Bia, Ibu Pengganti

Bia, Ibu Pengganti
Membayangkan Bia


__ADS_3

...Percayalah entah apa yang terjadi padaku tapi ingatan wajahnya, senyumannya dan perlakuan dirinya terbayang terus di kedua mataku. ...


...~Ashaka Karsha...


...****************...


Akhirnya Shaka dan Dhira berdiri tepat di bawah shower. Dua orang itu membilas air busa itu bersama. Antara Dhira dan Shaka saling membersihkan satu dengan yang lain. Keduanya bahkan saling memberikan sentuhan satu sama lain.


Benar-benar menciptakan sesuatu yang sangat amat intim. Tangan Shaka bahkan sekarang sudah bermain di surga dunia milik istrinya. Dhira sampai memejamkan matanya dan menyandarkan punggungnya di dada Shaka.


Saat jemari suaminya itu mengobrak abrik miliknya dengan bebas.


"Mas!'" Lirih Dhira dengan pelan.


"Tahan, Sayang. Jangan kamu lepas atau… " Kata Shaka pelan sampai ingatannya langsung kembali dalam keadaan yang sama.


"Tahan sebentar atau aku akan menghukummu, Bi!" Bisik Shaka pada Bia yang sama menyandar pada dirinya.


"Hukum aku kalau berani, Mas. Aku akan menghukummu balik!" Bisik Bia dengan memegang kepala Shaka dengan kedua tangannya pelan.


"Mas!" Desah Dhira yang membuat ingatan Shaka tersadar.


Dia kembali mengencangkan tangannya di milik istrinya. Sampai akhirnya Dhira menyerah. Ya miliknya berkedut dan akhirnya dia keluar lebih dulu.


"Kamu kalah!" Bisik Shaka lalu membalikkan posisi istrinya.


Dhira terasa lemas. Namun, tangannya masih sanggup melingkar di tangan leher suaminya. Dan dengan satu kali gerakan, tubuh Dhira telah berpindah dalam gendongan suaminya.


"Kita lanjutkan di kamar!" Bisik Dhira dengan lemah saat Shaka mulai mematikan shower miliknya.


"Tentu," Jawab Shaka pelan lalu mulai meninggalkan kamar mandi mereka.


Shaka akhirnya menurunkan istrinya di dekat ranjang mereka. Lalu dia berjalan menjauh dan duduk di sofa yang tersedia di kamarnya dengan dirinya yang benar benar tak memakai apapun.


Ya kedua orang itu polos dan menampilkan seluruh tubuh keduanya.

__ADS_1


"Kemari, Sayang!" Kata Shaka dengan wajah menepuk pahanya.


Dhira menelan ludahnya paksa. Entah kenapa mendengar suara Shaka yang memanggilnya terdengar begitu seksi sekali. Apalagi mata Dhira itu terus terfokus pada bibir kissable Shaka yang membuat sesuatu dalam dirinya berdesir.


Kena kau, Sayang, kata Dhira dalam hati.


Terlalu fokus pada bibir Dhira sampai Shaka tak menyadari jika Dhira itu juga sedang menatap ke arah bibirnya. Pria itu juga sedang berperang batin. Melihat bagaimana seksinya tubuh istrinya itu dengan bayangan tubuh Bia yang memutar dalam benaknya.


Ya pikiran tentang tubuh Bia terbayang dalam otaknya sekarang. Pikiran tentang bagaimana dia menggauli istri sirinya itu berputar bak kaset rusak.


Sialan! Umpat Shaka dalam hati.


Bibir itu semakin dilihat semakin terlihat menggoda. Ah, Shaka sudah tak tahan. Bayangan wajah Bia ternyata mampu membuat dia menelan ludah sampai pria itu baru menyadari sesuatu.


Ya miliknya berdiri bukan karena menatap seksinya tubuh istrinya. Melainkan karena dia ingat Bia. Ingat wajah istri sirinya, ingat bagaimana bentuk tubuh istrinya itu.


"Mas!" Lirih Dhira yang entah kapan berjalan mendekatinya.


Saat Shaka hendak menjawab. Dhira telah duduk di atas pangkuannya dan mencium bibirnya dengan cepat.


Bibir Shaka pindah. Dia mencium dan menyesap leher Dhira dengan lekat. Namun, ada satu hal yang berbeda. Mata Shaka terpejam. Mata pria itu tak melihat sedikitpun tentang Dhira.


"Mass!" Teriak Dhira tak tahan.


