
Sementara itu Vega menatap kedua pria itu terlihat sangat dekat, seolah mereka berdua ada sebuah hubungan.
"Kenapa aku merasa Mas Arsen sangat dekat sekali dengan Aldo!" gumam Vega.
"Kamu suka bermain layang-layang Do?" tanya Arsen.
"Suka sekali Mas, aku sering banget tuh ngajak anak-anak itu bermain, masa bodo jika aku terlihat paling besar disana, habis seru banget, kita ulur benang dengan menerbangkan layang-layang hingga terbang tinggi diangkasa, itu kayak sesuatu banget buatku Mas, namun ya sedihnya itu, kalau layangan kita tiba-tiba putus ditengah jalan, sementara layangan kita pasti deh diambil oleh orang lain" jawab Aldo yang seolah menggambarkan tentang perasaannya sendiri.
"Filosofi banget kamu!" sahut Arsen.
"Oh ya Do, aku perhatiin ada lukisan di ruang tengah, itu bagus banget, kamu beli dimana?" tanya Arsen menyelidik, karena dirinya juga terkejut kenapa Aldo juga memiliki lukisan yang sama dengan lukisan yang terdapat pada kamar Baron.
"Oohh...lukisan itu, nggak tahu juga sih Aldo, Mama yang naruh lukisan itu dari dulu." jawab Aldo.
"Ohh...." jawab Arsen singkat.
******
Sementara di tempat lain, Nancy hendak pulang ke rumah, Ia menghentikan mobilnya di depan toko penjual berbagai macam kue, karena Nancy pulang agak cepat, Ia berinisiatif untuk membelikan Aldo oleh-oleh, mengingat kata Aldo, guru Fisika nya akan datang untuk menjenguk Aldo.
Nancy mulai masuk kedalam toko, dan Ia mulai memesan kue bolu kesukaan Aldo sedari kecil, setelah Nancy membayar kue-kue tersebut, lantas ia segera keluar dari toko itu.
Namun saat dirinya sedang menuju mobil, tampak angin kencang yang menyapu jalanan yang berdebu itu, sehingga membuat Nancy menjadi batuk-batuk, Nancy terlihat tersiksa dengan batuk-batuk akibat debu yang beterbangan itu, Nancy terpaksa memakai masker agar debu-debu itu tidak masuk lagi ke saluran pernafasannya.
"Ya ampun, debunya bikin kerongkongan gatal saja" ucap Nancy sembari melajukan mobilnya. Selama berkendara Nancy selalu memakai maskernya, karena Ia masih tak nyaman dengan batuk yang mengganggunya.
Hingga akhirnya Nancy tiba didepan rumahnya, Nancy melihat mobil yang terparkir di depan rumahnya.
__ADS_1
"Mobil siapa itu? Apa itu mobil gurunya Aldo?" gumam Nancy sembari menghentikan mobilnya.
Sementara di dalam rumah, Aldo pamit ke kamar mandi sebentar, sehingga cuma ada Arsen dan Vega berada di ruang tamu.
"Permisi Mas, Bu Vega...Aldo ke kamar kecil dulu"
"Oh..ya tentu saja" jawab Arsen diiringi senyum Vega.
Nancy mulai turun dari mobilnya, kemudian Ia berjalan menuju ke ruang utama rumahnya, dimana sudah ada Arsen dan Vega sedang duduk disana.
Di saat Arsen berbincang dengan Vega, tiba-tiba Nancy datang dari pintu depan, Arsen sangat terkejut dengan kehadiran wanita yang tampak masih mengenakan baju kantor, tampak melihat kearahnya. Dan wanita itu masih mengenakan maskernya.
"Selamat siang Tante" sapa Arsen sembari berdiri diikuti Vega yang berada disampingnya.
"Siang...kalian berdua..."
"Deg"
"Arsen? Seperti nama anakku." gumam Nancy sembari memandang wajah Arsen yang menurutnya tak asing.
Kemudian Arsen mengulurkan tangannya kepada Nancy yang masih memakai masker yang menutupi sebagian wajahnya. Dengan sedikit ragu Nancy menyambut uluran tangan Arsen kepadanya. Entah kenapa secara tak sadar Arsen mencium tangan Nancy dengan lembut, membuat Nancy merasakan hal aneh.
"Tangan pemuda ini, seperti aku pernah menyentuhnya" gumam Nancy tidak percaya.
