
Anisa langsung tertawa terbahak-bahak, "Yang sabar ya kak? Maklum Kak Aya baru pertama kencan, mungkin malu kalo cuma berduaan sama Kak Alan." Anisa menepuk punggung Kakaknya kemudian mengedipkan mata menggoda Ima, yang digoda pipinya Langsung memerah.
"Kak aku ikut pulang ya?" Anisa merangkul lengan kakaknya manja dengan raut wajah mengiba.
"Besok kamu kan kuliah dek!"
Anisa menepuk jidatnya, "Besok kan tanggal merah apa Kakak lupa?" Alan baru ingat kalau besok tanggal merah mungkin karena beberapa fakta yang baru saja ia ketahui hari ini hingga membuatnya melupakan banyak hal.
Setelah berpamitan dengan Ima kini Alan sudah mengemudikan mobilnya.
"Kak mampir ke tukak cetak foto dulu ya?" Ujar Anisa yang sedang duduk di kursi penumpang tepat di samping Alan.
Alan hanya mengerutkan keningnya, "Ngapain?"
"Beli bakso! Ya cetak foto lah, mau ngapain lagi emangnya... mentang-mentang punya pacar sekarang kepintaran kakak jadi pudar ya?"
Alan memutar bola matanya, "Ngapain cetak foto? Udah gak jaman sekarang."
"Aku mau cetak foto selfiku sama artis trus aku pajang di kamar biar kalau teman-teman ku maen ke kamar semuanya pada iri." Anisa tersenyum cengengesan.
"Emang ada artis yang mau foto sama kamu?" Dan langsung mendapat cubitan dari sang adik.
"Sebenarnya bukan artis sih, lebih tepatnya model, sayangnya aku gak boleh posting fotonya di sosmed...tapi di pajang di kamar bolehlah." Kemudian ia tertawa.
Dan kini Alan tengah menunggu Anisa untuk cetak foto. Beberapa jam menunggu, akhinya Anisa masuk mobil dengan membawa map berisi hasil cetakannya.
"Lama amat!" Protes Alan. Dan hanya mendapatkan tatapan jengah dari Anisa.
Alan yang sudah sangat lelah langsung tancap gas, rasanya ia ingin sekali merebahkan dirinya di kasur yang empuk.
Di tengah perjalanan Anisa tampak sibuk mengeluarkan foto-foto hasil jepretannya, saat Alan sekilas melirik tiba-tiba Alan mengerem secara mendadak hingga membuat kening Anisa terbentur jok depan mobil.
"Aduh! Kak Alan bilang dong kalau mau ngerem! Aku masih belum mau mati muda!." Anisa terus mengomel hingga tidak menyadari foto yang ia bawa sudah berpindah tangan.
"Kamu kenal dia dek?" Alan menunjuk foto cewek yang bersamaan Anisa.
"Kenal cantik ya kak?"
"Kenal dari mana kamu?" Alan sudah menghadap Anisa dengan wajah serius.
"Dikenalin Kak Aya namanya Kak Raisha, dulu pernah ke asrama pinjam bajunya Kak Aya buat foto shoot katanya....oh iya, aku baru inget, jaketnya Kak Raisha itu sama Lo kayak jaket Kak Alan, jaket varsity yang dulu pernah dibelikan Papa." Anisa menjelaskan sambil mengingat-ingat kejadian tempo hari.
"Kapan dia ke asrama?" Tanya Alan lagi
"Sekitar Minggu lalu kalau gak salah..... Oh iya, sehari sebelum Kakak njengung aku sepulang kegiatan Mapala itu loh?"
Alan merasa ada banyak kejanggalan, ia butuh penjelasan dari Asher, setelah berfikir kemudian ia melanjutkan perjalanannya lagi.
***
"ASHEEEEERRRR...!" teriak Aya.
"Woy.... Apaan sih, Ayakkk.! Jebol telingaku!" Teriak Asher tidak kalah keras.
__ADS_1
"Pasti kamu yang bilang sama Alan kan? Ngaku kamu!" Ancam Aya.
"Hehehe, kenapa? Dia udah bilang cinta ya?" Goda Asher dengan tawa mengejek.
"Aku tau akal bulusmu, kamu pengen ima putus sama Alan kan? Trus kamu bisa deketin ima lagi gitu?!"
"Hey...jangan sukozon....aku cuma mengungkap fakta... daripada dia tau belakangan pasti dia malah benci sama ima."
