Bia, Ibu Pengganti

Bia, Ibu Pengganti
Pendarahan


__ADS_3

...Sepandai apapun sebuah kebohongan ditutupi maka suatu saat nanti akan ada masa apa yang kamu tutupi akan diketahui oleh semua orang. ...


...~JBlack...


...****************...


Semi benar-benar seperti kebingungan. Namun, yang pasti, satu dikepala Semi saat ini hanyalah. Bia harus ke rumah sakit.


Pria dengan sejuta banyak pertanyaan di kepalanya tentu lekas mengemudikan mobilnya dengan cepat. Mengikuti arahan Bia untuk membawanya ke rumah sakit mana. Mengikuti semua yang diminta Bia dengan sesekali menatap ke arah wanita itu yang duduk dengan tak nyaman di sampingnya.


Semi benar-benar tak percaya. Dalam pikirannya tentu mulai menduga. Dia benar-benar berada di titik dimana dengan siapa wanita yang mulai dia cintai, wanita yang dia cari keberadaannya hamil.


Sampai akhirnya, Semi mulai membelokkan kemudi nya di pelataran sebuah klinik kandungan. Bia tentu mulai membuka pintu itu dengan tak sabaran.


Perempuan itu juga sudah memberikan kabar pada sosok dokter yang diberitahu oleh Dhira dan Shaka. Sampai akhrinya saat dia baru sampai.


Dokter perempuan yang merupakan teman Dhira ah lebih tepatnya saat ini Bia dan dokter itu semakin dekat. Sudah berada diluar dengan beberapa perawat yang membawa kursi roda.

__ADS_1


"Bia kamu bisa?" Semua langsung keluar dari kursi kemudi.


Dia mencoba hendak membantu Bia. Namun, Saat Semi memegang tangannya ayang tak terlapisi oleh Baju langsung membuat Bia menarik tangannya.


"Biarkan aku sendiri! Jangan memegangku secara langsung," Pinta Bia dengan wajah yang menahan sakit.


Akhirnya Semi mengangguk. Hal itulah yang membuat Semi sangat mengagumi Bia setelah mencari tahu semua tentang wanita itu. Dia juga mengetahui bagaimana pekerjaan Bia dan membuatnya semakin jatuh cinta.


Penyesalan dan ingin menebus semua kesalahannya adalah hal yang Semi ingin lakukan. Apalagi mengetahui bagaimana wanita yang ia nodai memiliki hati yang begitu baik padanya.


Tentu semakin membuat Semi jatuh hati!


Bia kesakitan. Ya dia juga khawatir saat tempat duduk di kursi Semi ada noda merah yang menandakan dirinya pendarahan.


Semi tentu langsung mengikuti Bia dari belakang. Dia juga khawatir dengan apa yang terjadi. Dia juga khawatir dengan apa yang dilalui oleh wanita yang dulu pernah dia berikan trauma.


"Anda tunggu disini, Tuan!" Kata seorang perawat menahan Semi masuk.

__ADS_1


Semi akhirnya tak membantah. Dia duduk di kursi tepat di depan ruang pemeriksaan kandungan. Pria itu hanya mampu memegang kedua tangannya sambil menatap pintu yang tertutup.


"Apa Bia sudah menikah dan sedang hamil? Tapi selama ini aku mencari dia dan mengetahui semuanya. Aku tak melihat dia sudah menikah. Lalu anak siapa itu?" Gumam Semi dengan pelan dan menatap ke arah pintu itu.


***


"Apa anakku baik-baik saja, Dokter?" Tanya Bia dengan jantung yang berdegup kencang.


Jujur Bia merasakan sakit di perutnya. Dia yakin karena tegang dan juga stress beberapa hari ini. Membuat dirinya merasa tertekan.


"Hal utama saat ini adalah menghentikan pendarahan dan kita melakukan USG. Aku berharap semoga dia masih selamat," Kata Dokter dengan menatap ke arah Bia yang sudah terbaring di atas ranjang.


Saat dokter itu hendak melangkah menjauh. Bia lekas meraih tangannya dan membuat langkah kaki dokter itu terhenti.


Bia menatap perempuan yang sudah dekat dengan dirinya dan menjadi teman dekat tentang kehamilannya dengan wajah yang benar-benar masih pucat pasi dan tatapan sendu.


"Dokter, apa… "

__ADS_1


"Ya. Aku sudah menghubungi Shaka tentang kabarmu ini. Hanya Shaka saja!" Kata dokter itu dan membuat Bia melepaskan cekalan tangannya dan menutup matanya seakan beban dalam pikirannya menambah.


~Bersambung


__ADS_2