
Dan akhirnya ujian terakhir untuk kelas 12 telah usai, kini Aldo harus bersiap menghadap kepala sekolah. Aldo harus siap mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Do! Elu yakin bisa menghadapi semua ini sendiri?" tanya Ruli yang merasa khawatir terhadap sahabatnya itu.
"Gue yakin lah!" jawab Aldo mantab sembari membawa tas ranselnya keatas punggungnya. Namun sebelum Aldo pergi ke ruang kepala sekolah, dirinya menyempatkan untuk melihat keadaan istrinya di ruang UKS.
Aldo melihat Vega dari balik jendela ruangan itu, dilihatnya Vega yang sudah tersadar dan tampak sedang bercanda dengan Bu Leli, Aldo bahagia akhirnya dirinya bisa melihat Vega tersenyum lagi.
Tanpa sengaja Vega melihat Aldo yang sedang memperhatikannya.
"Aldo!" Vega hanya bisa terdiam di tempatnya, ia tidak mau melihat orang curiga terhadap hubungan mereka, akhirnya Vega menjaga jarak dari Aldo.
"Maafkan aku Do! Aku terpaksa melakukan hal ini, supaya kamu tidak dicurigai lagi oleh pak Bima" gumam Vega
Aldo melihat Vega yang mencoba menyampaikan sesuatu kepadanya, Aldo memberi kode kepada Vega.
"Sst...sst..." Aldo terlihat memanggil Vega agar keluar dari ruang UKS. Namun agaknya Vega tidak mau keluar dari UKS, karena dirinya memutuskan untuk menjauhi Aldo sementara waktu.
Vega mengisyaratkan dengan ekspresi wajah dan bola mata yang seolah-olah menyuruh Aldo untuk pergi. Namun Aldo tetap tidak mau mengerti, Ia masih berdiri di depan jendela menunggu kedatangan Vega.
Ternyata apa yang dilakukan oleh Aldo, membuat Bu Leli mengetahuinya dan menghampiri Aldo yang masih berada di depan jendela.
"Apa yang kamu lakukan disitu Aldo!" tanya Bu Leli dengan menyilangkan kedua tangannya.
"Hehehe...Bu Leli! Anu Bu! Mau bilang sama ibu saja, apa Bu Leli mau pulang bareng sama saya?" alasan Aldo yang terlanjur tertangkap basah.
"Nggak usah! Ibu bisa pulang sendiri, pulang bareng kamu nanti ganti bulu mata ibu yang keriting, nggak perlu terima kasih" jawab Bu Leli.
"Waduh! Bulu mata keriting? Hehehe... kalau begitu ya nggak apa-apa, cuma nawarin doang, kali aja Bu Leli mau pulang bareng lagi" Aldo tampak cengar-cengir.
"Nawarin apa nawarin? Atau kamu ingin ketemu sama bu Vega?" celetuk Bu Leli yang tiba-tiba membuat Aldo kaget.
"Hehehe...ya itu juga termasuk!" jawabnya sambil garuk-garuk tengkuknya itu, terlihat Ruli dan Boni yang tampak menepuk jidatnya.
"Bu Vega sudah baikan, mau di panggilkan?" tawar Bu Leli yang tiba-tiba berkata itu kepadanya. Aldo tampak sumringah, dan Ia pun mengangguk.
"Sebentar!"
Lantas Bu Leli memanggil Vega yang saat itu juga beranjak keluar dari UKS untuk segera pulang.
"Bu Vega! Dicari Aldo, tuh anak dari tadi lihatin Bu Vega dari jendela, mungkin saja dia khawatir sama ibu!" seru Bu Leli
__ADS_1
"Saya langsung pulang saja Bu Leli! Terima kasih atas pertolongan Bu Leli" seru Vega yang mulai beranjak pergi dari ruang UKS.
"Iya Bu sama-sama, semoga Bu Vega lekas pulih, dan semoga Dede bayi nya baik-baik saja" ucap Bu Leli yang lolos begitu saja dari mulutnya, agaknya Bu Leli mengira jika Vega tengah mengandung.
Vega tersenyum dan kemudian pergi keluar ruangan UKS dengan segera tanpa menghampiri Aldo terlebih dahulu. Meskipun sebenarnya Vega tahu jika Aldo sedang menunggunya.
Aldo terlihat senang melihat Vega yang mulai keluar dari ruangan tersebut, setelah sampai dengan di depan pintu, Vega langsung pergi meninggalkan tempat itu tanpa menghiraukan Aldo yang terlihat senang dengan kedatangan nya.
"Loh kok malah pergi, Bu Vega tunggu!" Aldo mengejar Vega yang terus berjalan di sepanjang koridor sekolah tanpa menoleh ke arah Aldo.
"Bu Vega tunggu" Aldo menghadang jalan Vega, dan terpaksa Vega menghentikan langkahnya.
"Ada apa sih?" Vega bertanya dengan tatapan yang serius.
"Bu Vega kenapa bersikap seperti ini kepada saya? Kenapa bu Vega pergi gitu aja tanpa menghiraukan saya" seru Aldo dari hati terdalam, sementara Vega yang menyadari banyak pasang mata yang tengah memperhatikan mereka berdua, berusaha untuk bersikap profesional.
