Bia, Ibu Pengganti

Bia, Ibu Pengganti
Kegilaan Dhira


__ADS_3

...Sepandai-pandainya bangkai ditutupi suatu hari nanti pasti akan tercium dan ketahuan. ...


...~JBlack...


...****************...


"Ternyata kamu calon ayah yang baik untuk anak ini, Mas. Aku gak bakal salah nanti buat ngasih dia ke kamu. Aku yakin kamu bakalan jagain anak ini dengan baik dan penuh kasih sayang," Kata Bia yang terasa menusuk di hati Shaka.


Entah kenapa perasaan Shaka benar-benar gemetar. Seakan ucapan Bia barusan seperti tamparan untuknya. Dia bahkan sampai melepas tangannya dari pinggang Bia karena merasa sesuatu dalam dirinya sakit.


"Ayo kita buat salad, Bi. Katanya kamu lapar kan?" Kata Shaka yang membuat Bia mengangguk.


Perhatian wanita hamil itu mulai fokus. Bia sebenarnya tahu jika Shaka tengah menghindari pembicaraan tentang ini dan Bia tentu sangat mengerti itu. Dia tak mau memaksa Shaka karena pria itu terlihat tak nyaman.


Sepasang suami-istri itu mulai bergerak bersama. Keduanya benar-benar saling membantu dalam membuat salad keinginan Bia.


Ibu hamil itu diminta duduk dengan tangan memegang pisau dan juga dia mulai mengusap buahnya. Sedangkan Shaka, pria itu menyiapkan susu, mayones yang akan ia campur untuk membuat saus salad.


Shaka membawa itu semua ke atas meja makan. Dia menutup lemari es lagi lalu berjalan ke arah pantry.


"Kamu cari apa, Mas?" Tanya Bia dengan menatap ke arah suaminya yang terlihat bingung.


"Mangkuk besar, Bi?"


"Disitu!" Bia menunjuk sebuah lemari dekat pantry dan membuat Shaka mengangguk.


Pria itu tersenyum melihat apa yang dia cari ada disana. Shaka lekas membawanya ke meja dan mulai membuka satu per satu susu dan mayones yang ada disana.


"Kamu mau makan banyak apa dikit, Bi?" Tanya Shaka pada Bia yang fokus mengupas satu per satu buah yang ia petik sendiri.


"Banyak," Jawab Bia sekenanya.


Akhirnya Shaka tak protes. Dia juga tak melarang. Toh apa yang istri dirinya idamkan itu adalah makanan sehat.


Dia segera membuka situs youtube. Mencari tutorial cara menakar bahan Salad agar hasilnya enak. Jujur Shaka melakukan itu dengan niat hatinya sendiri.

__ADS_1


Hal yang dilakukan oleh Shala tentu dilihat oleh Bia. Perempuan itu melirik apa yang dilakukan oleh suaminya. Saat Shaka melihat youtube itu dengan lekat. Mengikuti perintah apa saja yang diperintahkan disana.


Bia tak berniat untuk mengatur atau menyela. Dia diam saja karena ingin melihat. Seberapa jauh suaminya itu melakukan apa yang dia minta.


"Apa aku boleh berharap sedikit saja. Bahwa Mas Shaka memang membalas cintaku?" Gumam Bia dalam hati sambil menatap ke arah Shaka yang mulai menuang susu itu ke dalam mangkuk dengan tangan kiri melihat ke arah youtube yang menampilkan cara membuat saus dalam buah.


...****************...


Sedangkan di sebuah kamar, terlihat sepasang manusia tengah saling memacu dengan cepat. Mereka saling memuaskan antara satu dengan yang lain. Sang wanita terlihat bergerak dengan begitu lihai di atas prianya.


Dia melakukan tugasnya dengan baik dan membiarkan bagian tubuhnya dijamah dengan puas. Dia bahkan dengan sengaja menyodorkan dua gundukan kembar miliknya agar pria dibawahnya ini semakin merasa nikmat dan melakukan apa yang dia inginkan sejak tadi.


Emosi yang memuncak. Pertengkaran yang terjadi di antara mereka tadi membuat kenikmatan yang terjadi ini sedikit terbawa emosi.


"Oh, Arthir. Kau masih sama, Sayang. Kuat dan tangguh!" pekik wanita yang bergerak dengan lincahnya.


Dia merasakan kekuatan kekasihnya lebih besar. Bahkan dia menyadari milik kekasihnya ktu berbeda dari ukuran pria itu sebelumnya. Ya Arthir lebih gila dan milik pria itu juga lebih besar.


