
Alan masuk ke dalam rumah dengan senyum mengembang, pemandangan itu tidak luput dari penglihatan Anita yang sedari tadi duduk di ruang tengah.
"Sepertinya anak Mama lagi bahagia nih?" Goda Anita sambil tersenyum melihat anaknya.
Alan menghampiri ibunya, kemudian merebahkan kepalanya di pangkuan sang ibu, "iya Ma Alan lagi bahagia sekarang."
"Kata ade, kamu baru jadian sama temen sekamarnya ya?" Anita mengusap rambut anak laki-laki semata wayangnya.
Alan tersentak, kenapa ia sampai lupa kalau sekarang ia masih menjalin hubungan dengan ima, ia semakin bingung, apakah ia akan memutuskan ima atau tidak. Sebenarnya alasannya memacari ima karena ia kira ima itu Aya kecil yang pernah ia tolong. Tapi kalau Alan sampai putus dengannya Aya pasti akan sangat marah, mengingat hubungan persahabatan mereka yang seperti saudara.
Anita yang sedari tadi memandang wajah putranya merasa ada yang tidak beres karena perubahan raut muka yang ditunjukkan Alan seperti tengah resah. "Kenapa nak?"
Pertanyaan ibunya membuat Alan tersadar, ia beranjak duduk dan memandang wajah ibunya dengan raut muka yang susah di tebak. "Gak ada apa-apa Ma."
Sedari kecil Alan memang mandiri, ia selalu menyelesaikan masalahnya sendiri dan tidak membiarkan ibunya tau, ia tak ingin membuatnya khawatir.
"Tadi Papamu telfon, katanya dia kangen dan dia mengundang kamu untuk makan malam nak."
Ucapan Anita menghentikan Alan yang hendak naik ke tangga menuju kamarnya. "Alan gak punya waktu!" Alan menjawab tanpa menoleh.
"Nak, tidak bisakah kamu memaafkan Papamu?" Anita tampak sedih mendengar tanggapan Alan.
"Maaf Ma, Alan tidak bisa mengabulkan permintaan Mama yang satu itu." Jawabannya datar kemudian melanjutkan langkah.
Kini Alan sedang berdiri di balkon kamarnya, melipat kedua tangannya di dada sambil menatap lurus. Sorot matanya kosong entah apa yang sedang dipikirkannya.
Pandangannya beralih ke sebuah bangunan tinggi dengan atap Rooftop terdapat bangunan kecil di bagian sampingnya. Iya itu adalah tempat kost Aya. Seulas senyum tiba-tiba tercetak di bibirnya, segera ia mengambil teropong di lihatnya tempat tinggal gadis yang selama ini berada di hatinya.
"Kenapa sekarang dia jadi jarang muncul." Gumam Alan, tapi kemudian ia tertawa karena menyadari sesuatu. Tentu saja Aya tidak akan muncul karena ia tahu bahwa selama ini Alan selalu mengintipnya tiap malam lewat teropong.
Alan beranjak mengambil ponselnya, terlihat ia mengetikkan sesuatu kemudian meraih teropongnya lagi. Senyum merekah tampak dari bibirnya. Wajahnya tampan menjadi semakin tampan.
Ternyata ia sedang menikmati pemandangan yang sedari tadi ia tunggu-tunggu. Aya tengah berdiri sambil memandang langit malam. Alan bengitu merindukan wajah itu padahal seharian ia bersamaanya tapi sepertinya kurang lengkap kalau tidak melihat wajah cantiknya tanpa embel-embel kumis tipis yang tertempel di bawah hidung.
Aya masih saja terlihat cantik walaupun cuma mengenakan kaos warna hitam yang kebesaran dan celana pendek selutut. "Kaos itu kan....." Batin Alan. Benar dugaannya, Aya tengah memakai kaos miliknya yang dulu tertinggal di tempat Aya. Senyumannya makin merekah, Ia jadi lupa tujuannya berdiri di balkon sedari tadi yang awalnya melamun sambil berfikir kini malah sedang mengagumi ciptaan Tuhan, gadis cantik bak bidadari yang turun dari kayangan.
