Bia, Ibu Pengganti

Bia, Ibu Pengganti
Kebenaran Baru


__ADS_3

...Terkadang cinta dan ambisi adalah dua hal yang tak bisa dibedakan jika sudah terobsesi memiliki keduanya. Dia mampu melakukan banyak hal demi apa yang dia inginkan tapi dia juga terkadang bersikap bodoh karena perasaan hatinya. ...


...~JBlack...


...****************...


Dhira spontan menjauhkan kepalanya dari leher Arthir. Dia menarik nafasnya begitu dalam dan menghembuskannya dengan kasar.


"Betul kan?" Tanya Arthir secara langsung.


Dhira mengangguk. Dia meletakkan kepalanya di pundak Arthir dengan nyaman. Membiarkan tubuhnya duduk di pangkuan kekasihnya itu.


"Kenapa? Apa ada masalah?"


Ingatan Dhira langsung memutar ke pertengkaran mereka. Dia sangat ingat betul bagaimana perdebatan keduanya tadi sebelum dia pergi dari sana.


"Kamu luar biasa, Bi. Aku suka dengan milikmu."


Jantung Dhira mencelos. Mata wanita itu terbuka dengan kilat marah. Dia tak percaya dengan apa yang dia dengar. Wanita itu mendorong tubuh Shaka dan menamparnya.


"Aku Dhira, Mas! Bukan Bia!"


Spontan jantung Shaka seakan berhenti berdetak. Ya pria itu merasa tertampar dengan kenyataan. Matanya spontan terbuka semakin lebar.


Dan benar saja. Wanita yang ada di dekatnya, wanita yang mulai berdiri dan meraih pakaiannya kembali adalah istri pertamanya.


Istri yang sangat dia cintai. Istri yang selama ini memenuhi hatinya sebelum adanya Bia, istri sirinya.


"Sayang!"


"Jangan bilang kalau kamu bayangin aku sebagai Bia, Mas!" Pekik Dhira dengan marah. "Jangan bilang kalau apa yang kita lakuin barusan adalah bayangan kamu dan Bia!"


Shaka terdiam. Dia tak bisa melakukan pembelian apapun. Apa yang dikatakan oleh istrinya benar. Apa yang dikatakan oleh Dhira tak ada yang salah.


"Kenapa diam, Mas! Kenapa hah?" Terima Dhira dengan marah.


Nafas wanita itu naik turun. Dia benar-benar terlihat begitu marah dengan wajah memerah.


"Kamu jahat, Mas. Kamu jahat! Aku membencimu!"


"Dhira!" Seru Shaka yang ikut turun dari ranjang.

__ADS_1


Di memakai celana pendeknya lalu menyusul istrinya. Shaka menarik tangan Dhira yang hendak membuka pintu kamar. Pria itu memeluk Dhira dengan kuat.


"Maafkan aku, Sayang. Maaf!"


"Lepasin aku! Lepasin aku!" Teriak Dhira dengan begitu keras.


Untung saja semua kamar yang ada di rumah orang tua Shaka kedap suara. Jadi apapun yang terjadi di dalam kamar. Teriakan apapun atau suara jeritan keras tak akan terdengar di luar sana.


"Kamu ingkar janji, Mas! Kamu ingkar!" Seru Dhira mendorong tubuh Shaka.


"Kamu cemburu?" Tanya Arthir dengan suaranya yang berbeda.


Dhira baru merasakan sesuatu. Dia baru ingat akan apa yang baru saja dia katakan.


"Bukan itu maksudku!" Kata Dhira dengan cepat.


Dia menjauhkan wajahnya. Menatap wajah Arthir yang sudah berubah. Wajah kekasihnya itu terlihat masam dan membuat Dhira panik.


"Se cinta itu pada Shaka sampai kamu lupa padaku, Dhira?" Tanya Arthir dengan pandangan kecewa.


Pria itu menurunkan Dhira dari pangkuannya. Hal itu tentu membuat wanita itu panik. Dia lekas menarik tangan Arthir dan menggenggamnya.


"Apalagi!" Jangan berbohong padaku, Dhira. aku tahu kau tak pernah mencintaiku!"


"Apa maksudmu?" Seru Dhira tak mau kalah. "Apa kau tak salah mengatakan itu hah?"


"Aku rela datang kesini, lebih memilihmu, menemanimu daripada bersama Shaka. Apa itu kurang bukti kalau aku cinta sama kamu?" Seru Dhira dengan marah. "Katakan padaku! Dimana letak aku tak mencintaimu?"


"Karena kau menikah dengan Shaka!"


