
Seorang lelaki dengan celana jeans sobek di bagian lutut, kaos hitam membungkus tubuh tegabnya. Dengan satu anting berwarna hitam bertengger di telinganya. Wajahnya cukup tampan ia naik ke atas panggung dengan membawa gitar, senyum tengilnya membuat kaum hawa dari barisan penonton menjerit histeris.
Aya masih memandang Lelaki itu, siapakah dia? Sepertinya Aya sama sekali belum pernah melihatnya berada di kampus? Memang tampan, tapi menurut Aya masih jauh lebih tampan Alan, sang kekasih.
"Oh my God!.. itu kan Arkhan, bagaimana bisa dia ada di sini?"
"Iya...ya, dia kan gak kuliah di sini?"
"Siapa dia?"
"Dia itu Arkhan, masa kamu tidak tahu, dia salah satu Hacker terkenal di Indonesia."
"Benarkah?...wah gak nyangka, dia bisa ada di sini."
"Siapa ya kira-kira cewek beruntung yang akan mendapatkan cintanya? Jadi makin penasaran."
Itulah kasak-kusuk beberapa penonton di belakang yang dapat Aya tangkap dari pendengarannya. Oh pantas saja dia tidak pernah melihat lelaki yang katanya bernama Arkhan itu.
Belum juga ia tersadar dari semua pikirannya, terdengar lagi suara riuh teriakan penonton, bahkan ini lebih keras dari sebelumnya. Di lihatnya tempat yang menjadi pusat perhatian. Aya langsung terbelalak, ia melihat Alan yang juga naik ke atas panggung yang kemudian duduk di samping pria yang bernama Arkan dengan memegang mikrofon.
"Aaaaaa.... Alaannnn... Arkhaaannn!!!" Teriak perempuan yang tepat berdiri di belakangnya, mampu membuat Aya sampai menutup telinga.
Tapi tidak berlangsung lama karena ternyata perempuan itu mulutnya langsung di bekap Ben. Setelah perempuan itu berjanji tidak berteriak lagi baru Ben melepaskannya. Aya hanya bisa menahan tawa, selalu saja seperti ini.
"Wah.... Daebak! Benar-benar hal yang mustahil, Alan dan Arkhan bisa berada satu panggung."
"Memang kenapa?"
"Kau tidak tahu? Arkhan kan rival abadinya Alan, suatu keajaiban hal ini bisa terjadi."
Aya makin dibuat bingung oleh omongan orang-orang, sebenarnya apa yang akan Alan lakukan di sana, apakah dia akan bertanding di atas panggung itu?
"Selamat sore semuanya, terimakasih yang sudah hadir dan memeriahkan acara ini__"
"Udah Bro! Emang loe mau pidato?" Ucapan Alan langsung dipotong Arkhan.
Ia hanya bisa mendengus kesal. "Aku ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk wanita yang sangat aku cintai." Alan menatap Aya yang saat ini melempar senyum padanya.
Suara gitar yang di bawa Arkhan kini mengalun indah.
Kuharap semua ini bukan sekedar harapan
Dan juga harapan ini bukan sekedar khayalan
Biarkan kumenjaganya sampai berkerut dan putih rambutnya
Jadi saksi cintaku padanya
'Tak main-main hatiku
Apapun rintangannya kuingin bersama dia
Kumau dia, 'tak mau yang lain
Hanya dia yang s'lalu ada kala susah dan senangku
Kumau dia, walau banyak perbedaan
Kuingin dia bahagia hanyalah denganku
__ADS_1
Biarkan kumenjaganya sampai berkerut
Dan putih rambutnya jadi saksi cintaku padanya
'Tak main-main hatiku
Apa pun rintangannya 'ku ingin bersama dia.......
Aya menatap Alan dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Tapi ia dibuat terkejut tatkala. Alan turun dari panggung, walaupun kesusahan tapi dia tidak mengizinkan orang lain untuk sekedar membantunya. Setelah sampai di bawah masih sambil bernyanyi Alan melempar tongkat kruk miliknya hingga membuat penonton histeris. Perlahan ia menghampiri Aya yang kini menutup mulutnya dengan kedua tangan karena terkejut.
