
...Biarlah apa yang sudah tercium makan segera diketahui sekalian. Aku juga takut kehilangannya. Aku tak mau kehilangan seseorang yang ada di hatiku. ...
...~Arshaka Karena...
...****************...
"Ya. Bia istriku juga!"
"Bajingan!" Semi lekas memberikan bogeman mentah ke pipi Shaka.
Pria itu tentu langsung terjatuh ke lantai. Semi benar-benar merasa sakit di hatinya. Bukan karena dia sakit karena datang terlambat.
Namun, menyadari akan satu hal. Wanita yang pernah dia berikan luka yang dalam. Luka yang begitu banyak ternyata hidupnya tak bahagia seperti bersama keluarganya.
Bia memiliki sesuatu yang ditutupi dan Semi tahu akan hal itu sekarang. Bia menjadi istri kedua temannya ini. Ah teman sekolahnya yang sejak dulu dekat dan akrab dengannya.
"Brengsek kau, Shaka! Kau jadikan Bia istri keduamu hah!" Seru Semi dengan kalah.
Shaka tak mencegah pukulan itu. Dia benar-benar seakan pasrah. Seakan dia ingin membayar sakitnya Bia dengan membiarkan Semi memukulnya.
"Bia wanita baik-baik dan kau! Menjadikannya madumu!"
Pertengkaran itu tentu membuat beberapa orang terkejut, histeris. Ada yang berteriak memanggil satpam. Namun, satu hal yang terjadi.
Orang-orang yang berada di dalam ruangan itu tentu saja ikut keluar mendengar pertengkaran itu.
__ADS_1
"Mas Shaka!" Pekik Bia dengan jalan tertatih. "Berhenti, Sem! Berhenti!"
Semi terus saja memukul sampai akhirnya Bia mendorong tubuh Semi dan memeluk Shaka.
"Apa yang kamu lakukan?" Teriak Bia pada Semi.
Wanita itu terlihat khawatir. Wajah pucat pasi itu tentu membuat Shaka yang sejak tadi pasrah akan kemarahan Semi lekas membuka matanya.
"Bi," Lirih Shaka sambil mengusap pipi Bia.
"Mas baik-baik aja, kan?" Kata Bia dengan tak peduli akan dirinya.
Bia mengusap sisi wajah Shaka yang tak berdarah. Perempuan itu menangis dengan meneteskan air mata.
"Kenapa kamu masih baik sama dia, Bi? Dia udah bikin kamu jadi istri kedua. Kamu bahkan bisa dapat yang lebih dari itu!" Kata Semi dengan tatapan penyesalan yang dalam.
"Kamu gak tau apapun! Kamu gak tahu tentangku. Jadi jangan sok tau akan semuanya! Jangan ikut campur urusanku juga!"
"Mbak Bia!" Panggil Dokter dengan khawatir. "Mbak darah, Mbak!"
Deg.
Jantung Shaka spontan seperti berhenti berdetak. Pria itu juga bahkan langsung duduk dan melihat ke lantai.
"Bia," Lirih Shaka sambil menatap wajah istrinya yang berkeringat.
__ADS_1
Bia menoleh. Dia menatap lantai yang dia pijak dan benar saja. Darah, dan itu tentu membuat Bia mengerutkan keningnya.
"Sakit," Lirih Bia yang membuat Shaka mulai beranjak berdiri.
"Bawa Mbak Bia ke dalam, Ka!" Kata dokter dan sekaligus teman Dhira.
Shaka menggendong tubuh istrinya. Dia masuk dan meninggalkan Semi yang menatap darah di lantai itu dengan wajah penuh frustasi.
Pria itu benar-benar menatap pintu yang tertutup dengan khawatir. Bayangan wajah Bia tentu memutar di kepalanya.
Dia mengacak rambutnya dengan sembarangan. Semi benar-benar ingin merutuki dirinya tapi dia juga lega memukul Shaka. Akhirnya dia tahu apa yang terjadi dan tahu jika wanita yang dia cintai, wanita yang dia berikan luka ternyata sudah menikah.
Tapi pernikahan yang menjadikannya istri kedua!
***
"Gimana?"
"Aku sudah memberikan obat penguat dan semoga pendarahannya juga segera berhenti, Ka," Kata dokter itu yang membuat Shaka menatap wajah Bia.
Bia sejak tadi menatap wajah Shaka. Dalam pikirannya berbeda. Dia memikirkan bagaimana jika Shaka tahu wanita yang dia cinta. Wanita yang merupakan istri pertamanya tenyata mengkhianati dirinya.
"Kamu harus kuat, Bi. Kamu dan anak kita harus kuat. Jangan menyerah yah. Maafkan aku, maafkan aku yang belum bisa ada buat kamu," Lirih Shaka dengan memeluk wajah istrinya dan mencium dahi Bia.
~Bersambung
__ADS_1