"Sukozon,sukozon...Su'udzon!" Ralat Aya.
"Iya itulah pokoknya!"
Aya menghela nafas panjang," Benar juga katamu, bay the way kamu kapan balik?"
"Masih lama,.. kenapa? Takut ya aku tinggal?" Goda Asher.
"Idih....pede banget, aku malah berharap kamu cepet balik, biar hidupku Tenangggg!"
Setelah Aya menutup telepon belum sempat ia meletakannya ponsel itu berdering lagi.
"Halo ada apa Rom?"tanya Aya pada si penelpon yang ternyata adalah Romi.
"Rencananya besok aku dan yang lain mau liburan ke rumah nenekku yang ada di desa, kamu ikut ya?"
"Memangnya Siapa aja yang ikut?" Aya seperti tengah harap-harap cemas.
"Aku, Lila sama Nando."
"Alan gak ikut kan?" Aya gelisah sambil menggigit kukunya.
"Oke kalau begitu...aku ikut!" Teriak Aya, ia merasa memang butuh liburan. Perlu membahagiakan hatinya yang merana. Dengan Alan yang tidak ikut tentu ia sangatlah senang karena tujuannya adalah melupakan rasa cintanya pada Pria itu. Setelah membuat janji temu Aya langsung mempaking Apa yang ingin ia bawa.
***
Pagi-pagi sekali Aya sudah menunggu di post tempat ia biasa dijemput. Tidak lama Mobil Romipun tiba. Sepanjang perjalanan, Aya tampak bahagia melihat pandangan yang mereka lewati. Lokasi tempat tinggal nenek Romi termasuk di area pegunungan, hamparan hutan Pinus di bagian atas tebing dan Sungai-sungai kecil di tebing bagian bawah. Sungguh pemandangan yang indah. Lila yang duduk di samping Aya sudah tidur sedari tadi, Sedangkan Nando seperti biasa membuat instastory. Dengan background keindahan pemandangan gunung.
"Kamu udah gak takut lagi sama hutan?" Tanya Romi memecah keheningan.
"Gak!" Jawab Aya masih setia mengagumi pemandangan.
"Eh...Rom, kalau malem di sini ada kunang-kunang gak ya?" Aya langsung menghadap ke depan sambil menunggu jawaban dari Romi.
"Mungkin saja ada, kan di sini masih asri." Jawaban Romi membuat senyum Aya makin merekah.
Sesampainya di pekarangan Rumah berbentuk joglo seperti rumah jaman dulu. Semua bangunannya terbuat dari kayu jati dengan ukiran di setiap pintunya.
" Assalamualaikum,kulo nuwun Mbah!" Teriak Romi.
"Waalaikumsalam...Tole bagusku." Sahut seorang nenek kemudian memeluk Romi, kemudian menyalami yang lainnya.
"Sopo ae seng kok gowo le? Iki konco-koncomu Kabeh?" Tanya nenek yang bernama Sumi itu menggunakan logat jawa.
"Injeh mbah." Semua paham dengan yang dikatakan Mbah Sumi hanya Aya yang nampak terbengong tidak mengerti.
__ADS_1
"Iki Tole Nando, nduk Lila,...trus iki sopo le?"tanya mbah Sumi saat melihat Aya.
"Niki Asher mbah..Rencang kuliah Romi." Romi memperkenalkan Aya.
"Kok kacang sih Rom?" Tanya Aya tidak mengerti, Romi dan yang lainnya tertawa.
Mbah sumi mendekati Aya kemudian memandang Aya dengan intens. "Tole Asher kok ayu to Rom, iki lanang opo wedok....lek wedok kok enek brengose?"
"Kak Lila Neneknya Romi bilang apa kak?" Bisik Aya.
Lila tertawa, "katanya mbah Sumi kamu Cantik, Cewek atau cowok, kalau cowok kok berkumis." Jelas Lila, Aya langsung manggut-manggut.
Mereka semua masuk dan langsung dipersilahkan untuk makan dulu karena sudah waktunya makan siang. Mbah Sumi sudah menyiapkan semua, Aya sangat menikmati hidangan yang Mbah Sumi buat ,Mbah Sumi orangnya juga lucu walaupun Aya tidak mengerti apa yang dikatakannya tapi melihat ekspresi wajah mbah sumi saja membuat Aya tertawa, bahkan Aya mendapat nama julukan baru dari mbah Sumi yaitu Tole ayu yang artinya anak laki-laki Cantik. Saat tengah makan terdengar suara ketukan di pintu.