Akhirnya wanita itu kembali keluar. Dia merasakan sesuatu meledak dalam dirinya padahal keduanya belum memulai. Nafas keduanya berebut. Dhira benar-benar tak percaya jika dia sudah keluar kedua kalinya.


"Kamu benar-benar luar biasa, Mas," Bisik Dhira dengan suaranya yang seksi.


Dhira menarik kepala Shaka. Mencium bibir suaminya itu dengan tak kalah panas. Tubuhnya bergerak tepat di pangkuan Shaka. Miliknya bergesekan dengan milik Shaka.


Lidah tak bertulang keduanya saling berperang. Melilit, berkeliling lalu menyentuh hingga keduanya sudah lupa dengan keadaan sekitar. Tangan Shaka juga mulai bergerak dengan leluasa. Menjelajah bak penari gemulai yang dengan lihai kesana kemari. Dia mengelus paha Dhira lalu merambat ke atas sampai ke bagian bukit kembar nan empuk.


Milikmu pas, Bia," Kata Shaka dalam hatinya.


"Iya, Mas. Milikku pas denganmu," Kata Bia yang membuat mata Shaka terbuka.

__ADS_1


Ya Shaka melihat sosok yang ada di pangkuannya adalah Bia. Istri sirinya yang bergerak gelisah dan tersenyum padanya.


"Ayo makan aku, Mas. Aku sangat rindu dengan sentuhanmu," Kata Bia dengan seksi yang benar-benar ditatap oleh Shala.


Shaka yang keinginannya sudah tak tahan dan dengan nafsunya yang besar. Dengan sekali gerakan akhirnya mulai mencium bibir Dhira.


Ya dia seakan kepanasan bakal cacing panas. Bahkan pria itu mulai agresif. Apalagi saat wajah Bia yang dia lihat membuat miliknya semakin mengeras.


Ciuman itu terlepas dan berganti Shaka menyerukan wajahnya ke leher Bia. Wanita itu mencengkram rambut Shaka dengan pelan. Bergerak bak cacing kepanasan saat lidah dan gigi Shaka mulai menjelajah lehernya.


Bisa Bia rasakan Shaka menyesap lehernya. Menggigitnya dengan lembut hingga tanpa sadar membuatnya mengeluarkan suara laknat yang semakin membuat Shaka beringas.


Senyum pria itu tercetak jelas tatkala melihat satu hasil karyanya di leher Shaka. Tanda cinta yang begitu memerah seksi dan membuat pria itu merasa bangga.


Akhirnya posisi mereka mulai berubah. Bia dibaringkan di sofa dan Shaka di atasnya. Dengan pelan wajah Shaka semakin turun. Pria itu mensejajarkan kepalanya dengan dua bukit kembar yang berukuran pas dengannya dan sangat pas di genggaman tangan.


Bisa Shaka lihat mata Bia mulai berkabut. Keduanya mulai sama-sama bergairah hingga membuat Shaka tak akan mundur lagi. Pria itu segera berubah bak bayi kehausan yang dengan enaknya memasukkan ujung bukit kembar itu ke dalam mulutnya.


Dia menyesap bak bayi ganas yang kehausan darah. Meski tak ada apapun yang keluar. Namun, Shaka mulai mengklaim ini adalah bagian dari diri Bia yang sangat nikmat.


Bia hanya mampu memejamkan matanya mendapatkan perlakuan ini. Badannya menggeliat saat kedua bukitnya bergantian dicecap dengan begitu pelan tapi sangat seksi.


"Mas Shaka!" jerit suara Bia yang terdengar di telinga Shaka.


Shaka semakin turun. Dia melihat aset berharga milik istri sirinya. Ya dimata Shaka sekarang wanita yang ada dibawahnya adalah Bia. Pandangan, tubuh dan jiwanya adalah Bia.


Shaka benar-benar lupa siapa sosok yang sebenarnya di bawahnya ini. Ingatannya seakan benar-benar terpusat pada Bia. Wajahnya, otaknya dan pikirannya sudah terbia-bia dan membuatnya melihat Dhira sama seperti Bia.


"Cantik," puji Shaka tatkala dia berada tepat di inti tubuh istri sirinya.


~Bersambung


Hiya Mas, sadar Mas. Siapa yang dibawahmu itu. Awas nanti nama Bia yang disebut jadi perang loh hahaha.


Hua update tiga bab loh aku. seneng gak?

__ADS_1


__ADS_2