Bertukar Identitas

Bertukar Identitas
How You Like that


__ADS_3

"Ngapain senyum-senyum sendiri?" Tiba-tiba Alan bertanya.


Aya menoleh kearah Alan yang sudah duduk kembali, "Kayaknya gue pengen ucapin terimakasih sama copet yang tadi, karena udah bikin gue bisa ketemu sama loe, nemuin loe itu susah banget kayak mau nemuin artis Korea." Aya tertawa cengengesan.


Alan hanya diam tidak menanggapi, "kok aku kayak ngomong sendirian gini ya?" batin Aya.


"Emang kamu mau kemana?" Alan bersuara.


"Eh, kayaknya nie orang sukanya to the poin, gak suka basa basi." Batin Aya lagi.


"Gue mau pulang ke Jakarta."


"Tega ninggalin cewekmu disini?"tanya Alan masih menatap ke depan.


"Cewek? Gue gak punya cewek."


"Yang biasanya kamu temuin itu?" Tanya Alan lagi.


"Citra sama Amanda? Mereka cuma temen gue, lagi pulang sekarang kita udah gak temenan lagi." Jawab Aya cepat


"Yang kamu kasih cup cake!" Alan berdecak kesal dan sedikit meninggikan suaranya.


"Ow Kak Lila?" Sahut Aya kemudian berfikir. "Eh,kok dia bisa tau? Kayaknya ada bau-bau kecemburuan ni." batinnya.


"Gue sama Kak Lila itu gak ada apa-apa, gue nganggap dia tu udah kayak kakak gue sendiri, dia itu persis banget kayak Kak Nadia ....Kakak gue, jadi kadang kalau gue lagi kangen gue nyamperin kak Lila aja." Jelas Aya panjang lebar. Ngarang dikit gak papa lah pikir Aya.


"Mungkin aja, dia yang suka sama kamu!" Alan menanggapi.


Sudah terpancing kayaknya pikir Aya. "Dia itu sukanya sama cowok lain, dia pernah bilang sama gue, cowoknya tu pinter banget, masih kuliah tapi udah punya perusahaan sendiri.... Yang pasti cowoknya tu gak berkumis kayak gue gini." Aya sesekali melirik Alan, ia lihat sekilas Alan menaikkan satu sudut bibirnya, Aya berusaha menahan tawanya.


Alan menoleh menatap Aya dengan intens, "tinggal cukur aja tu kumis."


"Eitsss....jangan salah, kumis ini membawa berkah, kalau sampe gue cukur gue gak bisa jadi jagoan lagi, inget tadi...gue bisa ngelewan dua orang dengan mudah, apaan loe satu aja udah kewalahan!"


"Enak aja, satu gitu badannya paling gede, kamu enak ngelawan dua orang kurus, ya pastinya lebih gampang." Ucap Alan tak terima.


"Wooow... pak presiden marah." Sahut Aya sambil mengangkat kedua tangannya ke depan.


"Kalau aku presiden kamu apaan?" Alan langsung menghap Aya.


"Aku...jadi ajudannya presiden, tapi gajinya dobel ya?"


"Enak aja... mau makan gaji buta!" Alan tertawa kecil.


"Gajinya sih mau,butanya yang gak mau." Dan langsung mendapatkan tonyoran di kepalanya dari Alan.


Aya menatap tajam ke arah Alan. Tiba-tiba Aya ikutan mentonyor kepala Alan.


"Berani ya kamu?!" Alan sedikit meninggikan suaranya.


"Bwahahahahaha"


Sontak Aya tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya yang keram.


"Eh...malah ketawa!" Alan menatap Aya yang masih tertawa terbahak-bahak.


"Muka loe lucu banget," tunjuk Aya berusaha meredakan tawanya. "Ternyata enak juga punya temen cowok."


"Emang selama ini, temenmu gak ada yang cowok?" Tanya Alan Sambil mengerutkan keningnya.


Aya terdiam sesaat memikirkan alasan yang tepat, "gak ada, gue ini lima bersaudara yang cowok cuma gue, kakak-kakak gue cewek semua. Ya... mungkin karena itu gue lebih nyaman temenan sama cewek."


"Aneh!!.....salah satunya pasti ada yang kamu pacarin." Alan menanggapi.


