
...Percayalah tanpa kita sadari. Sebuah cinta akan datang tanpa kita sadari sepenuhnya. ...
...~Bia Quinsa Altafunisha...
...****************...
Akhirnya jam kerja Bia berakhir. Perempuan itu lekas melepas baju dinasnya dan merapikan meja kerjanya lagi. Hari ini dia hanya memiliki satu jadwal operasi yang membuatnya bisa beristirahat lebih cepat di ruangannya.
Dia segera beranjak berdiri. Berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tangannya. Tanpa Bia tahu, jika seseorang masuk ke dalam ruangannya. Menatap ruangan yang pernah dia masuki sekali dengan pelan.
Pandangannya memutar. Sampai suara air dari kamar mandi membuatnya menatap ke arah pintu yang tertutup dan dia segera berjalan disana.
Pria itu berdiri di samping pintu kamar mandi dan membuat sosok wanita yang tengah mencuci tangannya tak akan pernah tahu dan sadar.
Bia menarik nafasnya dengan berat. Dia merasa lelah dan butuh istirahat. Akhirnya perempuan itu segera membuka pintu kamar mandi.
Saat langkah kakinya baru sekali melangkah. Sebuah tarikan ditangannya tentu saja membuat Bia berteriak..
"Akhh… . Mmmmm!" Bia melototkan matanya.
"Ustt!" Shaka, pria yang berulah itu menunjukkan mulutnya dengan telunjuk dan memberi isyarat agar Bia diam.
Bia spontan langsung terdiam. Dia tetap Membelalakkan matanya tak percaya dengan keberadaan pria itu disini.
__ADS_1
Merasa Bia sudah tenang. Shalat melepaskan tangannya dari mulut Bia. Pria itu mengunci pergerakan wanitanya itu dengan kedua tangannya dan membuat Bia terasa sesak napas.
"Gimana ka… mu bisa ada disini?" Tanya Bia dengan gelagapan.
Dia bisa mencium aroma tubuh Shaka dari dekat. Ya jarak keduanya hanya beberapa jengkal. Ahh lebih tepatnya hidung keduanya saat ini saling menyentuh dengan mata saling memandang satu dengan yang lain.
"Tentu bisa. Aku menjemput istriku," Ujar Shaka dengan wajah tenangnya.
Bia menelan ludahnya. Dia menatap ke arah bibir seksi Shaka yang sangat amat kissable sekali. Dia benar-benar bisa merasakan bagaimana lembutnya bibir Shaka itu karena dulu keduanya sering berciuman dengan lama.
"Aku merindukan kalian," Bisik Shaka lagi yang membuat tatapan Bia terangkat.
Ibu hamil satu itu menatap kedua mata yang mengatakan itu dengan serius. Tanpa rasa bercanda, tanpa rasa jahil. Bia bisa melihat keseriusan Shaka pada kata-katanya.
Belum sempat Bia berucap. Tiba-tiba Shaka lekas mencium bibir Bia. Sebuah ciuman yang tak terduga dan membuat mata Bia semakin lebar.
Perempuan itu sempat menolak. Dia menahan dada Shaka yang semakin mendekat. Namun, ternyata, sang ahli ciuman. Shaka membuat Bia kebawa situasi yang dia ciptakan.
Akhirnya ciuman itu bersambut. Bia membalas ciuman yang dimulai oleh Shaka dulu dan membuat keduanya mulai menikmati situasi yang hangat ini.
Tangan Bia bahkan sampai melingkar di leher Shaka. Perempuan itu bahkan sampai meremas rambut Shaka saat ciuman itu semakin menuntut. Bahkan tangan Shaka sudah tak ada di dinding. Dia memeluk pinggang Bia dan semakin merapatkan dengan dirinya.
Tubuh itu saling merapat, saling mencium, saling menuntut sampai suara ciuman itu terdengar. Sampai akhirnya pikiran Bia kembali. Saat tangan Shaka hendak menyentuh area bukti Bia.
__ADS_1
Perempuan itu lekas menahan tangan Shaka dan menarik kepalanya hingga ciuman itu terlepas.
Nafas keduanya tentu naik turun. Shaka bahkan menatap kedua bola mata Bia penuh tanda tanya.
"Ini di rumah sakit," Kata Bia dengan pelan sambil mengangkat tangannya dan mengusap bekas ciuman yang begitu liar dan air liur itu agar menjadi hilang.
"Jangan mencoreng nama baik rumah sakit dengan tingkah kita."
"Bukankah kita suami istri?" Tanya Shaka dengan menaikkan salah satu alisnya sambil melingkarkan tangannya di pinggang Bia dengan posesif. "Jadi mau lakuin dimanapun… "
"Kita menikah secara rahasia. Apa kamu lupa?"
Skak mat.
Shaka seakan tertampar akan kenyataan. Dia hampir lupa akan hal itu dan membuat sesuatu dalam dirinya terasa sakit.
Entah kenapa diingatkan hal itu membuat sesuatu dalam hatinya terasa tak rela. Akhh tak rela dalam hal apa ini. Shaka belum tau dan memahaminya.
"Jadi jangan lakukan hal itu seperti ini. Oke?" Kata Bia mendorong dada Shaka hingga terlepas dari dirinya. "Aku takut ada seseorang yang memergoki kita dan semuanya terbongkar."
~Bersambung
Mas Shaka mulai hilang akal keknya sampai dia lupa Mbak Bia punya bibir yang hampir sama kek Bang Jimmy. Tajem dan jujur huhu.
__ADS_1
Jangan Bang Jim kan sama Mbak Ze.