
Tiba waktunya hari itu,hari yang dinanti-nantikan oleh seluruh siswa kelas 12, yaitu wisuda dan perpisahan sekolah, pagi ini Aldo dan Vega bersiap untuk acara wisuda di sekolah, Aldo terlihat gagah dengan jas berwarna hitam kemeja putih, dirinya berdiri di depan cermin.
"Asseeeemmm...keren juga nih gue, akhirnya gue bisa melepaskan status sebagai seorang siswa" ucapnya sambil mengamati wajahnya yang tampak sedikit membiarkan bulu-bulu halus tumbuh di wajahnya, menambahkan kesan maskulin pada Aldo.
Vega datang menghampiri Aldo dan memeluknya dari belakang sembari berucap.
"Selamat ya sayang! Akhirnya kamu lulus dari sekolah" Vega melingkarkan tangannya pada pinggang Aldo dan menyandarkan , kepalanya pada punggung Aldo yang tegap.
Aldo tersenyum, lantas Ia memegang tangan Vega dan berbalik arah. Aldo menatap wajah sang istri penuh cinta.
"Terima kasih Bu guru, jasa-jasa ibu tidak akan pernah aku lupakan, pelajaran yang ibu berikan benar-benar sangat berharga untukku" ucapnya sembari membelai mesra pipi Vega.
"Baru kali ini aku menemukan murid yang somplak sepertimu, tapi aku suka itu" jawabnya dengan senyum yang nakal.
Aldo terkekeh dan menunjukkan deretan giginya yang putih.
__ADS_1
"Kamu suka? Itu sudah pasti, kamu pasti akan selalu menginginkannya" Aldo tersenyum smirk dan itu membuat Vega tak bisa untuk tidak mencium suami brondongnya itu.
Vega dengan cepat menyambar bibir Aldo dan bermain di sana sebelum mereka berangkat ke sekolah. Untuk beberapa saat keduanya menikmati ciuman di pagi hari itu, hingga tak terasa ponsel Aldo berdering, namun keduanya masih asik bermain lidah.
"Nih Aldo pada kemana sih, di telepon nggak diangkat juga" ucap Nancy yang dari tadi sibuk memencet nomor Aldo, namun belum ada jawaban dari Aldo maupun Vega.
"Mungkin mereka sedang berada di jalan Ma! Kita tunggu saja sebentar" jawab Arsen, sang kakak yang hari itu ikut di acara wisuda adiknya, Arsen sendiri datang untuk Ocha, karena seusai acara wisuda, Arsen akan segera melamarnya.
"Adikmu itu emang suka gitu, kalau udah asik dia sering lupa" balas Nancy yang sudah pasti tahu kebiasaan anaknya yang sering lupa jika sudah berduaan dengan istrinya.
Ocha melihat Arsen yang setelah beberapa bulan tidak Ia temui, dan hari ini Ocha bertemu lagi dengan pria yang telah mengukirkan ciuman pertama pada bibirnya, yang sampai saat ini belum pernah Ocha rasakan.
Ocha terlihat gugup saat Arsen mulai mendekatinya, mata cantiknya tidak berkedip saat melihat Arsen yang tampan dan gagah tengah berjalan mendekatinya.
"Hai Ocha! Apa kabar?" Arsen memandang Ocha penuh kerinduan, meskipun mereka sering ngobrol lewat pesan elektronik dan video call, namun berbeda ketika bertemu secara langsung, ada rasa deg-degan yang luar biasa.
__ADS_1
"Mas Arsen! Aku baik" Ocha terlihat tersipu malu.
"Selamat ya Ocha! Akhirnya kamu bisa menyelesaikan pendidikanmu, dan sebentar lagi aku akan membawamu pulang menjadi istriku, apa kamu siap?" Arsen tersenyum simpul, membuat Ocha tidak bisa berkata apa-apa, Ia hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan ekspresi yang bahagia.
"Ya ampun! Menikah dengan mas Arsen adalah sesuatu yang belum pernah ku bayangkan, hmm Mas Arsen sangat romantis" gumamnya sembari membayangkan bagaimana Arsen memperlakukannya.
"Apa yang kamu pikirkan?" Arsen tiba-tiba meraih tangan Ocha
"Mas Arsen!" Ocha terlihat sangat gugup.
Tangan Ocha teraba dingin, Ia benar-benar gugup.
"Aku akan segera menikahimu, secepatnya" Arsen berbisik pada telinga Ocha, Ocha tampak terpejam dan membayangkan sesuatu yang akan terjadi saat dirinya menjadi istri Arsen.
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥🔥