
Sepanjang malam itu Aldo menguasai Vega untuk pertama kalinya, awalnya Aldo yang belum mengerti tentang tata cara Making love yang baik dan benar, kini dirinya sudah mulai pintar melakukannya, terlihat dari ekspresi wajah Vega yang awalnya tampak kesakitan berubah menjadi kebahagiaan dan Vega tersenyum kepada suami brondongnnya itu.
"Kamu memang pintar sayang, kamu memang murid sekaligus suamiku yang sangat cerdas" ucap Vega saat Aldo masih bergoyang hebat atas dirinya.
"Hmmm..." jawab Aldo singkat.
Memang tak banyak gaya yang dilakukan Aldo malam itu, dia hanya menggunakan gaya original saat menyematkan miliknya dibawah sana, namun itu sudah membuat Vega kewalahan dan tidak berdaya, berkali-kali Vega mencapai puncaknya, namun tidak dengan Aldo, dirinya tetap menikmati sepuasnya apa yang sekarang telah menjadi haknya.
"Aldo...Ahhkk stop it" rengek Vega yang sudah merasa kewalahan dan kelelahan menghadapi Aldo yang masih tampak fresh. Vega tidak menyangka jika suami berondongnnya itu sangatlah kuat dalam pertarungan.
Aldo melihat istrinya yang tampak kelelahan, akhirnya ia memutuskan untuk memuntahkan isi senjata Laras panjangnya yang sedari tadi ia tahan-tahan. Sambil menyusuri titik sensitif di area leher milik Vega, Aldo semakin mempercepat kinerja mesin pencetak anak miliknya.
Vega hanya bisa pasrah, dirinya tidak percaya sama sekali, jika Aldo bisa sekuat itu dalam permainannya.
Hingga akhirnya Aldo merasa sudah sangat tidak bisa menahan rasa yang sudah sampai di ubun-ubun, dan akhirnya untuk pertama kali Aldo mengeluarkan jutaan pasukan kecebong miliknya untuk masuk ke dalam sarangnya. Berenang sesuka hati dan mencari sel telur yang sudah siap menunggu untuk di buahi, terasa hangat dan berdenyut-denyut hebat.
"Hooooyeeeaah... nikmat banget anjayyyy,
... Ruli benar permainan ini begitu mengasikkan"
Aldo tampak ngos-ngosan dan keringat mulai bercucuran menyatukan raga mereka berdua yang lelah hayati seusai menghadapi malam yang bersejarah ini.
Dengan miliknya yang masih terbenam disana, Aldo menatap wajah sang istri yang terlihat bahagia, Aldo mencium kening Vega. Betapa dirinya malam ini telah diberikan pelajaran yang luar biasa yang tidak akan pernah ia lupakan.
"Terima kasih sayang, pelajaran yang sudah kau berikan benar-benar nikmat dan berharga, aku berjanji akan selalu mempraktekkan pelajaran darimu setiap hari" ucap Aldo sambil mengusap wajah Vega.
"Setiap hari? Kamu gila Do!" seru Vega sambil membayangkan jika dirinya harus melayani suami brondongnya ini setiap hari.
"Karena kamu sudah membuatku gila baby" balas Aldo sambil mencabut belalai gajah yang sudah melemas itu. Setelah itu Aldo mendekap erat istrinya, seolah tak ingin melepaskannya lagi.
"Aku tidak menyangka bisa menikah secepat ini, apa yang akan dipikirkan oleh anak-anak nanti?" ucap Aldo yang masih bingung bagaimana caranya menghadapi teman-teman sekolahnya.
"Kita rahasiakan pernikahan ini hingga kamu lulus sekolah nanti, hanya butuh waktu beberapa bulan saja kan? Sebentar lagi kamu akan menghadapi ujian nasional" balas Vega sembari membenamkan kepalanya pada dada Aldo.
__ADS_1
"Hmm...kamu benar sayang, aku akan bilang sama Ocha untuk merahasiakan pernikahan kita" ucap Aldo mengiyakan.
"Tapi ingat jangan pernah panggil aku sayang saat di sekolah, kita bersikap seperti biasa, Bu Vega dan muridnya Aldo yang somplak" ucap Vega diiringi tawa kecil kedua pengantin baru itu.
