
Setelah acara peresmian kelulusan kelas 12, akhirnya waktu yang sangat dinantikan oleh Ocha pun tiba, saat itu juga Arsen melamar Ocha untuk dijadikan sebagai istri kakak Aldo.
Arsen mengajak Ocha keluar dari area sekolah, Arsen mengajak Ocha ke suatu tempat yang romantis, sebuah taman dengan pemandangan kota yang indah. Arsen menatap gadis belia itu, wajah imut dengan riasan tipis sederhana, memberi kesan bahwa Ocha adalah gadis yang kecantikannya masih alami dan natural.
"Aku baru sadar! Ternyata kamu sangat cantik" seru Arsen sembari meraih tangan Ocha dan menciumnya lembut.
Ocha tampak tersipu malu dengan ucapan Arsen, Ia terlihat membuang wajahnya karena benar-benar malu berhadapan dengan pria dewasa yang akan menjadi suaminya. Namun Arsen dengan pintarnya meraih dagu Ocha dan membawa wajah cantik itu kembali ke hadapannya.
"Jangan buang wajahmu, aku ingin terus memandangi nya" Arsen semakin mendekatkan wajahnya pada Ocha.
"Aku malu Mas!" balas Ocha dengan suara lembutnya.
"Kenapa harus malu? Sebentar lagi kamu akan menjadi istriku, satu Minggu lagi kamu akan menjadi milikku!" ucapan Arsen membuat Ocha membulatkan matanya.
"Satu Minggu lagi? Secepat itu?" Ocha tidak percaya jika seminggu lagi dirinya akan menjadi milik Arsen.
__ADS_1
"Aku tidak mau menunggu lama-lama" jawab Arsen singkat sembari mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah kepada Ocha.
"Apa ini Mas?"
Arsen kemudian membuka kotak berukuran kecil itu, terlihat sebuah cincin berlian yang sangat cantik, Ocha sangat terkejut dan sekaligus senang, wajahnya berseri-seri.
Arsen mengambil cincin putih itu dan memasangnya di jari manis Ocha kemudian berkata " Jadilah istriku! Temani aku seumur hidupku, dalam suka dan duka, dalam tangis dan tawa, aku akan selalu bersamamu, mencintaimu sepenuh hatiku" Arsen bersimpuh di hadapan Ocha sembari mencium tangan Ocha, bagaimana Ocha tidak bahagia, di hadapannya seorang pria dengan jantannya menyatakan jika dirinya ingin menikahi Ocha.
Ocha menatap wajah Arsen, dia tidak menyangka jika Arsen yang dulu ia kenal sebagai pacar kakaknya, ternyata sekarang menjadi calon suaminya, kedua netra gadis itu tampak berkaca-kaca, Air mata bahagia itu pun lolos melewati pipi Ocha yang mulus dan jatuh menetes pada tangan Arsen yang tengah memegang kedua tangan Ocha.
"Jangan menangis! Aku tidak mau melihatnya" ucap Arsen dengan mengusap lembut wajah Ocha.
"Kenapa kamu yakin ingin memperistri ku mas? Aku tidak seperti kak Vega yang sudah dewasa dengan pemikirannya, yang pandai memanjakan suaminya, aku sadar aku masih labil, kadang jiwa kekanak-kanakan ku tiba-tiba muncul, aku takut saja jika kamu kecewa setelah mengetahui sifatku yang sebenarnya, aku takut kamu menyesalinya"
"Jangan bicara lagi!"
__ADS_1
"Mas... mmpptt"
Arsen membungkam bibir Ocha dengan ciumannya, begitu lembut menyusup Sukma, Ocha terpaksa meraih pundak Arsen karena mengikuti gerakan ciuman Arsen yang lembut dan terasa begitu mendebarkan. Sejenak Arsen melepaskan ciuman itu dan berbisik pada telinga Ocha.
"Apapun yang ada dalam dirimu aku akan menerimanya, aku tidak mau gagal untuk yang kedua kali jadi, kamu jangan pernah bicara itu lagi, mengerti!" Arsen mengecup sejenak pipi Ocha sebelum Ia menatap gadis belia itu.
Ocha masih belum tersadar dari efek sentuhan lembut yang Arsen berikan, matanya masih terpejam, desir aneh yang mulai menguasai dirinya, tampaknya telah membuat Ocha tidak bisa menahan rasa ingin disentuh Kembali, nafasnya terlihat cepat, ada rasa sesak tapi begitu bergelora, Ocha membuka matanya dan melihat wajah tampan Arsen yang sedang memandangnya lekat-lekat.
"Aku mengerti mas! Bawa aku kemana pun Mas Arsen mau, aku ingin selalu bersamamu Mas" Ocha memeluk Arsen dengan erat, Arsen membalasnya dengan mencium puncak kepala Ocha.
"Oh my God! Mas Arsen romantis banget, hmm...aku rela kamu bawa kemana saja Mas, sekarang pun aku mau" gumamnya sembari merasakan kehangatan pelukan Arsen.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1