Bia, Ibu Pengganti

Bia, Ibu Pengganti
Kebusukan Dhira


__ADS_3

...Dibalik senyuman yang manis pasti ada rasa pahit. Dibalik sebuah perilaku yang baik pasti ada sesuatu yang tersembunyi yang dia sembunyikan. Cepat atau lambat itu akan terlihat dan diketahui oleh semua orang. ...


...~JBlack...


...****************...


Seorang pria dengan kemeja melekat di tubuhnya dan celana hitam mulai berjalan mencari pintu dengan nomor kamar yang sangat amat dia kenal. Sebuah nomor kamar salah satu apartemen yang ia punya dan tak ada yang tahu oleh siapapun kecuali dirinya dan wanita yang saat ini diyakini sudah ada di dalam kamar.


Bibirnya tersenyum. Pria itu segera membuka pintu kamar apartemennya yang terlihat temaram di dalamnya. Dia menutup pintu itu dengan pelan lalu mulai mencari tombol lampu agar ruangan ini menjadi terang.


Namun, saat pria itu hampir menyentuh tempat dimana menghidupkan lampu kamar. Sebuah tangan memegangnya dan membuat pria itu berbalik.


Mata pria itu membola dengan mulut menganga tak percaya. Dia menatap penampilan wanita yang sangat amat menggoda. Tubuhnya yang seksi dengan beberapa tonjolan di beberapa bagian membuat sesuatu bagian tubuh pria itu mulai meronta.


Pria itu bersusah payah menelan ludahnya paksa. Pemandangan yang sangat amat menggiurkan membuat gelora dalam dirinya membara. Meski lampu ruangan ini minim cahaya atau temaram. Namun, dengan jelas pria itu bisa melihat pemandangan yang sudah sangat lama sekali tak ia rasakan.


"Sayang," bisik wanita itu dengan manja.


Dia meletakkan kedua tangannya di leher sang pria hingga wajah mereka berhadapan. Pria itu bisa melihat tatapan sayu dari wanitanya itu.


Tatapan mendamba yang sudah sejak lama ia lihat dan ia rekam. Tatapan yang saling menginginkan itu terlihat sangat amat jelas di antara keduanya.


"Ada apa, Ra?" tanya pria berusaha jual mahal.


Dia mencoba menahan dirinya. Pria itu mencoba bersikap biasa saja meski dia tahu miliknya meranta di dalam sana. Miliknya ingin dikeluarkan dan ingin merasakan pijatan lembut milik wanitanya itu.


Wanita yang selama ini disembunyikan. Wanita yang selama ini menemaninya dalam apartemen ini. Wanita yang ia sukai tapi tak bisa dia miliki untuk saat ini.


"Aku menginginkanmu, Sayang. Aku ingin bersamamu malam ini," Bisik wanita itu sambil menjulurkan lidahnya dan menjilat telinga pria itu sampai pria itu meremang.


"Jangan jual mahal padaku, Arthir. Aku tau kamu juga tak bisa menahan godaan ku. Kamu juga menginginkanku, Kan?" Kata Dhira dengan pandangan matanya yang benar-benar manja.

__ADS_1


Kedua pasang mata itu saling menatap. Mereka dapat melihat gairah dalam diri mereka masing-masing yang membuat Arthir maupun Dhira tak bisa lagi menahan.


Entah apa yang merasuki pikiran Dhira. Namun, yang pasti dia benar-benar ingin melampiaskan rasa marahnya, emosinya pada Arthir. Pria yang ia cintai, pria yang membuat dirinya memiliki simpanan.


Ah pria yang membuatnya berpaling dari Shaka. Shaka yang super sibuk dulunya membuat Dhira dekat dengan Arthir.


Tanpa kata, Arthir dan Dhira saling mendekat. Keduanya langsung menerkam bibir mereka untuk saling berciuman. Keduanya seperti suami istri yang begitu bernafsu satu sama lain.


Dhira menarik kepala Arthir agar semakin mendekat dan mereka saling menyesap tanpa mau mengalah. Sedangkan Arthir, pria itu menekan tengkuk istri adiknya juga hingga ciuman mereka mulai menuntut.


Dhira memutar posisinya. Dia mendorong pria simpanannya sampai menempel di dinding dekat pintu kamar. Tangannya mencari kunci pintu dan segera memutarnya agar tak ada yang bisa masuk dengan sembarang.


