
Vega menatap mata Aldo yang memberi kode untuk ikut bersamanya, Vega melihat sekilas Nancy yang sudah terbang ke alam mimpinya.
Kemudian Vega mengikuti suaminya pergi dari kamar mereka. Setelah sampai diluar kamar Vega bertanya kepada suami brondongnnya.
"Ada apa sih sayang! Kamu mau ajak aku kemana?" tanya Vega sambil mengikuti Aldo pergi.
"Sudah jangan banyak tanya, ikut saja!" titah Aldo yang membawa Vega pergi menuju sofa ruang depan yang letaknya jauh dari kamar mereka yang berada di lantai atas. Mereka berdua turun ke lantai bawah.
Setelah beberapa saat kemudian mereka tiba di sofa berwarna coklat yang pernah mereka buat untuk bercinta di kala itu.
"Kenapa kamu ajak aku kemari? Kamu nggak tidur?" tanya Vega saat Aldo menghempaskan tubuhnya pada sofa itu.
"Aku sudah bilang, aku tidak bisa tidur jika belum mengunjungi bayiku" alasan Aldo sembari membuka seluruh pakaian yang melekat pada tubuh istrinya.
"Alasan aja kamu... Akkhh" balas Vega sembari menahan rasa yang tiba-tiba Aldo berikan kepadanya, sebuah sesapan pada area lehernya dan turun di sekitar gunung kembar itu.
"Aldo, kalau Mama bangun bagaimana?" tanya Vega di sela-sela Aldo sibuk mencumbu dirinya.
__ADS_1
"Tidak akan tahu, Mama tidak akan bangun" jawab pria yang kini sudah berada di atas tubuh istrinya itu, dan bersiap melesatkan kepemilikannya yang sedari tadi sudah tidak sabar untuk masuk ke kandangnya.
Satu kaki Vega menjuntai di lantai, sementara satu kakinya berada di atas pundak Aldo, untuk malam ini keduanya terlibat dalam pergumulan yang silent, pergumulan tanpa suara desaahan, mereka berdua tidak ingin Nancy terbangun, maka dari itu Vega menahan dirinya untuk tidak mendesaah seperti biasanya, Ia tampak menggigit bibir bawahnya saat sensasi itu menjalar kembali ke dalam tubuhnya.
Sesekali Aldo berbisik pada telinga istrinya dan berkata.
"Aku tidak bisa bila jauh sedetik saja darimu Baby, aku bisa gila jika kamu tidak ada di sampingku, aku selalu ingin bersamamu" Aldo kembali mendaratkan ciumannya pada bibir Vega.
Sementara di pusat penyatuan, gerakan Aldo begitu lembut dan beralun, meliuk-liuk indah seperti ular yang merayap-rayap. Vega tak mampu berkata apa-apa, suami brondongnya itu memang selalu membuatnya terbang melayang.
"Hmm...Aldo! Jangan berhenti sayang!"
"Loh Vega kemana?" Nancy beranjak turun dari tempat tidur dan mencari keberadaan menantunya, kemudian ia membuka kamar mandi nyatanya Vega tidak berada di dalam. Nancy memutuskan untuk keluar kamar, sekaligus mengambil air minum di dalam kulkas yang berada di dapur, sedangkan letak dapur berada di lantai bawah.
Nancy turun sambil memanggil nama Vega.
"Vega! Kamu dimana?"
__ADS_1
Tiba-tiba saja Aldo dan Vega saling menatap, disaat mereka berdua sedang asyik dengan goyangan ngebor, nyatanya Nancy justru mencari Vega.
"Mama!" Vega membulatkan matanya.
"Sssttt" Aldo menutupkan satu jarinya ke bibir Vega.
Aldo tahu Nancy tidak akan bisa menemukan mereka berdua, karena sofa itu terletak di ujung ruangan yang gelap dan sedikit jauh dari arah dapur.
"Ya ampun! Vega Kemana lagi! Mana haus lagi, minum dulu lah" Nancy membuka kulkas dan mengambil air minum untuk dirinya.
Setelah Nancy meneguk air minum, kemudian ia memutuskan untuk kembali ke kamar. Aldo dan Vega sedikit lega, akhirnya Nancy Kembali lagi ke kamarnya.
Aldo tersenyum smirk akhirnya Dia bebas melakukan apapun kepada Vega. Hingga akhirnya Vega pun mencapai puncaknya disusul dengan Aldo yang tampak memakai pelindung pada malam itu.
Setelahnya Vega memakai pakaiannya kembali, sementara Aldo masih berada di atas sofa dengan keadaan adiknya yang sudah melemas.
"Sayang! Aku ke kamar dulu" pamit Vega, dan Aldo hanya menjawab " Hmm"
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