Bertukar Identitas

Bertukar Identitas
Urgent!!


__ADS_3

Alan melanjutkan kalimatnya, "Mungkin selama perjalanan ke sini muncul pikiran aneh di benak kalian saat melihat Saya dengan Asher? Saya di sini ingin meluruskan sesuatu, teman kita Asher memiliki trauma pada hutan, karena pengalaman buruknya saat kecil, saya berjanji akan membantunya maka dari itu saya selalu berada di dekatnya, demikian penjelasan dari saya, saya harap tidak ada lagi kesalah pahaman!" Kemudian Alan kembali duduk.


Penjelasan Alan membuat semuanya riuh bertepuk tangan, karena dalam sejarah belum pernah sekalipun Alan berbicara pada mereka menggunakan kalimat yang begitu panjang.


"Oke, untuk merayakan hari sembuhnya Asher, mari kita minta Asher untuk menyumbangkan suara emasnya!" Nando menyodorkan gitar di tangannya mempersilahkan Aya untuk bernyanyi.


Aya panik, ia tidak masalah kalau harus bernyanyi di depan segelintir teman dekatnya menggunakan suara aslinya, tapi ini kepada seluruh anggota Mapala yang tidak sedikit, jiwa malunya tiba-tiba muncul. Ia menghampiri Alan dan membisikkan sesuatu. Dan terlihat Alan menganggukkan kepala.


"Maaf sebelumnya, karena gue masih gak enak badan karena kejadian tadi, jadi yang akan menggantikan gue bernyanyi adalah Pimpinan kita tuan Alan yang terhormat dan gue yang akan mengiringinya dengan suara merdu gitar gue!" Ucapnya sedikit sombong dan langsung mendapat gelak tawa dari yang lainnya.


Alan membisikkan sesuatu, dan Aya tampak sedikit terkejut saat Mendengar lagu yang akan dinyanyikan Alan.


Aya mulai memetik gitarnya dengan indah.


Pernah aku jatuh hati / Padamu sepenuh hati


Hidup pun akan kuberi / Apapun akan kulalui


Semuanya melambaikan tangannya ke atas mengiringi lagu yang berjudul "Pura-pura Lupa milik Mahen," yang dibawakan Alan dengan begitu merdunya.


Tapi tak pernah ku bermimpi / Kau tinggalkan aku pergi


Tanpa tahu rasa ini / Ingin rasa ku membenci


*Reff:


Tiba-tiba kamu datang / Saat kau telah dengannya


Semakin hancur hatiku


Jangan datang lagi cinta / Bagaimana aku bisa lupa


Padahal kau tahu keadaaannya / Kau bukanlah untukku*


Dan semuanya pun iku bernyanyi bersama, Aya melirik Alan yang sedang memandang Lila, dia begitu terharu membayangkan kisah cinta antara Alan dan Lila yang begitu rumit pikirnya, mungkinkah lagu ini menggambarkan kisah di antara mereka. Dan dia sudah bertekad akan mempersatukan mereka. Saking seriusnya ia tidak menyadari Alan sedang memandangnya yang tengah mengusap air mata yang hampir menetes, Alan mengeryit melihat ekspresi Aya yang bersedih dan hampir menangis Sambil terus bernyanyi.


Jangan lagi rindu cinta / Ku tak mau ada yang terluka


Bahagiakan dia / Aku tak apa


Biar aku yang pura-pura lupa


Dan suara riuh tepuk tangan mengakhiri lagu yang dinyanyikan Alan. "Lagi!...Lagi! ...Lagi!" Mereka berteriak bersama. "Ayo Sher lagi!" Salah satu dari mereka berteriak.


"Kok aku? Apa yang mereka maksud itu yuruh aku minta Alan buat nyanyi lagi?" batinnya. "Yang pengen Alan nyanyi lagi, nyawer dulu!" Aya mengatungkan tangannya seperti meminta uang.


Alan langsung menatap tajam ke arah Aya. Akhirnya Aya mengurungkan niatnya. "Maaf ya, suara emas Putra Mahkota kampus kita sangatlah berharga, jadi tidak boleh banyak-banyak bernyanyi nanti suaranya habis!" Tolak Arya dengan sedikit candaan. Yang lainnya tampak kecewa beberapa orang tertawa terhibur karena celotehan Aya.