Saliva keduanya sudah belepotan. Baik Arthir dan Dhira mereka semakin menggila. Tak membiarkan bibir mereka terlepas hanya untuk mengisi pasokan oksigen. Hingga saat mereka sudah tak kuat, bibir mereka dilepas dengan tidak ikhlas.


Kabut gairah sudah memenuhi keduanya. Nafas mereka terengah-engah tak memberi jeda lagi, mereka kembali memagut merenggut indahnya bibir keduanya dengan tangan mulai menari ke sana kemari.


Saat Dhira merasakan sebuah genggaman kuat di area bukitnya. Perempuan itu melepaskan pagutannya. Dia menggigit bibirnya karena takut akan membuatnya mengeluarkan suara desah yang sangat indah.


Dhira mencengkram kepala Arthir. Mengusap rambutnya saat bibir Arthir menyesap lehernya dan ia yakini meninggalkan bekas kemerahan di sana.


Hingga tak lama, tubuh mereka memutar. Tubuh Arthir menunduk. Dia mulai menjelajahi area bukit dengan diikuti bibir yang saling berlomba bak layaknya seorang bayi.


"Arthir!" pekik Dhira pelan dengan menatap kekasihnya yang ganas.


Arthir yang usianya mash muda, dia masih terlihat kuat. Pria itu kini melanjutkan aksinya. Dia menyejajarkan kepalanya dengan lembah basah dan wangi menggoda. Dia membuka lipatan itu hingga jarinya mulai menusuk dan membuat Dhira menjerit indah.


Arthir mulai menggerakkan jemari tersebut. Membiarkan wanitanya memohon untuk dimasuki hingga sampai tubuh wanita itu menegang dan mengeluarkan cairan kenikmatan miliknya.


"Apa kau sudah tak sabar, Sayang?" bisik Arthir yang sudah beranjak berdiri.


Dhira menatap sayu sang kekasih. Apalagi ketika Arthir mulai memegang salah satu kaki Dhira dan meletakkannya di pinggang. Kemudian dengan pasti, pria yang belum menikah itu mulai memasukkan miliknya hingga masuk dengan sempurna di inti tubuh Dhira sempit yang sangat membuatnya candu.

__ADS_1


Mata Arthir terpejam saat miliknya diremas dengan kuat. Hingga akhirnya pria itu tak dapat menahan lagi. Dia mulai menggerakkan tubuh miliknya hingga membuat mereka saling menatap penuh cinta.


Peluh mulai membasahi tubuh keduanya. Bahkan Dhira sampai melingkarkan tangannya di leher sang kekasih lalu memagut bibir itu lagi.


Mereka berpacu semakin cepat. Mencoba mencapai gols indah di bagian puncak akhir. Bibir mereka saling mengeluh diiringi suara teriakan kenikmatan saat milik Arthir dan milik Dhira mulai menyemburkan cairan yang akan menghasilkan bibit unggul di antara keduanya.


Kedua bibir mereka saling tersenyum. Dhira dan Arthir saling menatap dengan membiarkan bagian bawah mereka masih menyatu.


"Terima kasih, Sayang. Kau begitu luar biasa malam ini," bisik Arthir dengan terengah-engah.


Dhira tersenyum. Dia memagut bibir Arthir sebentar dan mengusap punggungnya.


"Ronde kedua, Sayang. Aku masih ingin!" bisiknya di telinga Arthir dengan senyuman licik.


Pria itu membelalak tak percaya. Saat kekasihnya itu memegang tangannya dan menarik tangannya ke dalam kamar. Apartemen yang memiliki dua kamar itu terlihat rapi dan bersih.


Ya apartemen ini memang milik Arthir dan dia memerintahkan salah satu orang kepercayaan miliknya untuk membersihkan apartemen ini. Apartemen yang menjadi saksi bisu cinta keduanya.


Apartemen yang menjadi bukti cintanya dan Dhira menyatu disini. Pertemuan yang selalu mereka wujudkan disini. Pertemuan yang selalu berakhir dengan peluh keringat.


"Tunggu!" Kata Arthir saat dirinya sudah didorong di atas ranjang


"Ada apa, Sayang?" Tanya Dhira yang tak mendengar apapun.


Dia duduk di pangkuan Arthir. Mencium leher pria itu dan menggodanya.


"Aku yakin kamu sedang bertengkar dengan Shaka, 'kan? Mangkanya kamu agresif begini padaku?"


~Bersambung


Hiyaaa ada yang tebakannya benar? ada yang udah mikir kek gini gak? kabur ahh kabur

__ADS_1


__ADS_2