Bia, Ibu Pengganti

Bia, Ibu Pengganti
Kenyataan Pahit


__ADS_3

Seorang ayah akan menjadi sosok paling gagal ketika tak mampu menjaga anak perempuannya dengan baik.


~Bia Quinsa Altafunisha


***


Tatapan anak dan ayah itu benar-benar terpaku dengan erat. Bia benar-benar bisa merasakan kesedihan di mata sang ayah. Bibirnya mulai bergerak. Jantungnya berdegup kencang.


Bia benar-benar tak menyangka jika semua ini harus mulai diketahui oleh ayahnya sendiri. Sosok pria yang sangat ia cintai dalam hidup. Sosok pria yang sangat dia banggakan karena bisa berubah menjadi sosok yang lebih baik lagi.


"Ayah, kapan sampai?" Tanya Bia dengan berusaha menenangkan dirinya.


Dia mengatakan itu dengan suara yang patah-patah. Dirinya takut jika apa yang ada dalam pikirannya benar terjadi disini.


"Beberapa menit yang lalu," Balas Bara dengan suaranya yang terdengar parau.


Bia semakin tak berkutik. Dirinya benar-benar tak tahu harus memulai semuanya dari mana.


"Apa tak ada yang ingin kamu katakan pada Ayah, Bi?"

__ADS_1


Akhh jika sudah begini. Jika sudah memanggil namanya dengan suara yang tegas maka benar apa yang ia pikirkan. Apa yang ia takutkan pasti akan terjadi.


Bia menunduk. Dia rasanya ingin menangis begitu keras. Jujur hatinya sedang tak baik, dirinya benar-benar dalam kondisi berantakan.


Kata talak yang dikatakan oleh Shaka. Lalu kedatangan ayahnya yang tak pernah dia pikirkan.


"Bia… " Jeda Bia dengan suaranya yang mulai hendak menangis. "Bia ingin ayah masuk dulu."


Bia tahu dirinya tak bisa menutupinya terus. Dia tak bisa terus bersembunyi karena sejatinya saat ini sosok ayahnya sudah melihat semuanya.


Akhirnya Bara dan Bia masuk. Duduk berhadapan di ruang tamu dengan perasaan yang sama-sama tak menentu.


Rasa takut, amarah, kekecewaan, sedih semuanya bercampur menjadi satu.


"Bia… "


Suar penuh kekhawatiran itu terdengar jelas. Hal itu tentu membuat kedua bola mata Bia mulI meneteskan air mata.


Air mata kesedihan, air mata penuh luka, air mata dengan segala hal yang mengandung tentang dirinya.

__ADS_1


"Maafkan Bia, Ayah. Bia mengecewakan, Ayah," Ucap Bia dengan menangis dan berlari ke pelukan ayahnya.


Bara tentu menerima pelukan itu. Dia menerima pelukan dari seorang anak gadis yang baru saja dia ketahui tentang kenyataan tentangnya.


Kebenaran yang jujur membuat dirinya terkejut bukan main. Bara tentu ingat betul, dirinya yang hendak ke kantor akhirnya memilih untuk mampir ke rumah putrinya.


Dengan bermodal tak menghubungi siapapun dan tanpa mengajak istrinya. Dia berniat mengajak putrinya makan bersama. Namun, dari kejauhan, Bara melihat beberapa kendaraan terparkir disana. Tentu dia mulai penasaran.


Dirinya yang sudah lama tak tahu tentang putrinya. Siapa temannya disini memilih memarkir mobil di depan rumah dan agak ke samping. Bara memilih berjalan kaki ke pekarangan putrinya dan mengintip dari pintu rumah yang terbuka lebar.


Tentu telinga Bara mendengar hal tak terduga. Dia mendengar semuanya. Dia mendengar tentang… .


"Melihat tingkahmu ini, aku jadi berpikir ulang" Kata seorang perempuan yang untuk pertama kalinya Bara melihatnya.


Dia mampu melihat seorang perempuan dengan dua orang pria disana. Dan dari semuanya, Bara tak kenal siapapun. Dia tak tahu siapa mereka dan apa hubungannya dengan Bia.


"Apa anak dalam kandunganmu ini benar-benar anak kamu dan Mas Shaka?"


Seakan petir menyambar menggelegar. Seakan dirinya tertampar dengan sangat kencang. Seakan sebuah hal yang benar-benar sangat membuatnya penasaran kini mulai dia dapatkan jawaban.

__ADS_1


"Jadi susu ibu hamil itu… " Kata Bara dengan perasaan seorang ayah yang hancur. "Milik putriku, Bia?"


~Bersambung


__ADS_2