
Rasanya Jonathan tidak percaya lelaki yang dulunya pernah ia hina dan usir sekarang menjadi tamu kehormatan di pestanya.
Mau tidak mau Jonathan menyambut uluran tangan Alan. "Saya baik."
Setelah itu Alan mulai berkenalan dengan dua pria paruh baya yang bernama James dan Hendrik. Tak lupa seorang pria yang tak lain adalah Shakiel kakak sulung Aya. Shakiel juga sempat terkejut saat melihat Mr.A ternyata adalah mantan kekasih adiknya sendiri. Walaupun baru pertama bertemu tapi ia sempat melihat fotonya bersama sang adik.
"Waah.... ternyata Mr.A yang sesungguhnya setampan ini. Saya tidak pernah menyangka kalau anda masih sangat muda. Sosok misterius di balik kesuksesan perusahaan 'A Light Incorporated'." Ucap Pak James.
"Sama.... saya juga tidak pernah menyangka. Sosoknya masih muda dan sungguh bersinar. Kalau boleh tahu apakah anda masih sendiri atau malah sudah beristri?" Pria bernama Hendrik menimpali.
"Sepertinya anda terlambat Pak Hendrik, Mr.A tadi tampaknya membawa kekasihnya datang ke sini." Yang menjawab bukan Alan melainkan Ezra.
"Kau salah sangka Bro! Tadi itu bukan kekasihku tapi Kakaku." Alan mencoba menjelaskan sambil merangkul pundak Ezra.
"Yang benar? Aku kira dia kekasihmu. Terus di mana kekasihmu yang sudah lama kau tunggu itu?"
"Dia sebenernya ada di___"
"Bisakah Tuan Alan memberikan sedikit tips agar bisa menjadi pria sukses di usia muda?" Tiba-tiba Shakiel memotong pembicaraan Alan dan Ezra. Hingga membuat Alan beralih menatapnya dengan seulas senyuman misterius. Ucapan Shakiel dibenarkan dua pria paruh baya yang sedari tadi kagum dengan sosok Alan.
"Tentu saja. Saya akan sedikit bercerita tentang sesuatu yang membuat saya sangat termotivasi untuk menjadi seperti sekarang. Dulu sekali saya pernah di tolak bahkan di usir oleh ayah dari kekasih saya. Dia sangat mengutamakan kesetaraan sosial saat itu perusahaan saya memang masih sangat kecil. Dan dari situlah saya bertekad untuk menjadi seorang yang sukses dan membuktikan kalau saya bisa membahagiakan putrinya."
Ucapan Alan mendapatkan applause dari semuanya termasuk Shakiel tapi tidak dengan Jonathan yang sedari tadi diam memperhatikan. Dirinya merasa tertohok dan dipermalukan secara tidak langsung.
"Wah, pasti sekarang ayah dari kekasih Anda itu sangat menyesal atau bahkan sekarang anda sudah membuatnya menyerahkan putrinya?" tanya James.
"Sepertinya dia bukan jodoh saya. Dia sudah dijodohkan dengan pria yang baik." Alan menepuk pundak Ezra perlahan.
Ezra yang memang tidak tahu maksud Alan hanya menoleh dan tersenyum.
"Wah sayang sekali. Kalau ada waktu bisakah anda menerima undangan makan malam di rumah saya. Saya ingin memperkenalkan anak gadis saya pada Anda. Barangkali jodoh." Ucap Hendrik dengan senyuman.
mendengar itu entah kenapa membuat Jonathan tanpa sadar mengepalkan tangannya.
"Sayang sekali anak gadis saya masih sekolah dasar." James ikut menimpali diselingi kekehan.
"Tapi sepertinya saya lebih tertarik untuk berkenalan dengan anak Tuan James." Sahut Alan diselingi tawa.
"Anda bisa bercanda juga." James menimpali. Mereka tertawa bersama-sama.
"Saya penasaran dengan nama perusahaan anda. Apakah itu diambil dari nama depan Anda?" Shakiel yang sedari tadi diam akhirnya ikut bersuara. Ia ingin sedikit mencari tahu perihal perusahaan yang Alan miliki.
"Pertanyaan yang bagus Tuan...... Bagaimana kalau saya panggil Kakak saja supaya lebih akrab seperti Ezra memanggil Anda?"
"Tentu saja boleh." Sahutan Shakiel mendapatkan lirikan tajam dari Jonathan.
