Bertukar Identitas

Bertukar Identitas
Ditembak Alan


__ADS_3

Aya mengambil kertas dan saat ia mau membacanya langsung di rebut Alan. "Nyanyikan lagu barat sambil menggunakan alat musik!"


"Ok gampang itu mah...,mana gitar?" Ujar Aya.


"Selain menggunakan Alat musik gitar," sambung Alan,sambil tersenyum menyeringai lalu membuang kertasnya.


"Sepertinya dia sengaja mengerjaiku, awas saja!" Batin Aya. "Waduh... berarti tantangannya batal ya, gue gak bisa alat musik selain gitar." Aya tersenyum menang.


Alan tak habis akal, ia mendorong punggung Aya menuju panggung musik yang ada di cafe lalu menyambar biola. "Gue yang ngiringin,cepetan nyanyi!" Perintah Alan. Alan sangat yakin bisa mempermalukan Aya, karena suara saat bicara saja fals apalagi saat bernyanyi begitu pikirnya.


Aya mendengus kesal, sejenak ia berfikir, "nyanyi pake suara asli kan udah biasa, jadi gue mau improve nyanyi pake suara perempuan...ok?" Semuanya pun setuju.


Aya duduk di hadapan piano ia tidak mau mengambil resiko jika tiba-tiba Alan merusak lagunya dengan biola yang ia mainkan. Alan tampak cuek dan tetap diposisinya. Aya akhinya mulai memainkan piano dengan jari-jarinya dengan begitu indah, tak mau berlama-lama jadi ia langsung ke bait tengah. Ia menyanyikan lagu " I'll Never Love again" milik lady Gaga.


Don't wanna feel another touch (Tidak ingin merasakan sentuhan lain)


Alan yang mendengar suara sekaligus bait pertama lagu itu langsung menoleh, ekspresinya tampak terkejut. Betapa indah suara Aya dan sangat pas dengan iringan musik piano yang ia mainkan, Alan pun mulai menggesek biolanya.


Don't wanna start another fire (Tidak ingin menjalin hubungan lain)


Don't wanna know another kiss (Tidak ingin tahu ciuman lain)


No other name falling off my lips (Tidak ada nama lain keluar dari bibirku)


Semua penonton yang menyaksikannya juga nampak takjub, mata mereka seperti tidak mau berkedip melihat penampilan Aya.


*Don't wanna give my heart away (Tidak ingin memberikan hatiku)


To another stranger (Untuk orang asing yang lain)


Or let another day begin (Atau membiarkan hari lain dimulai)


Won't even let the sunlight in (Bahkan tidak membiarkan sinar matahari masuk)


No, I'll never love (Tidak, aku tidak akan pernah mencintai )


I don't wanna know this feeling (Aku tidak ingin tahu perasaan ini*)


Tiba-tiba Alan ikut bernyanyi, menyumbang suara emasnya, Aya sedikit terkejut karena tiba-tiba Alan iku bersenandung, suaranya memang sangat bangus powernya juga begitu kuat.


Unless it's you and me (Kecuali tentang kamu dan aku)


I don't wanna waste a moment, ooh (Aku tidak ingin menyia-nyiakan satu momen pun)


And I don't wanna give somebody else the better part of me (Dan aku tidak ingin memberikan orang lain bagian terbaik dariku)


I would rather wait for you, ooh (Aku lebih memilih untuk menunggumu)


Dan hingga lagu itu selesai, Aya dan Alan bernyanyi bersama dan sesekali bersahut-sahutan seperti tengah berduet.


Riuh tepuk tangan menggema saat lagu sudah usai. Romi yang sedari tadi terkagum-kagum maju ke depan.


"Gila, suara kalian bagus banget serasa nonton konsernya Henry lau ft.... sama yang main di goblin itu loh??" Ujar Nando sedikit berfikir.


"Kim go Eun!" Sahut Aya berjalan menuju kursinya.

__ADS_1


"Iya itu....Kok tau? Pecinta Drakor juga?" Tanya Romi pemasaran.


"Yo'i", setelah mendengar itu Romi Langsung merangkul pundak Aya, saking senangnya punya teman satu hobi. Dari jauh tampak sorot mata tidak suka dari Alan.


Aya melirik Lila matanya terlihat sendu, apa ia sedang cemburu pada Aya begitu pikirnya. "Kok loe ikutan nyanyi Al? Kan yang disuruh nyanyi gue!" Aya protes.Dan yang ditanya hanya diam.