***
Seorang pemuda tampan baru keluar dari mobil Sport Ferrari merah dengan kacamata hitam bertengger di atas hidung mancung miliknya. Tidak ada yang tidak terpesona dengan penampilan seorang Asher Mirza Narendra. Benar Pemuda itu adalah Asher ia berjalan terburu-buru sambil terus memainkan ponselnya hingga tidak menyadari badannya sudah menabrak seseorang.
BUG!!
Asher menabrak seorang gadis hingga buku yang dibawanya berserakan. Tapi namanya Asher tentu tidak akan berbaik hati untuk membantu memungutinya, ia hanya memandang gadis itu hingga selesai dengan kegiatannya. Mata mereka bertemu, gadis di kuncir kuda dengan raut wajah datar tanpa ekspresi. Ia tidak begitu cantik tapi sangat manis, hingga Asher sempat tertegun sebentar. Dan saat mulut Asher akan berucap.
__ADS_1
"Mas matanya pindah di dengkul ya?" Satu ucapan pendek tapi sangat menusuk.
Asher terbengong, baru pertama kali ia mendapatkan perlakuan seperti itu, bahkan dari seorang gadis yang biasanya akan terpesona bahkan tergila-gila padanya. Gadis itu langsung beranjak pergi.
"Tunggu!" Teriakan Asher berhasil membuat gadis itu berhenti. Asher langsung menghampirinya kemudian melepas kacamatanya, memandang lagi gadis itu dengan senyum sejuta pesona.
Tapi sama sekali tidak membuat gadis itu merubah raut wajahnya yang tetep saja datar bahkan sekarang pandangannya menatap aneh ke arah Asher. "Ada apa?"
"Kenalkan namaku Asher, aku minta maaf karena sudah menabrakmu tadi." Asher mengulurkan tangannya sambil terseyum tipis.
Gadis itu mengerutkan keningnya menatap tangan Asher yang masih menggantung Karena tidak kunjung ia raih. "Maaf saja tidak ada waktu, saya sedang buru-buru." Gadis itu berlalu pergi meninggalkan Asher yang tengah mematung.
Seumur hidupnya baru kali ia di tolak oleh seorang gadis, bukanya marah ia malah tersenyum. "Gadis yang menarik." Gumamnya.
"Hallo ada tugas untuk mu selidik gadis yang baru saja aku tabrak, cepat!" Asher menelfon seseorang masih sambil menatap punggung gadis itu yang semakin menjauh.
"Oh... ternyata, dunia begitu sempit." Asher tersenyum menyeringai, ia kini tengah berhenti di depan kost Aya, setelah ia mendapat kabar dari orang-orang suruhannya mengenai tempat tinggal gadis yang membuat dirinya penasaran.
Gadis itu ternyata Mita teman kost Aya yang cuek dan irit omongan. Gadis yang membuat Asher penasaran pada pertemuan pertama mereka.
"Hallo....Anak emas." Asher menghubungi seseorang lewat ponselnya.
"Iisshhh...ada apa sih Sher, ganggu orang tidur aja." Terdengar suara serak seseorang dari balik telfon.
"Kakak palalu.....apa maksudmu, kamu memangnya di mana sekarang?" Suara Aya tampak masih parau akibat rasa kantuknya.
"Aku ada di depan kos!"
"Ngapain kamu ke sini? Asal kamu tahu saja, laki-laki tidak boleh masuk ke sini!....udah pulang sana!" Usir Aya.
"Sial!.... kenapa aku sampai lupa." Gumam Asher. "Yang tinggal bersamamu berapa orang?"
"Kenapa?....kepo banget loe!"
"Udah....tinggal jawab aja!"
"Dua orang, salah satunya yang kemaren sempat ngomong sama kamu itu."
"Yang berisik itu ya?.. siapa namanya, aku lupa?" Asher tampak mengingat-ingat.
"Iya...Namanya Cika, kenapa kamu naksir ya? sayang sekali dia udah punya pacar." Suara Aya tampak semakin lirih.
"Trus satu lagi namanya siapa? Dia udah punya pacar belum?" Tanyanya cepat, Asher tidak mau Aya keburu tidur sebelum menjawab pertanyaan, bisa-bisa malam ini dia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena penasaran. Tujuan Asher menghubungi Aya sebenarnya adalah mencari tahu tentang gadis yang baru saja ia temui, ia sudah sangat tidak sabaran menunggu informasi dari orang-orangnya.
