Bertukar Identitas

Bertukar Identitas
Mulai Bertarung Dengan Perasaan


__ADS_3

Alan berjalan mendekati keramaian saat melihat sosok Aya ia langsung menerobos dan berdiri di belakangnya. Tangan kanan Aya memegang Ponsel untuk merekam, sedangkan yang lain terangkat seakan memberi dukungan.


"Memangnya Yang tampil ada temen mu?" Alan berbisik di telinga Aya. Yang ditanya hanya menoleh sekilas kemudian kembali ke kegiatan semula seakan-akan tidak peduli dengan sosok tampan yang berdiri di belakangnya, Padahal sedari tadi banyak mahasiswi yang berdiri di sekitar Alan yang awalnya melihat penampilan peserta di panggung beralih memandang Alan sambil berbisik-bisik.


"Wah.., dia ganteng banget ya?" Bisik salah satu wanita.


"Iya, mau deh jadi pacarnya....dia anak kampus sini gak ya?"


"Tapi kok gak pernah liat! ....yuk kita deketin, minta nomornya," bisik wanita yang lain terdengar sampai di telinga Alan.


Alan yang mulai merasa tidak nyaman mencoba mengajak Aya pergi, "Sher yuk balik!....aku udah gak nyaman di sini." Bisik Alan.


Dan seperti tadi, Aya sama sekali tidak menghiraukannya, hingga Alan bermaksud menarik tangannya, saat hendak menariknya tangan Aya malah terangkat ke atas. Ternyata pembawa acara membuat challenge siapa saja yang berani maju dan tampil dengan baik menirukan dance ala Blackpink akan mendapatkan hadiah berupa kaos dan CD Blackpink yang sudah ditandatangani. Tentu saja Aya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia sudah tidak peduli dengan penampilannya sebagai laki-laki, toh ini bukan kampusnya dan semua yang ada di situ tidak mengenalnya.


Alan hanya menatap heran saat Aya juga naik ke atas panggung, diantara enam orang yang naik hanya dia yang laki-laki begitu pikir Alan. Ia pun hanya bisa menghela nafas melihat tingkah Aya.


Semuanya sudah berjajar lagu pun mulai di putar.


Boran deusi muneojyeosseo/ Badageul ttulko jeo jihakkaji


Semua peserta challenge mulai menari tapi entah kenapa yang menarik perhatian Alan hanya cara menari Aya yang begitu lincah.


Ot kkeutjarak japgetdago/ Jeo nopi du soneul ppeodeobwado


Dasi kamkamhan igose/ Light up the sky


Ne du nuneul bomyeo/ I’ll kiss you goodbye


Silkeot biuseora kkoljoeunikka/ Ije neohui hana dul set


Chorus:


How-how you like that?


You gon’ like that, that-that-that-that, that, that, that, that.............dst.


Sampai lagu selesai di putar hanya tiga orang tersisa yang lainnya sudah tersingkir. Di sana ada juri untuk dance jadi bisa dipastikan penjurian sangat selektif.


"Oke sekarang tinggal tiga orang tersisa, dance ke dua ini sangat menentukan siapa yang akan menjadi pemenang, tentunya masih menggunakan lagu Blackpink, kita akan memilih gerakan dance yang lebih cepat..... Kita mulai dari sekarang, music!" Ujar pembawa acara.


Dari awal musik di putar Aya sudah langsung tau kalau lagu yang diputar berjudul "Boombayah" yang musiknya lebih cepat dan menguras energi. Ia hanya bisa berdoa semoga saat menari rambut palsunya tidak copot.


Awal lirik lagu diputar Aya sangat lancar menari meliak liukkan badannya.


Joha…i bunwigiga joha…/Joha… nan jigeum nega joha…


Dan sampai di lirik ini entah kenapa Alan seperti susah untuk menelan Salivanya. "Bisa-bisanya dia bergaya sexi seperti itu!" Batinnya.

__ADS_1


Jeongmal banhaesseo oneul bam neowa chumchugo sipeo!


[All] :


Boombayah!


Yah Yah Yah Boombayah


Yah Yah Yah Boombayah Yah Yah Yah Yah


Syukurlah saat gerakan memutar-mutar kepala rambutnya tidak terlepas, bisa dibayangkan bila sampai terlepas mungkin akan terlempar jauh.


