang berani bersuara karena keberadaan dua pengawal itu.
Pentas seni dengan tajuk Jadul vs Melenial itu sungguh heboh dan meriah. Mulai dari lagu Nike Ardila, Iwan fals, Bon Jovi, Westlife sampai Linkin Park dibawakan oleh para mahasiswa mewakili jurusannya dengan tema lagu Jadul. Sedangkan untuk lagu Melenial ada lagu-lagu yang berasal dari tik tok seperti Clairo-Sofie ,Becky G -shower dan Mahen pura-pura lupa. Saat lagu Blackpink -lovesick girls di nyanyikan Aya berteriak ikut menyanyikan lagu itu sampai sang kameramen ikut merekamnya karena memang suara Aya tidak kalah bagusnya. Tapi langsung di hadang Ben dan Carlos, mereka tidak akan membiarkan wajah sang nona terekam bisa sangat berbahaya bila sampai ke Tuan besar.
Saat lagu 'Bukan PHO-De yang gatal gatal Sa' di nyanyikan Aya sangat antusias.
"Tarik sis.... Semongko,Ah mantap!" Teriak Aya. Inilah Bagian yang paling ia sukai.
Jujur sa su bilang kalau
de yang gatal gatal sa
de yang mati gila sa
de yang gatal gatal sa
dia sudah biar kau puas....dst.
Semua penonton menari meliuk-liuk kan tangannya ke kanan dan ke kiri. Seperti yang ada di video klip. Sungguh sebuah euforia yang sangat meriah. Sepanjang acara senyuman Aya tidak pernah surut. Alan yang sekarang duduk di samping panggung agak belakang bisa melihat itu dengan jelas. Senyuman yang membuat semua orang terbius seperti yang sekarang Alan rasakan. Tak terasa acara hampir selesai.
"Oke semuanya, untuk menutup acara yang sangat-sangat meriah hari ini akan ada penampilan eklusif yang belum pernah ada di bumi maupun di langit....dan akan membuat hati para jomblowan dan jomblowati menelan kepahitan." Ucap pembawa acara laki-laki.
"Udah Jo...jangan lama-lama nanti tambah bikin penasaran, baiklah kita sambut penampilan dari seseorang untuk seseorang yang sangat ia cintai, seseorang ini akan mengungkap cintanya pada seseorang yang sekarang berada di antara para penonton." Pembawa acara perempuan ikut bersuara.
Selalu ada gelak tawa saat dua pembawa acara kocak itu berbicara.
"Udah ah, omongan kamu itu muter-muter, gak nyampe-nyampe nanti.... langsung saja kita sambut, pria paling tampan se kampus!"
Aya mengerutkan keningnya dalam, Siapakah pria tampan sekampus ini? Apakah masih ada cowok yang lebih tampan dari Alan?
Bersambung.....
__ADS_1
Sempat galau tadi karena episode ini 1700 kata lebih...mau aku potong tapi kok sayang,... akhirnya aku upload semua. jadi sebagai imbalannya kasih like, koment dan vote... kemaren yang koment kok dikit. 1 orang komen 2 gpp lo, komen lanjut...gtu aja aku udah seneng kok, jadi makin semangat.