Bertukar Identitas

Bertukar Identitas
Kejutan dari Alan


__ADS_3

"Wah suara Raisha benar-benar bagus!" Puji Anisa dengan raut wajah kagum.


Saat Ima ingin menimpali malah di dahului Nando. "Iya emang bagus, acara tahun baru kemarin dia juga nyanyi."


Ima dan Anisa langsung menoleh ke arah Nando. "Maksud Kak Nando acara tahun baru di kost pacar kakak itu?"


Karena setahu Anisa tahun baru kemaren, Aya menjenguknya di rumah sakit. Belum sempat Nando menjawabnya tepuk tangan penonton mengakhiri lagu 'Antara Cinta dan Rahasia by Yuri ft Glenn Fredly' yang dibawakan Aya.


"Wiihh.... artisnya udah dateng, keren banget." Puji Nando sambil bertepuk tangan sesaat setelah Aya menghampiri meja mereka. "Lagu buat siapa nih?"


"Tuh... request pacar kamu!" Jawab Aya cepat.


"Kok aku?" Tunjuk Cika pada dirinya sendiri.


Sontak Aya menginjak kaki Cika yang langsung meringis. "Oh...iya, i...itu request aku Darling."


Jawaban Cika membuat Nando langsung melayangkan protes hingga Nando menarik Cika menyingkir guna mendengar penjelasannya, itu semua karena makna lagu yang tentang menyukai pacar sahabatnya.


"Yang bener?....aku perhatikan sepertinya itu tulus dari hatimu." Pancing Alan, senyumannya sudah menampakkan seringai licik.


"Mana ada!....aku bukan tipe Pecowor ya." Aya menanggapi.


"Apaan Pecowor?" Alan mengeryit.


"Perebut Cowok orang lah, .....gak tahu tuh, Cika aneh-aneh aja milih lagu kok kayak gitu." Aya menatap ke segala arah asal tidak Alan.


Gelagat Aya yang seperti itu sudah sangat Alan hafal, pasti Aya sekarang sedang berbohong.


Sekembalinya Nando dan Cika, Cika langsung melirik tajam Aya yang sekarang sedang tersenyum cengengesan. "Pulang dari sini aku mau, kamu belanjain aku baju sekalian traktir makan di restoran Korea pokonya, gak mau tahu aku!" Bisik Cika Sebagai ganti rugi atas kesalah pahaman antara dirinya dan sang kekasih walaupun sebenarnya masalahnya sudah selesai.


"Oke, beres!" Bisik Aya.


"Kak Mita, itu cowok yang duduk di sebelahmu diam aja kenapa? Sakit gigi ya?" Aya melirik Asher sambil menahan senyumannya.


"Aku gak kenal!" Sahut Mita cepat. Asher hanya bisa mendengus kesal.


"Diam kamu!" Sentak Asher menatap Aya tajam.


"Lho kamu kenal Mas-mas ganteng ini Ra?" Tanya Anisa yang ternyata sedari tadi mengagumi penampilan Asher yang paripurna, menurutnya cool dan misterius.


"Kenal banget, seumpama nih ya,.... kalau aku ini bayi dia itu ari-arinya." Melihat mata Asher yang sudah melotot tak tahan akhirnya Aya tertawa terbahak-bahak diikuti yang lainnya. Mengganggu saudara kembarnya selalu bisa merubah moodnya yang buruk.


"Kalau masih gak diam! Aku buka ni semuanya!" Ancam Asher sambil tersenyum menyeringai.


Aya menelan ludahnya kasar, "Buka aja!...mau aku bantuin bukain bajunya?"


"Udah-udah kalian ini saudara kembar selalu saja bertengkar!" Ima menengahi.


"Kembar!" Sahut Anisa dan Nando bersamaan karena memang hanya mereka yang belum tau.


"Berarti kamu sepupunya kumis Lele juga?" Nando menatap Aya penuh selidik.


"Dari tadi Kumis Lele terus siapa sih sebenarnya Darling?" Tanya Cika penasaran.


"Eh...aku kok tiba-tiba pengen makan toppoki ya?" Sahut Aya cepat, mengalihkan perhatian Cika dengan makanan kesukaannya agar cewek itu tidak bertanya tentang dirinya yang lain.


"Aku juga mau?" Rengek Cika.

__ADS_1


"Aku tau Toppoki yang enak, mau di pesenin?" Romi menawarkan yang langsung mendapat anggukan kepala, tak lupa Aya melemparkan senyum manisnya. Tingkah Aya tak luput dari perhatian Alan membuat lelaki itu bertambah geram.


"Oh...iya sampe lupa, aku punya Drakor baru Honey....kita nanti nonton bareng di apartemenku ya?" Nando menaikkan turunkan alisnya sambil menatap Cika.