Boom Boom Ba Boom Boom Ba Oppa!


Yah Yah Yah Yah Yah Yah Yah Yah Yah Yah


Yah Yah Yah Yah Yah Yah Yah Yah Yah Yah Oppa!.......dst.


Dan suara riuh tepuk tangan bersamaan dengan suara siulan dan teriakan penonton mengakhiri kompetisi itu. Dan tentu saja pemenangnya bisa dipastikan adalah Aya.


"Permisi saya bicara dengan mas Siapa?" Tanya MC menyodorkan mikrofon ditangannya.


"Asher!" Jawab Aya singkat masih mengatur nafasnya yang memburu.


"Wah... sepertinya mas ini Blink sejati ya?" Dan dijawab anggukan kepala oleh Aya.


"Mas dari universitas ini juga?" Tanya MC.


"Baiklah, sebenarnya masih banyak yang ingin saya tanyakan tapi kelihatannya masnya terburu-buru,....... semuanya mari kita berikan applaus pada Mas Asher!" Teriak MC.


Dan riuh tepuk tangan mengiring Aya yang turun dari panggung. Saat sampai di bawah tangannya langsung diseret oleh Alan menuju parkiran.


Sebelum Alan membuka pintu mobil, Aya segera menepis tangan Alan dan pergi ke arah yang berlawanan. Dengan cepat Alan mengejar Aya langsung membopongnya dan memasukkannya ke dalam mobil. Tanpa aba-aba Alan langsung tancap gas.


"Al..... Berhenti! Loe tu ngapain sih maksa-maksa gue, berhenti!.. gue mau turun!" Teriak Aya.


Bukannya berhenti Alan malah makin mempercepat laju mobilnya. Aya sampai berpegang pada bagian atas pintu mobil.


"Al... kalau loe gak berhenti gue lompat!" Ancam Aya, dan syukurlah ancaman Aya berhasil, Alan langsung menginjak rem.


Aya mengatur nafasnya yang memburu, dan tiba-tiba Alan mendekati Aya. "Gue bisa sendiri!" Aya mengira Alan memcoba melepaskan sabuk pengaman miliknya.


Tapi ternyata perkiraannya salah, Alan malah menarik tengkuk Aya kemudian mendaratkan bibirnya di bibir mungilnya, sontak Aya langsung terbelalak. Tapi ia merasakan ciuman kali ini sedikit berbeda, Alan melakukannya dengan lembut sampai Aya terbuai dengan semua perlakuan Alan. Dia m*l*m*t , mengg*l*m dan menggigit kecil bibir mungil Aya. Lidahnya mulai masuk ke dalam rongga mulutnya. Memainkan lidahnya, tak sadar sedikit demi sedikit Aya membalas ciuman Alan.


Ciuman panas itu terus berlanjut, hingga ia merasakan tangan Alan bergerilya mulai masuk kedalam kaos yang Aya kenakan. Dan saat itulah Aya tersadar dengan sekuat tenaga Aya mendorong tubuh Alan menjauh darinya.


"Al....ini salah, yang loe lakuin ini salah Al!" Sahut Aya terburu-buru, sambil mengatur nafasnya.

__ADS_1


"Sadarlah Al!" Aya sedikit meninggikan suaranya.


Raut wajah Alan berubah-ubah saat mendengar yang Aya katakan, ia langsung mengusap wajahnya gusar lalu Memukul-mukul kemudi.


Saat melihat Alan lengah Aya langsung keluar dari dalam mobil, dan beruntung bersamaan dengan itu ada taxi yang lewat. Alan hanya bisa menatap taxi yang membawa pergi Aya.


Sampai di rumah Alan langsung masuk ke dalam kamar mandi, ia mengguyur kepalanya dengan shower untuk menjernihkan pikirannya. Ia menatap pantulan dirinya di cermin, Wajah tampan dan otot-otot yang bagus. Ditambah lagi ia juga memiliki otak yang cerdas ,ia pria yang sempurna. "Aku bisa mendapatkan wanita yang sempurna, tapi kenapa pikiranku dipenuhi si kumis Lele...bibirnya begitu memabukkan... apa aku sudah tidak waras..apa yang harus aku lakukan?" Ia bertarung dengan pikirannya sendiri.