"Begini Kak. Banyak sekali yang mengira kalau huruf A di nama depan perusahaan saya itu diambil dari inisial nama depan saya tapi sebenernya salah. A itu inisal nama kekasih saya. Dan light yang artinya cahaya. Seperti itulah arti dia bagi saya cahaya yang menerangi kehidupan saya di saat gelap dan terpuruk. Perusahaan itu saya dedikasikan untuk dia, tapi mungkin takdir berkata lain."
Semuanya memandang haru saat mendengar kisah seorang Alan tapi tidak dengan Jonathan walaupun sempat terkejut dia berusaha keras memasang wajah datar.
"Bagaimana ya kira-kira reaksi ayah dari kekasih anda itu saat mengetahui semuanya?" tanya Hendrik.
"Biasa saja....sepertinya." Alan sedikit melirik Jonathan.
"Anda tidak ingin membalas dendam padanya? Maksud saya pada ayah mantan kekasih anda itu." Hendrik bersua hingga membuat Jonathan tersedak.
Uhuk! Uhuk!
"Anda tidak apa-apa tuan Jonathan?" Alan langsung mengambil air putih yang tidak jauh darinya menyodorkannya yang langsung diterima. Tangannya sedikit menepuk-nepuk punggung Jonathan.
Alan nampak bernafas lega saat melihat Jonathan baik-baik saja.
__ADS_1
"Buat apa saya balas dendam. Dalam benak saya tidak pernah membenci orang itu sama sekali. Menurut saya memang sepatutnya seorang ayah menginginkan jodoh yang terbaik untuk anaknya. Dan mungkin menurut dia saya bukan orang yang terbaik untuk putrinya." sambung Alan.
"Hari ini saya mendapatkan banyak pelajaran hidup dari anda tuan Alan. Bahwa perbuatan buruk tidak harus di balas dengan keburukan juga. Iya kan tuan James, tuan Jonathan?"
Orang yang bernama James mengangguk setuju, "Oh iya dari tadi tuan rumah kok diam saja. Ada apa Pak Jonathan?"
"Sepertinya acara saya akan dimulai, saya permisi dulu. Silahkan lanjutkan obrolan Anda sekalian. Dan nikmati sajiannya." Tiba-tiba Jonathan undur diri sambil mengajak Shakiel dan menyuruh Ezra untuk menyusul.
Alan melihat punggung Jonathan hingga menjauh dengan perasaan yang sulit untuk diartikan.
"Dasar manusia picik! Pintar sekali dia bersandiwara." Ujar Jonathan tiba-tiba.
"Siapa maksud Papa?" Tanya Sakhiel
"Siapa lagi kalau bukan si Alan. Sok sekali dia pura-pura menjadi manusia paling suci. Kamu juga kenapa senang sekali memancing dia untuk merendahkan harga diri dan kehormatan Papa di depan sahabat-sahabat Papa di sana?!"
Yang ditanya malah terkekeh. "Shakiel gak ngerti jalan fikiran Papa. Kata-kata yang mana yang Papa maksud merendahkan harga diri dan kehormatan yang dimiliki Papa. Bahkan dia di sama sekalipun tidak menyebutkan nama Papa. Dia juga sudah ikhlas dan merelakan Aya untuk Ezra Pa! Entah kenapa aku malah disini yang merasa sangat malu menjadi anak Papa. Aku baru tahu seberapa besar rasa cintanya pada Aya. Kalau tahu begitu sudah dari dulu aku berada di pihak Asher mendukung Adikku Aya!" Setelah mengatakannya Shakiel pergi begitu saja menghiraukan panggilan Jonathan.
Pesta dimulai dengan sangat meriah diiringi musik dan lagu yang dibawakan oleh artis papan atas ibu kota juga pembawa acara kondang.
"Di mohon untuk Bapak Jonathan yang terhormat memberikan sedikit sambutannya." Ujar pembawa acara yang bernama Dodi sembari mempersilahkan Jonathan naik ke atas panggung.
"Terima kasih atas kehadiran anda semuanya di pesta ulang tahun saya pada hari ini. Sebenarnya umur saya yang sudah lumayan tua ini tidak pantas lagi untuk merayakan hari lahir." Cletukan Jonathan membuat beberapa tamu tertawa.
"Tujuan utama di adakan pesta ini sebenarnya untuk merayakan pertunangan putri tunggal saya dengan kekasih sekaligus putra dari sahabat dekat saya. Dokter Kevin." Jonathan tersenyum sambil memandang Kevin sahabatnya yang saat ini duduk di salah satu meja VVIP. Setelahnya ia kembali memberikan mikrofon kepada Dodi.