Arthir hanya terkekeh. Dia lalu menggendong kekasihnya itu dan membawanya ke ujung kamar. Dia menurunkan wanita itu dan membalikkannya tanpa melepaskan penyatuan mereka.


Plak.


Arthir tersenyum miring. Dia meremas dua bongkahan padat di depannya dengan gemas.


Dia tahu inilah yang Dhira minta sejak tadi. Dia tahu jika gadis itu datang kesini untuk melampiaskan semuanya. Melampiaskan amarah yang terjadi pada dirinya.


Lalu melampiaskan rindu yang Arthir rasakan. Dia tak bisa melakukan hal bebas apapun ketika diluar. Hubungan dirinya dan Dhira hanya ada di apartemen ini.


Hubungan bebas, *** dengan lancar dan juga perasaan rindu itu terbayar hanya ketika keduanya ada di kamar ini.


Keduanya melampiaskan nafsu yang besar. Arthir juga tak peduli akan pahanya yang sakit. Dia membiarkan Dhira yang memimpin sejak tadi.


Dan sekarang, baru dia yang memimpin dengan Dhira ia buat menungging. Dia ingin memberikan pelajaran pada wanita itu. Memberikan hukuman karena berani marah padanya dan juga menggodanya dengan nakal.


"Apa kau puas denganku?" tanya Arthir dengan suara parau karena menahan hasrat yang sudah menggebu.

__ADS_1


"Oh, tentu, Sayang. Aku sangat puas denganmu!" ujarnya dengan tersenyum mesum. "Aku juga sangat merindukan milikmu ini. Kau terlalu lama bekerja sampai lupa denganku! "


Arthir menjambak rambut Dhira sampai kepalanya menoleh ke belakang. Dengan kasar, pria itu menyesap bibir kekasihnya itu dan dibalas dengan sesapan kuat.


Mereka beradu dengan panas. Bahkan tak ada yang saling mengalah. Suara teriakan laknat keduanya begitu terdengar sampai di seluruh penjuru apartemen kamarnya ini.


Keduanya masih asyik mengejar kenikmatan dunia tanpa memikirkan perasaan Shaka yang ada di rumahnya. Dhira benar-benar berubah. Wanita ktu sudah tak peduli apapun.


Yang pasti apa yang dia inginkan sekarang hanyalah kepuasan dari kekasihnya. Kepuasan dari apa yang selalu Arthir berikan padanya akan selalu dia gunakan sebaik mungkin.


"Kau sangat pandai, Sayang!" puji Arthir dengan menampar pantat wanita itu lagi dan meninggalkan bekas merah.


Sampai akhirnya tubuh keduanya mulai menegang dan akhirnya puncak kenikmatan datang dan membuat tubuh mereka perlahan berbaring dengan nafas naik turun. Seperti sebelumnya, Shaka mengeluarkan benihnya di dalam.


"Ar kau benar-benar gila. Kau meninggalkan bekas merah pada tubuhku sebanyak ini, huh!" Seru Dhira saat nafas mereka mulai teratur.


"Aku tak peduli. Bahkan aku berharap semoga bekas ini lama hilangnya!"


"Gila kau!"


"Ya aku gila, Sayang. Aku gila karenamu, Dhira. Aku gila karena kau mampu membuatku selalu memikirkanmu!'


" Jangan bersikap konyol, Ar!" Seru Dhira lalu mulai melepaskan dirinya dari Arthir.


Dhira berjalan tanpa malu dengan naked dan menuju ke arah kulkas untuk mengambil botol minum dingin lalu meminumnya.


Dhira benar-benar tak takut dengan tatapan Arthir yang begitu panas. Pria itu terus menatap kekasihnya yang minum dengan tenang dan tak peduli jika sesuatu miliknya dibawah sana mulai kembali tegang.


Akh percayalah, Arthir seorang hyper. Dia mampu tegang dalam beberapa saat karena memang otaknya selalu tak bisa jauh dari kekasihnya itu.


"Kau menggodaku, Sayang?"


Dhira melirik Arthir. Dia bisa liat milik kekasihnya itu sudah kembali tegang.


"Kemarilah, Sayang. Aku sengaja menggodamu memang agar kau tau bahwa aku sudah candu denganmu!"

__ADS_1


~Bersambung


Pasangan sama-sama gilanya lagi kumat hufttt. Btw makin gak sabar sama next eps gak kalian? huhu tiga bab lagi tau semangat bacanya.


__ADS_2