
...Sebuah cinta terkadang mampu membuat seseorang menjadi buta dan tuli. Saat kenyataan itu datang dan menyadarkan tapi semuanya terasa bohong untuknya. ...
...~Bia Quinsa Altafunisha...
...****************...
"Malam ini aku tidur disini," Kata Shaka yang membuat Bia menoleh.
Saat itu suami istri itu sedang berada di meja makan. Keduanya baru saja menyelesaikan makan malam bersama dengan Bia dan Bibi Mar yang memasaknya.
Bia hanya mampu mengangguk dengan lemah. Untuk apa dia melarang Shaka menginap. Bukankan dalam agama pria itu adalah suaminya. Bukankah kenyataannya pria itu adalah ayah dari anak yang dia kandung.
Jadi mau tak mau. Suka tak suka. Terpaksa atau tidak Bia hanya mampu menerima semuanya. Dia tak mungkin mengusir Shaka dari sini. Apalagi mengingat kelakuan Dhira, membuat Bia mulai posesif.
Membuat Bia tak mau berbagi dengan Dhira. Dia mau Shaka disini. Dia mau merawat pria itu dan melarang Shaka bertemu dengan kakak madunya.
"Bi," Panggil Shaka lagi yang membuat Bia terkejut.
"Ya?"
"Kamu tak suka aku menginap disini?" Tanya Shaka yang curiga karena ekspresi wajah Bia yang berbeda.
Bia menggeleng. Dia tak mau membuat Shaka berpikiran negatif kepadanya.
__ADS_1
"Nggak, Mas. Aku suka kok. Aku hanya sedang ada pikiran pada pekerjaanku besok. Boleh gak, kalau aku istirahat dulu?"
Shaka mengangguk. Akhirnya kedua orang itu saling bekerja sama merapikan piring selesai mereka makan dan membawanya ke dapur.
"Biar Bia aja, Bi. Gakpapa! Bibi istirahat aja. Nanti kalau Bia mau sesuatu. Bibi pasti Bia panggil," Kata Bia dengan tulus yang membuat Bibi Mar hendak membantu akhirnya tersenyum.
"Baik, Non. Jangan sungkan minta bantuan Bibi yah?"
"Siap!"
Shaka yang melihat interaksi itu tentu menghangat. Bagaimana tidak? Dhira yang menjadi istrinya beberapa tahun tak pernah bisa akrab dengan pengasuhnya itu.
Kebersamaan dalam satu rumah. Dalam satu genteng. Ternyata tak pernah membuat Dhira dan Bibi Mar akur.
Melainkan bisa akrab seakrab Bia dan Bibi Mar. Maka dari itu, saat Shaka tahu jika Bibi Mar suka berada disini, suka bekerja disini, suka bersama dengan istri keduanya. Ada perasaan yang tak bisa dijabarkan.
Shaka sangat tahu pengasuhnya itu. Bibi Mar adalah orang yang baik. Bibi Mar adalah orang yang peka. Jadi jika perempuan itu merasa nyaman dengan seseorang, maka dia percaya jika orang itu begitu baik.
"Mas juga istirahat aja dulu," Kata Bia saya mencuci piring.
Shaka menggeleng. Bukannya dia pergi. Shaka malahan menggeser dirinya dan berdiri tepat di belakang Bia.
Kedua tangan pria itu melingkar pelan di perut Bia dan membuat tubuh ibu hamil itu menegang. Bia menoleh dan bersamaan dengan wajah Shaka yang sudah maju hingga pipi keduanya menempel.
__ADS_1
"Aku akan menunggu disini sampai kamu selesai," Kata Shaka yang membuat jantung Bia terus berdegup kencang.
Pria itu benar-benar mampu membuat Bia melayang. Pria ini benar-benar mampu membuat Bia berada di langit ketujuh. Namun, terkadang Shaka juga mampu menghempaskannya dan membuat Bia menelan ludahnya kasar.
Dia berusaha tenang. Berusaha menyadarkan dirinya. Dia tak boleh melayang dengan tingkah Shaka. Dia tak boleh terbawa dengan suasana yang Shaka ciptakan.
"Anak kita tenang banget ya, Bi," Bisik Shaka dengan lembut.
"Iya, Mas," Jawab Bis dengan melanjutkan pekerjaannya mencuci piring.
"Kapan aku bisa merasakan gerakan anak kita. Aku ingin merasakan tendangannya," Bisik Shaka yang membuat Bia terdiam.
Dia menoleh sedikit. Melirik ke arah kanan hingga mata mereka saling pandang.
"Tinggal beberapa minggu lagi, Mas. Aku yakin dia akan bergerak dan kamu bisa merasakannya," Kata Bia yang membuat mata keduanya seakan tak bisa lepas.
Entah siapa yang memulai. Tubuh Bia diputar hingga berhadapan dengan Shaka. Tubuh itu tak diberi kesempatan untuk menjauh. Tangan Shaka terus melingkar di pinggangnya hingga keduanya berhadapan.
Baik Shaka dan Bia seakan saling terhipnotis. Sampai akhirnya saat kedua Bibi itu saling berdekatan. Saat hidung mereka sudah saling menyentuh. Tiba-tiba dari arah pintu masuk…
"Mas Shaka… Bia!" Teriak seorang perempuan dengan kencang.
~Bersambung
__ADS_1
Yah gagal lihat romantis romantis. Si nek lampir datang huhu