Setelah acara selesai yang lainnya sudah tampak masuk ke tenda masing-masing untuk beristirahat. Aya tampak sibuk mencari seseorang, "kamu cari siapa?" Tiba-tiba Alan muncul. Aya sedikit terlonjak kaget karena kedatangan Alan.

__ADS_1


"Nyari Kak Lila!"


"Ngapain?" Alan mengerutkan keningnya.


"Minta tolong buat nemenin gue tidur!" Ceplosnya, dan sontak Alan mengeplak kepala Aya.


"Aw...sakit pala gue!" Pekik Aya, mengusap kepalanya.


"Ngomong apa kamu barusan?!" Sentak Alan suaranya sedikit meninggi.


"Cie yang lagi cemburu, tenang aja gue gak bakalan ngapa-ngapain Kak Lila, loe tau sendiri kan dia udah kayak kakak gue!" Penjelasan Aya belum membuat Alan menyurutkan sorot mata tajamnya.


"Gue takut tidur di tenda sendirian Al!" Sambung Aya dengan raut muka sedih.


"Ya udah, biar aku yang temenin!" Alan mau membuka resleting tenda Aya.


Aya langsung mencegahnya, "Gue minta tolong Kak Romi aja!" Aya segera mencari Alasan agar Alan tidak jadi menemaninya, setelah kejadian sore tadi Aya merasa kurang nyaman jika berduaan dengan Alan.


Alan sedikit berdecak kesal karena sikap Aya yang keras kepala, "kamu ingat janjimu saat di api unggun tadi kan?"


Ternyata saat di api unggun Aya membisikkan kalau dia akan mengabulkan satu permintaan Alan asal Alan mau menggantikannya bernyanyi.


"Iya gue inget, jadi loe mau minta tidur bareng gue gitu maksud loe?" Ujar Aya sedikit kesal.


"Gak!..... Gue minta tiga permintaan lagi!" Ucapnya enteng kemudian masuk ke tenda.


"Dasar manusia ogah rugi! Emangnya gue jin pake minta tiga permintaan?!" Aya langsung menyusul Alan masuk ke tendanya.


Aya hanya diam melihat Alan sudah berbaring, lantas ia menaruh tasnya sebagai pembatas. Tapi Alan langsung memindahkannya,ia bilang tempatnya jadi sempit. Aya sengaja pura-pura tidur, ia menunggu Alan tidur terlelap duluan. Saat ia mulai memejamkan matanya ia malah merasa ingin buang air kecil.


Aya bingung tidak mungkin ia pergi sendirian, akhinya ia memberanikan diri membangunkan Alan. "Al bangun temenin gue buang air!" Aya menggoyangkan tubuh Alan. Karena tidak ada respon Aya punya ide agar Alan cepat bangun.


"Bangun wooyy!" Alan sedikit berteriak di telinga Alan. Sontak Alan langsung duduk dan memegangi telinganya. Ia langsung melotot ke arah Aya.


"Temenin gue buang air, cepetan!! keburu keluar ni!" Aya tidak perduli tatapan tajam Alan,ia menarik Alan menuju semak-semak.


"Tunggu sini! Jangan ngintip!" Perintah Aya.


"Gak minat banget liat punyamu! Sama-sama pisang!" Alan berdiri menunggu Aya tidak terlalu jauh sambil sesekali menguap.


"Al... awas jangan ditinggal!" Teriak Aya, sambil berjongkok.


Alan menoleh melihat dari jauh Aya sedang berjongkok. "Kamu kalau ke*c*ing jongkok Sher?" Tanya Alan sedikit heran.


"Woy jangan lihat kesini!" Aya menoleh, syukurlah dia memilih semak yang rimbun jadi Alan hanya melihat kepalanya saja. "Mungkin karena kebiasaan! Loe tau sendiri Kakak-kakak gue cewek semua, ya mungkin jadi kebawa!" Jelas Aya kemudian memakai celananya.


Krusek! Krusek!


Terdengar suara gesekan daun kering yang begitu keras. Aya yang sangat ketakutan langsung berteriak.

__ADS_1


"Aaaaaa...!!" Secepat kilat berlari melompat ke tubuh Alan, tangannya bergelantung di leher Alan, kakinya mengunci kaki Alan dan wajahnya ia sembunyikan di ceruk leher Alan. Alan yang terkejut reflek membalas pelukan Aya.


Beberapa menit mereka terdiam, Aya mencoba menenangkan rasa takutnya. Tapi tidak dengan Alan, entah kenapa jantungnya berdegup dengan begitu kencang seperti mau melompat.