******
Sementara di tempat lain, Arsen tengah duduk di sebuah kursi sebuah taman yang berada di lokasi gedung pernikahan tempat Aldo dan Vega menikah, terlihat seorang gadis menghampiri Arsen yang tampak sendirian.
"Mas Arsen ngapain disini?" tanya gadis berambut panjang itu yang tak lain adalah Ocha, adik Vega.
"Eh...kamu Cha, Mas lagi cari angin" seru Arsen
"Mas boleh nggak aku ngomong sesuatu?" seru Ocha
"Apa?"
"Mas benar-benar laki-laki yang baik banget, Ocha nggak nyangka aja Mas Arsen bisa seikhlas itu merelakan kakak menikah dengan Aldo" jawab Ocha sembari menatap wajah Arsen yang memang benar-benar tampan.
"Terus apakah Mas akan tetap sendiri seperti ini?" pertanyaan Ocha membuat Arsen menatap wajah adik Vega yang manis itu.
"Kan ada kamu?" ucapan Arsen membuat Ocha sangat terkejut.
"Maksud Mas?" tanya Ocha serius.
"Nggak dapat kakaknya nggak papa, dapat adiknya itu juga bagus, sama-sama cantik" ucapan Arsen membuat Ocha tersipu malu. Tampak lah pipi Ocha yang mulai memerah.
"Kenapa? Kamu nggak mau?" ucap Arsen dan spontan Ocha menjawab.
"Mau...mau...mau, aku mau!" Arsen tersenyum mendengar jawaban dari Ocha.
"Kamu yakin? Usiaku jauh lebih tua loh dari kamu, apa kamu tidak malu jika bertemu dengan teman-temanmu, bukankah kamu masih sweet seventeen?" ucap Arsen sambil meraih tangan Ocha.
"Kenapa mesti malu Mas, Mas Arsen itu tipe aku banget, awalnya aku iri sama kak Vega, kak Vega beruntung banget punya calon suami seperti Mas Arsen, eh ternyata takdir berkata lain, kalian berdua tidak jadi menikah, jadi masih ada dong kesempatan untuk Ocha mendapatkan Mas Arsen?" ucap Ocha dengan mata yang berbinar.
__ADS_1
Arsen tersenyum merekah mendengar penuturan gadis yang masih polos itu, gadis yang masih mekar-mekarnya berbunga, usia yang masih sangat belia membuat Ocha terlihat sangat imut dan manis.
"Mas akan menunggumu hingga kamu lulus sekolah nanti, setelah itu Mas akan menikahimu dan membawamu pergi, bagaimana kamu setuju?" ucap Arsen sembari mencium tang Ocha.
Bagaimana Ocha tidak meleleh hatinya, Arsen adalah sosok yang sangat romantis, dia pandai sekali membuat wanita klepek-klepek di hadapannya, berbeda dengan Aldo yang lebih bersifat cuek.
Tanpa pikir panjang Ocha menganggukkan kepalanya.
"Iya...aku setuju mas" jawab Ocha senang.
Kemudian Arsen memeluk Ocha sembari duduk menikmati pemandangan kota di malam itu.
"Mas Arsen yakin dengan keputusan Mas?" tanya Ocha sekali lagi
"Aku selalu serius, apa kamu melihat kebohongan di mataku?" ucap Arsen sambil menatap dalam-dalam wajah Ocha.
Ada desir aneh saat mereka saling menatap, entah dorongan apa yang membuat Arsen kali ini ingin menyentuh bibir Ocha yang berwarna pink alami itu.
Pria dewasa yang mulai terhanyut oleh pesona gadis SMA.
"Eh...eh...eh...Mas Arsen mau ngapain nih, deket-deket gue...eh..ehh..empttt"
Ocha dibuat terpejam saat Arsen mulai menyentuh bibir mungil itu.
"Mas Arsen nyium gue...anjiirrr, asli ini manis banget...ah nikmatin aja lah!" gumam Ocha saat Arsen mulai maraup bibir Ocha dengan lembut.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
...Kok mirip dengan novel pertama ku ya pernikahan rahasia anak SMA, bedanya ini siswa cowok yang udah nikah 😁...
...Kalian setuju nggak sih Arsen sama Ocha? 🤔😊...
__ADS_1