"itu lagu bersejarah buat Alan Sher, penuh dengan kenangan." Sahut Romi, sambil melirik Lila dan Alan. Ayapun langsung paham maksudnya.


Permainan pun berlanjut,dan akhirnya botol itu berhenti di depan Alan.


"Dare!" Ucapnya singkat dan mengambil kertas. Saat hendak membukanya ganti Aya yang langsung menyambar kertas di tangan Alan.


"Tembak orang di samping loe!" Aya membacanya, sebelum Alan mengambilnya langsung ia sobek kecil-kecil hingga tidak bisa di baca, entah itu benar-benar yang tertulis di kertas itu atau tidak yang pasti ia ingin membalas Sheila sekaligus ingin mendekatkan Lila ke Alan. Ada senyum tipis yang tersungging di bibir Aya.


Alan mendengus kesal, "Nan, bener ada tantangan seperti itu?" Alan memastikan.


Nando diam sedikit berfikir, "hmm....sepertinya ada!"


Aya tersenyum menang, dipikirnya tujuannya sudah tercapai. Ia melirik Lila yang ada disamping Alan, tampaknya ada semburat merah di pipinya. Jangan ditanya ekspresi Sheila yang tampak kucel mirip serbet di dapur.


Alan beranjak mengambil setangkai mawar, senyum yang sedari tadi tersungging di bibir Aya tiba-tiba menghilang berubah jadi ekspresi terkejut.


Deg! Deg! Deg!


Suara jantung Aya seperti mau melompat dari dadanya, ia melihat Alan berlutut dengan satu lututnya di tekuk dan menyodorkan bunga mawar tepat di depannya. "Dia gila! Apa maksudnya? pasti dia mengerjaiku? Tenang Aya...oh jantung tolong dikondisikan," batin Aya. Ia masih menatap Alan di hadapannya, yang lainnya tampak diam tak bergeming.


"Aku menyukai mu, aku harap kamu menolakku karena kita sama-sama laki-laki." Jawabnya enteng.


Aya melihat senyum menyeringai di bibir Alan. Ingin rasanya ia mengumpat dan memukul kepalanya dengan sepatu yang ia pakai. Aya berusaha bersikap setenang mungkin, "Wah..apa sebegitu tidak lakunya loe sampe nembak gue? Hahahaha, ya sudah biar aku pikirkan dulu!" Jawab Aya yang membuat Alan kalah telak.


Alan hanya diam, menatap tajam ke Nando. Yang ditatap langsung mendelik takut.


Di toilet Aya tengah muncuci muka, di tatapnya wajahnya yang memerah perasaannya tidak karuan, seumur hidupnya belum pernah ia merasakannya. Setelah mencuci muka ia menuju pintu keluar, dan berpapasan dengan seorang wanita,wanita itupun langsung menjerit, Aya lupa kalau dia masih berpenampilan laki-laki. Ia yang panik langsung kabur melarikan diri.


Malam semakin larut, Aya pamit pulang duluan ia ingat peraturan jam malam di kostnya." Guys gue balik duluan ya?"


"Kayak anak perawan aja jam segini udah balik!" Nando menanggapi.


"Nenek gue galak, gue gak dibolehin pulang malem!" Aya beralasan.


"Aku juga mau pulang, Yuk Al!.... Kamu sekalian bareng kita aja Sher!" Lila menawarkan. Ia tak tega melihat Aya seorang diri pulang malam.


"Gak usah kak! Lagi pula gue bawa motor sendiri," tolak Aya.


"Motormu dititipin sini aja, lagi pula kamu sama Alan kan searah, sekalian bicarain soal acara Mapala," Lila berusaha membujuk Aya. Alan Menurut saja atau bisa dibilang tak peduli.


Merekapun akhinya pulang bersama, di dalam mobil mereka sepakat untuk terus mendampingi Aya selama kegiatan, bila sewaktu-waktu traumanya muncul.


"Kamu turunin aku di tempat biasa ya Al?" Ujar Lila yang duduk di samping kursi pengemudi.


"Kok turun di halte bus kak?" tanya Aya heran. Usai mobil Alan berhenti di halte bus.


"Rumahku udah deket kok!" Ucapnya singkat kemudian segera turun. Alan juga segera melajukan mobilnya.