"Gak ada, pedoman hidup gue tuh.... Gue gak bakalan mau pacaran, kalau gue belum lulus kuliah trus sukses." Aya memasang wajah serius berusaha berakting semeyakinkan mungkin. "Gila gue bisa akting juga, udah kayak aktris profesional, bintang film mah....lewat ini." Batinnya.


"Sama dong." Jawaban Alan membuat Aya langsung menoleh sambil mengerutkan keningnya merasa heran.


"Loe tuh gak pantes jadi jomblo abadi kayak gue, gak percaya gue sama loe... Tampang-tampang playboy gitu." Aya tertawa mengejek.

__ADS_1


"Enak aja!" Alan yang tidak terima langsung mentonyor kepala Aya lagi, tapi dengan sigap Aya berhasil menghindar.


"Eitsss....gak kena." Dan terjadilah peristiwa tonyor-menonyor yang sengit diantara mereka berdua, Alanpun dengan sigap berhasil menghindari tonyoran Aya hingga beberapa lama tidak ada diantara mereka yang menang.


"Mau ku anter pulang?" Tanya Alan setelah mereka berjalan meninggalkan taman.


"Gak usah gue bawa motor sendiri, gue juga mau mampir beli sesuatu," tolak Aya.


Sambil berjalan Alan memandang Aya, "Besok berangkat jam berapa?"


"Gak tau!" Jawaban Aya membuat Alan merasa aneh. Aya yang menyadarinya langsung meralat. "Biasanya sih sore, dipesenin tiket sama Kaka gue."


"Sebelum pergi, besok mampir ke kampus sebentar!"


"Ngapain? Ah males gue." Jawab Aya cepat.


"Tenang, ada aku....kalau kamu gak mau ya udah ....mending aku gak masuk kuliah." Ancam Alan.


"Eh...kok? Ya udah entar gue mampir!" Setelah itu mereka berpisah.


***


Malam itu Aya sedang sibuk membungkus sesuatu dengan daun pisang.


"Bikin apa Ra?" Tanya Mita sambil melihat kegiatan yang Aya lakukan.


"Ada deh, makanan enak pokonya." Masih berkutik membungkus sesuatu dengan daun pisang. Malam itu Aya bermaksud membuat sesuatu untuk teman-teman tercintanya, sebagai hadiah perpisahan. Awalnya ia ingin membuat Cake tapi akhirnya membuat kue tradisional dengan memanfaatkan daun pisang yang ia beli tadi.


Cika berlari menghampiri Aya dan Mita yang ada di dapur. "Raisha....ajarin aku dance!" Cika langsung merangkul lengan Aya, menatap Aya dengan tatapan memohon.


Aya menatap Cika dengan heran. "Aku gak bisa dance!" Aya menggelengkan kepala berusaha menolak permintaan Cika.


"Bohong tadi pagi aku liat kamu lagi ngedance di kamar," perotes Cika.


"Kamu ngintip aku?" tanya Aya. Cika langsung memalingkan wajahnya dengan kesal.


"Buat apa kamu belajar dance Cik?" tanya Aya.


"Salah kamu sendiri, sok so'an bilang jago dance padahal mah gak!" Cibir Mita, Cika dan Mita memang satu kampus tapi beda angkatan, Cika adik kelas Mita.


Cika langsung sewot kemudian menatap Aya dengan wajah memelas,"Please!"


Aya tak tega, karena ia sadar kalau besok sudah tidak bisa melihat teman-temannya itu lagi.


"Ya udah nanti aku ajarin, tapi bantuin aku selesaikan ini dulu." Setelah Aya menyelesaikan kegiatannya. Aya berganti pakaian, Ia memakai kaos longgar dan celana legging.


"Kamu mau dance lagu apa?" Tanya Aya.


"Lagunya blackpink yang How you Like that." jawab Cika yg sudah berdiri di belakang Aya.


"Oh.... gampang, kamu ikuti gerakan aku dulu ya?" Aya mulai memainkan musik lewat Mobile speaker miliknya.


