
Vega tampak mengusap air mata yang keluar dari sudut matanya akibat terlalu banyak Ia tertawa mendengar kisah masa kecil suaminya.
Sementara Aldo yang masih menguping dari luar kamar terlihat garuk-garuk tengkuknya.
"Asseeeemmm ... ternyata mereka pada ghibahin Gue lagi, haaahhh ... mending Gue tidur aja dah ah" Aldo beranjak pergi dari tempatnya, namun tiba-tiba saja tangan Aldo menyenggol vas bunga yang berada di atas meja yang berada di samping kamar mereka.
"Pranggggg"
"Sialan ... pake jatuh lagi, ah sial banget Gue hari ini" umpatnya sambil membersihkan pecahan beling -beling itu dari lantai.
Sementara itu Vega dan Nancy sangat terkejut saat mendengar vas bunga yang pecah itu.
"Suara apa itu?" Nancy dan Vega saling menatap, kemudian mereka berdua memeriksa apa yang sebenarnya terjadi. Nancy dan Vega beranjak turun dari tempat tidur dan segera pergi ke luar kamar, Nancy mulai membuka pintu kamar dan tiba-tiba saja Ia dikejutkan dengan Aldo yang sedang jongkok membersihkan sisa-sisa beling vas bunga yang Ia jatuhkan tadi.
"Ya ampun Aldo! Ngapain Kamu di situ?" tanya Nancy
"Hehehe Mama! Ini Ma, Aldo tadi nggak sengaja jatuhin vas bunga ini, pecah deh." jawabnya sambil cengar-cengir.
"Terus Kamu ngapain sampai mecahin vas di sini, bukannya kamu tadi tidur di luar?" seru Nancy sembari membantu Aldo membersihkan beling - beling itu. Tiba-tiba saja tangan Aldo tergores beling -beling itu dan terlihat berdarah.
__ADS_1
"Aww ... sialan kena beling lagi" umpatnya sambil melihat jarinya yang terkena pecahan beling -beling itu. Vega tampak terkejut saat Aldo tergores beling -beling itu dan segera Ia beranjak meraih tangan Aldo yang tampak terluka.
"Ya ampun Aldo! Hati-hati dong sayang, tuh kan tangan kamu berdarah." Spontan Vega mengemmut jari Aldo yang terlihat berdarah itu. Aldo merasakan jarinya yang sedang dihisap dalam mulut sang istri yang terasa menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Gila, bini Gue dalam banget hisapannya njirrr": Gumam Aldo sembari merasakan hisapan kuat dari Vega yang sedang menghentikan darah keluar terlalu banyak dari ujung jarinya.
Setelah Vega selesai, lantas dirinya segera memberikan obat di jari Aldo yang terluka, dan setelah itu Vega mencium tangan Aldo dengan lembut.
"Udah sayang!" ucapnya sembari tersenyum.
Setelah itu Aldo membuang pecahan beling -beling itu ke dalam sampah dan setelahnya Ia beranjak tidur di sofa tempat Ia bercinta dengan istrinya.
Nancy dan Vega kembali masuk ke kamar dan melanjutkan tidur. Rupanya Nancy kali ini benar-benar sudah mengantuk dan Dia sudah cukup banyak memberi dongeng sebelum tidur kepada menantunya.
"Vega, Mama mengantuk sekali, Mama tidur dulu nggak apa-apa, kan?" ucap Nancy sembari menepuk-nepuk bantalnya.
"Tidurlah Ma! Vega juga akan tidur bersama Mama," ucapnya
Dan akhirnya Nancy beranjak tidur, jam menunjukkan pukul dua dini hari, Vega melihat Nancy sudah tertidur, Ia merasa masih belum mengantuk, Ia memutuskan untuk menghampiri suaminya yang sedang tidur di sofa depan.
__ADS_1
Vega keluar dari kamarnya dengan sangat pelan sekali, agar Nancy tidak terbangun kembali.
Setelah Vega tiba di lantai bawah, Ia melihat ke arah sofa dimana Suaminya berada, dalam kondisi ruangan yang minim pencahayaan, Vega berjalan pelan-pelan menuju dimana Aldo berada.
Setelah Vega sampai di tempat Aldo berada, dengan cepat sebuah tangan menarik tangan Vega sehingga membuat Vega menjadi terjatuh dan terhempas di atas tubuh Aldo.
"Aaaahhh ... Aldo!"
"Ssstttt ... jangan keras-keras! Apa Mama sudah tidur?" tanya Aldo berbisik.
"Sudah!" jawabnya mengangguk.
Terlihat wajah berseri dari wajah tampan Aldo seraya berkata "Asiiikkkk ..."
Vega tampak memutar bola matanya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1