"Enak kayaknya punya pacar yang sama-sama punya hobi nonton Drakor ya Cik?" Aya nampak penasaran.


"Jelas....nanti kalo ada adegan kissing tinggal langsung praktekin." Sahut Nando cepat. Membuat pipi Cika langsung memerah.


"Uhuk!..uhuk!" Alan langsung tersedak minuman.


"Pacarmu Cik, ngomongnya gak difilter...kasihan tuh yang udah punya lawan main langsung tersedak." Aya tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


"Kenapa Kak?.... kenapa ini Ay kak Alan?" Ima yang baru datang setelah dari toilet tampak panik saat melihat Alan terbatuk-batuk sampai lupa nama panggilan Aya.


Anisa yang duduk di sampingnya membisikkan sesuatu pada Ima yang langsung bersemu merah. "Aku gak suka nonton Drakor kok Kak." Ima menunduk malu-malu.


"Sama dong ...Kak Alan juga gak suka kok." Anisa menimpali sambil tersenyum.


"Aman berarti kamu." Aya ikut menanggapi.


"Aku punya komunitas cowok pecinta Drakor Ra, kamu mau aku kenalin sama salah satu dari mereka." Nando menawarkan. Wajah Alan makin merah padam karena tersedak sekaligus marah saat mendengar ucapan Nando yang ingin menjadi Pakcomblang, karena setahu Alan kalau perempuan namanya Makcomblang berarti kalau laki-laki Pakcomblang.


"Asal wajahnya mirip Song Joong ki aku mau." Jawaban Aya membuat Alan langsung menatap tajam Aya. Yang ditatap pura-pura tidak tahu. Ia sudah masa bodoh dengan Alan. Setelah acara ini selesai ia akan memutuskan hubungan berkedok Persahabatan rasa pacar itu. Benar yang Cika katakan ada rasa lega dan ikhlas setelah ia mengungkapkan isi hatinya pada Alan dalam bentuk lagu.


Aya sengaja mengganti lirik lagu yang tadi sempat di protes penonton itu. Takutnya Alan menanggapinya serius, ia tidak ingin Alan lebih memilih dia dari pada Ima.


"Ngomong-ngomong ada lho cewek yang sampe nangis tiga hari tiga malam waktu Song Joong Ki Cerai dari istrinya." Asher menatap Aya sambil tersenyum mengejek.


"Siapa?" Tanya Nando dan Cika bersamaan.


"Tuh Raishaaa!" Tunjuk Asher pada Aya yang langsung melotot padanya.


"Bener itu Ra?" Cika menatap Aya penuh selidik.


"Gak!" Sahut Aya cepat.


"Bo'ong!....berani sumpah?" Asher tersenyum menyebalkan.


"Beneran Ra? aku kok gak tau?....aku gak nyangka Lho, segitunya kamu." Ima ikut menimpali sambil tertawa.


"Aku juga suka sih Song Song couple tapi gak segitunya juga, sampe nangis...tiga hari tiga malam lagi." Cika tidak tahan sampai tertawa terbahak-bahak.


Akhirnya semua orang mengolok-olok Aya. Tentu saja selain Romi dan Alan.


"Udah lah! aku mau pergi aja!" Aya merajuk.


"Mau keman Ra?" Cika hendak mencegah Aya.


"Ke toilet, kenapa?... ikut?" Mendengar itu Cika tersenyum cengengesan sambil menggelengkan kepala.


"Ih... semuanya nyebelin banget sih!...awas saja Sher, gak bakal aku restui sama kak Mita." Gerutu Aya saat berada di toilet sambil sibuk mencuci tangannya.


Saat itu Aya sayup-sayup mendengar suara seseorang menyanyikan lagu kesukaannya. Buru-buru ia keluar bermaksud kembali ke mejanya karena penasaran. Sudah pasti itu bukan suara kaset karena hanya diiringi oleh gitar.


Ternyata Alan yang sedang bernyanyi dengan penuh penghayatan. Dia terlihat sangat tampan dan mempesona beberapa kali lipat menurut Aya. Lebih mengejutkannya lagi Alan sedang menyanyikan lagu salah satu sountrack Drama korea DOTS, yang sampai saat ini masih di gilai Aya.