Bisa-bisanya lelaki itu kemarin bilang kalau penyembuhannya masih lama, pasti dia sengaja ingin membuat kejutan untuk Aya, dan memang benar Aya sangatlah terkejut bahkan mungkin kalau tidak melihat keadaan sekitar ia akan berteriak sekencang-kencangnya sambil melompat-lompat. Ben dan Carlos sudah merentangkan tangannya membuat brekade perlindungan ketika Alan sudah mendekat.
Bukan kumemaksa oh Tuhan
Tapi kucinta dia (Kucinta dirinya)
Kumau dia (Kumau dirinya)
Hanyalah dia....
Alan memegang tangan Aya kemudian menciumnya.
Tuhan, Kucinta dia...
Di akhir lagu Alan meraih kepala Aya mencium keningnya penuh dengan perasaan.
Tak terelakkan suara jeritan dan tepuk tangan penonton mengakhiri lagu Kumau dia - Adnmesh Kamelang yang Alan bawakan. Bahkan banyak yang sampai menitihkan air mata seperti yang terjadi pada Aya sekarang. Diusapnya kedua bola mata indah itu dengan kedua ibu jari Alan.
Ia mengambil sesuatu yang ada di saku celananya sebuah kotak beludru, di buka dan diambilnya dan langsung memasangkannya di leher Aya.
Aya tampak tertegun melihat itu, "Ini kan??"
Alan tersenyum kemudian mengangguk. Kalung indah dengan bandul kunang-kunang kecil cantik dan indah melingkar di leher putih Aya.
"Terima kasih, hari ini kamu sudah banyak memberikanku kebahagiaan...Sayang!." Aya langsung menghambur memeluk Alan dengan erat.
Alan mengerjab beberapa kali, baru pertama kalinya Aya mau memanggilnya sayang. Tak urung ia pun langsung membalas pelukan Aya. Benar-benar langsung membuat hati para jomblo meronta-ronta.
"Sweet banget mereka....jadi pengen." Ucap Mita saat melihat adegan romantis yang di pertontonkan sepasang kekasih itu.
"Kamu juga pengen digituin?" Tanya pria yang ada di samping Mita.
Mita melirik sekilas pria yang tak lain adalah Asher, "Tentu saja, siapa yang gak mau dinyanyikan lagu romantis kayak gitu?"
Tanpa kata lagi, Asher langsung naik ke atas panggung. Aya yang masih dalam rengkuhan Alan bisa melihat dengan jelas Asher mengambil mikrofon yang di bawa oleh pembawa acara.
Tes!...Tes!
Aya langsung melepaskan pelukannya, "Sebentar sayang ini urgent!" Setelah mengatakannya ia langsung berlari secepat kilat menuju ke atas panggung.
Belum juga Asher mengeluarkan suara, mikrofon di tangannya langsung di rebut oleh Aya, tak lupa ia mematikan. "Kamu mau ngapain Sher?"
"Ya mau nyanyi lah, aku mau mempersembahkan sebuah lagu juga buat Mita emangnya pacar kamu aja yang bisa." Sahut Asher.
"Sampai matipun aku tidak akan pernah membiarkannya!"
Aya masih ingat dengan jelas saat ulah tahunya yang ke tujuh belas tahun, Asher menyanyikan sebuah lagu sebagai hadiah, tapi bukannya senang malah membuat Aya sangat malu, suara Asher bisa membuat telinga semua orang berdenging kesakitan karena suaranya bagaikan suara Giant (Jaian) yang sedang bernyanyi dan mengakibatkan gempa Bumi.
__ADS_1
"Kamu masih ingat acara ultah ku kan? Apa yang terjadi waktu itu? kamu masih ingin menjaga image di depan Mita gak?" Bisik Aya di telinga Asher.
Semua penonton melihat interaksi antara kedua orang itu kini bertanya-tanya, ada hubungan apa diantara keduanya. Apakah dua pria tampan itu sedang memperebutkan satu wanita yang sama, sungguh seperti menonton sebuah drama Korea secara langsung.
Asher merebut kembali mikrofon dari tangan Aya, saat Aya mau mengambilnya kembali. "Aku gak bakalan nyanyi, ada yang harus aku umumkan. Turun sana sebelum mereka semua berpikir yang tidak-tidak."
Benar saja,kini semua orang memandang Aya dengan penuh selidik dan tanda tanya besar. Dihampirinya Alan yang sekarang menyambutnya dengan senyuman.