"Aldo terima kasih banyak atas pertolongan mu tadi, permisi ibu mau lewat!" jawab Vega datar.
"Bu Vega? Bu Vega kenapa?"
Tampaknya Aldo begitu terbawa perasaan, mungkin usia yang belum dewasa membuat Aldo sedikit kekanak-kanakan, dan itu seolah sebuah cambukan bagi dirinya, hatinya merasa sakit diperlukan Vega seperti itu, seolah Vega sudah tidak perduli lagi kepadanya, padahal niat hatinya hanya ingin bertanya kepada istrinya, apakah dia dan bayinya baik-baik saja.
Sepertinya Vega juga sedikit kesal dengan sikap Aldo yang tak bisa mengendalikan emosi nya, hingga menghajar Bima seperti itu, dan itu sangat disayangkan. Aldo akan membawa dirinya terjebak dalam situasi sulit.
Aldo terdiam di tempatnya, sementara Vega segera pergi meninggalkan Aldo.
"Maafkan aku Do! Aku tidak bermaksud menyakiti hatimu, tapi aku ingin kamu bisa bersikap dewasa, bukan dengan cara seperti itu kamu menghadapi pak Bima" gumam Vega sembari berjalan menuju ruang kantor.
Ruli dan Boni berjalan menghampiri Aldo yang tampak terdiam.
"Woi Do! Ngapain Elu diem ajah, ayok katanya ke ruangan pak kepala sekolah!" ucap Ruli mengingatkan.
Aldo menatap kedua temannya, dan kemudian segera pergi ke ruangan kepala sekolah.
*
*
*
*
__ADS_1
Di ruangan kepala sekolah sudah ada Bima yang didampingi oleh Riris, dan tak berselang lama Aldo datang dan masuk ke ruangan kepala sekolah.
Bima melihat Aldo dengan tatapan yang sinis, begitu pun dengan Aldo yang melihat wajah Bima dengan tatapan yang tajam.
"Aldo! Duduklah!" seru kepala sekolah.
"Terima kasih Pak!" jawab Aldo sembari duduk di depan meja kepala sekolah.
"Kamu tahu kenapa saya menyuruh mu untuk datang ke ruangan saya?" tanya kepala sekolah yang akan menjadi hakim untuk menyelesaikan masalah Aldo dengan Bima.
"Tidak pak!" jawab Aldo dengan menggelengkan kepalanya.
"Saya sudah tahu tentang kejadian tadi pagi, tentang kamu yang menghajar pak Bima sampai seperti itu, coba kamu lihat, karena perbuatanmu, wajah pak Bima menjadi seperti itu!" seru kepala sekolah sembari menunjuk ke arah wajah Bima yang terlihat bengkak.
Aldo melihat lagi kearah Bima, sesekali hatinya tertawa melihat penampakan wajah Bima yang terlihat Jontor pada bibirnya.
"Hahaha... mampus Lu! Salah sendiri udah macam-macam sama istri gue, rasain Lu" umpat Aldo dengan tatapan sinis.
"Bapak harus menghukum Aldo seberat-beratnya pak! Murid nggak tahu malu ini harus mendapatkan hukuman yang setimpal, keluarkan saja dia dari sekolah ini pak" seru Bima yang tampak menggebu-gebu.
"Pak Bima! Bapak yang tenang, kita selesaikan masalah dengan tenang" seru kepala sekolah untuk menenangkan Bima yang terlihat emosi sekali.
"Untuk mengeluarkan Aldo, saya rasa itu tidak bisa pak Bima, Aldo sudah melaksanakan ujian akhir, jadi bisa dikatakan Aldo sudah merampungkan sekolah nya, hanya tinggal menunggu pengumuman kelulusannya nanti" ucap kepala sekolah.
"Tapi pak! Aldo sudah membuat saya seperti ini, belum lagi Aldo sudah mencoreng nama baik sekolah kita pak!" ucapan Bima membuat kepala sekolah terkejut.
"Apa maksud pak Bima!" tanya kepala sekolah semakin penasaran. Tampak Bima mulai membuka tabir rahasia Aldo yang selama ini telah Bima selidiki.
"Siswa kita yang satu ini sudah memacari gurunya sendiri Pak! Bahkan saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, mereka berdua tinggal satu atap, apa itu tidak memalukan?"
Ucapan Bima membuat Kepala sekolah sangat terkejut dan tidak percaya,bagaimana mungkin Aldo memacari salah satu guru di sekolah mereka.
Sementara Aldo mencoba menahan emosi nya, mengingat dirinya sedang berhadapan dengan kepala sekolah. Aldo tetap menunjukkan kesopanan nya kepada guru yang di hormati nya.
"Pak Bima! Apa benar yang Anda ucapkan tadi? Guru siapa yang pak Bima maksud? Apa pak Bima yakin dan bisa menunjukkan bukti-bukti, jika Aldo berbuat itu?" tanya kepala sekolah.
"Tentu saja pak" jawab Bima percaya diri.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1