Bia, Ibu Pengganti

Bia, Ibu Pengganti
Shaka Berontak!


__ADS_3

...Mungkin setiap orang berfikir orang diam adalah orang yang penakut dan tak tahu apapun. Namun, kebanyakan orang terkadang memilih diam karena dia ingin menambah bukti yang kuat dari bukti yang dia punya....


...~Bia Quinsa Altafunisha...


...****************...


"Ini, Bi," Kata Shaka yang baru saja datang lalu menyerahkan es krim yang Bia minta.


Pembicaraan dua wanita itu terhenti saat keduanya menyadari langkah Shaka yang mendekat. Mereka benar-benar pandai menutupi pertengkaran keduanya dari Shaka.


"Ma… "


"Buat aku aja ya, Bi. Anak aku jadi pingin makan es krim ini," Sahut Dhira lalu menarik es krim yang diletakkan di dekat Bia.


"Tapi, Dhir… " Sela Shaka dengan pandangan yang seakan kecewa.


"Kenapa, Mas? Kamu gak ikhlas kalau es ini aku makan?" Tanya Dhira dengan suara yang sangat lembut dan membuat Bia rasanya ingin muntah.


"Bukan begitu, Dhira. Tapi Bia yang memintanya… "


"Tapi ini anak kamu juga pengen, Mas," Kata Dhira tak mau mengalah.


Bia terdiam. Dia menaikkan salah satu alisnya ke arah Dhira dengan tersenyum manis.


"Ambil saja, Mbak. Gapapa kok! Mungkin anak Mbak Dhira ingin makan es krim yang sama dengan anak yang kukandung," Kata Bia dengan pelan tapi menusuk. "Bukankah mereka akan menjadi saudara? Jadi tak aneh jika keduanya akan memiliki kesukaan yang sama!"


Ahhh ini terdengar seperti sindiran. Apalagi mata Bia seakan menunjukkan bahwa antara anak yang dia kandung dan anak Dhira akan setara.


Keduanya sama-sama diinginkan. Keduanya sama-sama saudara satu sama lain. Tak ada yang berbeda!


Sedangkan Dhira, dia mengepalkan salah satu tangannya yang ada dibawah meja. Dhira benar-benar kesal dengan perkataan Bia. Dia tak suka dengan kata itu.

__ADS_1


Anaknya adalah anaknya. Dan anak dia adalah anak dia.


"Dhir… " Panggil Shaka yang membuat Dhira menoleh.


"Kamu aku pesenin sendiri yah?" Bujuk Shaka yang seakan dia tak rela jika es krim yang dia pesan untuk Bia malah diberikan untuk Dhira.


"Gak, Mas! Kamu kenapa sih? Kamu…"


"Mas Shaka!" Panggil Bia lembut dengan memegang lengan Shaka yang seakan ingin menyanggah.


"Udah gakpapa, Mas. Biar Mbak Dhira yang makan. Kasihan Mbak Dhira sama bayinya. Mungkin bayinya mengidam!" Kata Bia dengan tersenyum miring.


Akhirnya Shak mengangguk. Bia mengedipkan salah satu matanya seakan menandakan bahwa dia menang dalam mengurus hati Shaka.


Dhira benar-benar menahan emosi. Dia tak bisa marah dihadapkan Shaka karena bagaimanapun Shaka tak pernah tahu bagaimana dirinya.


Kling.


"Bia pamit duluan ya, Mas, Mbak. Bia harus segera ke rumah sakit karena ada jadwal operasi," Kata Bia dengan mulai beranjak berdiri.


"Aku akan mengantarmu ke parkiran, Bi!"


"Mas!" Tahan Dhira dengan menarik tangan Shaka. "Aku ingin kamu temani!"


"Gak papa, Mas. Gak usah. Bia bisa sendiri kok!" Kata Bia lalu segera melangkah keluar.


Shaka tak tahan. Akhh dia malah menurunkan tangan Dhira dari tangannya dan mengusap kepala istri pertamanya itu.


"Biarkan aku mengantar Bia sebentar yah. Kamu disini sebentar!"


Akhirnya Shaka menyusul Bia. Hal itu tentu membuat Dhira semakin tak tahan. Namun, dia tetap tak bisa berbuat apapun selain memukulkan tangannya di atas meja.

__ADS_1


"Awas sana kau, Bi. Aku akan melenyapkan kalian berdua!" Ujar Dhira dengan emosi yang tertahan.


***


"Bia!" Panggil Shaka saat Bia hendak masuk ke dalam mobil.


Bia berbalik. Perempuan itu tersenyum dan mengangguk.


"Iya, Mas?"


"Hati-hati yah kerjanya. Jangan terlalu capek. Ingat!" Kata Shaka lalu semakin mendekat.


Dia mengangkat tangannya dan mengusap perut Bia yang sudah membuncit.


"Ada anak kita yang harus kamu jaga dengan baik," Lanjut Shaka yang membuat mata Bia berkaca-kaca.


Dia menatap Shaka yang mengatakan itu dengan serius. Bia tentu lekas menganggukkan kepalanya.


"Aku pasti akan menjaganya dengan baik, Mas."


"Aku juga… " Jeda Shaka seakan takut mengatakan ini. "Maaf. Maaf jika aku menyakitimu tadi."


Bia tersenyum. Dia tahu apa yang dimaksud Shaka padanya.


"Gakpapa, Mas. Mas bisa temenin aku di cek kandungan bulan besok."


Shaka menganggu. Bia perlahan menarik tangan Shaka dan menciumnya untuk berpamitan.


"Bia berangkat yah. Mas Shaka juga hati-hati."


"Iya, Bi. Sampai jumpa nanti."

__ADS_1


~Bersambung


__ADS_2