Setelahnya tentu sang pembawa acara mempersilahkan Ezra dan Aya untuk naik ke atas panggung. Dan saat itulah Aya begitu terkejut saat melihat keberadaan Alan yang duduk di salah satu meja VIP yang tentunya dekat dengan stage. Alan tersenyum menatap sang pujaan hati yang begitu cantik memakai gaun berwarna abu-abu dengan tatanan rambut yang begitu manis. Sedangkan Aya masih diliputi keterkejutan hingga suara Ezra membuatnya mau tidak mau menoleh.
"Maaf sebelumnya saya ingin membayar hutang kepada gadis cantik yang sebentar lagi menjadi tunangan saya ini." Suara Ezra menggema saat mengucapkannya menggunakan mikrofon.
"Wah hutang apakah itu? Apakah sebelum ini Anda pernah kecopetan hingga membuat anda berhutang pada kekasih sendiri." Cletukan Dodi membuat tamu terkekeh termasuk Ezra.
"Bukan! Saya ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk calon tunangan saya yang malam ini terlihat sangat cantik. Karena suara saya yang kurang bagus jadi sahabat saya yang akan mewakili saya di sini untuk bernyanyi." Setelah mengatakannya Ezra membisikkan sesuatu di telinga Dodi.
Alan tampak terkejut dia mentap Ezra sambil menunjuk dirinya sendiri seolah berkata "Aku?" Dan langsung dijawab anggukan kepala Ezra. Setelah membuang nafas kasar mau tidak mau ia naik ke atas panggung.
"Hey...jangan sembarang Zra! Apa maksudmu menyuruh aku bernyanyi di acara kamu ini?" Bisik Alan.
"Sudahlah. Turuti saja mau ku, lagi pula kamu masih punya hutang lagu untuk Yaya, calon tunangan ku. Kau masih ingat kan saat lamaran ku saat itu yang gagal?"
"Iya...iya! Kau mau aku bernyanyi lagu apa?"
"Terserah kau saja yang penting bagus. Lagu yang menggambarkan suasana hatimu juga boleh." Ezra menepuk pundak Alan lalu berlalu turun sambil menggandeng tangan Aya yang tampak berat meninggalkan Alan. Ezra menyunggingkan senyum. Bahkan sekarang ia mengacungkan jempolnya pada Alan.
Alan menghampiri pengiring lagu. Lalu berbisik pada salah satu dari mereka.
"Tes!...Tes...!" Suara Alan menggema dalam ruang yang sudah di sulap sedemikian rupa. Hingga membuat semua tamu menoleh kepadanya bahkan beberapa gadis dan wanita lajang tampak memekik histeris saat melihat sosok tampan yang berdiri di atas panggung, pesona Alan memang tidak bisa diragukan lagi.
Suara gitar dan piano mulai mengalung indah.
Kutuliskan kenangan tentang/Caraku menemukan dirimu
Tentang apa yang membuatku mudah/Berikan hatiku padamu
Suara merdu Alan mengalun begitu indah. Tak jarang ada yang merekam sampai memekik tertahan saat mendengar suar emas Alan.
Takkan habis sejuta lagu/Untuk menceritakan cantikmu
'Kan teramat panjang puisi/'Tuk menyuratkan cinta ini
Alan menatap Aya yang duduk di samping Ezra dengan tatapan yang sulit di artikan. Begitupun juga Aya yang saat itu juga menatapnya dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.
__ADS_1
Telah habis sudah cinta ini/Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena telah kuhabiskan/Sisa cintaku hanya untukmu
Aya sudah tidak bisa menahan laju air matanya. Perlahan air mata itu menetes di punggung tangannya. Syukurlah saat itu Ezra menatap Alan yang sedang bernyanyi dengan penuh kekaguman tampaknya ia masih takjub pada sahabatnya yang memiliki suara begitu merdu.
Tapi tidak dengan keluarga Aya yang saat ini bisa melihat dengan jelas air mata Aya. Silvia tidak bisa berbuat banyak ia hanya bisa memegang tangan putrinya. Nadia berulang kali menyeka air mata adik iparnya itu. Shakiel hanya bisa menatap iba adik perempuan satu-satunya ia merasa gagal karena tidak bisa membahagiakannya. Sedangkan Jonathan seperti pura-pura buta dan tuli dengan keadaan sekitar.
Aku pernah berfikir tentang/Hidupku tanpa ada dirimu
Dapatkah lebih indah dari/Yang kujalani sampai kini?
Saat lirik itu di nyanyikan suara Alan sedikit bergetar bahkan ia mendongak menahan matanya yang sudah memanas. Sebisa mungkin ia tersenyum. Menampakkan raut wajah bahagia walaupun terpaksa.