__ADS_1
"Oooh....Kak Mita??,....diaaa..beluuum punyaaa.." lirihnya, kemudian terdengar suara hembusan nafas. Ternyata Aya sudah kehilangan kesadaran, masuk ke alam mimpi yang sedari tadi menunggunya.
Asher tersenyum puas, itu artinya ada banyak peluang besar baginya untuk mendekati gadis yang ternyata bernama Mita itu. Gadis cuek dengan segala pesonanya yang sudah mampu membuat hati seorang Asher yang susah sekali di tembus bisa bergetar.
Sebenarnya banyak sekali gadis cantik yang terus berusaha mendekatinya, tapi entah kenapa hatinya tetap untuk Ima. Gadis yang tumbuh besar bersamaanya. Dan sekarang entah kenapa untuk pertama kalinya ia merasa sangat tertarik ingin lebih mengenal Mita.
***
"Alan!!.....Sialan loe." Teriak Aya saat sampai di kantin kampus. Ia langsung mendudukkan dirinya di samping Alan sambil menatapnya tajam. Yang di tatap malah tersenyum manis.
"Kenapa Sher?" Tanya Romi yang selalu tertarik dengan arah pembicaraan Aya.
"Alan bohongin gue, katanya tadi malam bakal ada bintang jatuh...., sampai gue bela-belain begadang. Gak ada satu bintang pun yang jatuh!" Ucapnya sebal.
"Ada kok, aku tadi malam lihat sendiri, bintangnya tu bersinar terang, udah gitu cantik banget." Alan menatap Aya intens sambil terus mengulas senyum.
"Kamu juga sih Sher, bintang jatuh aja ditungguin, mending nungguin jodoh." Nando yang sedari tadi bermain ponsel akhinya ikut bersuara. "Memangnya buat apa kamu nungguin bintang jatuh? Kayak cewek ABG."
Aya tampak tertegun sambil berfikir, "Gue cuma mau buktiin aja, bener apa gak bintang jatuh bisa mengabulkan permohonan seperti kata orang-orang."
"Jangan percaya... musyrik! Lebih baik percaya sama aku aja." Ucap Nando bangga yang langsung mendapat timpukan roti yang ada di meja kantin dari semuanya.
"Heeeyy! Kalian ini seneng banget nyiksa aku....kalau mau nimpuk itu pake duit!" Mereka memang selalu kompak kalau soal menyiksa salah satu temannya yang kurang waras ini.
Sepanjang makan siang di kantin pandangan mata Alan tidak lepas dari Aya. Dia tersenyum tipis. "Kamu lah bintang ku, bintang yang selalu membuat hatiku bersinar setiap hari." Batin Alan.
Ternyata sedari tadi Romi memperhatikan tingkah Alan yang tidak biasa. Karena jarangnya Alan tersenyum seperti sekarang ini.
"Apa mungkin Alan sudah tau siapa sebenarnya Aya." Batin Romi, entah kenapa langsung membuat Romi gelisah dan tidak nyaman. Dipandangnya Aya yang tampak salah tingkah karena pandangan Alan.
Ponsel Aya bergetar, sesaat ekspresinya berubah dan itu tidak luput dari pandangan dua pemuda yang duduk bersamanya.
"Hallo, ada apa ma?" Aya mengangkatnya setelah menjauh.
"Apa Alan sedang bersamamu Ay?" Tanya ima.
"Iya, itu sama temen-temen yang lain juga." Aya menjelaskannya agar ima tidak cemburu.
"Ay, tanyain sama dia dong! kenapa dari kemaren aku hubungi selalu gak diangkat. Sepertinya dia menghindar sejak kencan kita bersama terakhir kali, sejak itu dia udah gak pernah hubungin aku, kira-kira aku salah apa ya Ay sama dia?" Aya menyadari suara ima yang tampak sangat sedih, atau mungkin ia malah sedang menangis sekarang.
Bersambung.....
Maafkan aku ye...? kemaren sibuk, baru bisa nulis tadi malam sambil nemenin Aya begadang nungguin Bintang jatuh. Sebenarnya kurang dikit tapi matanya untuk gak kuat, alam mimpi sudah manggil-manggil saya. insyaallah nanti double up, kalau gak mager tapi...jangan lupa klik like,komen dan vote macacihhhhh....
__ADS_1