Bertukar Identitas

Bertukar Identitas
Disekolah part 2(ALEA)


__ADS_3

Beberapa saat kemudian...


Ruangan yang tadinya tenang kini dipenuhi decak kesal oleh para siswa. Mereka sama- sama sudah sampai pada soal ketiga dari terakhir, yang mana ketiganya merupakan soal dari materi pertemuan terakhir yang sengaja Pak Riswan masukkan.


Pak Riswan semakin di atas awan, sukses membuat anak didiknya frustasi. "Ada apa? Apa kalian mengalami kesulitan?..," Udah tau nanya lagi, itulah Pak Riswan.


Sifat jahilnya tidak pernah lepas dari dirinya. Sifat ini pula yang banyak dibenci oleh para murid, karena kejahilannya tidak tanggung- tanggung karena bisa mengancam nilai para murid seperti saat ini.


"Iya Pak! Kami kesulitan menjawab tiga soal terakhir.., karena materi ini sepertinya belum kita pelajari..," Ucap Ricard disambut anggukan setuju dari para siswa lainnya.


Pak Riswan mengangguk. "Benarkah? Materi ini belum pernah bapak ajarkan?..," Tanya Pak Riswan tersenyum mengejek.


"Benar Pak!..,"Jawab para siswa serentak kecuali Alea, ia tetap fokus dan mengerjakan soal ujiannya.


"Pada pertemuan terakhir, bapak sudah mengenalkan materi soal itu kepada kalian.., ada yang masih ingat?..," para siswa mulai mengingat- ingat pertemuan terakhir dengan Pak Riswan, dan apa yang dibilang Pak Riswan itu benar.


"Ingat Pak! Tapi pada pertemuan itu bapak hanya mengenalkan materi tersebut pada kami.., lalu kenapa tiba- tiba materi itu masuk dalam ujian kali ini?..," Tanya Pearly.


"Bapak memang hanya mengenalkan materi itu pada kalian.., tapi bukankah setelahnya bapak menyuruh kalian mencari mencari dan mempelajari materi tersebut di rumah?" Para siswa terdiam.


Sebenarnya pada saat Pak Riswan mengatakan itu, mereka mendengarnya dengan sangat baik, walau suara Pak Riswan berkolaborasi dengan suara bel yang berbunyi. Hanya saja, mereka seakan acuh dan tidak memperdulikannya. Karena menurut mereka, Pak Riswan pasti akan menjelaskan materi itu pada pertemuan selanjutnya. Jadi buat apa mereka mencari dan mempelajarinya di rumah jika ujung- ujungnya akan diberi tahu juga?

__ADS_1


[Kalau aku tahu bakal begini kejadiannya, sudah pasti saya mengusut tuntas itu materi!..] Sesal salah satu siswi berpenampilan full make- up.


"Sekarang kalian selesaikan pekerjaan kalian.., jangan banyak protes karena itu salah kalian juga, tidak mengidahkan tugas yang bapak berikan..," tegas Pak Riswan membuat para siswa semakin frustasi.


"Tapi Pak-.." Pearly yang hendak protes menghentikan ucapannya saat suara kaki kursi bergesekan dengan lantai terdengar. Sontak suara itu membuat seluruh manusia yang ada di dalam kelas 2-A menoleh ke arah sumber suara, yang ternyata berasalal dari Alea. Alea berjalan ke arah Pak Riswan sambil memegang kertas soal serta lembar jawaban miliknya, di iringi dengan tatapan tidak percaya sekaligus meremehkan dari sebagian murid.


[Apa dia telah menyelesaikan ujiannya?] Ucap gadis bermake- up tebal.


[Apakah Alena sudah menjawab tiga soal terakhir? Kau memang pintar Alena] batin Fernand.


[Aku tak percaya dia bisa menjawab semua soal ujian ini] ujar Ricard.