Oh every time i see you (Oh setiap kali aku melihatmu)

__ADS_1


Geudae nuneul *** ttaemyeon (Ketika aku menatap matamu)


Jakku gaseumi tto seolleyeowa (Hatiku terus berdebar keras)


Nae unmyeongijyeo (Kaulah takdirku)


Sesang kkeuchirado


Jikyeojugo sipeun dan han saram (Satu-satunya orang yang ingin ku lindungi sampai berakhirnya dunia)


Nal tteonaji marayo (Jangan tinggalkanku)


Gakkeumeun al su eobtneun miraera haedo (Bahkan jika kita tidak dapat melihat masa depan kita)


Nal midgo gidaryeojullaeyo (Maukah kau percaya padaku dan menungguku?)...........dst.


baby oh oh oh oh


Gieokhaejwoyo (Ingatlah)


oh oh oh oh


Eonjena uri hamkke isseumeul (Kita selalu bersama-sama)


I love u (Aku mencintaimu)


Alan menyanyikan lagu itu dengan tempo yang lambat tapi pas untuk di dengar membuat semua orang nampak takjub, apalagi Aya yang sedari dulu ingin sekali bisa menyanyikan lagu Korea. Ia bersumpah setelah ini ia akan langsung berguru pada Alan. Persetan dengan niat awalnya yang ingin memutus hubungan persahabatan itu. Anisa yang notabene adik Alan menjadi bulan-bulanan yang lainnya karena kesalahan informasi yang ia berikan. Bagaimana bisa adiknya sendiri tidak tau kalau kakaknya juga menggilai sesuatu berbau Korea. Sampai bisa berbahasa Korea dengan sangat fasih.


"Sumpah aku gak tahu!...aku juga kaget banget!" Begitulah ia membela diri.


"Beneran aku specles... karena setahu aku, Alan itu juga tidak suka yang berbau Korea, apalagi Drakor." Nando ikut membela Anisa.


"Tapi aku pernah liat dia punya foto aktris dan aktor Korea di kamarnya." Romi menambahkan.


Aya sama sekali tidak menggubris semua perdebatan teman-temannya itu.


Aya sekalipun tidak mengalihkan pandangannya dari penampilan Alan, ia terus melemparkan senyuman. Antara kagum dan....entahlah apa, ia juga tidak tahu. Di bait terakhir ia benar-benar tahu Alan sedang memandangnya walaupun ia tidak tau arti dari lirik lagu 'Every time by Chen ft Punch' itu....tapi ia tahu artinya 'I love you' mungkin setelah ini ia akan mencari tahu arti dari semua lirik lagu itu.


Ternyata Alan tidak langsung menghampiri teman-temannya yang ingin memberondong dia dengan berbagai pertanyaan, sepertinya ia langsung ke toilet begitu pikir Aya. Aya jadi makin bingung, di satu sisi ia ingin segera melepaskan Alan tapi di sisi lain ia ingin memperjuangkan cintanya lagi, setelah mengetahui beberapa fakta termasuk hobi mereka yang sama.


"Pulang bareng siapa?" Tepukan di pundak yang dilayangkan Asher membuat Aya kembali tersadar.


"Gak tau, tadi sih berangkat bareng Ima sama Alan,....eh kemana mereka?" Aya baru saja menyadari kalau Alan dan Ima sudah tidak ada, apakah selama itu dia melamun sampai tidak menyadari kepergian mereka.


"Mungkin udah pulang."


Akhirnya Aya memutuskan untuk pulang bersama Asher juga Mita karena mereka tadi memang berangkat bersama. Saat masuk ke dalam mobil tiba-tiba Aya merasakan mulas di perutnya.


"Eh...tunggu bentar Sher, perut aku tiba-tiba mulas,....aku numpang balik ke toilet dulu." Aya langsung keluar berjalan cepat karena rasanya ia sudah tidak tahan lagi.


"Ah....lega banget." Ujarnya setelah keluar dari toilet. Saat ia hendak melangkah pergi.


Di lorong dekat Toilet Aya mendengar sayup-sayup suara percakapan. Ia mengintip asal suara itu.


Matanya terbelalak, tubuhnya mematung seketika. Udara di paru-parunya serasa mulai menipis. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Alan dan Ima sedang berciuman. Buru-buru ia berbalik tapi na'as kakinya menendang ember sehingga membuat dua orang itu berbalik.


"Maaf aku tidak lihat apa-apa permisi!" Aya mengangkat satu tangannya masih memunggungi mereka. Tanpa berbalik ia langsung berlari.

__ADS_1


Bersambung.....


Maaf ya, kalo scan di Cafe Nando sampe tiga episode, karena kan jarang-jarang semuanya kumpul jadi satu, aku sampe bingung biar semua kebagian peran.....habis ini, bakal menguras emosi dan mental, jadi siap-siap aja ya....jangan lupa like, komentar dan vote, asal kalian tahu, aku tu seneng banget klo komen bisa lebih dari 6 orang, rasanya pengen langsung nulis. kalo dikit mungkin kudu istirahat dulu nulisnya nunggu komentarnya banyak...piiisssss


__ADS_2