***


Aya baru saja masuk ke dalam kamarnya. Ia melepaskan kaosnya. Ditatapnya pantulan dari cermin didepannya. Badan yang terbelit dengan korset begitu ketat agar dadanya tidak menonjol. Kerap kali dirinya merasa sesak tapi itulah harga yang harus ia bayar untuk kebebasan yang ia inginkan.


Tiba-tiba Aya teringat kejadian beberapa jam yang lalu, ia tersenyum sambil memegang bibirnya rasa ciuman itu belum hilang dari ingatannya. Untuk pertama kalinya Aya merasa dicintai, rasa yang belum pernah ia alami.


Apakah kini dia sedang jatuh cinta? atau cuma karena sentuhan bibir Alan yang membuat hatinya kini tidak karuan? Apakah sekarang sudah saatnya ia jujur pada Alan? Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepalanya.


Tiba-tiba ia teringat pertanyaan di game truth or Dare saat di cafe milik Romi, pertanyaan yang ditujukan pada Alan, "Apa yang paling kamu sukai dan yang paling tidak kamu sukai?" Begitu pertanyaan di game yang diajukan Lila saat itu.


"Aku paling suka makanan manis dan aku paling tidak suka dibohongi." Jawaban Alan saat itu membuat Aya langsung tersadar, kalau selama ini dia sering membohongi Alan bahkan bisa di bilang dalam setiap perkataannya di penuhi dengan kebohongan.


Pada akhirnya Aya bertekat untuk tetap menjaga rahasianya dari Alan, dan mulai sekarang akan menjauhinya, ia sudah tidak mau lagi membohongi Alan dengan setiap perkataannya.


Tok.tok.tok


Suara ketukan pintu menyadarkan dirinya dari lamunan. ia langsung memakai kaosnya kembali.


"Eh... Cika ada apa?" Tanya Aya setelah Cika duduk di ranjangnya.


"Aya, aku dapet juara dua tau gak sih?...aku seneng banget, gak apa-apa deh gak dapet juara satu yang penting dapat trofi." Cerocos Cika.


"Iya aku tau kamu dapat juara dua." Jawab Aya malas kemudian merebahkan diri di ranjang.


"Kamu kan gak Nonton, mana bisa tau, ada-ada saja!" Sahut Cika sedikit Sewot.


Akhirnya Aya memperlihatkan video di ponselnya, ia juga menjelaskan alasan yang sudah ia susun tadi.


Saat cika menoleh tak sengaja matanya menangkap sesuatu yang menyeruak keluar dari dalam tas Aya, ia langsung membuka dan mengambilnya.


"Wah...ini kan kaos sama CD Blackpink gift dari challenge pensi di kampusku tadi, kamu dapat dari mana Ra? Jelaskan sama aku!" Desak Cika.


Aya hanya bisa menepuk jidatnya. Saking asiknya melamun tadi ia sampai lupa menyimpan barang-barang itu. Kini otaknya harus bekerja ekstra keras mencari alasan yang kira-kira bisa diterima Cika dengan baik.


"Oh...itu dikasih temenku yang tadi ikutan challenge!" Dan hal itulah yang keluar dari mulut Aya. "Semoga ini anak percaya dan tidak bertanya lagi." Batin Aya.


Cika mengerutkan keningnya. "Oh tadi cowok yang menang itu teman kamu ya? Wah baik banget dia, aku cuma denger dari teman-teman yang lain, dia dancenya Keren banget katanya. Sayang tadi aku pas lagi kekamar kecil gara-gara grogi bawaannya mules Mulu, jadi gak sempat liat penampilannya." Jelas Cika yang begitu panjang.


Tapi dengan begitu Aya jadi bisa bernafas lega, ternyata Cika tidak tau kalau sebenarnya dia yang sudah naik ke atas panggung dengan penampilan cowoknya.

__ADS_1


Bersambung....


Terimakasih sudah membaca cerita saya,maaf kalau mungkin membosankan maklum saja masih pemula dalam dunia tulis menulis...saya hanya menuangkan imajinasi saya di dalam novel ini, dan memasukkan unsur yang saya sukai...jangan lupa lirik dan komen Vote juga boleeehhh....


__ADS_2