[Pasti dia menjawabnya dengan asal- asalan atau mengosongkan jawaban tiga soal terakhir] sinis Pearly.


[Jadi kau yang bernama Pearly.., salah satu admin grub chat yang selalu mengirim pesan tidak pantas kepada siswa bantuan sosial, termasuk adikku! Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu!..,] Alea menatap Pearly dengan tatapan datar namun sejuta makna.


...----------------...


Waktu berlalu begitu cepat. Pearly, Ricard, dan beberapa temannya tampak tidak percaya dan syok setelah mengetahui hasil ujian Alea mencapai 9,6 dan Fernand mencapai 9,1 sangat jauh jika dibandingkan dengan hasil ujian mereka yang hanya mendapat rata- rata 8,9.


[Bagaimana bisa siswa dari bantuan sosial mendapat hasil ujian di atas 9, mengalahkan hasil ujianku.., dasar menyebalkan!] batin Pearly.

__ADS_1


"Dari 30 orang siswa di kelas ini.., hanya ada 2 orang yang hasil ujiannya di atas 9.., Apakah hanya 2 orang itu yang mendengarkan ucapan bapak?..," perkataan Pak Riswan sontak menyinggung hati mereka. Mereka tidak terima, secara tidak langsung dikatai tuli dan terkesan pemalas dibandingkan dengan siswa kelas bantuan sosial.


"Kita dengar kok, Pak!.." sanggah Pearly.


"Tapi kalian menganggap omongan bapak hanya angin lalu, begitu? Tidak penting sehingga kalian tidak menghiraukannya?..," Pearly terdiam begitupun dengan yang lainnya.


Mereka takut dengan nada bicara Pak Riswan yang terdengar sedang marah. Mereka mengaku salah, tapi tidak terima jika dibandingkan dengan Alea maupun Fenarnd yang notabanenya dari siswa bantuan sosial, mereka beranggapan siswa dari bantuan sosial jauh dari kata pantas untuk dibandingkan dengan mereka.


Pak Riswan keluar dari ruangan dengan raut wajah dingin, ia tidak marah hanya saja kecewa dengan anak didiknya yang tidak menghargai seseorang, hingga mengabaikan tugas yang ia berikan.


Setelah Pak Riswan keluar dari kelas, Pearly meremas kertas hasil ujian miliknya hingga tak berbentuk. Ia begitu kesal dan geram terhadap Alea dan Fernand yang sudah menggeser dirinya sebagai pemegang nilai tertinggi setiap ujian. Walaupun ini hanya ujian harian tapi ia tetap tidak terima.


Pearly menghempaskan kertas digenggamannya lalu beranjak dari duduknya. Ia hendak menghampiri Alea dan memberinya pelajaran. Saat Pearly sudah dekat dengan Alea ia melayangkan tangannya hendak memukul Alea, dan...


Bughh!


Seluruh siswa yang ada di dalam kelas itu sontak mengalihkan perhatiannya ke arah Pearly.


"isshh" Pearly meringis kesakitan sambil memegangi dahinya yang berdarah akibat terbentur sudut meja. Pearly tidak sengaja tersandung oleh kaki Ricard yang duduk di depan Alea. Ricard yang melihat keadaan Pearly segera menghampiri dan memempah Pearly.


"Kita ke UKS ya?.." Pearly hendak menolak karena belum memberi Alea pelajaran, tapi rasa sakit di dahinya mengalahkan segalanya. Jadi dengan sangat terpaksa ia mengikuti Ricard.

__ADS_1


Setelah kepergian Pearly dan Ricard dari kelas itu, Alea tersenyum mengerikan. Ia sebenarnya tahu apa yang hendak Pearly lakukan kepadanya. Tapi entah nasib apes atau memang semesta yang mendukung, Pearly malah mengalami nasib sial barusan.


[Kita lihat sejauh mana kau akan terus- terusan melakukan hal seperti ini..,]


__ADS_2