Bia, Ibu Pengganti

Bia, Ibu Pengganti
Talak!


__ADS_3

Ternyata takdir berkata lain. Ketika cintamu berharap balasan tapi yang kamu dapatkan hanya sebuah luka yang mendarah daging.


~Bia Quinsa Altafunisha


***


"Jangan!" Kata Bia dengan memohon.


Bagaimanapun luka dalam hatinya sekarang. Namun, cinta itu masih sama besar. Bia tahu dirinya salah. Bia tahu kemarahan Shaka karena dirinya. Maka dari itu bagaimana Shaka sekarang, Bia memilih diam.


Kata kata menyakitkan itu sangat menghunus dirinya. Semua yang dikatakan oleh Shaka tentu sangat menyakitkan. Namun, cinta tetaplah cinta.


"Jangan pura-pura membelaku!" Kata Shaka dengan marah.


"Menjauh dari kami, Bi!" Kata Dhira yang tiba-tiba berada di antara Bia dan Shaka.


Perempuan itu menatap Bia dengan senyuman miring. Shaka yang saat itu ada di belakangnya tentu tak bisa melihat bagaimana wajah Dhira yang tersenyum begitu licik.


"Aku tak menyangka caramu seperti ini, Bi," Lirih Dhira mendrama. "Aku berpikir, pakaianmu yang seperti ini, kau adalah wanita baik-baik. Maka dari itu aku meminta Mas Shaka untuk menikahimu dan mengandung buah hati untukku dan Mas Shaka."


Dhira benar-benar memainkan peran dengan baik. Suaranya yang dibuat seorang dia kecewa sangat berat itu terdengar menjijikkan di telinga Semi.

__ADS_1


"Melihat tingkahmu ini, aku jadi berpikir ulang," Lanjut Dhira dengan pelan. "Apa anak dalam kandunganmu ini benar-benar anak kamu dan Mas Shaka?"


"Mbak!" Pekik Bia dengan mata yang melotot tajam.


Nafas Bia kembang kempis. Dia benar-benar merasa marah dan dadanya bergemuruh. Dia benar-benar tak menyangka jika situasi yang sudah panas malah semakin dipanaskan oleh kakak madunya ini.


"Aku tak sering itu. Aku… "


"Tak sehina itu tapi tingkahmu tadi menggambarkan bagaimana kamu yang sesungguhnya, Bi!" Sela Dhira dengan serius. "Perempuan dan pria dalam satu rumah dan sepi."


"Tentu hal apapun bisa dilakukan!"


Plak.


Sudah diketahui belangnya oleh dirinya. Sudah diketahui bagaimana busuknya dia. Namun, dia tak merasa bersalah.


Manusia macam apa Dhira dalam benak, Bia.


"Bi!" Teriak Shaka tak Terima.


Dia maju di hadapan Dhira dan memegang tangan Bia yang telah menampar Dhira.

__ADS_1


"Kau!"


"Apa!" Seru Bia dengan melawan.


Dia menatap kedua bola mata Shaka yang sedang menatapnya juga. Tatapan tajam dan dingin. Tak ada lagi tatapan hangat. Tak ada lagi tatapan bersinar yang sering dia lihat disana.


"Kenapa kau marah? Jika kau tak benar, kau tak perlu semarah ini. Apa kau takut jika yang dikatakan oleh Dhira memang benar?" Tanya Shaka dengan pedas yang membuat jantung Bia sesak berhenti berdetak.


Perempuan itu benar-benar terkejut dengan perubahan sikap Shaka. Dia benar-benar tak percaya hanya dengan ocehan Dhira berhasil membuat Shaka seperti ini.


"Kamu benar-benar berubah. Kamu sudah lama bersamaku. Tapi kamu percaya dengan apa yang kamu lihat?" Kata Bia dengan lelah. "Harusnya kamu tanya dulu, Mas. Bukannya marah. Kamu… "


"Cukup!" Seru Shaka dengan cepat. "Cukup kau menutupi sikap busukmu dibalik pakaian baikmu ini."


Shaka benar-benar mengatakan itu dengan tatapan mata penuh kekecewaan. Sepertinya rasa cemburu yang membesar. Rasa amarah yang memenuhi dirinya membuat dia gelap mata.


"Mas!"


"Aku tak mau mendengar perkataanmu lagi!" Kata Shaka dengan marah.


Bia hanya diam. Dia hanya menunggu. Menunggu perkataan apalagi yang akan dikatakan oleh suaminya ini.

__ADS_1


"Aku talak kamu sekarang, Bi! Kita berdua sudah bukan suami istri lagi!" Kata Shaka dengan lantang sambil menatap Bia yang terkejut bukan main.


~Bersambung


__ADS_2