Bia, Ibu Pengganti

Bia, Ibu Pengganti
Ratu Drama


__ADS_3

...Kabar yang dulu begitu membahagiakan untukku dan begitu kunantikan. Sekarang entah kenapa berubah segalanya. Ada sesuatu yang mengusik diriku. ...


...~Arshaka Karsha...


...****************...


Shaka terkejut bukan main. Dia berusaha untuk sadar. Namun, perkataan dan ucapan istrinya seakan sebuah tamparan yang membuatnya ingin melayang.


Hamil? Anak kita?


Kata yang dulu sangat ingin dia dengarkan. Kata yang sangat ingin dia dengar dulu sebelum semua kejadian ini terjadi. Sebelum adanya Bia, sebelum ide dari Dhira yang membuatnya harus mengenal Bia dan memiliki dua istri.


"Mas!" Panggil Dhira yang membuat Shaka tersadar.


"Kamu gak suka, Mas? Kamu gak bahagia dengan kabar ini?" Tanya Dhira dengan mata berkaca-kaca.


Shaka menggeleng. Dia perlahan mendekat saat melihat istrinya ingin menangis.


"Maafkan aku, Sayang. Bukannya aku tak bahagia. Aku hanya terkejut!" Kata Shaka dengan perlahan mencoba meraih tangan Dhira tapi ditepis.


"Aku tau kamu gak bahagia kan, Mas? Kamu udah gak nunggu kehamilan aku ini kan? Kamu udah bahagia sama Bia kan?"


"Dhira!" Kata Shaka lalu menarik tangan istrinya dan memeluknya.


Dhira meronta bahkan memukul punggung Shaka. Namun, pria tiu menahannya dan masih memeluk istrinya.

__ADS_1


"Aku bahagia, Sayang. Aku hanya terkejut. Aku terkejut dengan kabar ini!" Kata Shaka berusaha menenangkan Dhira.


Rontaan itu perlahan memudar. Perlahan Dhira membalas pelukan Shaka. Wanita itu menangis di pelukan suaminya.


"Ini anugerah, Mas. Ini bukti kalau memang Tuhan masih sayang sama kita. Tuhan kasih kesempatan buat aku hamil anak kandung kita sendiri!" Kata Dhira dengan semakin memeluk Shaka erat.


"Kita gak harus bohong lagi sama Mama. Aku hamil beneran, Sayang. Aku hamil anak kita!" Kata Dhira dengan nada suara bahagia.


Entah kenapa hal itu membuat hati Shaka tersentil. Bukannya dia mendengar ucapan Dhira. Bayangan wajah Bia dan perutnya membayangi kedua bola matanya.


Wajah Bia yang tersenyum. Wajah wanita yang meneduhkan itu entah kenapa membuat hati kecil Shaka tersentil. Entah pikirannya tiba-tiba melalang buana bagaimana jika Bia tahu Dhira hamil.


Bagaimana perasaan istri keduanya itu jika tahu istrinya bisa hamil anak mereka. Entah kenapa Shaka tak mau Bia tahu. Dia tak mau istrinya itu mengetahui kenyataan ini.


"Mas!"


"Hmm?" Jawab Shaka lalu menatap kedua bola kata Dhira.


Dia tetap memeluk pinggang Dhira karena istrinya itu juga tetap memeluknya.


"Kamu bahagia kan, Mas?"


"Tentu. Aku bahagia tau kamu bisa hamil. Tapi…" Jeda Shaka yang membuat Dhira terdiam.


Entah kenapa jantung wanita itu berdegup kencang. Dia tak mau semua rencananya kacau. Suaminya itu tak boleh ragu atau masih kebingungan.

__ADS_1


"Tapi apa, Mas?"


"Kenapa sekarang kamu bisa hamil?"


"Mas!" Seru Dhira dengan melototkan matanya. "Ingat kata dokter! Aku bukan mandul, Mas. Hanya saja belum waktunya."


"Apa kamu berharap aku mandul dan gak bisa ngasih kamu keturunan. Gitu?"


"Bukan begitu, Sayang. Aku cuma masih terkejut!"


Dhira berusaha menahan emosinya. Dia memutar pikirannya karena tahu jika suaminya sekarang pasti masih bingung.


Bukan hanya Shaka. Dirinya saja tahu dia hamil juga kaget bukan main. Seingatnya dia selalu meminta obat pencegah kehamilan tapi sepertinya Dhira kecolongan.


"Tanpa kamu tahu. Aku ikutin kata dokter. Aku diet dan makan makanan sehat. Aku minum vitamin dan juga minum susu hamil," Kata Dhira dengan marah. "Kamu terlalu sibuk sama Bia. Jadi kamu gak tau apa yang aku lakuin, Mas!"


"Bukan begitu, Sayang. Maafkan aku!" Shaka menggeleng.


Dia memeluk istrinya dengan erat dan mencium pucuk kepalanya.


"Kamu ragu, Mas? Kamu ragu sama anak kita ini?"


"Nggak, Sayang. Nggak! Aku gak ragu. Aku percaya sama kamu. Terima kasih sudah berjuang sampai akhirnya doa kita terkabul."


~Bersambung

__ADS_1


__ADS_2