Aku selalu bermimpi tentang/Indah hari tua bersamamu
Tetap cantik rambut panjangmu/Meskipun nanti tak hitam lagi........dst.
"Pa!... Mantan Calon Menantu kita tampan sekali ya? Suaranya merdu, anaknya sopan, tidak pendendam pokoknya sempurna. Pantas saja Aya jatuh cinta padanya. Papa tidak menyesal?" Silvia berbisik di telinga suaminya yang duduk tepat di sebelahnya.
"Dalam kamus hidup Papa, tidak ada kata menyesal!"
"Yang benar? Bukannya Papa sangat kagum dengan sosok Mr.A yang ternyata adalah Mantan Calon Menantu yang dulu pernah Papa tolak lamarannya." Silvia masih setia bersisik di telinga Jonathan.
"Mama bicara apa? Papa tidak mengerti sama sekali." Jonathan mengelak.
"Mama sudah mendengar semuanya dari Shakiel jadi Papa tidak usah mengelak. Mama jadi berfikir kalau Asher lah yang pantas menjadi kepala keluarga dari pada Papa. Kangen banget sama Putra Mama yang tampan itu."
"Ingat. Dia juga putraku!"
"Kalau begitu bawa dia kembali lagi kerumah ini!"
"Oke sayang ...besok akan Papa suruh dia pulang! Sudah puas sekarang?!"
"Belum! Mama akan puas bila putriku bisa bersanding dengan lelaki yang sekarang sedang berdiri di panggung itu!" Tunjuk Silvia pada Alan yang masih bernyanyi.
Tampaknya Jonathan gagal untuk mengambil hati istrinya. Tadi Shakiel dan sekarang istrinya sendiri yang sudah tidak lagi memihaknya. Mereka seperti menyimpan kekecewaan pada Jonathan dan tentunya membuat dirinya SEDIKIT merasa gagal menjadi kepala keluarga yang harusnya bisa membahagiakan keluarga. Ingat hanya Sedikit!
Dan telah habis sudah cinta ini/Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena telah kuhabiskan/Sisa cintaku hanya untukmu.....
Dan lagu itu diakhiri dengan tepuk tangan yang begitu meriah. Dengan raut wajah kagum dari para tamu undangan yang hadir.
Alan langsung menghapus air mata di sudut matanya yang hampir saja lolos.
"Perfecto buat Mas Niel...suara Mas bagus sekali. Maaf saya panggil Mas tidak apa-apa ya? Biar lebih akrab begitu." Pertanyaan Dodi langsung di iya kan Alan.
"Baiklah kita beri apresiasi yang meriah untuk Mas Niel yang sudah membawakan sebuah lagu yang berjudul 'Surat Cinta untuk Aya'." Celetukan Dodi membuat semuanya mengerutkan keningnya.
"Maaf-maaf judulnya saya ganti karena sepertinya tidak cocok kalau Surat Cinta untuk Starla karena lagu ini dipersembahkan kepada Nona Aya dari sang kekasih Tuan Ezra yang saat ini lagunya diwakili Mas Niel untuk menyanyikannya. Lumayan belibet ya ngomongnya. Pokoknya begitulah."
Setelah selesai Alan langsung turun menghiraukan Dodi yang terus saja berbicara membuat acara menjadi semakin meriah dan tidak membosankan. Sesampainya di bawah Alan langsung diserbu beberapa wanita cantik dan sexi. Meminta berkenalan bahkan ada yang sampai berani menyentuh Alan dan meminta kontak pribadinya.
"Bagaimana rencanaku berjalan mulus kan?" Ezra menepuk pundak Alan yang baru saja duduk.
"Maksudmu?"
"Aku sengaja menyuruhmu tampil agar wanita-wanita di sini terpesona padamu. Itu jalan pintas agar kau tidak jomblo lagi. Ayolah Niel aku saja sudah mendapatkan jodohku masak kamu yang tampan dan Kaya ini belum mendapatkannya. Apakah dari mereka ada yang menarik perhatianmu?" Ezra menatap Alan sambil menarik turunkan alisnya.
"Sudah! Jangan mengurusiku. Urusi saja kekasihmu sendiri kalau tidak mau aku tikung!"
__ADS_1
Bersambung.....
ini episode terpanjang ya, sebagai ganti kemaren-kemaren yang gak bisa up. ini dua episode aku jadikan satu. Terimakasih yang masih setia nunggu aku up jangan lupa like, koment dan Vote....