Boran deusi muneojyeosseo/ Badageul ttulko jeo jihakkaji


Aya mulai meliak liukkan badannya menari persis seperti anggota girlband Blackpink


*Ot kkeutjarak japgetdago/ Jeo nopi du soneul ppeodeobwado


Dasi kamkamhan igose/ Light up the sky


Ne du nuneul bomyeo/ I’ll kiss you goodbye


Silkeot biuseora kkoljoeunikka/ Ije neohui hana dul set*


Aya mulai menaikan bit gerakannya sesuai irama musik, dari kejauhan tampak Mita berusaha menahan tawanya saat melihat gerakan Cika yang meliuk-liuk persis seperti cacing kepanasan.


Chorus:


How-how you like that?

__ADS_1


You gon’ like that, that-that-that-that, that, that, that, that


How you like that? (Bada bing, bada boom, boom, boom)


How you like that, that-that-that-that, that, that, that, that


Now look at you now look at me (Ooh)


Look at you now look at me (Ooh)


Look at you now look at me (Ooh)


How you like that?


Now look at you now look at me (Ooh)


Look at you now look at me (Ooh)


Look at you now look at me (Ooh)


How you like that


Lama kelamaan Mita sudah tidak bisa menahan tawanya. "Bwahahahaha.....!" Mita tertawa kencang. Dan membuat Aya langsung berhenti dan menengok ke belakang.


Cika masih belum menyadarinya, ia masih asik menari sesuai keinginannya. Aya yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Hey...Cik, lama-lama gerakanmu kayak orang ayan!" Teriak Mita. Mendengar itu Cika langsung menghentikan tariannya dan memonyongkan bibirnya.


"Udah, nanti aku ajarin pelan-pelan, kalau belum bisa juga nanti aku kasih video jadi kamu bisa pelajari sendiri nanti." Aya tersenyum pada Cika.


"Besok kan bisa kamu ajarin aku lagi Ra."


"Maaf aku gak bisa ngajarin kamu lagi, besok aku pulang ke Jakarta." Ujar Aya, matanya sudah mulai berkaca-kaca.


Mita dan Cika memeluk Aya bersama-sama, meraka mempertanyakan keputusan Aya. Aya hanya bilang kalau orang tuanya yang menyuruhnya untuk pulang dan pindah kuliah dijakarta.


Cika melepaskan pelukannya, "Kalau Kamu gak ada, siapa yang masakin makanan enak lagi!" Cika kembali menangis dan memeluk Aya sedangkan Mita hanya diam saja, sesekali ia menepuk-nepuk punggung Aya.


Setelah puas berpelukan dan menangis bersama, Aya melanjutkan kegiatannya mengajari Cika menari.


***


Di waktu yang sama tampak Alan sedang melihat sesuatu dengan teropong. "Mereka sedang ngapain? Dari gerakannya seperti sedang belajar dance." batinnya. Alan terus saja memperhatikan kegiatan dua gadis itu Mereka adalah Aya dan Cika. Jarang-jarang bisa melihat pemilik atap pikir Alan.


Ternyata selama ini setiap malam Alan selalu memperhatikan kos-kosan yang ditempati Aya itu. Alan sangat penasaran dengan penghuni atap yang menurutnya sangat menarik. Setelah puas menjadi seorang stalker Alan menghubungi seseorang. "Ow...jadi begitu Rom?"


"Kamu bisa kan bantuin aku besok?" Ujar Alan pada seorang di balik telefon yang ternyata Romi.


"Aku udah maafin dia....itu hanya salah paham aja, untuk masalah Nando....biar aku yang urus."ujar Alan lagi kemudian menutup teleponnya.


***


Pagi itu tampaknya Aya bangun kesiangan karena semalaman ia harus mengajari Cika hingga tenaganya hampir habis.


Suara telepon membangunkan tidur Aya. Dengan malas Aya mengambil telfonnya, matanya masih sulit untuk terbuka dilihatnya nomor baru.


"Halo, siap ya?" Tanya Aya dengan suara lirih, karena masih mengantuk.


"Ini nomornya Asher kan?" Tanya seseorang dari seberang telepon.


"Asher kan lagi di LA." Jawab Aya masih belum sepenuhnya sadar.


"Ini siapa?" Tanya orang itu lagi.


"Ini....aku Aya, kamu siapa?" Jawab Aya Masih memejamkan matanya.


"Ini Alan!"


Bersambung......

__ADS_1


terimakasih sudah membaca, jangan lupa tinggalkan like dan komen biar aku tambah semangat nulisnya... terimakasih. vote juga boleeehhh..


__ADS_2