"Biar Romi yang buka Mbah." Romi beranjak berdiri.
Beberapa menit kemudian, terdengar derap langkah beberapa orang masuk.
"Sopo Le?" Tanya mbah sumi.
"Alan sama Anisa Mbah." Jawab Romi yang membuat Aya langsung tersedak. Kebahagiaan Aya rasanya langsung menguap, rasanya liburan sudah tak seindah yang ia bayangkan.
Malam pun tiba, mereka semua berkumpul di depan rumah mengadakan acara barbeque, kalau kata si mbah Bakaran namanya. Aya sibuk membantu mbah Sumi, Anisa dan Lila membakar jagung dan sate Ayam.
Seorang gadis di kuncir dua tiba-tiba datang dan langsung mendekati Alan, melihat itu Aya langsung waspada, "Aku harus menjaganya demi ima." Batinnya.
"Eh Siti, udah lama gak ketemu...makin cantik aja." Goda Nando.
"Mas Nando iso wae." Ia tertawa kecil, "Udah pantes jadi pacarnya Mas Alan belum?" Tanyanya.
"Udahlah, kebetulan dia lagi jomblo... Siti." Nando mengerlingkan matanya pada Alan.
"Alan baru punya pacar Nan!" Sahut Aya sesampainya di meja mereka.
"Dari mana kamu tahu?" Tanya Alan menatap Aya penuh selidik.
"Jadi benar Al? Wah Siti ternyata kamu kalah cepat." Sahut Nando sambil makan jagung. Siti hanya bisa menundukkan wajahnya sedih, dari dulu ia menyukai Alan, saat mendengar Romi dan teman-temannya mengunjungi Mbah Sumi ia langsung bergegas ke rumah Mbah Sumi.
"Dari mana kamu tahu?!" Alan mengulangi pertanyaannya.
"Kemaren gue gak sengaja liat loe di cafe sama cewek lagi suap-suapan. Pasti dia pacar loe kan?" Aya memberikan alasan, sedikit gugup.
"Berarti kamu lihat aku di sana sama siapa aja?" Alan menatap Aya dengan intens, raut muka Alan tampak penuh dengan kecurigaan.
"Gue ke belakang sebentar ya?" ujar Aya sambil cengengesan dan langsung kabur, ia sangat malas untuk mengarang Alasan yang bisa di terima Alan.
"Kok Asher lama banget sih Rom?" Tanya Lila khawatir karena sudah setengah jam Aya tak kunjung kembali.
"Biar aku susul La." Romi beranjak berdiri.
"Aku saja!" Tiba-tiba Alan menyahut dan langsung berjalan ke arah belakang rumah. Rumah di pedesaan pada umumnya kamar mandi berada di luar rumah dan berada di bagian belakang rumah. Alan Masih ingat letak kamar mandi Mbah Sumi karena Romi sering mengajaknya dan yang lain berlibur ke sana. Tak heran Mbah Sumi mengenal Alan, Nando, Lila bahkan Anisa yang juga pernah di ajak berlibur ke sana. Desa tempat mbah Sumi yang letaknya di daerah pegunungan yang asri dengan pemandangan indah membuat setiap orang betah tinggal di sana.
Alan melihat sekeliling kamar mandi tapi tidak ada sosok siapapun di sana hingga ia mendengar suara cekikikan dari belakang kamar mandi. Dengan perasaan sedikit takut pelan-pelan ia mengintip suara yang membuat buluk kuduknya merinding.
__ADS_1
Bersambung.....
Udah lama gak update, sedikit down gara-gara kehilangan satu pembaca ku yang setia dan selalu koment di setiap episode ,jadi males buat Up, gak tau kenapa tiba-tiba komen dia hilang semua, mungkin karena udah log out, bukannya aku lebay maklum penulis baru dapat satu pembaca setia yang suka dengan tulisan aku aja...seneng banget, aku sadar sih yang cuma remahan rengginang yang jatuh ke tanah jadi udah gak bisa di makan lagi, mulai nulis gara-gara bosen baca novel, mencoba Ikut ngehalu ternyata susah juga. nulis cuma sebagai pengisi waktu senggang...Buat pembacaku yang lain terima kasih yang udah setia, terutama RHS'... semoga bisa membaca ceritaku lagi...kangen koment mu