"Siapa yang dulu meninggalkanku, Arthir? Katakan!"


Kalah telak. Arthir terdiam. Dia benar-benar selalu kalah jika diingatkan tentang apa yang terjadi di antara keduanya di masa lalu.


Keduanya benar-benar tak pernah lupa akan apa yang terjadi di masa lalu. Keduanya akan selalu mengingat kenangan itu dan hal terburuk yang membuat semuanya terjadi sekarang.


"Kau pergi karena kau bilang tak cukup untukku. Kau ingin mengejar pendidikanmu dan rela memutuskan aku. Memutuskan hubungan kita saat masih sekolah!"


Dhira akhirnya membuka semuanya. Dia tak peduli lagi. Dia hanya ingin Arthir tahu bahwa semua yang terjadi disini bukan untuk keegoisan dirinya.


"Kau… "

__ADS_1


"Cukup!" Kata Arthir yang tak tahan mendengar apa yang sejak dulu dia sesali. "Maafkan aku, Sayang. Maafkan aku!"


Penyesalan terbesar Arthir adalah ketika dia lebih memilih kuliah di luar negeri dan memutuskan hubungannya dengan Dhira. Dia tak memberikan alasan apapun pada kekasihnya itu. Arthir hanya menyudahi hubungan mereka disaat hubungan mereka tak ada masalah apapun.


Hal itulah yang selama ini keduanya simpan sebaik mungkin. Hal inilah yang membuat keduanta kembali merajut mimpi dan kisah. Mimpi dan cinta mereka kembali nyata ketika Dhira bertemu dengan Arthir kembali saat dirinya sudah menikah dengan Shaka dalam waktu satu tahun.


Ya saat pernikahan mereka Arthir tak datang karena sibuk. Sampai akhirnya pria itu pulang dan mendapatkan kejutan yang tak pernah dia duga.


Dia melihat kekasih yang masih dia cintai. Kekasih yang sudah mendapatkan salah satu list dalam hidupnya untuk ia temui ternyata berdiri di samping adiknya dan menjadi adik iparnya.


Arthir tak menyangka semua itu terjadi. Cinta yang harus diputuskan karena dia mengejar kuliah ternyata benar-benar kandas.


Kandas karena cintanya diambil oleh adiknya. Kandas karena wanita yang masih dia cintai itu ternyata sudah bersanding dengan adiknya sendiri.


"Aku benar-benar mencintaimu, Arthir. Aku hanya khawatir. Aku khawatir jika Shaka mencintai Bia makan rencana kita akan gagal."


Arthir memeluk kekasihnya dengan erat. Dia benar-benar sangat merasa sakit jika mengingat apa yang terjadi di antara mereka.


Apa yang terjadi antara dirinya dan Dhira adalah hal yang benar-benar menyakitkan.


"Aku percaya, Sayang. Aku percaya sama kamu!" Kata Arthir dengan serius.


Dia menangkup kedua sisi wajah kekasihnya itu. Menghapus air mata yang menetes di sana lalu memberikan sebuah kecupan indah di dahi Dhira.


"Terima kasih sudah memberikanku kesempatan. Makasih udah nerima aku lagi, Dhira. Terima kasih karena sudah memaafkan tingkah lakuku di masa lalu, Sayang. Ya maafkan aku… "


Dhira mengangguk. Dia memeluk Arthir dengan tak kalah eratnya. Jujur perasaannya tak berbohong.


Dia memang mencintai Shaka tapi dirinya juga mencintai Arthir. Kenangan masa lalu yang belum selesai. Kenangan masa lalu yang terjadi di antara keduanya benar-benar membuat dirinya tak bisa lepas dari Arthir.


Apalagi kondisi yang membuat Shaka gila kerja membuat hubungannya dengan Shaka sempat renggang dulu dan masuklah Arthir di antara mereka.


Dari sanalah terjadi perselingkuhan ini. Dari sanalah bagaimana Arthir masuk di pernikahan adiknya dan adik iparnya itu. Perasaannya yang mencintai Dhira membuatnya lupa bahwa wanita yang saat ini dipeluknya adalah istri adiknya sendiri.


"Kamu gak marah lagi, kan?" Tanya Dhira dengan pelan sambil memeluk Arthir.


"Nggak. Aku gak bakal bisa marah sama kamu dari dulu, Sayang. Maafkan aku yang terbawa emosi yah. Aku mencintaimu."


~Bersambung


Aww muncul satu kebenaran lagi kan? uhuyy mulai seru gak? mau up lagi gak?

__ADS_1


__ADS_2