Beberapa menit kemudian tiba-tiba mobilnya berhenti, Aya yang pura-pura tidur akhinya bangun. "Udah sampe?" Tanyanya heran sambil melihat-lihat ke luar jendela.

__ADS_1


"Pindah kedepan, aku bukan supir!" Alan menatap Aya lewat sepion. Dengan malas ia menuruti Alan, ia sudah terlalu malas berdebat. Aya diam menatap luar jendela, beberapa menit suasana hening.


"Kemaren siapa yang ngangkat telfon?" Tanya Alan memecah keheningan.


"Kembaran gue!"


"Kamu punya kembaran? Namanya Aya kan? Kata dia kamu di LA!"


Aya sedikit gelagapan, ia berfikir dengan keras mencari alasan yang tepat. "Oh..dia mah suka gitu, ngawur anaknya, orang gue masih di kamar mandi, hehehe!" Aya berusaha senatural mungkin agar Alan tidak curiga.


"Dia juga tinggal di sini? Sama nenekmu? Kuliah di mana?" Alan tiba-tiba memberondong Aya dengan berbagai pertanyaan.


"Ini manusia salju tumben kepo banget!" Batinnya. "Gak! Dia kebetulan mampir cuma bentaran, dia kuliah kebidanan J***** juga!" Jawab Aya singkat.


"Universitas mana? adikku juga kuliah di kebidanan?" Tanya Alan,masih fokus mengemudi.


"Haduh mati aku, kalau universitasnya sama bagaimana?" batinnya. "Adik loe universitas mana?" Tanya Aya, mencari celah agar dirinya aman.


"Malah balik nanya!"


"Kalau main kesini lagi, jangan lupa kenalin!"


Aya yang sedari tadi menatap jendela samping sontak langsung menghadap ke Alan, "Ngapain harus kenalin ke elo? Dia tu gak boleh pacaran!"


"Siapa yang ngajak pacaran, cuma pengen kenal, gak boleh?" Alan melirik Aya.


"Ya boleh aja, tapi gak biasanya loe ngajakin Cewek kenalan duluan!" Aya memandang Alan penuh selidik.


Belum sempat dijawab, mobil tiba-tiba berhenti. "Rumah mu di mana, kita udah sampe perumahan Melati putih!"


Aya baru sadar kalau dia sudah sampai pintu gerbang perumahan. "Gue turun di sini saja, udah deket!" Aya langsung turun.


***


Satu Minggu sudah berlalu, pagi ini para mahasiswa yang mengikuti kegiatan MAPALA berkumpul di lapangan kampus.


Alan tampak berdiri di depan sambil membawa map, ia menggunakan jaket varsity dan membuat tampilannya semakin Keren. Tentu saja penampilan Alan sangat membuat heboh para mahasiswi yang juga mengikuti kegiatan, Mereka tidak mau mengalihkan pandangannya dari makhluk indah ciptaan Tuhan itu. Tak terkecuali Aya, ia nampak takjup, bahkan matanya sampai tidak berkedip.



"Aya, kamu sedang kagum dengan ketampanan Alan ya?" Goda Lila sambil berbisik di telinga Aya. Mereka berbaris di depan karena termasuk panitia acara.


"Aku lagi naksir sama jaketnya Kak, Keren banget, kalau gak salah itu jenis jaket varsity ya? Nanti kakak tanyain Alan ya, di mana belinya?" Tanya Aya masih mengagumi jaket Alan.


Lila yang mendengar itu hanya bisa menepuk jidatnya.


"Ada apa La?" Tanya Romi yang ada di samping Lila.


"Itu lo ....Asher lagi mengagumi jaket yang dipakai Alan, katanya dia juga mau beli."


"Gak salah tu Asher, jaket yang dia pakai harganya kan lebih mahal lima kali lipat dari punya Alan!" Romi tertawa kecil.


Lila sedikit terkejut, ia bertambah penasaran siapa sebenarnya sosok Aya, yang ia tau cuma Aya yang menyamar sebagai laki-laki saja.


Bersambung.....

__ADS_1


Yang sudah mampir tinggalkan like dan koment ya terimakasih.... vote juga boleh, Biar makin halu jangan lupa nonton Cover lagu I'll Never Love again yang dinyanyikan Henry lau ft kim go Eun ya, bayangin itu Alan dan Aya pas lagi nyanyi...


__ADS_2