"Ah...tidak mungkin ini Arsen anakku, Arsen sudah dibawa jauh dari oleh suamiku, sampai saat ini bahkan aku belum pernah mendengar kabar mereka lagi, pemuda ini pasti orang lain yang kebetulan namanya sama, ayolah Nancy kamu jangan terlalu terbawa perasaan, pemuda ini adalah tunangan gurunya Aldo, tugasmu adalah menjauhkan Aldo dari gurunya, karena bagaimanapun juga, bu Vega sudah menjadi calon istri orang lain" gumam Nancy saat Arsen mengulurkan tangannya.
"Oh...iya, selamat siang juga nak Arsen, dan bu Vega, apa kalian sudah lama? terus kemana Aldo!" seru Nancy mencoba bersikap ramah.
__ADS_1
"Iya...lumayan lama, hampir setengah jam, Aldo sedang pergi ke kamar kecil bu" jawab Vega tersenyum.
"Ohhh...begitu, oh iya...tadi saya mampir membeli kue bolu, coba deh...ini kue kesukaannya Aldo, nak Arsen, Bu Vega...ayo dicicipi, enak loh!" seru Nancy sembari menghidangkan kue bolu yang baru saja Ia beli.
Arsen melihat kue bolu itu, sepintas dalam benak Arsen kue bolu adalah makanan kesukaannya dan kesukaan Alfian sewaktu kecil, sejenak dirinya ingat akan sang Mama, yang kini entah dimana, Baron selalu menanamkan perasaan benci kepada ibunya, karena Nancy dianggap telah mengkhianati kepercayaan suaminya, yaitu Baron Agustinus, putra tunggal dari keluarga Kiendra yang kaya raya.
Flashback
"Mulai hari ini, Papa peringatkan sama kamu, jangan pernah menyebut nama Mama kamu lagi, Mamamu sudah tidak menyayangimu lagi, mengerti kamu Arsen, kamu hanya anak papa, jika saja Alfian tidak merengek ikut Mamamu, pasti Alfian juga papa bawa besama kita, tapi suatu hari nanti, papa yakin pasti bisa merebut Alfian dari Mamamu" seru Baron memperingatkan putra pertamanya itu.
Seorang anak laki-laki yang masih bingung dengan perpisahan kedua orang tuanya, Arsen nama anak tersebut, dirinya harus rela berpisah dengan ibu dan adiknya, karena sang ayah sudah tidak mau lagi hidup bersama lagi dengan ibunya.
"Kamu benar Baron, harusnya Alfian ikut juga bersamamu, wanita itu tak pantas untuk mengasuh putra-putra dari keluarga besar kita, dia sudah mengkhianatimu, ibu akan membantumu untuk mendapatkan Alfian kembali, karena Alfian adalah cucu ibu juga" ucap seorang wanita tua yang merupakan ibu dari Baron Agustinus.
Namun tak semudah itu mereka merebut Alfian dari tangan Nancy, karena Nancy sudah merubah identitas Alfian, Nancy merubah nama Alfian menjadi Aldo Alexander, agar keluarga besar suaminya tidak mencium jejak mereka, karena Nancy yakin ibu mertuanya tidak akan membiarkan Nancy merawat cucu mereka.
Nancy memutuskan hijrah ke kota B, untuk menghindari pengejaran dari pihak mantan suaminya yang masih menginginkan Alfian, anak laki-laki yang masih terlalu kecil untuk menghadapi perpisahan kedua orang tuanya.
Setelah perpisahan itu, Nancy tidak pernah memperlihatkan foto tentang ayahnya ataupun kakaknya, baginya Aldo adalah anak tinggal yang Ia besarkan sendiri, karena fitnah yang keji itu, membuat Nancy harus bekerja keras untuk merawat Aldo dan membesarkan Aldo sendirian.
Disaat Aldo tahu Nancy kerap sekali bersedih saat mengingat ayah mereka, saat itu juga Aldo semakin tidak ingin mencari tahu tentang siapa ayah kandungnya, baginya Nancy adalah ibu sekaligus ayah yang selalu ada untuk dirinya. Itulah yang menyebabkan Aldo bekerja keras untuk membahagiakan Nancy, dengan belajar dan mengabaikan tentang asmara, berapa pun banyak gadis yang ingin menjadi pacarnya, Aldo tetap tak bergeming, Aldo selalu cuek kepada gadis-gadis itu.
Tapi entah, sejak kehadiran Vega, suasana hati Aldo mulai berubah, Aldo merasa Vega adalah gadis yang hadir dalam mimpinya, sehingga Aldo yakin untuk memambatkan hatinya pada wanita yang lebih tua dari usianya, yaitu guru Fisika nya sendiri.
BERSAMBUNG
❤❤❤❤❤❤❤
__ADS_1