Setelah Aya merasa tenang ia melepaskan pelukannya. "Maaf Al...Tadi gue ketakutan, gue kira suara binatang buas!" Aya mencoba menjelaskan pada Alan.


Alan langsung berbalik dan melenggang pergi. "Apa dia marah?" Batin Aya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Sebenarnya Alan hanya berusaha menyembunyikan wajahnya yang tiba-tiba memerah, ia tidak tau sebenarnya apa yang terjadi dengan perasaannya.


Di dalam tenda Alan masih terjaga dan tiba-tiba tangan Aya memeluk tubuhnya ia pun langsung menoleh, ternyata Aya masih tidur. Ia menatap wajah Aya lekat-lekat, matanya tertuju pada bibir Aya yang di atasnya ditumbuhi kumis, Bibirnya tipis berwarna pink tidak seperti bibir lelaki pada umumnya. Entah panggilan dari mana ia mendekatkan wajahnya.


Cup!


Alan mencium bibir Aya, sadar perbuatannya salah ia langsung menjauhkan wajahnya dan berbalik. "Tuhan.... apa yang sudah kulakukan? Apa aku sudah gila!"


Pagi sudah menjelang, saat Alan terbangun ia kaget karena wajah Aya yang sangat dekat dengan wajahnya, perasaan yang tidak menentu itu muncul kembali. Ia pun langsung beranjak pergi.


Terlihat Aya sudah bersiap untuk memasak di bantu para mahasiswi. Ia bermaksud membuat bubur, sebenarnya bumbu yang ia gunakan seperti bumbu pada umumnya, mungkin takaran yang pas sehingga membuat rasanya jauh lebih enak.


Setelah selesai memasak Aya merasa haus, saat ia sedang meneguk air minumnya, Alan langsung menyambar botol itu lalu meneguknya juga, "Woy... Minuman gue tu!" Teriaknya sedikit kesal.


"Minta dikit, aku juga haus!" Alan mengembalikan botol minum Aya.


Aya mengelap mulut botol yang Alan teguk dengan lengan jaketnya. "Kamu kira aku penyakitan? Sampe kamu lap begitu!" Alan sedikit emosi melihat yang dilakukan Aya.


"Biar higienis! lagi pula kalau langsung aku minum namanya ciuman tak langsung." Aya kemudian menyelesaikan minumnya yang sempat tertunda.


Pagi itu semuanya tampak menikmati bubur buatan Aya, bubur sederhana dengan lauk abon dan kerupuk.


Aya melahap satu sendok buburnya, tiba-tiba piringnya ditarik tangan seseorang dan sudah berpindah tangan.Ternyata itu tangan Alan.


Aya memandang piring yang disodorkan Alan. "Makan saja punyaku! Itu belum Aku sentuh." Alan langsung berlenggang pergi menikmati bubur miliki Aya.


Dan sejak saat itulah muncul kebiasaan baru Alan yang menyantap makanan bekas mulut Aya. Seperti contoh Saat ini Aya makan roti satu gigitan langsung diambil Alan dan diganti dengan roti baru miliknya. Minumanpun juga begitu ia merampas minuman yang baru Aya teguk.


"Kenapa hari ini si manusia salju itu begitu menyebalkan, Apa dia mau membalas dendam padaku." Batin Aya sambil minum dan menatap tajam ke arah Alan yang berjalan di depannya.


Setelah menyelesaikan kegiatan pagi itu, Aya mengangkat handphonenya ke atas mencoba mencari sinyal, ia takut Mamanya menghubunginya, mengingat sudah dua hari ini ia belun memberikan kabar karena padatnya kegiatan Mapala.


Saat ia mendapatkan sinyal, tiba-tiba handphonenya Langsung berdering, telfon dari Asher.


"Hallo Sher?....Hallo!" Teriak Aya. "Suaramu putus-putus Sher!" Telefon itu kemudian tertutup. Karena sinyalnya buruk jadi telfon Asher tidak terlalu jelas.


Ting!


Suara notifikasi pesan masuk.


Anak perak: Urgent..........Mama Papa ke Jogja, bersiap menuju Asrama Putri.

__ADS_1


Bersambung.....


terimakasih yang sudah mampir membaca tulisan saya, Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar...bila ada masukan silahkan koment, kritik dan saran Sangat saya butuhkan.


__ADS_2