"Perhatian semuanya, aku ucapkan selamat kepada Adikku yang paling cantik karena sudah mendapatkan kejutan dari pacar tercintanya."
Kasak-kusuk terdengar lagi, "oh... ternyata adiknya syukurlah."
Asher merangkul pundak Arkan yang sedari tadi hanya duduk diam. "Kalian tahu kan siapa dia? Salah satu Hacker terkenal di Indonesia, jadi aku ingin memperingatkan yang tadi sempat mengambil foto ataupun video yang menampilkan wajah adikku mohon segera di hapus, aku tidak mentolerir orang yang sudah berani mempostingnya di media sosial, kalian tahu kan mengambil foto dan mempostingnya tanpa izin bisa kena pasal? Jadi cukup sekian dan terimakasih." Asher langsung turun dengan gaya coolnya.
Semua penonton yang tadinya ramai sekarang terdiam tidak ada lagi yang berani berbicara, sekarang malah nampak banyak yang sibuk dengan ponselnya masing-masing.
"Cie...so sweet banget sih kalian! jadi pengen digituin juga." Suara cempreng seseorang menyambut Aya dan Alan di back stage, siapa lagi kalau bukan Cika si petasan banting.
"Wah, si Boss kok gak bilang-bilang punya ade cantik, harusnya di kenalin dulu ke gue!" Protes Arkhan pada Asher.
"Hay cantik, kenalin nama gue Arkhan King Sulaiman." Arkhan mengulurkan tangannya pada Aya yang langsung menyambutnya.
"Aya..."
"Udah salamannya!" Alan segera menepis tangan Arkan. "Nama dia itu Arkhan Sulaiman saja gak pake king, jangan pernah percaya sama dia, dia itu tukang ngibul."
"Wiihh ada jin penjagaan ternyata...ihh...serem, tapi tenang neng akang mah gak takut jin macam dia di slending aja mendingan."
Alan makin naik pitam melihat tingkah Arkan. Memang dimanapun mereka selalu saja begini, tidak akan pernah akur. Aya yang melihat itu malah tertawa, sikap Alan yang kekanak-kanakan begitu menggemaskan.
"Ngapain kau bawa bocah tengil ini kesini Sher?"
"Enak aja, kalau gue bocah tengil berarti lu bocah ingusan!" Arkhan tidak terima.
"Udah lu berdua! Bocah tengil ini banyak manfaatnya daripada kau! Selain jadi pengiring lagu dia bisa membereskan kekacauan yang kau buat....yuk Ar! kau harus bekerja sekarang jangan sampai ada yang terlewat."
"Yah...kerja rodi lagi...huuff." Arkhan mendengus sambil menatap tajam Alan, tapi kemudian tersenyum manis sambil melambaikan tangan ke Aya sesaat sebelum pergi.
Alan hanya mengerutkan keningnya, apakah akan separah itu? Apakah Asher tidak terlalu berlebihan?
Alan tidak tau saja kalau sampai ada yang upload video adegan mesranya bersama Aya kemudian viral dan sampai di telinga kedua orang tuanya akan berakibat fatal.
"Sudahlah tidak usah di pikirkan, biar semua diurus Asher,... Al apa aku boleh minta sesuatu?" Dan langsung disambut anggukan kepala Alan.
"Lain kali tidak usah di depan umum ya? Aku kan malu." Pipi Aya tiba-tiba merona.
"Iya aku janji." Alan tersenyum dan sekali lagi memeluk Aya.
Mereka memutuskan untuk membuatnya Pesta kecil untuk merayan kesuksesan Pensi yang baru saja dilaksanakan.
Saat Asher tengah memantau Arkhan yang sedang berkutik dengan laptopnya ponselnya berdering.
"Iya ada apa ma?...oh iya, aku akan segera ke sana." Asher hendak beranjak pergi tapi tangannya di cekal seseorang.
"Aku ikut." Ternyata sedari tadi Mita berada di sana dan mendengar pembicaraan Asher lewat telepon.
"Gak usah Mit, kamu ikut Pesta mereka aja."
"Aku bilang AKU IKUT!!" kalau Mita sudah dalam mode seperti ini Asher hanya bisa mengalah saja.
__ADS_1
Bersambung.....
Jawaban anda benar, yang bakal naik panggung adalah Alan...makasih banget yang udah ninggalin like, koment dan Vote nya...anda luar biasa.... hehehehe